Misteri Garis Wallace: Tetangga Tapi Beda Dunia! Kenapa Hewan di Bali dan Lombok Tak Saling Sapa?


Pendahuluan: Cuma Terpisah Laut Sempit, Kok Bedanya Jauh?

Pernahkah kamu naik kapal feri dari Bali ke Lombok? Jaraknya dekat sekali, hanya terpisah Selat Lombok yang sempit. Tapi tahukah kamu? Saat kamu menyeberangi selat itu, sebenarnya kamu sedang melintasi salah satu perbatasan biologis paling tegas di muka bumi.

Di Bali (Barat), kamu masih bisa menemukan Burung Jalak atau (dulu) Harimau, yang mirip dengan hewan di Jawa dan Sumatera (Asia). Tapi begitu injak kaki di Lombok (Timur), kamu tiba-tiba disambut Burung Kakatua Jambul Kuning dan hewan berkantung yang mirip dengan hewan di Australia.

Kok bisa? Padahal pulaunya tetanggaan? Jawabannya ada pada sebuah garis imajiner bernama Garis Wallace. Mari kita bedah misteri alam Nusantara ini!

1. Siapa Itu Alfred Russel Wallace?

Sebelum kita bahas garisnya, kenalan dulu sama penemunya. Dia adalah Alfred Russel Wallace, naturalis asal Inggris yang menjelajahi Nusantara pada tahun 1854-1862.

Selama bertahun-tahun keluar masuk hutan Indonesia, Wallace bingung. Kenapa fauna di Indonesia bagian Barat (Sumatera, Jawa, Bali, Kalimantan) mirip sekali dengan Hewan Asia? Sedangkan Sulawesi, Nusa Tenggara, hingga Papua, hewannya aneh-aneh dan mirip Hewan Australia?

Dari kebingungan itulah, ia menarik garis batas maya yang membelah Selat Makassar hingga Selat Lombok. Garis itulah yang kini kita kenal sebagai Garis Wallace.

2. Rahasia di Bawah Laut: Paparan Sunda vs Sahul

Kenapa hewan Asia "mentok" cuma sampai Bali dan gak bisa berenang ke Lombok?

Rahasianya ada di Sejarah Geologi (Zaman Es).

  • Dulu (Zaman Es): Air laut surut drastis. Sumatera, Jawa, Kalimantan, dan Bali menyatu dengan Benua Asia (disebut Paparan Sunda). Makanya Gajah, Harimau, dan Badak bisa jalan kaki dari Thailand sampai ke Bali.
  • Tapi... Laut di antara Bali dan Lombok itu SANGAT DALAM (Palung Laut). Meski air surut, jurang laut ini tetap memisahkan mereka. Hewan-hewan Asia gak bisa nyebrang ke Lombok.

Sebaliknya, Papua dan Australia dulu menyatu (Paparan Sahul). Makanya Kangguru dan Cendrawasih bisa tersebar di sana.

3. Indonesia: Negara dengan "Tiga Dunia"

Berkat posisi unik ini, Indonesia jadi negara super spesial yang punya 3 zona fauna sekaligus:

  1. Zona Asiatis (Barat): Gajah, Harimau, Badak, Orangutan. (Mirip hewan India/China).
  2. Zona Australis (Timur): Cendrawasih, Kangguru Pohon, Kakatua, Kuskus. (Mirip hewan Australia).
  3. Zona Peralihan/Wallacea (Tengah): Ini yang paling ajaib! Sulawesi dan Nusa Tenggara terisolasi laut dalam sejak purba. Hewannya berevolusi sendiri dan gak ada di tempat lain di dunia. Contoh: Komodo, Anoa, Babirusa.

Kesimpulan: Kekayaan yang Harus Dijaga

Garis Wallace adalah bukti bahwa Indonesia itu masterpiece-nya Tuhan. Di satu negara, kita punya Harimau (Asia) dan Cendrawasih (Australia).

Bali dan Lombok mungkin tetangga dekat secara peta, tapi mereka adalah gerbang bagi dua dunia yang berbeda. Jadi, banggalah jadi warga Nusantara!

📚 Sumber Referensi

  1. Wallace, Alfred Russel. (1869). The Malay Archipelago (Kepulauan Nusantara). (Buku legendaris catatan perjalanan Wallace).
  2. LIPI (BRIN). Sejarah Biogeografi Indonesia: Garis Wallace dan Weber.
  3. National Geographic Indonesia. Mengenal Zona Wallacea: Laboratorium Alam Terunik di Dunia.

0/Post a Comment/Comments