Saturday, September 30, 2017

“Turki akan menjadi target konspirasi luar....," Said Erdogan

Sejak senin lalu menjelang referendum Kurdistan, Presiden Erdogan banyak memberikan komentar terkait dengan referendum tersebut. Namun, sepertinya pernyataan yang paling berbahaya adalah yang diungkapkan dalam yudisium Akademi Polisi Turki kemarin yaitu “Turki akan menjadi target konspirasi luar. Konflik yang terjadi di Irak dan Suriah merupakan bagian dari konsirasi tersebut. Pendirian negara Kurdi adalah bagian dari upaya untuk menanam konflik yang tidak ada akhirnya di Wilayah”. Setidaknya Mr. Erdogan sadar atau tidak sudah mengakui apa yang sering dikatakan oleh Mr. Assad. For sake of old days, bro!

Tampaknya, Turki adalah target terbesar para cucu Laurence of Arabia, pertama karena Turki adalah kantong Kurdi terbesar, kedua Turki adalah salah satu kekuatan terbesar di Kawasan yang cukup solid dan mengkhawatirkan, ketiga Turki belum terjangkit konflik “buatan” seperti yang terjadi di Irak dan Suriah, dan keempat karena Turki selaku anggota NATO sudah mulai “membangkang” dan membuat aliansi baru dengan Abu Ali Vladimir Putin.



Friday, September 29, 2017

Panglima TNI, Pion Skenario Presiden?

Beberapa orang risau terkait munculnya analisis dari kalangan yang selama ini memihak umat. Bukan sosok orang yang menulis analisis itu sebenarnya yang dicemasi, melainkan soal kebenaran ke depan andaikan terbukti analisis itu. Di WhatsApp beberapa analisis yang mengajak umat agar kritis pada gerak-gerik Panglima TNI bermunculan. Pesan utamanya: agar kecintaan selama ini kepada Panglima TNI dikendurkan untuk menjadi sikap waspada.

Inti dari pelbagai analisis dari orang itu (sebagiannya saya kenal kritikus praktik diskursif penguasa sekarang), akrobat Panglima TNI sepanjang 2017 ini hanya bagian skenario Presiden memasang bakal penemannya di Pilpres 2019. Skenarionya, Panglima TNI menjadi pendulang simpati dan suara kalangan pemilih muslimin yang masih resisten terhadap arah kebijakan Presiden. Agar tidak tampak di depan publik, khususnya relawan fanatik pendukungnya, Presiden membuat dua kaki yang terkesan dibiarkan saling bertabrakan.

Headlines Koran Turki

Headlines Koran Turki:
Headline surat kabar Turki hari ini penuh dengan berita pemisahan diri pemerintahan Irak Utara Kurdi yang dipimpin oleh Barzani. Referandum muncul dengan hasil Ya di atas 90%. Pemerintahan pusat Irak mengeluarkan pernyataan akan melakukan intervensi militer. Turki pun pada pendirian yang sama, menolak perpecahan Irak. Melakukan boikot dan intervensi militer diantara opsi yang menjadi wacana pemerintaha Turki.
STAR: 
BAGHDAD BERGERAK
Pemerintahan Pusat Irak, secara berturut melakukan manuvernya terhadapmpemerintahan Erbil. Parlemen keluarkan peringatan. PM Ibadi keluarkan perintah "İntervensi Karkuk" kepada tentara.

Thursday, September 28, 2017

TARIAN FAJAR MENGEJAR MALAM


Tarian fajar mengejar malam, telah dimenangkan oleh pagi. Pagi ini yang mulai berkabut, seperti sejarah tanah air kita. Beruntunglah masih hidup berjuta mata menjadi saksinya dengan mengajak telinga, hati, serta pandangan dan ingatan nya tentang jeritan tersayat hari hari lalu.


Berkolaborasi dengan gadget yang mengarungi sinyal-sinyal dan lautan maya internet penuh kuota, kesaksian mereka akan kekejaman pasukan merah mulai membahana ke seantero hati anak-anak negeri. Membuka kabut kelam, yang bercampur dan terkontaminasi dengan putar balik fakta dari mulut-mulut sampah yang mengaku sebagai korban.

"Kesepahaman Rusia, Iran, Turki, dan Suriah terkait dengan operasi militer bersama"

Di saat negara Arab sibuk dengan konflik Teluk, serta perang diplomasi dan media antara mereka, tampaknya dunia Timur Tengah akan mengalami perubahan peta konflik yang cukup strategis. Perubahan ini akan dipimpin oleh presiden Turki, Recep Tayyip Erdogan dengan dukungan “sahabatnya”, presiden Rusia, Valdimir Putin.
Penandatanganan transaksi pembelian misil S-400 oleh Turki dari Rusia yang merupakan salah satu sistem pertahanan udara tercanggih di muka bumi senilai USD 2,5 miliar, tampaknya akan menjadi awal pembentukan aliansi baru antara Turki dan Rusia, dan tidak menutup kemungkinan juga Turki akan menarik diri dari keanggotaan NATO setelah 55 tahun menjadi anggotanya dan bahkan merupakan salah satu negara pendiri NATO.



Perceraian Tinggi Tandanya Pernikahan Yang Tidak Barakah, Benarkah?

Iman Munandar

Pagi ini saya mencoba untuk searching di laman mbah Google tentang tingkat perceraian di Indonesia. Kebetulan saya mengklik salah satu judulnya ‘Perceraian di Depok Meningkat dalam Tiga Tahun Terakhir’ yang diterbitkan oleh Republika bulan Januari 2017. Sebagaimana yang dilansir oleh Republika, angka kemungkinan besar perceraian di kota Depok mencapai 3.500 pertahunnya. Jika dijumlahkan secara rata-rata se Indonesia, mungkin lebih besar.  Angka pastinya berapa, saya tidak tahu pasti.
  
(Zonalima.com)


Wednesday, September 27, 2017

Hasrat Menikah Harus Diimbangi Dengan Ilmu

(Annida-online.com)
Menikah bukan sekedar untuk memuaskan kebutuhan biologis, namun lebih dari itu. Anjuran  menikah dalam Islam memiliki ruang lingkup yang luas. Dengan menikah, kita telah mengikuti sunnah Nabi. Dengan menikah, agar hidup kita tenang dan diselimuti kasih sayang. Dengan menikah, Allah akan membukakan pintu rezeki bagi kita. Dengan menikah, kita menghindari lubang kemaksiatan. Dengan menikah, kita menjaga nasab keturunan serta menyiapkan generasi untuk memenuhi bumi ini dengan kalimat-Nya.

Pemberitahuan Down Time dan Aplikasi Efaktur Terbaru Versi 2.0

Oleh Setiani Hafsah, SE

Sehubungan surat No. S-341/PJ.10/2017 tentang Pemberitahuan Down-time Aplikasi E-faktur dan peluncuran Aplikasi E-faktur Desktop Versi 2.0, E- Faktur Web -Based dan Efaktur Host to Host. Versi E- Faktur Web -Based dan Efaktur Host to Host.

