Keunggulan Dan Kelemahan Sistem Ekonomi Islam


Ditulis oleh Da'i Sadam Alvito
Mahasiswa STEI SEBI Depok

[wartanusantara.id] Secara umum sistem ekonomi Islam adalah suatu peraturan yang pelaksanaan ekonominya  berdasarkan dengan hukum Islam, yaitu Al-Qur’an dan Hadis. Kegiatan yang masuk ke dalam sistem ekonomi Islam ini meliputi kegiatan simpan pinjam, investasi, jual beli, dan lain sebagainya.

Adanya sistem ekonomi Islam bertujuan agar umat Islam dapat melakukan kegiatan ekonomi yang benar dan terhindar dari beberapa sifat buruk, seperti riba, haram, zalim, ihtikar, dan lain-lain. Semua kegiatan ekonomi yang sifatnya baik dan buruk diatur dan dijelaskan secara detail dalam sistem ekonomi Islam.

Siapa yang tidak kenal ekonomi Islam? Apa itu ekonomi Islam? ekonomi Islam adalah sistem ekonomi yang berbasis Islam yang dimana sumbernya berasal dari al-Quran, Hadits, Ijma, dan Qiyas. Sistem ekonomi Islam sangatlah jauh berbeda sistemnya dengan sistem ekonomi konvensional yang dimana masih sering terjadinya praktek-praktek haram seperti halnya riba.

Ekonomi islam  belakangan ini sedang naik daun karena kepopulerannya di dunia  dan sudah mulai banyak negara yang menerapkan sistem ini. Namun sistem ekonomi islam ini tidak bertujuan mengumpulkan harta sebanyak-banyaknya,  yang dimana masih sering terjadinya kesenjangan di desa-desa tertentu, sehingga modal materi terkumpul hanya pada segelintir orang saja. Ekonomi Islam ini memiliki sebuah prinsip yang disebut tolong-menolong (ta’awun), sinergi, kerja efisien dan tentunya dengan cara yang halal.

Dengan adanya prinsip sistem ekonomi berbasis Islam ini dapat memungkinkan untuk dijadikan sebagai opsi pemberdayaan masyarakat yang dapat menggerakan sentra ekonomi lokal di setiap pelosok Indonesia, termasuk pembangunan  di daerah pedesaan ditambah lagi dengan mayoritasnya umat muslim di Indonesia ini sehingga banyak khalayak yang akan setuju nantinya dengan di terapkannya sistem ekonomi berbasis syariah ini. Pemuda pun memiliki peran yang sangat penting dalam hal menumbuhkan ekonomi perdesaan dengan prinsip Islam. Baik itu dari kalangan mahasiswa maupun pemuda yang telah berpendidikan tinggi yang kemudian pulang ke desa untuk membangun kembali desanya. Dalam hal ini pemuda menjadi ”aktor”, yakni sebagaimana mahasiswa menjadi pionir-pionir dalam praktik ekonomi islam.

Sistem ekonomi Islam memang masih terbilang baru sebab baru dimulai pada pertengahan abad kedua puluh. Pada dasarnya praktik dan tujuan dari sistem ekonomi Islam sendiri sudah ada sejak lahirnya agama Islam.

Keunggulan Ekonomi Islam


Berikut ini beberapa keunggulan dari sistem ekonomi Islam, yaitu:

1. Menggunakan moral dan etika

Sistem ekonomi Islam menggunakan serangkaian moral dan etika. Sistem ekonomi Islam mengajarkan untuk tidak cepat puas dalam pemenuhan kebutuhan sendiri saja, akan tetapi barang tersebut bisa digunakan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. Di dalam sistem ini juga terdapat norma yang harus ditaati oleh para pelaku kegiatan ekonomi.

2. Berdasar pada keadilan

Sistem ekonomi Islam memiliki asas utama yang wajib dipatuhi dan dijalankan yaitu asas keadilan. Dalam Islam terdapat batasan fungsional untuk menciptakan kesetaraan dan kesejahteraan ekonomi.

3. Kebebasan dalam pengambilan keputusan

Keunggulan sistem ekonomi Islam selanjutnya adalah sistem ini mempunyai kebebasan dalam mengambil suatu keputusan yang mengacu pada nilai-nilai tauhid. Kebebasan ini besar harapannya untuk mengoptimalkan kemampuan hubungan ekonomi tanpa didasari paksaan siapapun.

Kekurangan Sistem Ekonomi Syariah


Selain memiliki keunggulan, sistem ekonomi Islam juga memiliki kekurangan, sebagai berikut:

1. Perkembangan literatur ekonomi Islam berjalan lambat

Perkembangan literatur Islam yang menggunakan teks bahasa Arab berjalan sangat lambat. Pandangan masyarakat tidak berubah ke literatur Islam karena banyak bermunculan literatur ekonomi konvensional. Pandangan tersebut menyebabkan masyarakat berpikir bahwa penyelesaian masalah ekonomi hanya dapat dilakukan dengan menggunakan sistem ekonomi konvensional. Akibatnya, seluruh perilaku manusia dipengaruhi oleh sistem ekonomi konvensional.

2. Praktik ekonomi konvensional lebih dikenal masyarakat

Praktik ekonomi konvensional sudah dikenal terlebih dahulu dibanding ekonomi Islam. Aspek kehidupan manusia telah disentuh oleh ekonomi konvensional. Mulai dari produksi, distribusi hingga konsumsi barang atau jasa.

Sistem ekonomi Islam adalah sistem baru, pasti ada kesulitan dalam memasukkan paham ini ke kegiatan ekonomi.

3. Tidak ada gambaran ideal Negara yang menggunakan sistem ekonomi Islam

Walaupun beberapa negara di Timur Tengah sudah menggunakan sistem ekonomi Islam sebagai pedoman pemerintahannya, akan tetapi mereka belum mampu menjalankannya secara penuh dan profesional. Akibatnya negara-negara tersebut pertumbuhannya ekonominya lebih lambat dibanding negara-negara Eropa. Maka dari itu banyak negara yang masih menimbang-nimbang tentang penggunaan sistem ekonomi ini.


Referensi :

http://hmjie.feb.ub.ac.id/pentingnya-penerapan-sistem-ekonomi-islam-dalam-pembangunan-desa-sekaligus-masalah demografi/#:~:text=ekonomi%20islam%20adalah%20sistem%20ekonomi,praktek%20haram%20seperti%20halnya%20riba.

https://majoo.id/solusi/detail/sistem-ekonomi-islam

0/Post a Comment/Comments