Perang Khaibar, Penaklukkan Benteng Terakhir Yahudi di Jazirah Arab


[WARTANUSANTARA.ID]
Perang Khaibar terjadi pada bulan Muharram tahun ketujuh hijriah. Perang Khaibar terjadi karena peran kaum Yahudi di Khaibar memiliki peran yang sangat besar dalam menggerakkan perang Khandaq/Ahzab. 


Jarak Khaibar hanya seratus mil dari kota Madinah, yaitu ke arah barat daya. Khaibar merupakan kota yang memiliki banyak benteng.

Benteng Khaibar terdiri atas tiga bagian. Antara satu dengan yang lain terpisah-pisah, yaitu bentang Nithah, benteng Kastibah, dan bentang Syiq. Benteng Nithah terdiri dari tiga bagian, begitu pula benteng kedua (katsibah) terdiri dari dua bagian, dan benteng ketiga (Syiq) terdiri dari tiga bagian.

Rasulullah SAW memulai serangannya pada bentang Nithah. Beliau memerintahkan bala tentaranya untuk menebangi pohon-pohon kurma supaya kaum Yahudi di Khaibar menyerah. Namun pada saat itu kaum Yahudi belum menyerah.

Rasulullah memberikan panji peperangan kepada Ali bin Abi Thalib. Dengan kegigihan perlawanan pasukam muslimin, berhasil menaklukkan benteng satu persatu. Pasukan Islam memperoleh banyak sekali ghanimah (harta rampasan perang).

Pada perang tersebut, terdapat 15 orang pasukan Islam yang syahid. Sedangkan di kalangan pasukan Yahudi terdapat 93 orang yang mati.

Rasulullah hampir saja diracun

Dalam perang Khaibar, seorang wanita Yahudi menghadiahkan masakan paha kambing kepada Rasulullah. Paha kambing tersebut sudah  ditaburkan racun. Beliau mengambil makanan tersebut, kemudian memuntahkan kembali karena diberitahu bahwa paha kambing tersebut sudah dibubuhi racun. Namun salah seorang sahabatnya bernama Bisyr bin Barra, meninggal ketika memakan sebagian.

Wanita tersebut dihukum mati menjalani hukum qishash karena Bisyr telah meninggal dunia akibat racun tersebut.

Sumber diolah dari buku Nurul Yaqin karya Muhammad Khudari Bek hal. 299-304. Penerbit Ummul Quro.




0/Post a Comment/Comments