Maka berkaitan dengan adanya peluncuran 3  Aplikasi tersebut akan dilakukan Down-time pada Aplikasi E-nofa dan E-faktur yang akan di mulai pada Jumat tgl 29 September 2017 Pukul 17.00 WIB s.d Minggu Tgl 1 Oktober 2017 Pukul 07.00 WIB. 

Untuk mengantisipasi terjadi kegagalan pada saat transisi Aplikasi Efaktur terbaru maka Folder Db harus diback up terlebih dahulu. 

Tuesday, September 26, 2017

Alasan Saya Mendukung Jenderal Gatot


By: Nandang Burhanudin
*****
(1)
Tepikan dulu buruk sangka. Terutama jika kita tidak menemukan hal yang patut disuuzhoni.
(2)
Saya menolak Jenderal Gatot disamakan dengan AsSisi di Mesir. Jenderal yang berpenampilan alim, tapi kemudian lalim.
(3)
Alasannya mudah. Rekam jejak GN dengan AsSisi jauh beda. Plus, TNI sejak 1998 adalah organ negara yang sukses mereformasi diri.

Heboh! Seorang Wanita Meletakkan Bendera Arab Saudi (Kalimah Tauhidnya) Bersama Paha dan Pantat

Saya tidak marah dengan bendera Arab Saudinya yg diletakkan di balik Bisht (baju luaran tipis, biasanya dipakai bersamaan dengan Thobe). Tapi saya marah karena Kalimah Tauhid-nya yg diletakkan bersama (maaf) paha dan pantat.

Euforia Hari Ulang Tahun Arab Saudi boleh saja, Neng. Cuma ya gak gitu-gitu amat!
Al Yaum Al Wathan tahun ini memang berbeda. Satu hal saja, kalau masalah meriahnya kurang lebih sama. Satu hal itu adalah perayaan Hari Ulang Tahun Arab Saudi itu pertama kali dibolehkannya para wanita ikut serta merayakannya. Ribuan wanita Arab Saudi memenuhi Stadion King Fahd di Riyadh menikmati pagelaran puncak Al Yaum Al Wathan ke-87. Dan, banyak di antaranya melepaskan niqab (penutup muka)-nya.

COMMUNISM REVISED

Banyak yang terbahak terkekeh-kekeh ketika mendengar isyu kebangkitan Partai Komunis Indonesia (PKI). Jujur, sayapun sebenarnya awalnya tak kalah heran. Bayangkan : kala rejim komunisme runtuh di mana-mana, kala ideologi komunisme tak lagi menarik selera kaum muda, kala komunisme gagal menawarkan solusi apapun bagi dunia, tetiba ada yang berteriak tentang kebangkitannya.
(Viva.co.id)
Lalu saya dengar Menhankam bicara : “PKI bangkit !”. Beberapa purnawirawan TNI berkata : “Situasi telah mirip pra G30S/PKI”. Bendera, gambar, kaos, baliho dan bendera palu-arit terpampang di area publik. Beberapa keturunannya mulai bicara di forum terbuka. Panglima TNI mengajak nonton bareng film G30S/PKI. Maka logika paling waras saya bicara : ini tak boleh dianggap main-main !!!

Sunday, September 24, 2017

"Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengarahkan dunia menuju perdamaian," Pernyataan Imam Masjidil Haram

Oleh Azzam Mujahid Izzulhaq
Bukan cuma kita yg kaget bahkan hingga ada yg marah atas pernyataan Imam Masjidil Haram yg sekaligus Ketua Umum Pengurus Masjidil Haram dan Masjid Nabawi, Syaikh Abdurrahman ibn Muhammad ibn Abdulaziz As Sudais yg menyatakan bahwa Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengarahkan dunia menuju perdamaian. Mayoritas penduduk negeri-negeri Muslim bahkan hingga para ulamanya pun merasakan hal yg sama. Termasuk umat Islam dan para tokoh agama di Arab Saudi mempertanyakan ada apa sebenarnya sehingga Syaikh Sudais begitu tega.
(Sumber : .lppimakassar.com)

Syaikh Sudais hari ini dan hari-hari ke depan akan didatangi banyak ulama dan pihak yg terkaget dan tersinggung dengan pernyataanya. Terlebih para ulama dari negeri-negeri yg secara langsung merasakan bagaimana justru Amerika Serikat adalah aktor di balik beragam teror dan pertikaian di berbagai belahan dunia. Banyak yg geram dan mempertanyakan keberpihakan Syaikh Sudais kepada umat Islam di Afghanistan, Irak, Yaman, Syria, Palestina, Somalia dan lainnya yg ada campur tangan Amerika. Termasuk Trump, Presiden Amerika yg dalam kampanye dan agenda pemenangannya justru menyatakan terbuka phobianya terhadap Islam.

Heboh, Rumah Zakat malah Budayakan Gerakan G30M saat Launching Rumah Baca Juara di Subang



Subang 22/09/17. Beberapa warga sempet heboh saat Rumah Zakat di Subang Launching Rumah Baca Juara yang disebabkan anak-anaknya mengikuti budaya G30M, yakni Gerakan 30 Menit membaca buku dalam setiap harinya.



Wayan Sohib Relawan Rumah Zakat mengungkapkan bahwa minat baca bangsa Indonesia cukup memprihatinkan. Sebagaimana diketahui bahwa Indonesia menduduki peringkat ke-60 dari 61 negara dalam minat membaca menurut studi "Most Littered Nation In the World" yang dilakukan oleh Central Connecticut State Univesity pada tahun lalu. Padahal, infrastukturnya sangat mendukung. Berarti tumbuhnya minat baca tidak selalu dilihat dari banyaknya buku, perpustakaan, atau mobil perpustakaan keliling.

Saturday, September 23, 2017

"G-30-S/PKI Jalan Buntu Rekonsiliasi"

Dua Sisi semalam (22 September 2017) berlangsung seru. Diskusi bertajuk "G-30-S/PKI Jalan Buntu Rekonsiliasi" ini menghadirkan narasumber Ilham Aidit, anak Ketua CC PKI DN Aidit; Mayjen Purn. Kivlan Zein, mantan Kepala Staf Kostrad, Rusdi Husein, sejarawan dari Yayasan Bung Karno, dan Prof. Hermawan Sulistyo, MA, PhD...

Bintang Dua Sisi semalam, menurut pendapat saya adalah Mas Prof Hermawan Sulistyo... Sebab, dia membuka beberapa informasi yang selama ini belum pernah dibuka.
Yang Utama soal Cornell Paper.
Cornell Paper adalah sebuah kumpulan makalah tentang peristiwa G-30-S/PKI yang ditulis oleh para peneliti dari Cornell University, Benedict R O’G Anderson dan Ruth McVey, serta dibantu oleh Frederick Bunnel. Kumpulan makalah berjudul The Coup of October 1 1965 itu diterbitkan setahun setelah peristiwa G-30-S/PKI.

