Wednesday, October 26, 2016

Kelahiran dan Pengasuhan Rosulullah Saw. (3)



Rosulullah Saw. Dilahirkan pada hari senin malam tanggal 12 Rabi’ul Awwal Tahun Gajah, atau sekitar tahun 571 M. Tahun gajah bertepatan dengan peristiwa penyerangan pasukan Abraham al-Asyram dengan gajah. Kisah tersebut diabadikan dalam al-Qur’an surat al-Fiil.
Abdul Muthalib memberikan nama untuk cucunya dengan nama Muhammad. Sebuah nama yang indah dan belum ada pada waktu itu. Rosulullah dilahirkan dalam keadaan yatim. Ayahnya meninggal ketika beliau masih berada dalam rahim ibunya.

Tradisi bangsa Arab dulu, mereka suka mencari wanita-wanita untuk menyusui anak-anaknya. Tujuannya untuk menjauhkan anak-anak dari penyakit yang menjalar dan untuk melatih bahasa Arab.  Setelah penyusuan dari ibunya dan Tsuwaibah,  Abdul Muthalib meminta kepada wanita dari bani Sa’ad bin Bakar. Wanita itu bernama Halimah binti Abi Dzu’aib, lebih dikenal Halimah as-Sa’adiyah. Halimah merasakan keberkahan ketika menyusui Rosulullah yang masih bayi. Tanaman di sekitar rumahnya menghijau kembali, sehingga kambing-kambingnya kenyang dan sarat air susu. Padahal pada waktu itu sedang mengalami musim kemarau.

Dipedalaman bani Sa’ad terjadi peristiwa pembelahan dada Rosulullah Saw. Kecil oleh malaikat Jibril. Halimah khawatir dengan keselamatan Rosulullah, dan dikembalikannya beliau kepada ibundanya  ketika berusia 5 tahun.

Aminah, ibunda Rosul, mengajak anaknya untuk mengunjungi kuburan suaminya di Yastrib (Madinah). Abdul Muthalib mendukungnya dan ikut serta. Ketika bersiap-siap pulang kembali ke Mekkah, ibunda Rosul meninggal dunia dan dikuburkan di Abwa. Pada waktu itu Nabi Muhammad sedang berusia 6 tahun.


Rosulullah kecil diasuh oleh kakeknya, Abdul Muthalib. Cinta Abdul Muthalib lebih besar kepada Rosulullah dibandingkan dengan anak-anaknya sendiri.  Kakeknya meninggal dunia ketika Rosulullah berusia 8 tahun. Setelah itu, beliau diasuh oleh pamannya bernama Abu Thalib.

selesai di kaki Gunung Gede Pangrango




Monday, October 17, 2016

Silsilah Nasab Nabi Muhammad Saw. (2)


Kedua Orang Tua Nabi Muhammad Saw. Merupakan Kabilah dari Quraisy. Keduanya bertemu pada nasab Kilab. Penulis akan menguraikannya berikut ini;

1. Ayah Nabi Muhammad; Abdullah bin Abdul Muthalib (nama aslinya Syaibah) bin Hasyim (nama aslinya Amru) bin Abdu Manaf (nama aslinya al-Mughirah) bin Qushay (yang namanya Zaid) bin Kilab bin Murrah bin Ka’b bin Lu’ay bin Ghalib bin Fihr (Yang berjuluk Quraisy dan menjadi cikal bakal nama kabilah)
 2. Ibu Nabi Muhammad; Aminah bin Wahb bin ‘Abdi Manaaf bin Zuhrah bin Kilab.

