[WARTANUSANTARA.ID] Menyampaikan pidatonya di konferensi pers di sela-sela KTT G-20 di Johannesburg, Afrika Selatan, pada hari Minggu, Presiden Recep Tayyip Erdoğan mengatakan bahwa ia menekankan perlunya perdamaian abadi di Gaza pada KTT tersebut. "Perdamaian global sejati tidak dapat dicapai dengan pembentukan Negara Palestina," ujarnya. Erdoğan juga memuji Afrika Selatan sebagai tuan rumah yang menuntut hukuman bagi pejabat Israel atas genosida di Gaza.
"Dukungan teguh Afrika Selatan terhadap perjuangan Palestina sangat berharga, mereka menunjukkan sikap teladan dalam menentang genosida Gaza," ujarnya.
Erdoğan juga menjawab pertanyaan tentang konflik Rusia-Ukraina dan peran Turki sebagai mediator. Presiden, yang baru-baru ini menjamu Volodymyr Zelenskyy dari Ukraina, mengatakan ia akan melakukan panggilan telepon dengan Presiden Rusia Vladimir Putin pada hari Senin. "Kami akan melakukan segalanya demi perdamaian," ujarnya. Ia mengatakan kepada para wartawan bahwa upaya Turki sebelumnya untuk mencapai kesepakatan gandum selama konflik gagal, tetapi ia akan mengupayakan pemulihannya dalam pembicaraannya dengan Putin pada hari Senin.
KTT G-20 di Afrika Selatan merupakan kesempatan bagi Erdogan untuk berunding dengan para pemimpin internasional dan mempromosikan visi Turki untuk kerja sama global yang lebih erat dan tatanan dunia yang lebih adil.
Pemimpin Turki tersebut mengadakan pembicaraan bilateral dengan para pemimpin dunia di sela-sela KTT selama akhir pekan, sembari menghadiri beberapa sesi pertemuan global tersebut.
Pada hari Sabtu, presiden menghadiri sesi bertajuk "dunia yang tangguh" sementara ia bergabung dengan para pemimpin lainnya untuk sesi lain pada hari Minggu mengenai mineral penting dan AI.
Di sela-sela KTT pada hari Minggu, Erdogan bertemu dengan Presiden Prancis Emmanuel Macron. Ia juga mengadakan pembicaraan dengan Perdana Menteri Singapura Lawrence Wong dan Perdana Menteri Italia Giorgia Meloni. Pada hari Sabtu, Erdogan mengadakan pembicaraan dengan Perdana Menteri Ethiopia Abiy Ahmed, Perdana Menteri Kanada Mark Carney, dan para pemimpin negara-negara anggota MIKTA. Ia juga mengadakan pembicaraan dengan Presiden Angola Joao Lourenco, Presiden Komisi Uni Eropa Ursula von der Leyen, dan Presiden Brasil Luiz Inacio Lula da Silva.
Sumber : Daily Sabah