Tafakur Pasar (Bagian 2)

Oleh Irsan Galih Pranata
kata ajaib itu bernama SHARE MARKET
gampang definisinya adalah bagi-bagi konsumen.
sehebat apapun suatu produk, faktanya tidak ada akan bisa memenuhi kebutuhan semua orang. ingat ya sehebat, sebagus apapun suatu produk. tidak akan pernah bisa memenangkan semua pasar (semua orang beli ke merk itu saja)

selalu saja ada celah, selalu saja ada pasar yang tidak bisa ditutupi kebutuhanya oleh produk sehebat apapun. Atau bahkan oleh produk yang paling inovatif, yang paling pertama memulai sekalipun.
Kenapa?
Sederhananya karena, kebutuhan, kesukaan, selera orang diciptakan BERBEDA.

SEPUTAR KOMUNISME (Sebuah utopia akan ideologi USANG)

by: Zeng Wei Jian
Komunisme adalah ideologi politik. Selalu diasosiasikan dengan rezim-rezim kejam. Misalnya USSR, Yugoslavia, Kamboja, East German, Tiongkok, Korut dan Kuba. In fact, ngga ada rezim komunis dunia yang bisa dijadikan role-model pemerintahan yang baik.
(Indonesiana-Tempo.co)
Komunisme identik dengan limited personal freedom, diktatorial, dan police state. Kebebasan sipil ditindas. Sejarah dunia memperlihatkan negeri-negeri komunis selalu menggunakan brutal tactics dan opresi. Ideologi komunis sederhananya adalah utopia. Kaum komunis memimpikan sebuah masyarakat tanpa kelas, tanpa negara, sama rata sama rasa.

Friday, September 22, 2017

Perang Merebut Kemerdekaan dan Pemberontakan PKI 1948

Pada saat perang merebut kemerdekaan negeri ini, santri Gontor banyak yang terlibat. Mereka masuk dalam pasukan Hizbullah dan Sabilillah. Setelah perang agak reda, 1946, Presiden Pertama Republik Indonesia, Ir. Soekarno, berkunjung ke Pondok Modern Darussalam Gontor. Saat itu jumlah santri Gontor tinggal belasan saja.



Ini Jawaban Mengejutkan dari PM Bangladesh Membuat Donald Trump Terdiam (Terkait Pengungsi Rohingya)

Oleh Azzam Mujahid Izzulhaq
Senin (18/9) lalu pada agenda General Assembly PBB di New York, Donald Trump, Presiden Amerika Serikat mendekati seseorang. Kemudian dia bertanya berbasa-basi, "Apa kabar?"

Seseorang yg ditanya oleh Trump itu kemudian menjawab, "Baik. Kecuali satu hal bahwa kami sedang menampung pengungsi dari Myanmar."

Thursday, September 21, 2017

HUKUM MENCUKUR RAMBUT BAYI PEREMPUAN

Madzhab Hanbali tidak mensyariaykan untuk mencukur rambut bayi perempuan pada hari ketujuh dari kelahirannya, tidak sebagaimana pada bayi laki-laki. Alasannya adalah, diantaranya karena hadits-hadits anjuran mencukur rambut bayi itu kepada bayi laki-laki, yang kemudian berat rambutnya ditimbang untuk dijadikan acuan dalam bersedekah dengan perak seberat timbangan rambut tersebut. Hal ini bisa kita dapatkan dalam fatwa Lajnah Daimah no. 17998 (http://www.alifta.net/fatawa/fatawaDetails.aspx…).
(Ilutrasi/Bayiku.co)


BUNG HATTA, PANCASILA DAN PKI

Oleh: Dr. Adian Husaini
(Pembina Pesantren att-Taqwa Depok).

Pada Januari, 1966, penerbit Angkasa Bandung menerbitkan sebuah buku kecil (hanya 16 halaman), karya Mohammad Hatta (Bung Hatta), berjudul “Pancasila Jalan Lurus” (Ejaan disesuaikan EBI). Bung Hatta membuka tulisannya dengan ungkapan: “Sejak percobaan merebut kekuasaan negara oleh Gestapu/PKI gagal dan ABRI bersama-sama dengan ormas-ormas golongan agama dan nasional bertindak bahu-membahu untuk mengikis gerakan PKI sampai ke akar-akarnya, banyak terdengar suara yang menyatakan kekuatirannya bahwa “Revolusi akan menyeleweng ke kanan.”
(Bung Hatta/Sumber:Merdeka.com)


Rencana Kudeta PKI 1965

PKI akan melakukan kudeta dan pembunuhan terhadap para jenderal Angkatan Darat sudah jauh hari diisyaratkan oleh DN. Aidit, Soedisman, dan Dr. Soebandrio.

Untuk mengetahui hal itu jangan baca buku-buku sejarawan pro PKI. Sudah tentu mereka kacaukan informasi dan faktanya. Tetapi lihatlah pada orasi dan pidato politik serta dialog tokoh-tokoh dalam berbagai kesempatan.

Wednesday, September 20, 2017

Menghadapi komplain pembeli yang diberi surat cinta oleh kantor pajak

Oleh Setiani Hafsah, SE.
Kira- kira sebulan yang lalu, saya mendapat telepon dari salah satu wilayah cabang.  Intinya, ada salah satu langganan kami yang beliau adalah owner grosir sebut saja namanya pak Udin, beliau complain karena menerima surat dari kantor pajak setempat.  Beliau tidak memperlihatkan surat nya secara langsung, saya hanya diberitahu via telpon bahwa dalam surat yang di terima, kantor pajak meminta penjelasan atas kewajiban Pak Udin untuk membayar pajak karena kantor pajak memiliki data pembelian dalam jumlah cukup besar dari beberapa suplier Pak Udin (dalam hal ini perusahaan tempat saya bekerja),  sehingga dengan jumlah pembelian itu, setidaknya memberikan gambaran bahwa penjualan Pak Udin sudah tinggi, sehingga ia di himbau Kantor pajak mengajukan diri menjadi PKP dan membayar pajak PPh Final 1% dari peredaran bruto.


Mungkin karena emosi atau bagaimana,  beliau meminta pertanggung jawaban kami selalu suplier apakah kami sudah melakukan tata cara perpajakan yang benar atau tidak.  Beliau mencurigai kami memprovokasi kantor pajak agar kantor pajak mempermasalahkan dirinya (lebay sih-tapi itulah yang terjadi). 

Memahami Perintah Panglima TNI Tentang Nobar G30S/PKI

Perintah Nobar G30S/PKI oleh Panglima TNI, Jendral Gatot Nurmantyo, untuk jajarannya disambut antusias oleh para Netizen. Bahkan dalam polling yang diadakan oleh seorang jurnalis, hasilnya sebagian besar setuju Nobar G30S/PKI.
(Sumber ; Wikipedia)

Ketika membaca status Fbnya pak Adriano Rusfi tentang perintah Panglima TNI sangat menarik untuk disimak.

