[wartanusantara.id] Nama lengkapnya Abdur Rahman bin Abu Bakar bin Muhammad bin Khudhari As-Suyuthi. Gelarnya Jalaluddin dikenal dengan sebutan Ibnul Kitab karena dilahirkan diantara kitab-kitab milik ayahnya. Ia dilahirkan di Kairo Mesir pada tahun 849 H.
Bapaknya meninggal ketika umurnya lima tahun. Jalaluddin As-Suyuthi hafal al-Qur'an pada usia 8 tahun. Ia pergi menuntut ilmu ke Qayyum, Dimyath, Mekkah, negeri Syam, Yaman, India dan Maroko. Jalaluddin As-Suyuthi menguasai ilmu tafsir, hadits, fiqh, nahwu, ushul fiqh, qira'at, kedokteran, dan hisab.
Jalaluddin As-Suyuthi mencapai derajat mujtahid. Hingga guru-gurunya memberikan izin untuk mengajar, memberi fatwa, dan mendikte hadits.
Kesibukan harian Jalaluddin As-Suyuthi ialah mengarang, meresume, dan membuat syarah (penjelasan) lebih dari 600 judul buku. Genap usianya 40 tahun, terjadi perbedaan pendapat antara dia, para raja, dan ulama. Dia menolak semua hadiah dari para hakim dan pejabat pemerintah yang mengunjunginya.
Ada pu karya-karya Jalaluddin As-Suyuthi adalah Al-Itqan fi Ulumi Al-Qur'an, Ad-Durus al-Mansur fi at-Tafsiri al-Matsur, Lubabu an-Nuqul fi Asbabi an-Nuzul, Al-Asybah wa an-Nadzair, Tarikh Khulafa, Syarh Sunan Abu Daud wa an-Nasai wa Ibnu Majah.
Jalaluddin As-Suyuthi meninggal dunia pada tahun 91 H di Kairo, Mesir.
Sumber diolah dari buku Tokoh-Tokoh Besar Islam Sepanjang Sejarah.
Foto : Tafsir Jalalain karya Imam Jalaluddin As-Suyuthi bersama Jalaluddin al-Mahalli/pecihitam.org