Oleh Ahmad Syaihan Al Fahmi
Mahasiswa IAI SEBI
Wartanusantara.id - Jerman merupakan salah satu negara yang mempunyai pengaruh besar dalam bidang politik dan ekonomi di Eropa. Oleh karena itu, setiap perubahan politik yang terjadi di negara tersebut sering menjadi perhatian, baik di dalam negeri maupun di tingkat internasional. Salah satu perkembangan yang cukup menarik perhatian adalah meningkatnya dukungan terhadap partai politik sayap kanan, khususnya Alternative für Deutschland (AfD).
Fenomena tersebut semakin terlihat dalam Pemilu Federal Jerman yang dilaksanakan pada 23 Februari 2025. Dalam pemilu tersebut, AfD memperoleh peningkatan suara yang cukup besar dibandingkan pemilu sebelumnya. Kondisi ini menimbulkan berbagai pembahasan mengenai perubahan pandangan politik masyarakat Jerman dan kemungkinan pengaruhnya terhadap arah politik negara tersebut.
Hal ini juga dibahas dalam video berjudul “Jerman Panik! Paham OM KUMIS Kembali Berkuasa? Sayap Kanan Ekstrim Menang Pemilu!” dari kanal LearnByGoogling. Video tersebut membahas meningkatnya kekuatan politik sayap kanan di Jerman serta kekhawatiran yang muncul karena adanya kemiripan isu tertentu dengan persoalan politik masa lalu Jerman. Meskipun demikian, perkembangan politik saat ini perlu dipahami berdasarkan kondisi Jerman pada masa sekarang dan tidak dapat langsung disamakan dengan masa pemerintahan Nazi.
Perubahan Peta Politik Jerman
Hasil Pemilu Jerman 2025 menunjukkan adanya perubahan dalam peta politik negara tersebut. Berdasarkan hasil resmi, CDU/CSU memperoleh sekitar 28,6% suara dan menjadi kelompok politik terbesar di Bundestag. Sementara itu, AfD memperoleh 20,8% suara dan mendapatkan 152 kursi. Angka tersebut menunjukkan peningkatan yang cukup besar jika dibandingkan dengan Pemilu 2021, ketika AfD hanya memperoleh sekitar 10,4% suara.
Peningkatan suara AfD menjadi salah satu hal yang paling menarik perhatian dalam pemilu tersebut. Partai yang sebelumnya berada di luar posisi dua besar tersebut sekarang menjadi salah satu kekuatan utama di parlemen Jerman. Hal ini menunjukkan bahwa terdapat perubahan pilihan politik dari sebagian masyarakat Jerman.
Selain meningkatnya suara AfD, tingkat partisipasi masyarakat dalam Pemilu 2025 juga cukup tinggi. Sekitar 82,5% pemilih menggunakan hak pilihnya, meningkat dibandingkan dengan 76,4% pada Pemilu 2021. Tingginya tingkat partisipasi tersebut dapat menunjukkan bahwa masyarakat memberikan perhatian yang cukup besar terhadap kondisi politik dan masa depan pemerintahan Jerman.
Faktor yang Mendorong Meningkatnya Dukungan terhadap AfD
Meningkatnya dukungan terhadap AfD tentu tidak terjadi tanpa alasan. Ada berbagai persoalan yang menjadi perhatian masyarakat Jerman, salah satunya adalah masalah imigrasi. Dalam beberapa tahun terakhir, imigrasi menjadi salah satu isu penting dalam politik Jerman. AfD mempunyai pandangan yang lebih ketat mengenai kebijakan imigrasi dan keamanan perbatasan dibandingkan dengan sejumlah partai lainnya.
Isu imigrasi menjadi semakin sensitif ketika dikaitkan dengan persoalan keamanan, integrasi pendatang, serta kemampuan pemerintah dalam memberikan pelayanan publik. Hal tersebut kemudian menjadi bahan perdebatan di antara masyarakat dan partai politik.
Selain masalah imigrasi, kondisi ekonomi juga menjadi salah satu faktor yang tidak dapat diabaikan. Jerman menghadapi berbagai tantangan ekonomi, termasuk persoalan energi, biaya hidup, kondisi industri, dan daya saing ekonomi. Keadaan tersebut dapat memengaruhi kepercayaan sebagian masyarakat terhadap pemerintah dan partai politik yang sedang berkuasa.
Dalam kondisi seperti itu, sebagian masyarakat dapat memilih partai yang menawarkan kebijakan berbeda dari partai-partai tradisional. AfD kemudian menjadi salah satu pilihan politik bagi kelompok masyarakat yang menginginkan perubahan dalam beberapa kebijakan, terutama yang berkaitan dengan imigrasi, ekonomi, dan keamanan.
Namun, peningkatan suara AfD tidak berarti semua pemilihnya mempunyai alasan yang sama. Setiap pemilih dapat mempunyai pertimbangan yang berbeda. Oleh sebab itu, peningkatan suara AfD sebaiknya tidak hanya dilihat dari satu persoalan, tetapi sebagai hasil dari berbagai faktor sosial, ekonomi, dan politik.
Hubungan dengan Sejarah Jerman
Salah satu alasan meningkatnya perhatian terhadap AfD adalah sejarah Jerman pada masa lalu. Jerman mempunyai pengalaman yang sangat berat dengan pemerintahan Nazi yang dipimpin oleh Adolf Hitler. Pemerintahan tersebut dikenal dengan kebijakan politik yang ekstrem dan berbagai tindakan yang menyebabkan terjadinya Perang Dunia II serta Holocaust.