Jangan Lengah, Kenali Organisasi Sayap PKI*

Sebagai sebuah partai di masa itu, PKI tentunya punya onderbouw atau organisasi sayap disegala bidang dan lapisan. Organisasi-organisasi itu ada yang jelas dan tegas menyatakan diri sebagai organ PKI dan ada juga yang samar-samar karena mengunakan cover sehingga disebut mantel-mantel PKI.


Dikalangan perempuan PKI punya sayap namanya GERWANI (Gerakan Wanita Indonesia). Dikalangan buruh ada SOBSI (Sentral Organisasi buruh Seluruh Indonesia). Dikalangan petani ada BTI (Barisan Tani Indonesia). Dikalangan budayawan dan seniman ada LEKRA (Lembaga Kebudayaan Rakyat). Dikalangan mahasiswa punya CGMI (Consentrasi Gerakan Mahasiswa Indonesia). Dikalangan pelajaran punya IPI (Ikatan Pelajar Indonesia). Dikalangan pemuda punya PN (Pemuda Rakyat) yang merupakan metamorfosa dari PESINDO (Pemuda Sosialis Indonesia). Di majalah dan surat kabar PKI punya Suara Rakyat dan Harian Rakyat. Dan sekolah, akademi, universitas PKI punya.
"Anda PKI?", sebuah pertanyaan diajukan kepada anggota organisasi onderbouw PKI.
"Bukan, pak, saya BTI", begitu jawabannya biasanya.
"Anda anggota PKI?", sebuah pertanyaan diajukan Kivlan Zein kepada Bedjo Untung.
"Bukan saya anggota IPI", jawab Bedjo.

Hantu PKI dan Saya

Sebagian kita yang ribut soal PKI mungkin memang tidak pernah melihat atau merasakan langsung kekejaman dari PKI. Seperti kata sebagian yang berusaha "bersikap sok netral atau sok bijak " terhadap PKI "ngapain sih melihara hantu PKI, yang kalian tau itu kan hanya propaganda ... katanya ... ngapain juga takut ... komunisme sudah mati ... gak laku ... bla ... bla ... bla "
(Geotimes.co.id)

Saya juga hanya tau kekejaman PKI dari "katanya" ... tapi ini kata orang tua dan keluarga orang tua saya ... jadi ya apa boleh buat saya harus percaya sama "katanya" mereka. Ayah saya tahun 60 an sudah menjadi Tentara di Bandung. Dan beliau mengalami bagaimana saat itu TNI harus bersiaga menghadapi kudeta gagal yang dilakukan oleh PKI pada 1 Oktober 1965.
Tapi kisah dari keluarga ibu saya yang lebih berkesan.

Tuesday, September 19, 2017

Muktamar X KAMMI di Sumatera Utara, tuan rumah siap menjalankan mandat organisasi

Muktamar X Kesatuan Aksi Mahasiwa Muslim Indonesia (KAMMI) akan digelar di Sumatera Utara tepatnya di Asrama Haji Medan dan Danau Toba pada tanggal 11-15 Desember 2017.

Muktamar merupakan musyawarah tertinggi KAMMI yang diadakan setiap dua tahun sekali. Sebagai musyawarah tertinggi, salah satu wewenang muktamar KAMMI adalah menetapkan AD/ART organisasi, menetapkan panduan kerja nasional  dan penetapan ketua umum PP (Pengurus Pusat) KAMMI untuk periode berikutnya.

Meskipun muktamar merupakan bentuk musyawarah, namun agenda muktamar tidak hanya berupa sidang. Muktamar juga akan membahas isu-isu nasional dan internasional dengan mengundang berbagai tokoh nasional.

Ketika Israel Mendukung Referendum Pemisahan Kurdistan Dari Irak*

Oleh Saief Alemdar
Ketika Israel menjadi satu-satunya negara yang mendukung Referendum untuk pemisahan Kurdistan dari Irak yang diajak oleh Mesut Barzany pada tanggal 25 September mendatang, maka hal ini bukan lah sebuah kebijakan yang bijak dan appreciable bagi bangsa Kurdi dan juga bagi Barzany, apalagi di saat yang sangat tidak tepat seperti sekarang.

Kalau memang benar apa yang diisukan bahwa Mesut Barzany yang sudah selesai masa jabatannya sejak dua tahun lalu menggunakan isu referendum untuk menekan pemerintah pusat di Baghdad guna bernegosiasi kembali terkait masalah ekspor minyak, dan bahan tawar-menawar masa depan kota Kirkuk yang dihuni oleh multi etnis, maka dapat dikatakan bahwa spekulasi Barzany akan berdampak negatif, bahkan justru akan menguatkan pemerintah Baghdad dan kelompok oposisi lainnya yang anti-referendum.

Kudeta Dan Konflik Internal PKI (Partai Komunis Indonesia)*

(Bukupedia.net)

Oleh Arham Arsyad
30 September 1948.
Setelah Madiun dikuasai pasukan Siliwangi dan Brawijaya, orang-orang komunis berpencar. Pada pekan ke dua oktober 1948, Musso dan Amir Syarifuddin, dua pucuk pimpinan PKI berselisih paham. Konflik keduanya karena rebutan kekuasaan dan beda pendapat soal basis penyerangan. Musso akhirnya berpisah jalan, ia bergerak ke Tegalombo, Pacitan, Jawa Timur dengan pengawal terakhir hanya tersisa dua orang. Musso ditembak di mata air pemandian umum setelah dikepung satu pleton tentara. Mayatnya dibawa ke rumah sakit Ponorogo dengan mengendarai bendi. Difoto lalu diawetkan dengan formalin. Tapi karena mayatnya tetap membusuk, diam-diam akhirnya dibakar.
29 November 1948.
Dengan rambut gondrong, brewok tak terurus, muka pucat seperti kehilangan darah, Amir Syarifuddin menyerah. Berhari-hari di rawa dengan bekal minim membuat Amir lunglai dan terserang disentri. Dia sulit keluar dari rawa di hutan Klambu, Grobogan, Jawa Tengah, yang terkenal angker. Amir berjalan terpincang-pincang saat dijemput pasukan Senopati. Bekas Perdana menteri Indonesia itu hanya memakai piyama, sarung lusuh, dan tak bersepatu, layaknya gembel.
Pada 1953 Amir dibawa ke Ngalihan, Solo. Larut malam ia dieksekusi mati. Kata-kata terakhirnya adalah "bersatulah kaum buruh sedunia. Aku mati untukmu!".
Hingga berkalang tanah, makamnya tanpa nisan tak dikenal orang dan tak terurus. Peristiwa Ngalihan menjadi penutup episode Madiun yang menelan ribuan orang.

Monday, September 18, 2017

Mengenang Syahidnya Adnan Menderes, Perdana Menteri Turki

56 tahun lalu, beliau syahid di tiang gantungan karena memperjuangkan Islam di Turki.

