Sunday, November 17, 2019

Begini Penjelasan Soal Investasi Bodong Kampoeng Kurma

Beberapa waktu yang lalu netizen dihebohkan dengan berita investasi bodong kampoeng kurma dengan konsep syariah. Biar lebih jelasnya silahkan baca tulisan di bawah ini. Tulisan tersebut diambil dari akun FB Armala;

Sore tadi saya kedatangan tamu. Teman-teman manajemen Kampoemg Kurma datang ke rumah saya; merespon ajakan saya untuk bertemu.
Mereka memberi penjelasan secara gamblang tentang perkembamgan perusahaan sejak dua tahun lalu hingga situasi terkini. Situasi ini mirip seperti Project Director saya, yang sedang menyampaikan Progress Report terkait perkembangan project yang sedang ditanganinya kepada saya 😀
Dugaan saya benar. Kecepatan bagian operasional tidak sekencang kecepatan bagian penjualan. Sehingga lahan yang seharusnya sudah diserahterimakan kepada pembeli, mengalami keterlambatan.
Manajer yang hebat adalah mereka yang mampu menyingkirkan setiap masalah yang dihadapi. Kalau malah manajer nya yang menyingkir, yaa tentu akan menjadi makin runyam.
Kemampuan menyelesaikan masalah (paling tidak memahami bagaimana cara menyelesaikan masalah melalui pendekatan yang sistematis) mutlak harus dikuasai oleh manajer manapun.
Banyaknya persoalan di lapangan, entah pembebasan lahan, rumitnya birokrasi, sampai kemarau panjang yang mengganggu waktu tanam; adalah tantangan nyata yang harus segera dicarikan jalan keluar nya.
Diskusi sepanjang sore tadi, belum sampai pada pembahasan penyelesaian masalah. Tapi paling tidak root-cause nya sudah terpetakan. Dan sudah ada prioritas penyelesaian yang perlu dilakukan.
Insya Allah KAMPOENG KURMA masih controlable, asal tidak diperkeruh oleh orang-orang yang tidak menghendaki perusahaan ini bertahan dan bertumbuh.
Ketenangan dari para pembeli, terutama yang belum mendapatkan kavling tanah; juga sangat dibutuhkan. Tetaplah jernih dalam menerima informasi. Jangan mudah terprovokasi. Check dan recheck sangat diperlukan.
Founder nya masih ada. Tidak membawa kabur uang pembeli. Tanah dan Asset perusahaan juga ada. Tuduhan investasi bodong pun, dari awal sudah saya sangsikan.
Apalagi saya mendapat informasi bahwa dari mayoritas pembeli lahan, sudah membuat semacam perkumpulan yang tetap mendukung manajemen kampoeng kurma menyelesaikan semua kewajibannya kepada pembeli yang belum mendapatkan kavling.
Saya sendiri sebenarnya bukan siapa-siapa di Kampoeng Kurma. Saya bukan bagian dari Manajemen Kampoeng Kurma, bukan pemilik, bukan pula pembeli tanah kavling di lahan Kampoeng Kurma.
Kebetulan mereka pernah menggunakan jasa perusahaan saya beberapa tahun yang lalu, sehingga merasa turut terpanggil untuk turut membantu kekusutan yang ada.
Memang... ada pembeli yang kecewa. Wajar. Dimana-mana juga ada. Sehebat apapun bisnis kita, pelanggan yang kecewa tetap ada. Bahkan saya pernah kecewa dan komplain berat kepada perusahaan Singapore Airlines yang sangat kesohor punya service excellent nomor wahid di dunia.









Artikel Terkait