Friday, July 31, 2020

Tips Memulai Bisnis Dari Nol Ala Abdurrahman bin Auf

Tips Memulai Bisnis Dari Nol Ala Abdurrahman bin Auf

Oleh Rizkhi Soebiharto


Siapa yang tidak mengenal sosok Abdurrahman bin Auf? Salah satu sahabat Nabi Muhammad SAW yang dikenal sebagai seorang pengusaha sukses yang dermawan dan kaya raya. Walau beliau dikenal sebagai keturunan orang berada, ternyata beliau pernah memulai sebuah bisnis dari nol.

Momentum Abdurrahman bin Auf memulai bisnis dari nol adalah saat beliau hijrah dari Makkah ke Madinah. Beliau meninggalkan seluruh harta dan keluarganya di Makkah. Sesampainya di Madinah dia tidak memiliki apa-apa. Dalam sejarah beliau sementara waktu menumpang di rumah Sa’ad bin Al-Rabi Al-Anshari, salah seorang yang masuk dalam daftar orang terkaya di Madinah. 

Pasti sebagian dari kita pernah mendengar kisah saat Abdurrahman bin Auf mendapatkan penghormatan dari Sa’ad, yaitu ditawari sebagian kekayaan milik Sa’ad, sebagian perkebunan, bahkan ditawari salah satu istrinya untuk dijadikan istri Abdurrahman bin Auf. Tetapi Abdurrahman bin Auf menolak semua itu.

Disinilah momentum Abdurrahman bin Auf memulai bisnis dari nol di Madinah. Mari kita simak Tips memulai bisnis dari Nol Ala Abdurrahman bin Auf.

1. Mental Pengusaha

Motivasi seorang Abdurrahman bin Auf ditunjukkan dengan mental kayanya. Beliau berani menolak kekayaan besar yang diberikan Sa’ad. Saat menolak Abdurrahman bin Auf mengatakan “Semoga Allah memberkahi istri dan hartamu. Dimana pasar yang bisa digunakan untuk jual beli?”


Setelah penolakan, yang diminta oleh Abdurrahman bin Auf adalah ditunjukkan letak pasar. Kemudian setelah mengetahui letak pasar beliau langsung membeli bahan-bahan mentah untuk dijadikan keju dan mentega untuk dijual keesokan harinya.


2. Memulai Usaha dari yang Dikuasai

Sering kita mendengar “Carilah bisnis yang merupakan passion kita”. Kalimat itu tidak salah, tapi kurang tepat dalam tips dari Abdurrahman bin Auf. “Mulailah bisnis dari yang kita kuasai” mungkin kalimat inilah yang tepat untuk kalian yang ingin memulai bisnis.


Kalimat ini sudah diterapkan oleh Abdurrahman bin Auf. Beliau memulai bisnisnya di Madinah setelah hijrah dengan menjual mentega dan keju. 2 produk yang dikuasai oleh Abdurrahman bin Auf dan mengantarkan namanya menjadi salah seorang pengusaha sukses di masanya.


3. Jangan Menunda Waktu

Sesampainya Abdurrahman bin Auf di Madinah beliau langsung mencari pasar. Kemudian beliau langsung membeli bahan-bahan mentah, dan keesokan harinya langsung kembali ke pasar untuk menjual produk hasil olahannya. Dari kisah ini beliau mencontohkan pada kita untuk tidak menunda waktu., Saat kita memiliki kesempatan, kita harus langsung mengeksekusi kesempatan yang kita miliki.


4. Milikilah Mimpi Besar

Mimpi yang besar harus dimiliki oleh kita yang akan memulai sebuah usaha. Jangan hanya bermimpi produk kita terjual 1000 pcs/bulan, dan lainnya. Mimpi yang kita miliki harus lebih besar lagi, untuk kita jadikan sebagai motivasi dalam berwirausaha.


Abdurrahman bin Auf memiliki mimpi besar untuk memiliki bisnis yang berskala Internasional. Dari mimpi tersebut beliau mulai tahap-tahap penting dalam bisnisnya. Pertama, beliau meminta tolong kepada Sa’ad Al Rabi untuk membeli tanah yang ditempatinya saat itu.

Kemudian beliau jadikan beberapa kios. Kio situ boleh digunakan oleh siapapun tanpa harus membayar sewa, tetapi jika usaha yang dijalankan mendapat keuntungan beliau mengimbau kepada pengusaha-pengusaha yang menempati kios tersebut untuk memberikan komisi seikhlasnya. Singkat cerita, kios tersebut berkembang pesat, dan Abdurrahman bin Auf mendapatkan keuntungan yang berlipat.


Akhirnya Abdurrahman bin Auf hingga kini kita kenal sebagai seorang pengusaha sukses, yang bisnisnya sudah berskala Internasional.


5. Sedekah

Kesuksesan bisnisnya yang berskala Internasional tidak menjadikan Abdurrahman bin Auf jumawa. Abdurrahman bin Auf dikenal sebagai sosok yang dermawan. Kisah yang sebagian kita pernah dengar dan terkenal hingga saat ini adalah saat Abdurrahman bin Auf menyedekahkan seluruh dagangannya yang dibawa dari Syam. 


Saat itu beliau menggemparkan penduduk Madinah dengan rombongan kafilahnya dari Syam yang membawa dagangan penuh diangkut dengan 700 unta. Kemudian beliau mendengar berita tentang sabda Rasulullah yang berbunyi “Aku melihat Abdurrahman bin Auf masuk Surga dengan merangkak.”


Mendengar kabar itu, Abdurrahman bin Auf bertutur “Jika mampu, aku akan memasukinya dengan berdiri.” Kemudian dia menyumbangkan seluruh unta dengan muatannya di jalan Allah.

Mungkin kita tidak dapat mengikuti Abdurrahman bin Auf, tetapi sedekah yang sedikit dan berlanjut lebih disukai oleh Allah. Dan kita dapat memulai kebiasaan bersedekah seperti itu.


Diakhir hayatnya Abdurrahman bin Auf meninggalkan kekayaan yang sangat banyak. Dalam buku Abdus Sattar al-Syaikh yang berjudul “Sepuluh Sahabat yang Dijamin Masuk Surga” terjemahan Imran Anhar dan Firdaus Sanusi di halaman 466-467. Kekayaan yang ditinggalkan AAbdurrahman bin Auf sebanyak 32 juta dirham (Rp 6,3 Triliun), 1000 unta, 3000 kambing, 100 kuda, dan ladang pertanian di Jurf.


5 tips yang dapat kita pelajari dari kisah Kesuksesan Abdurrahman bin Auf. Semoga bermanfaat dan dapat menjadi motivasi bagi kita semua yang ingin memulai sebuah usaha. 


Referensi : 

Ahmad Sayyid Ahmad Ali, al-‘Asyrah al-Mubasyaruna bi al-Jannah, hlm. 280.

Yanuar Arifin, Rekam Jejak Para Sahabat Nabi Kaya Raya (Yogyakarta : Sabil, 2012), hlm. 23.

Abdus Sattar al-Syaikh, Sepuluh Sahat yang Dijamin Masuk Surga, terj. Imran Anhar dan Firdaus Sanusi, hlm. 407-409.

Ibid., hlm. 466-467

Abdul Wadud Kasyful Humam, Jejak Bisnis Sahabat Rasul Sejarah Kesuksesan yang Terlupakan (Jakarta : Qalam, 2017), hlm. 115-127

*Penulis adalah Mahasiswa STIE SEBI Depok

Artikel Terkait