Ali Adnan Ertekin Menderes namanya. Adnan dilantik sebagai Perdana Menteri oleh Presiden Celal Bayar pada tahun 1950 dan dilantik bertepatan pada bulan Ramadhan. Menjadi Perdana Menteri selama 10 tahun sampai kudeta militer yang dilakukan oleh jenderal-jenderalnya yang jahat pada tahun 1960 dengan mati syahid di tali tiang gantungan. Sami Kohen, seorang wartawan berkata bahwa karena kebijakannya yang begitu dekat dengan Islam dan kaku dengan Israel juga keputusannya mengubah azan dari Bahasa Turki menjadi Bahasa Arab, juga membolehkan orang Turki untuk naik haji menyebabkan dia dihukum mati. Dia membolehkan pengajaran bahasa Arab dan membangun 10.000 mesjid dan 22 ma'had Islam di Anatolia, dalam rangka akselerasi program para khatib, dai, dan guru-guru ngaji al-Qur'an di Turki. Dia juga yang menganjurkan dalam penerbitan buku-buku, majalah, dan selebaran yang bertopik Islami. Lebih dari itu, dia mengaktifkan kembali masjid-masjid yang sebelum zamannya dipakai sebagai gudang menjadi tempat ibadah. Pada masa kepemimpinannya, dia membuka 25 madrasah penghapal Qur'an.

Dalam kepemimpinannya, tercatat pula dia berhasil membawa Turki sebagai anggota penuh ke NATO. Walaupun diketahui kepemimpinannya berjalan baik, masih ada korupsi yang melekat di tubuh pemerintahannya. Ini dijadikan dalih oleh para jenderalnya yang jahat untuk memprovokasi masyarakat untuk menggulingkan Adnan. Dia digantung di Pulau Imrali, Laut Marmara, pada 17 November 1961 bersama dua menterinya.

Semoga Allah merahmati mereka...

Sumber : Fb Sahabat Erdogan

Catatan : Ada penambahan Judul oleh Redaksi Warnus. konten dan gambar semua diambil dari Fb Sahabat Erdoga

Friday, September 15, 2017

KAMMI minta Anas Saidi di Pecat dari UKP - PIP

Sebelumnya, dalam sesi wawancaranya setelah acara Simposium Nasional Pemuda Indonesia di Hotel Aryaduta, Jakarta Pusat, Rabu (30/08), Anas Saidi mengatakan, "Orang Atheis itu boleh, laa ikrooha fiddien (tidak ada paksaan di dalam agama). Tuhan saja tidak memaksa, yang tidak boleh ketika mereka memprovokasikan anti-agama."
(Anas Saidi deputi UKP PIP/twitter.com)

Ketua Umum PP KAMMI, Kartika Nur Rakhman menilai pernyataan yang disampaikan Anas Saidi sangat disayangkan. Karena pria yang menjabat deputi UKP PIP justru bertentangan dengan nilai-nilai pancasila.

Monday, September 11, 2017

Ulasan Singkat Samsung Galaxy S7 edge

Bagi  pecinta gadget dan elektronik, tentu terus mengikuti produk terbaru seri Samsung Galaxy. Salah satu produk keluaran terbaru adalah Samsung Galaxy S7 edge. Kata edge pada nama produk ini adalah berasal dari sisi layar kanan-kiri yang melengkung tidak bersudut sebagaimana produk smart phone pada umumnya.

Samsung Galaxy S7 edge


Dengan processor Octa core 2.3 GHz, Galaxy edge ini mampu memberikan impresi yang luar biasa berupa respon terhadap aplikasi dan program lain. Di tambah lagi memory internal nya yang besar yaitu 4 Giga Byte memungkinkan kita untuk membuka banyak aplikasi tanpa dihambat oleh respon yang lambat dari aplikasi lainnya.

Pengurangan Angsuran PPh Pasal 25

Oleh Setiani Hafsah, SE
 Nilai angsuran PPh Pasal 25 yang dibayarkan setiap bulan oleh PKP mengacu pada nilai Pph Terutang penghasilan Netto Fiskal untuk perhitungan pajak.  Jika sekarang tahun 2017 dan setiap bulan perusahaan menyetorkan angsuran PPh Pasal 25, maka nilai tersebut adalah berdasarkan Pph Terutang penghasilan Netto Fiskal 2016 untuk perhitungan pajak 2017 yang di bayarkan setiap bulan.  Pada akhir tahun total angsuran tersebut dibandingkan dengan PPh terutang atas penghasilan netto fiskal tahun 2017 itu sendiri.  Jika ada selisih atau dalam artian penghasilan netto fiskal 2017 lebih banyak daripada jumlah nilai angsuran pph 25 setiap bulan, maka selisih tersebut di bayarkan sebagai PPh Pasal 25/29 Badan sehingga status SPT Tahunan menjadi kurang bayar.

BELAJAR DARI AKHLAK IMAM BUKHORI TERKAIT GHIBAH

Oleh Neno Triyono*
Imam Bukhori adalah ulama yang pakar dalam hadits dan tidak ada seorang ulama pun yang meragukannya. Bahkan beliau juga adalah diantara jajaran Aimah jarh wa ta'dil yang dijadikan rujukan utama. Imam Bukhori dalam melakukan jarh, maka beliau kalau istilah modernnya sekarang adalah orang yang sangat profesional, jarh-jarh beliau bukan timbul dari hawa nafsu untuk menjatuhkan orang yang hendak dijarhnya, namun semata-mata data dan fakta yang memang beliau dapatkan seperti itu, dan yang menakjubkan beliau menggunakan lafadz-lafadz jarh yang tidak "bombabtis", cukup beliau mengatakan "fulan fiihi nadzhor" (fulan perlu dipertimbangkan) dan kode seperti ini, para ulama paham bahwa si fulan tersebut adalah perowi yang tidak layak dijadikan hujjah haditsnya.
(The tomb of Imam Bukhari in Samarkand, Uzbekistan/al Arabiya English)

Beliau adalah ulama yang sangat terkenal menjaga diri dari ghibah, banyak para ulama ketika menukil biografi Imam Bukhori, mendokumentasikan ucapan beliau :

ﻭﺍﻟﻠﻪ ﻣﺎ ﺇﻏﺘﺒﺖ منذ ﻋﻠﻤﺖ ﺃﻥ ﺍﻟﻐﻴﺒﺔ ﺣﺮﺍﻡ ‏
"Demi Allah aku tidak pernah berghibah, semenjak aku tahu bahwa ghibah adalah diharamkan".

Dalam kesempatan lain beliau berkata :
ﺍﻧﻲ ﺍﺭﺟﻮ ﺍﻥ ﺍﻟﻘﻰ ﺍﻟﻠﻪ ﻭﻻ ﻳﺤﺎﺳﺒﻨﻲ ﺍﻧﻲ ﺍﻏﺘﺒﺖ ﺃﺣﺪﺍ
"aku berharap berjumpa dengan Allah dan Dia tidak menghisabku bahwa aku pernah menggibahi seseorang".
Semoga Allah merahmati Imam Bukhori, ulama yang dengan kecerdasannya dan tidak pernah berbasa-basi dengan kebenaran, tapi tetap menjunjung tinggi akhlak yang mulia.
Wallahul A'lam.