Friday, October 14, 2016

Tanah Arab sebagai Tempat Terpilih (1)



Dalam buku Sirah Nabawiyah karya Syaikh Shafiyurrahman al-Mubarakfuri menyatakan bahwa cikal bakal bangsa Arab menjadi tiga bagian, yaitu ;
1.    Arab Ba’idah, yaitu kaum-kaum Arab terdahulu  yang sejarahnya sudah tidak bisa lagi dilacak secara rinci, seperti Ad, Tsamud, Thasm, Jadis, Imlaq, dan lain-lain.
2.   Arab Aribah, yaitu kaum Arab yang merupakan keturunan Ya’rub Yasyjub bin Qathan, disebut pula Arab Qahthaniyah. Tempat kelahiran kaum Arab Qahthaniyah adalah Yaman.
3. Arab Musta’rabah merupakan kaum Arab yang berasal dari keturunan Nabi Ismail, disebut pula Arab Adnaniyah.

Tuesday, October 11, 2016

Cara Masuknya Islam Ke Nusantara

Islam masuk ke Indonesia melalui beberapa jalur. Diantaranya, perdagangan, hubungan sosial politik, dan pengajaran.


  A.  Perdagangan

Kesibukan lalu lintas perdagangan pada abad ke – 7 hingga abad ke – 16 membuat para pedagang muslim dari Arab, Persia, maupun India turut ikut andil dalam perdagangan di Nusantara. Proses perdagangan ini menguntungkan, karena para raja dan bangsawan ikut terlibat. Mereka berhasil mendirikan masjid dan mendatangkan para penyiar dakwah dari luar.
b.    B.  Hubungan sosial dan politik

Penyebaran Islam melalui hubungan ini ada dua cara, diantaranya:

1.       Melalui Perkawinan

Para pedagang muslim mempunyai status sosial yang tinggi dibanding rakyat setempat. Hal ini menjadi daya tarik bagi para bangsawan untuk menikahkan anaknya dengan pedagang muslim atau anaknya. Mereka mempunyai keturunan, pada akhirnya timbul kampung-kampung, daerah-daerah, hingga kerajaan-kerajaan muslim.

2.       Jalur Politik

Masuk Islamnya raja atau bangsawan sangat berpengaruh terhadap keyakinan yang dianut oleh rakyatnya. Kerajaan Islam yang sudah berdiri pun menaklukkan daerah baru yang belum masuk Islam, atau membantu kerajaan lain dengan syarat masuk Islam. Seperti Raden Patah membantu pangeran Samudra memerangi Kerajaan Daha, setelah menang maka pangeran beserta rakyatnya masuk Islam.

c.   C.   Pengajaran

Melalui pengajaran ini, ada tiga cara penyebaran ajaran Islam di Indonesia, yaitu :

1.       Pendidikan

Pesantren, surau, dan masjid sebagai tempat Islamisasi pendidikan terhadap masyarakat setempat. Para santri yang telah selesai pendidikannya dari pesantren,  mereka pulang ke kampung masing-masing atau berdakwah ke tempat lain untuk mengajarkan agama Islam.

2.       Kesenian

Para mubalig ikut menyebarkan ajaran Islam melalui kesenian, seperti wayang, sastra, dan berbagai kesenian lainnya. Misalnya Sunan Kalijaga memainkan wayang dalam rangka berdakwah. Tentunya kisah Mahabrata dan Ramayana disisipkan ajaran dan nama-nama pahlawan Islam.

3.       Tasawuf

Kehidupan Mistik bagi masyarakat Indonesia sudah menjadi bagian bagi kepercayaan mereka. Penyebaran tasawuf Islam ke masyarakat Nusantara mudah diterima.


(rangkuman dari buku SKI Mts kelas 9 karya Mukarom)

Monday, October 3, 2016

Islam Di Nusantara

1.Awal Masuknya Islam ke Nusantara



Ada dua pendapat mengenai masuknya Islam ke Nusantara. Pendapat Pertama, Islam masuk ke Indonesia pada abad ke- 7 M. Diantara bukti-buktinya :


  a. Catatan sejarah kerajaan Cina 

Orang-orang Tha – Shih berencana untuk menyerang Kerajaan Holing yang dipimpin Ratu Sima (674M), namun dibatalkan. Sebutan Tha-Shih sebagai orang-orang Arab.