Karena pengalaman sejarah tersebut, munculnya kelompok politik yang dianggap mempunyai pandangan sayap kanan atau kanan jauh sering mendapatkan perhatian khusus di Jerman. Istilah seperti “kembali ke masa lalu” juga sering muncul dalam pembahasan mengenai perkembangan politik tersebut.
Namun, menurut saya, penting untuk membedakan antara meningkatnya dukungan terhadap partai sayap kanan dengan kembalinya pemerintahan Nazi. Keduanya merupakan kondisi yang berbeda. AfD berkembang dalam sistem demokrasi Jerman saat ini, sedangkan pemerintahan Nazi muncul dalam kondisi sejarah dan politik yang berbeda.
Dengan demikian, penggunaan sejarah Nazi sebagai perbandingan perlu dilakukan secara hati-hati. Sejarah memang penting untuk memahami mengapa masyarakat Jerman sangat sensitif terhadap perkembangan politik ekstrem, tetapi kondisi politik Jerman saat ini tetap harus dianalisis berdasarkan fakta dan sistem demokrasi yang berlaku sekarang.
AfD Tidak Membentuk Pemerintahan
Meskipun AfD mendapatkan suara yang cukup besar dalam Pemilu 2025, partai tersebut tidak menjadi partai yang membentuk pemerintahan. CDU/CSU tetap menjadi kelompok terbesar dalam Bundestag dan Friedrich Merz dari CDU kemudian terpilih sebagai Kanselir Jerman pada 6 Mei 2025.
Hal ini menunjukkan bahwa dalam sistem parlementer, mendapatkan suara besar dalam pemilu tidak secara otomatis berarti sebuah partai akan memimpin pemerintahan. Komposisi parlemen dan dukungan dari partai lain juga memiliki peran penting dalam proses pembentukan pemerintahan.
Dengan demikian, meskipun AfD mengalami peningkatan suara yang signifikan, perkembangan tersebut tidak dapat diartikan bahwa Jerman telah dikuasai oleh AfD. Partai tersebut memang mempunyai posisi yang jauh lebih kuat di parlemen dibandingkan sebelumnya, tetapi pemerintahan Jerman tetap dipimpin oleh kelompok politik lain.
Dampak terhadap Politik Eropa
Meningkatnya dukungan terhadap AfD tidak hanya penting bagi Jerman, tetapi juga dapat menjadi perhatian bagi negara-negara Eropa lainnya. Jerman merupakan salah satu negara dengan perekonomian terbesar di Eropa dan mempunyai pengaruh besar dalam Uni Eropa.
Perubahan politik di Jerman dapat memengaruhi berbagai kebijakan, seperti kebijakan imigrasi, ekonomi, energi, keamanan, dan hubungan luar negeri. Selain itu, meningkatnya dukungan terhadap partai sayap kanan di Jerman juga menunjukkan bahwa isu-isu seperti imigrasi dan keamanan menjadi semakin penting dalam politik Eropa.
Fenomena ini sebenarnya bukan hanya terjadi di Jerman. Beberapa negara Eropa lainnya juga mengalami perkembangan politik yang menunjukkan meningkatnya dukungan terhadap kelompok atau partai yang mempunyai pandangan lebih nasionalis dan konservatif. Kondisi tersebut memperlihatkan bahwa politik Eropa sedang mengalami perubahan dan partai-partai tradisional harus menghadapi persaingan yang semakin beragam.
Kesimpulan
Pemilu Jerman 2025 menunjukkan adanya perubahan yang cukup besar dalam politik Jerman. Salah satu perubahan yang paling terlihat adalah meningkatnya dukungan terhadap Alternative für Deutschland (AfD). Perolehan suara AfD meningkat dari sekitar 10,4% pada Pemilu 2021 menjadi 20,8% pada Pemilu 2025. Dengan hasil tersebut, AfD memperoleh 152 kursi di Bundestag dan menjadi salah satu kekuatan politik terbesar di Jerman.
Meningkatnya dukungan terhadap AfD dipengaruhi oleh berbagai persoalan, seperti imigrasi, keamanan, ekonomi, serta ketidakpuasan sebagian masyarakat terhadap partai-partai tradisional. Namun, alasan setiap pemilih tentu tidak dapat disamakan karena masyarakat mempunyai latar belakang dan pertimbangan yang berbeda.
Kenaikan suara AfD juga tidak berarti bahwa Jerman kembali kepada pemerintahan Nazi seperti pada masa Adolf Hitler. Jerman saat ini tetap menjalankan sistem demokrasi parlementer dan pemerintahan setelah Pemilu 2025 dipimpin oleh Friedrich Merz dari CDU.
Dari fenomena tersebut dapat dilihat bahwa perubahan politik di Jerman merupakan bagian dari dinamika demokrasi yang sedang berlangsung. Meningkatnya dukungan terhadap partai sayap kanan menunjukkan adanya perubahan dalam preferensi sebagian masyarakat terhadap isu-isu tertentu. Oleh karena itu, perkembangan politik Jerman perlu terus diamati karena dapat memberikan pengaruh tidak hanya terhadap kebijakan dalam negeri, tetapi juga terhadap arah politik Eropa secara keseluruhan.