*Tulisan diatas semuanya diambil dari akun Fb Neno Triyono atas seizinnya

MERDEKA

Oleh Tere Liye*
(Sumber dari FB Pak Budi)
Adik2 remaja sekalian, jika kalian masih bercita-cita jadi PNS, biar besok2 hidup terjamin sampai tua, maka itu cita-cita generasi luama sekali, orang tua kita dulu, SMA angkatan 70-80 mungkin masih begitu.

Jika kalian bercita-cita jadi karyawan BUMN, biar gaji bagus, pensiun ada, besar pula, maka itu juga generasi lama, paman-paman, tante-tante kita dulu, SMA angkatan 90-an, itu cita-citanya.

Jika kalian bercita-cita jadi karyawan multi nasional company, perusahaan swasta besar, biar bisa tugas di luar negeri, tunjangan dollar, itu juga cita-cita kakak-kakak kita dulu, yang SMA angkatan 2000-an.

Kalian adalah generasi berbeda. Kalian adalah yang SMP, SMA, atau kuliah di tahun 2010 ke atas. Seharusnya kalian tidak bercita-cita seperti itu lagi. Kalian adalah warga negara dunia, tersambung dengan seluruh sudut dunia.

Apa cita-cita kalian?
Jadilah pekerja kreatif, wiraswasta, profesi pekerjaan bebas, dan pekerjaan2 yang menakjubkan lainnya. Kalian menonton film seperti Iron Man, Avengers, Minion, maka besok2 giliran film kalian yang ditonton orang.

Kalian jadi konsumen Burger King, KFC, dll, maka besok2 giliran orang lain yang jadi konsumen franchise milik kalian. Hari ini kalian memakai baju, pakaian buatan orang lain, besok2 giliran orang lain yg pakai baju kalian.

Hari ini kalian berobat ke rumah sakit, besok2 giliran orang yang berobat di klinik dengan sistem dan cara berbeda milik kalian.

Itulah dunia kalian. Masa depan. Jangan mau hanya jadi pengikut, follower, tapi berdiri di depan, giliran orang lain yang mengikuti dan mendengarkan trend yg kita buat. Maka saat itu tiba, kita bisa benar2 bilang: Merdeka!!

Ayolah, lupakan sejenak bekerja jadi PNS, karyawan BUMN, atau karyawan swasta, masuk pagi, pulang malam. 30-40 tahun bekerja, pensiun. Itu sudah terlalu banyak orang yang melakukannya, masa’ kita akan ikut jalan serupa, saatnya kalian memulai jalan berbeda.

Jangan takut dengan kegagalan, jangan takut dengan tidak punya pekerjaan, menganggur, dll, dll. Sepanjang kita memang sungguh2, tahan banting, kita bisa menjadi yang terbaik di bidang yg kita geluti.

Setinggi apapun jabatan kalian, jika masih PNS, karyawan BUMN, karyawan swasta, maka sejatinya tetap saja suruhan orang lain. Punya atasan, dan hidup kita laksana siklus dari bulan ke bulan, gajian ke gajian.

Asyik duduk di belakang meja, lamat-lamat menatap media sosial, komen ini, komen itu, dan sebagainya, dan sebagainya. Tapi tetap saja begitu-begitu saja hidup kita. Tidak, adik-adik sekalian, hidup kalian bisa lebih berwarna. Kalian bisa jadi apa saja.

Jangan buat sempit cita-cita, mimpi-mimpi kalian. Generasi kalian seharusnya tidak terikat waktu, tidak korupsi waktu, sebaliknya, kalian bebas dan fleksibel menentukan jam kerja sendiri.

Yakinlah, besok lusa, karya kalian akan menaklukkan kota-kota jauh, bahkan negara-negara jauh. Besok lusa, profesi kalian akan memiliki reputasi hingga pulau-pulau seberang, benua-benua luar.

Kalian bukan lagi generasi yang bahkan naik pesawat saja mahal dan susah. Atau mau berkirim kabar harus memakai telegram dan pager. Sambutlah masa depan kalian yang gemilang.

Jadilah pekerja kreatif, wiraswasta, profesi2 penuh passion dan suka-cita. Itulah panggilan generasi kalian. Dan saat kalian bisa menggapainya, kalian bisa berteriak sekencang mungkin: Merdeka! Karena hidup kalian sungguh sudah merdeka.

Mulailah dari sekarang, remaja. Cari hobi dan aktivitas bermanfaat. Tekuni. Besok-besok kalian menjadi master di bidang tersebut.

Maka kita tidak lagi bicara tentang besok pagi2 berangkat kerja, sore2 pulang nanti macet, aduh, besok sudah Senin lagi, melainkan bicara: besok saya akan menginspirasi siapa, nanti sore saya akan mengubah apa, dan besok Senin saya akan meluncurkan karya apa lagi.
Demikian.
Merdeka!

Tere Liye
*Tulisan di atas dikutip seluruhnya dari akun FB Pak Budi

Sunday, September 10, 2017

Aher-Demiz-Mang Oded Memimpin Aksi Solidaritas Rohingya, Ini berkah Dari Pilih Pemimpin Yang Amanah&Peduli Terhadap Islam

Saat ini lagi ramai penghadangan aksi solidaritas Rohingya di daerah tertentu di media sosail.. Namun untuk di Jawa Barat, kota Bandung, aksi ini dipimpin oleh Gubernur dan Wagub serta Wakil Walikota Bandung.

Ini status netizen bernama Syamsul Bandung
"Terkait Aksi Rohingya, di daerah lain polisi melarang aksi dan orasi.. sebagian dijaga ketat, dipasang kawat berduri, bahkan korlap aksi ditangkap.. mungkin akibat sang jenderal berasumsi bahwa isu ini digunakan utk menjelekan pemerintah.. alhamdulillah di Bandung Jawa Barat, aksi solidaritas kemanusiaan ini dipimpin langsung oleh para Kepala Daerah.. Gubernur, Wakil Gubernur dan Wakil Walikota..
Benar bahwa kekuasaan adalah salah satu sarana efektif utk menegakan agama.. dengan kekuasaan, nilai kebaikan bisa dilipatgandakan.. jika kepemimpinan suatu negeri dititipkan kepada orang yg amanah, insya Allah keberkahan turun dari langit dan bumi..
Ini pemimpinku, mana pemimpinmu ? "

Masih mau golput?
Yuk gunakan hak pilih. Dan jangan salah pilih lagi Pilkada serentak, PILEG, dan Pilpres. Pilih yang amanah dan peduli dengan Islam.

