Wartanusantara.id - Sebagai kerajaan Islam pertama di Pulau Jawa, Kesultanan Demak selalu menjadi topik yang menarik untuk diulas. Namun, di balik narasi besar penyebaran agama, terdapat fakta-fakta unik dan sejarah yang sering kali menjadi perdebatan hangat di kalangan sejarawan maupun masyarakat umum.
Berikut adalah deretan fakta unik Kerajaan Demak yang jarang diketahui, namun didukung oleh sumber sejarah yang valid.
1. Asal-usul Raden Patah: Pangeran Majapahit Berdarah Tiongkok
Banyak yang belum tahu bahwa pendiri Demak, Raden Patah, memiliki silsilah yang sangat kompleks. Menurut Babad Tanah Jawi, ia adalah putra dari raja terakhir Majapahit, Prabu Brawijaya V.
Namun, naskah Kronik Tionghoa dari Kelenteng Sam Po Kong menyebutkan Raden Patah dengan nama Jin Bun. Ibunya adalah seorang putri dari Tiongkok yang sempat dikirim ke Palembang sebelum akhirnya Raden Patah kembali ke Jawa untuk mendirikan daerah otonom yang kita kenal sebagai Demak.
2. Masjid Agung Demak: Arsitektur Akulturasi Tanpa Kubah
Salah satu peninggalan paling ikonik adalah Masjid Agung Demak. Fakta uniknya, masjid ini tidak menggunakan kubah bulat seperti masjid Timur Tengah pada umumnya. Atapnya berbentuk Tumpang tiga (Meru), yang merupakan pengaruh kuat dari arsitektur Hindu-Jawa.
- Tiang Tatal: Salah satu tiang utama masjid ini konon dibuat oleh Sunan Kalijaga dari serpihan-serpihan kayu (tatal) yang diikat, bukan dari kayu utuh, namun tetap kokoh berdiri hingga ratusan tahun.
3. Hubungan Demak dan Majapahit: Diplomasi atau Kudeta?
Banyak kueri pencarian menanyakan "Apakah Raden Patah membunuh ayahnya?". Secara historis, jatuhnya Majapahit bukan karena serangan langsung Demak untuk membunuh raja, melainkan karena pergeseran kekuasaan internal dan melemahnya pengaruh pusat. Demak muncul sebagai kekuatan baru yang mengambil alih legitimasi Majapahit. Sejarawan Slamet Muljana dalam bukunya Runtuhnya Kerajaan Hindu-Jawa menjelaskan bahwa perpindahan kekuasaan ini lebih merupakan transisi sosial-politik dari budaya agraris Hindu ke maritim Islam.
Baca selengkapnya tentang Benarkah Raden Patah Pelaku Kudeta Ayahnya?
4. Armada Laut "Raksasa" yang Ditakuti Portugis
Demak bukan sekadar kerajaan pesantren. Di bawah pimpinan Pati Unus (yang dijuluki Pangeran Sabrang Lor), Demak memiliki armada laut yang sangat kuat. Pada tahun 1513 dan 1521, Demak menyerang Portugis di Malaka. Meskipun secara teknologi kalah meriam, keberanian armada Demak menunjukkan bahwa mereka adalah kekuatan maritim yang disegani di Asia Tenggara saat itu.
5. Pusat Inovasi Dakwah Lewat Budaya
Di era Demak-lah, Wali Songo mengintegrasikan ajaran Islam dengan budaya lokal. Gamelan, Wayang Kulit, dan Sekaten lahir sebagai alat diplomasi budaya. Strategi ini membuat Islam diterima tanpa pertumpahan darah yang besar di tanah Jawa.
Sumber Referensi Valid:
- Slamet Muljana. (2005). Runtuhnya Kerajaan Hindu-Jawa dan Timbulnya Negara-Negara Islam di Nusantara. Yogyakarta: LKiS.
- H.J. de Graaf & T.G.Th. Pigeaud. (1985). Kerajaan-Kerajaan Islam di Jawa: Peralihan dari Majapahit ke Mataram. Jakarta: Grafitipers.
- Babad Tanah Jawi. (Naskah klasik yang menceritakan silsilah raja-raja Jawa).
- Kronik Tionghoa dari Kelenteng Sam Po Kong (Mengenai identitas Jin Bun/Raden Patah).
