Influencer pada Zaman Sekarang dan Dampaknya

Ditulis oleh Nisaut Tazkiyah
Mahasiswa IAI SEBI Depok



[WARTANUSANTARA.ID] Fenomena influencer menjadi salah satu tren terbesar pada era digital saat ini. Influencer, yaitu individu yang memiliki pengaruh besar di media sosial, berperan penting dalam membentuk opini publik, gaya hidup, hingga pola konsumsi masyarakat. Artikel ini bertujuan untuk menguraikan peran influencer dalam kehidupan modern serta dampak positif dan negatif yang ditimbulkan. Metode yang digunakan adalah studi literatur dari berbagai sumber terkait. Hasil kajian menunjukkan bahwa influencer mampu memberikan manfaat berupa edukasi, promosi usaha, serta motivasi kepada audiens. Namun, di sisi lain, terdapat dampak negatif berupa hedonisme, ketergantungan media sosial, dan munculnya standar hidup yang tidak realistis.

Pendahuluan

Perkembangan teknologi komunikasi telah melahirkan media sosial sebagai salah satu kebutuhan utama masyarakat. Kehadiran media sosial memunculkan profesi baru yang dikenal dengan istilah influencer, yakni seseorang yang memiliki jumlah pengikut signifikan dan mampu memengaruhi pola pikir serta perilaku audiens.

Saat ini, influencer tidak hanya hadir di bidang hiburan, tetapi juga merambah ke sektor pendidikan, bisnis, kesehatan, hingga politik. Hal ini menjadikan peran influencer semakin kompleks dan signifikan dalam membentuk pola interaksi sosial di era digital.

Pembahasan

1. Peran Influencer

Influencer berperan sebagai komunikator yang menyampaikan informasi, opini, maupun promosi melalui platform digital. Dengan basis pengikut yang luas, influencer sering dijadikan media pemasaran oleh berbagai perusahaan karena dianggap lebih efektif dibanding iklan konvensional.

2. Dampak Positif Influencer

- Edukasi dan Motivasi: Banyak influencer yang menyebarkan konten edukatif, motivasi hidup, serta inspirasi bagi audiens.
- Pemasaran Produk Lokal: UMKM dapat berkembang dengan bantuan promosi influencer.
- Kampanye Sosial: Influencer juga berperan dalam menyuarakan isu-isu sosial, lingkungan, dan kesehatan.

3. Dampak Negatif Influencer

- Hedonisme dan Konsumerisme: Sebagian influencer mempromosikan gaya hidup berlebihan yang memicu perilaku konsumtif.
- Standar Hidup Tidak Realistis: Kehidupan mewah influencer seringkali tidak sesuai dengan realitas audiens, sehingga menimbulkan rasa minder atau rendah diri.
- Ketergantungan Media Sosial: Banyak individu, khususnya remaja, terlalu terpengaruh pada pendapat influencer hingga kehilangan jati diri.

Kesimpulan

Influencer pada zaman ini memainkan peran yang besar dalam membentuk pola pikir dan perilaku masyarakat. Dampaknya bisa bersifat positif, seperti edukasi, motivasi, dan dukungan bagi UMKM, tetapi juga menimbulkan dampak negatif seperti gaya hidup konsumtif dan tekanan sosial. Oleh karena itu, masyarakat diharapkan lebih selektif dalam menyerap informasi dan konten yang disajikan influencer, serta menjadikan media sosial sebagai sarana produktif, bukan sekadar hiburan.

Daftar Pustaka

Keller, K. L. (2016). Marketing Management. Pearson Education.
Senft, T. M. (2013). Microcelebrity and the Branded Self. Routledge.
Subandy, I. (2021). Media Sosial dan Pengaruhnya terhadap Generasi Milenial. Jurnal Komunikasi Digital, 5(2), 45–58.
Kotler, P., & Armstrong, G. (2018). Principles of Marketing. Pearson Education.

0/Post a Comment/Comments