Saturday, September 9, 2017

TERTINGGAL MEMBACA AL FATIHAH DIBELAKANG IMAM

Oleh Neno Triyono*
Kadang kita mendapati sholat berjamaah bersama Imam yang cepat bacaannya, seringnya terjadi pada sholat Sirriyyah. Kita belum selesai membaca Al Fatihah, ternyata sang Imam sudah keburu ruku'. Bagaimana kita menyikapi hal ini?
(Ilutrasi/idea-gus.com)

Al-Imam Nawawi dalam kitabnya "Minhaaj ath-Thaalibiin" (hal. 42) sudah menjelaskan masalah ini sebagai berikut :

وإن تخلف بركن بأن فرغ الإمام منه وهو فيما قبله لم تبطل في الأصح أو بركنين بأن فرغ منهما وهو فيما قبلهما فإن لم يكن عذر بطلت وإن كان بأن أسرع قراءته وركع قبل إتمام المأموم الفاتحة فقيل: يتبعه وتسقط البقية والصحيح يتمها ويسعى خلفه ما لم يسبق بأكثر من ثلاثة أركان مقصودة وهي 
الطويلة فإن سبق بأكثر فقيل: يفارقه والأصح يتبعه فيما هو فيه ثم يتدارك بعد سلام الإمام
"Jika ia ketinggalan satu rukun, dimana sang Imam telah selesai darinya, sedangkan si makmum masih berada di rukun sebelumnya, tidak batal sholatnya menurut pendapat yang paling rajih atau ketinggalan dua rukun, dimana sang Imam sudah selesai darinya, sedangkan si makmum masih berada di rukun sebelumnya (masih sah sholatnya). Namun jika ketinggalannya tanpa ada udzur, maka batal sholatnya.
Jika sang Imam bacaannya cepat, lalu ia rukuk sebelum si makmum menyelesaikan bacaan Al Fatihahnya, (bagaimana ini?) 

Ada yang menjawab, si makmum segera ikut ruku' dan dianggap gugur sisa bacaannya Al Fatihahnya.
Namun yang benar (menurut Imam Nawawi), si makmum tetap menyempurnakan Al Fatihahnya, lalu menyusul ketinggalannya selama tidak sampai lebih dari 3 rukun sholat (yang panjang) ketinggalannya.
Jika ketinggalannya lebih dari 3 rukun (bagaimana ini?)

Ada yang menjawab, ia mufaroqoh (memisahkan diri dari Imamnya).
Yang benar, ia tetap mengikuti sang Imam, lalu ia menyempurnakan satu rokaat setelah Imam selesai salam".

*Tulisan diatas dikutip dari akun Fbnya dan seizin dari penulisnya

Tentang Perempuan Luka

Oleh Amin Sudarsono*
Luka itu perih. Luka itu getir. Pedih membuat mata menangis. Mengobati luka adalah dengan berserah. Berpasrah kepada Dia, yang Maha Menyembuhkan. Diawali dengan menyembuhkan diri sendiri. Memaafkan diri sendiri. Mengarifi masa lalu.
(Ilutrasi/ kembangmbiru.blogspot.com)

Luka tidak akan sembuh bila terus diusap. Ditengok dan digaruk. Tinggalkan luka setelah ditempel obat. Niscaya dia segera mengering, terkelupas dan membentuk kulit baru. Pulih sedia kala.
Luka batin? Obatnya adalah maaf. Maafkan diri sendiri. Obati batin sendiri. Dendam tidak menyelesaikan luka. Amarah makin kobarkan murka. Bila diteruskan, kelak durjana yang lahir dari rahimnya. Bukan bijak, rela, atau pasrah kepada-Nya.
Duhai lelaki, batin dan jiwa perempuan sangat lembut. Sekali kau lukai, lama mengeringnya. Sampai pada masa, luka berkarat tak tersembuhkan. Anak perempuan kita, ibu kita, perempuan pasangan jiwa kita, dan seluruh keturunan ibunda Hawa, bangkitlah dari nestapa.
Lelaki yang pernah menyerang batinmu. Maafkan dia. Bersihkan dirimu, agar luka tidak membusuk lama. Obatnya taubat nasuha, niscaya dia kirim obat baru untukmu.
Wahai lelaki yang rapuh jiwa, meski kau gagah perwira, kemana kau berpangku ketika letih? Ibunda dan garwa. Air matamu tumpah? Lelaki kecil kau cari ibunda, lelaki besar kau tumpahkan ke pasangan jiwa.
Ayah, gendong anak perempuanmu. Peluk erat, usap rambut dan punggungnya. Agar reda tangisnya, bahagia jiwanya. Makin sadari kelembutan jiwa mereka. Cermin abadi. Bagaimana kita perlakukan mereka, itulah sejatinya wajah hakiki lelaki. Penyembuh dan tabib kelana.[]
Tulisan ini untuk sahabat yang percayakan kisah kepada sahaya yang hina.

*Tulisan diatas diambil dari Fbnya dan seizinnya

WORLD PARLIAMENTARY FORUM 5-7 September 2017 di Bali...

Oleh Rahman Toha B
WORLD PARLIAMENTARY FORUM*
5-7 September 2017 di Bali...

Tercatat Ada 48 Negara Yang Hadir di Pertemuan Parlemen Dunia, Fahri Hamzah: Ini Prestasi Indonesia
Pertemuan Parlemen Dunia "World Parliamentary Forum on Sustainable Development" di Nusa Dua (6-7 September ) yang diselenggarakan oleh DPR RI berlangsung meriah. Dalam catatan media, pertemuan parlemen ini termasuk pertemuan yang paling banyak dihadiri. Tercatat 48 negara yang berpartisipasi dan 12 lembaga internasional terlibat menjadi observer (peninjau). Juga 15 tokoh internasional dari berbagai bidang yang akan berbicara seputar kebijakan politik, ekonomi dan masalah global.
Dalam pertemuan tersebut, ada tiga tema yang dibicarakan. Pertama, "Ending Violence, Sustaining Peace". Dalam tema tersebut, sejumlah isu dan kebijakan dibahas. Terutama terkait pengalaman berbagai parlemen dunia dalam merumuskan regulasi yang menekan tingkat kekerasan sosial dan mempromosikan terciptanya masyarakat yang damai.
Tema kedua "Leave No One Behind, Promoting Inclusive And Equitable Development". Tema tersebut membicarakan tentang pengalaman berbagai langkah yang dilakukan oleh parlemen dunia dalam menelurkan regulasi dan kebijakan yang bertujuan untuk menghapus kemiskinan ekstrim dan mendorong tumbuhnya kesejahteraan di era pembangunan berkelanjutan.
Dan tema ketiga "SDGs and Climate Change". Tema ini akan merumuskan jawaban dari pertanyaan dunia tentang bagaimana parlemen menindaklanjuti kesepakatan Paris Agreement untuk berjuang menyelamatkan bumi dari pemanasan global. Tema ini juga bertujuan untuk membahas kebutuhan dunia yang bisa dilakukan agar seluruh dunia bisa berhasil dalam program SDGs.
Dari deretan nama-nama negara yang hadir, terdapat negara-negara yang ikut bersuara terhadap permasalahan politik global, pengentasan kemiskinan dan perubahan iklim. Mulai dari Buthan, Portugal, India dan Turki. Berbagai pernyataan mereka menarik sekali. Terutama terkait pengalaman masing-masing negara dalam mengeluarkan regulasi untuk mewujudkan tujuan pembangunan berkelanjutan yang disepakati dunia.
Fahri Hamzah, Wakil Ketua DPR RI mengaku bangga karena Indonesia bisa sukses menyelenggarakan pertemuan parlemen dunia dan dihadiri oleh banyak peserta. Walaupun sempat muncul kekecewaan dari pimpinan DPR terkait ketidakhadiran pemerintah dalam pembukaan pertemuan.
"Ukuran kehadiran peserta bukanlah ukuran keberhasilan. Tapi ini jadi catatan tersendiri bagi kita di Indonesia bahwa ada semacam tenaga yang menggerakkan banyak negara dari seluruh dunia untuk hadir di Nusa Dua. Mereka membawa semangat perbaikan bagi masyarakat global yang sedang menghadapi berbagai macam persoalan. Mulai masalah kemanusiaan, politik, ekonomi dunia hingga lingkungan. Saya yakin sekali, kita semua bisa bergandeng tangan memecahkan masalah-masalah dunia yang sedang melanda. Terutama di kawasan Asia dan Timur Tengah. Yang terbaru adalah Rohingya", katanya.
"Mereka menaruh kepercayaan penuh kepada Indonesia, bahwa Indonesia bisa menjadi fasilitator dan perekat seluruh dunia untuk terlibat aktif dalam mewujudkan perdamaian dan kesejahteraan dunia", tutupnya.
Dalam pantauan media, beberapa forum sidang dan pertemuan bilateral antar negara masih berlangsung.
Nusa Dua Bali, 6 September 2017

