Sunday, April 22, 2018

Peringati Hari Kartini, KAMMI Indramayu Menggelar Diskusi Bareng

Indramayu – Jawa Barat, dalam rangka memperingati Hari Kartini, pada Minggu (22/04/2018) Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia (KAMMI) Daerah Indramayu bersama Lembaga Dakwah Kampus Ulul Albab UNWIR menggelar diskusi bareng, dengan mengangkat tema diskusi “Perempuan Sebagai Kreator Peradaban dan Generasi Emas Indonesia 2045”.


Agenda diskusi bareng ini dihadiri oleh puluhan anggota KAMMI Daerah Indramayu dan anggota LDK Ulul Albab UNWIR. Diskusi yang diselenggarakan di Sekretariat KAMMI Daerah Indramayu ini berjalan dengan nyaman dan interaktif.

Dalam agenda diskusi bareng ini terdapat empat orang sebagai pemantik diskusi, diantaranya ada Refa, Lisna, Maryam dan Mutiara, mereka semua adalah anggota KAMMI Daerah Indramayu sekaligus anggota LDK Ulul Albab UNWIR. Setiap pemantik diskusi menyampaikan poin bahasan yang berbeda-beda.

Selain merefleksikan hari Kartini dan semangat emansipasi perempuan, para pemantik diskusi juga menyampaikan poin bahasan terkait fitrah perempuan dan perempuan dalam Al-Qur’an, kepahlawanan perempuan dalam lintasan sejarah, perempuan dan pendidikan, membentuk karakter perempuan ideal, perempuan dan dakwah serta pemberdayaan masyarakat, perempuan “zaman now”, perempuan dan literasi, perempuan dan politik, serta peran perempuan dalam menyiapkan generasi emas Indonesia.

Sebagai upaya menumbuhkembangkan dan melestarikan budaya literasi di kalangan aktivis gerakan, maka Fajar Romadhon, S.Pd selaku ketua KAMMI Daerah Indramayu menginstruksikan kepada para pemantik diskusi untuk menuliskan poin bahasan dan hasil diskusinya dalam bentuk artikel. Sehingga, tulisannya dapat dibaca oleh semua orang.

Apa yang disampaikan oleh salah satu pemantik diskusi sangat menarik, bahwa perempuan harus menganggap penting dan diberikan pendidikan agar mampu mengembangkan kompetensinya dan memiliki karakter yang ideal, sehingga kaum perempuan dalam hal ini “Ibu” akan mampu mendidik serta menyiapkan generasi emas Indonesia di masa depan, ungkap Refa.

Salah satu peserta diskusi menyatakan bahwa agenda ini sangat bagus, namun karena waktunya tidak terlalu panjang sehingga menyebabkan materi yang disampaikan oleh pemantik diskusi tidak tereksplorasi dengan tuntas, tutur Marpu’ah.

Artikel Terkait