Selasa, 06 Agustus 2019

Berqurban dan Hikmah Dibaliknya


Oleh Aida Nur Tsalsabila

Dalam islam terdapat bulan-bulan yang mulia,salah satunya yaitu Bulan Dzulhijjah yang dimana terdapat beberapa amalan yang mulia pula. Dalam hadits dari Ibnu Abbas “Tidak ada satu amal sholeh yang dilakukan pada hari-hari (yaitu 10 hari pertama Bulan Dzulhijjah)”. Para sahabat bertanya: “Tidak pula jihad di jalan Allah?” Nabi SAW menjawab, “Tidak pula jihad di jalan Allah, kecuali orang yang berangkat jihad dengan jiwa dan hartanya namun tidak ada yang kembali satupun.” Dan salah satu dari amalan mulia yang dilakukan di Bulan Dzulhijjah ialah dengan berqurban.

Qurban merupakan kegiatan menyembelih hewan qurban yang dilakukan setelah shalat idul adha. Berqurban merupakan wujud dari dari rasa syukur atas segala nikmat yang Allah berikan. Menutut mayoritas ulama, hukum berqurban adalah sunnah muakkad,yaiutu sunnah yang sangat dianjurkan. Beberapa ulama berpendapat tentang hukum qurban itu sendiri. Ada beberapa ulama yang berpendapat bahwa hukum qurban dalam islam itu wajib bagi yang memiliki kelapangan harta dan cukup rezeki untuk melakukannya dan bagi umat islam yang kurang mampu maka gugurlah kewajiban tersebut. Qurban termasuk salah satu ibadah sunnah yang dimana Allah akan sangat mencintai hambanya yang mau menghabiskan sebagian sebagian hartanya untuk kepentingan ibadah. Dan sudah seharusnya bagi kita umat islam, terutama yang memiliki kelebihan harta untuk melaksanakan qurban.

Perintah berqurban terdapat dalam surat Al-Kautsar ayat 2 yang artinya “Maka laksanakanlah sholat karena Tuhanmu dan berqurbanlah (sebagai ibadah dan mendekatkan diri kepada Allah).” Beberapa keutamaan berqurban terdapat dalam hadits dari Aisyah “Tidaklah pada hari nahr (Idul Adha) manusia beramal suatu amalan yang lebih dicintai oleh Allah daripada mengalirkan darah dari hewan qurban. Ia akan datang pada hari kiamat dengan tanduk, kuku, rambut hewan qurban tersebut. Dan sungguh, darah tersebut akan sampai kepada (ridho) Allah sebelum tetesan darah tersebut jatuh ke bumi, maka bersihkanlah jiwa kalian dengan berqurban.”

Dan beberapa hikmah dari berqurban diantaranya :

Pertama, Bersyukur kepada Allah atas nikmat yang diberikan olehNya kepada kita

Kedua, Sabar dan taat. Agar setiap mukmmin mengingat kesabaran dan ketaatan Nabi Ibrahim dan Nabi Ismail. Berdasarkan ketika melakukan ketaatan kepada Allah dan mendahulukan ketaatan pada Allah daripada hawa nafsu dan syahwatnya.

Ketiga, Ibadah qurban lebih baik daripada bersedekah dengan uang yang senilai dengan hewan qurban. Ibnu Qayyim berkata, “Penyembelihan yang dilakukan di waktu mulia lebih afdhol daripada sedekah senilai penyembelihan tersebut. Oleh karenanya jika seorang bersedekah untuk menggantikan kewajiban penyembelihan pada manasik tamattu’ dan qiron meskipun dengan sedekah bernilai berlipat ganda, tentu tidak bisa menyamai keutamaan udhiyah (qurban).”

Dari pemaparan diatas semoga kita sebagai umat islam semakin bersemangat untuk melaknasanakan amalan-amalan yang terdapat di bulan mulia ini. Dan termotivasi untuk menjalankan salah satu dari perintahNya yaitu berqurban.


Artikel Terkait