Dikutip dari Fb yang bersangkutan

JAWABAN KEJI DAN BIADAB WAKIL DUBES MYANMAR "Mereka (muslim Rohingya) adalah teroris"

Oleh Raizal Azzam Arifin*
Siang kemarin, Jumat, 8 September 2017, selepas sholat Jumat. Kami menggelar aksi aliansi pemuda Islam peduli Rohingya. Yang terdiri dari Pemuda PUI, Pemuda Mathlaul Anwar, JPRMI, Pemuda Hidayatullah, FSLDK,
KAMMl, Pemuda al-Irsyad, Pemuda DDII dan BKPRMI.

Aksi dimulai dari masjid Sunda Kelapa, lewat Jl. Imam Bonjol kemudian ke kedubes Myanmar. Aksi yang digalang Aliansi pemuda ini ada sekitar 1500 an masa dari berbagai OKP.
Sesampai di kedubes kami tidak bisa masuk, karena area sekitar kedubes sudah diblokade dengan kawat berduri. Di kedubes sudah ada ormas Bang Japar (Jawara dan Pengacara) dengan pembina Fahira Idris. Merek sudah lama berorasi disana.
Kami orasi pemanasan menuntut agar genosida terhadap muslim Myanmar dihentikan.
Di tengah mentari yg cukup terik, kami meminta ada perwakilan kami yang bisa masuk menemui dubes Myanmar. Setelah lobi panjang, akhirnya kami diperbolehkan masuk dan hanya diberikan kesempatan 2 orang perwakilan saja. Setelah bermusyawarah diantara sesama aliansi. Akhirnya yang akan masuk menemui dubes Myanmar dari Pemuda PUI yang diwakili Ketua Umum PP pemuda PUI dan satu lg, Ahmad Firdaus dari FSLDK Indonesia.
Suasana ketika memasuki barikade kawat berduri dan polisi berlapis lapis dengan senjata lengkap cukup mencekam. Kami di screening dengan ketat oleh petugas polisi berlapis. Setelah digeledah dan HP disimpan di petugas, kami bertemu di ruangan sempit dan kurang terawat, serta kumuh. Ini gambaran kualitas negara maupun kedubesnya. Miskin nan songong.
Kami dipertemukan dengan kedubes yang diwakili Wakil kedubes Myanmar untuk Indonesia. Di ruangan hanya bertujuh. Suasana cukup tegang. Dari pihak kepolisian bertiga. Dari pihak Kemenlu RI satu orang. Wakil Dubes Myanmar satu orang dan kami berdua.
Kami mempertanyakan apa alasan pemerintah Myanmar melakukan pembantaian secara keji. Rumah dibakar. Mereka diusir lari terlunta-lunta tanpa tujuan. Menyebrang ke Bangladesh pun dalam kondisi lapar. Kami bicara dengan nada tegas dan marah.
Percakapan kami dalam bahasa Inggris. Meskipun lumayan kelu campur amarah mengucapkannya, tapi kami cukup lancar menyampaikan protes dan sikap tegas kami kepadanya.
Tanpa disangka. Wakil Dubes Myanmar mengatakan "apa pendapatmu jika yang kita perangi itu adalah terorisme? ".
Kaget saya mendengarnya. Rupanya itu yang ada diisi kepala mereka. Saya sampaikan pada mereka.
"teroris itu, apakah termasuk anak-anak yg dibunuh secara keji? anak-anak yang disembelih dengan sadis? Wanita lemah yang diperkosa? itukah teroris?"
Wajah Wakil Dubes bingung mendengar jawaban kami.
Dia jawab lagi *"they are teroris"*
Kita tanya apa definisi teroris menurut anda? "teroris itu adalah yang menyerang militer dan polisi," jawab dia.
Kami semakin tercekat.
Kami bilang, "Mereka wajar menyerang. Sebab anda bunuh anaknya, ibunya dan saudara saudarinya. Itu efek dari kebrutalan anda."
Kemudian dia meminta agar pertemuan ini segera diakhiri. Saya minta waktu sedikit lagi.
Saya sampaikan kepada dia, "Saya minta anda rakyat Myanmar untuk bisa mencontoh kami rakyat Indonesia. Di sini semua etnis, semua agama termasuk Budha bisa hidup dengan aman dan nyaman," dengan nada sedikit emosi.
Saya akhiri dengan kalimat: "Perlu anda ketahui aksi ini tidak akan berakhir tidak akan berhenti sampai anda memperlakukan saudara muslim kami Rohingya bisa anda perlakukan dengan sebaik-baiknya."
Semoga percakapan kami menjad bahan pikiran bagi dia. Sehingga pemerintah myanmar bisa berpikir berulang kali jika mau menghabisi muslim Rohingya.
Aksi kita tidak akan berhenti di sini kawan. Harus kita perjuangkan. Agar kebiadaban tidak terjadi lagi bagi saudara-saudara yang tinggal di sana.
Tidak perlu menjadi seorang muslim untuk peduli kepada muslim rohingya. Tapi cukup anda menjadi seorang manusia. Karena dengan menjadi manusia anda bisa mengerti derita kekejaman yg terjadi pada muslim Rohingya.
Jakarta, 9 September 2017
*Dikutip dari akun Fbnya