Tuesday, October 27, 2020

Dua Kompetensi Dasar yang Harus Dimiliki Auditor Syariah

           Dalam menjalankan usahanya, sebuah entitas terbuka dituntut untuk memberikan laporan secara berkala mengenai status atau keadaan perusahaan, baik dari segi aset, kewajiban, ekuitas, pendapatan dan beban-beban yang terjadi selama periode berjalan. Pelaporan ini erat kaitannya dengan fungsi auditor dalam hal  memastikan peraturan dan prosedur yang harus dipatuhi oleh seluruh elemen manajemen entitas. Seorang auditor memberikan penilaian yang baik dan meningkatkan pengawasan yang efektif dengan biaya sewajarnya serta mengidentifikasi sistem pengendalian yang diterapkan oleh entitas.




Dalam perkembangannya, Lembaga keuangan islam menunjukkan trend yang baik dalam hal pemenuhan kepuasan kepada konsumen di kalangan masyarakat. Industri keuangan islam diklaim berada diantara industri dengan pertumbuhan tercepat yakni antara 15-20 persen selama dekade terakhir ini. Hal tersebut menjadi peluang bagi Lembaga-lembaga syariah untuk terus melakukan diversifikasi produk dan meningkatkan kinerjanya sehingga dapat secara wajar melaporkan kinerja keuangan dalam satu periode berjalan untuk dapat digunakan oleh para pemangku kepentingan seperti investor, debitur, dan lain-lain.


Berkaitan dengan hal audit dan pelaporan, tentu saja auditor syariah memiliki peran penting dalam menumbuhkan kesadaran pada semua Lembaga syariah untuk terus berkontribusi terhadap kemaslahatan ummat. Dengan semakin banyaknya peminat produk-produk syariah terutama dalam layanan perbankan syariah, maka diharapkan entitas-entitas syariah tersebut dapat menerapkan nilai-nilai syariah dalam setiap aspek operasional perusahaan.


Menurut kerangka SGF (Sharia Governance Framework) Malaysia, tata kelola syariah audit syariah mengacu pada : penilaian berkala dilakukan dari waktu kewaktu, untuk memberi penilaian independen dan jaminan objektif yang dirancang untuk menambah nilai dan meningkatkan tingkat kepatuhan dalam segala hal tingkat kepatuhan dalam segala hal yang berkaitan dengan operasi bisnis Lembaga Keuangan Islam (LKI) dengan tujuan utama memastikan sistem kontol internal yang sehat dan efektif untuk kepatuhan syariah dan dilakukan oleh auditor internal.


Praktek audit dalam konsep syariah berbeda dengan dari audit konvensional. Audit syariah memang memiliki cakupan ruang lingkup yang lebih luas, namun, keduanya sama-sama bertanggung jawab terhadap klien yaitu pemilik usaha yang diaudit, hanya saja dalam audit syariah dipandu oleh prinsip-prinsip agama dan kualitas keputusan managerial sehingga auditor perlu mempunyai kompetensi khusus berkaitan dengan shariah compliance, fiqh muammalat dan aspek syariah berkaitan dengan entitas klien.


Hal diatas berkaitan dengan Konsep “kompetensi” untuk auditor syariah. Penelitian oleh Nor Aishah Mohd Ali, Zurina Shafii dan Shahida Shahimi dalam Journal of Islamic Accounting and Business Research dengan judul Competency Model for Shari'ah Auditors in Islamic Banks menyampaikan mengenai Konsep “kompetensi” yang dipopulerkan oleh seorang tokoh bernama Boyatsiz. Ia mengungkapkan bahwa selain penguasaan keterampilan dalam mengaudit, penguasaan pengetahuan tentang perbankan syariah dan fiqh muamalah juga sangat penting, selain itu juga auditor harus memiliki kemauan untuk belajar, dan sikap yang baik sebagai karakteristik yang melengkapi elemen pengetahuan dan keterampilan. Konsep ini diteliti secara ekstensif dan telah banyak diterapkan pada praktek manajemen di bidang kinerja individu yang disebut dengan teori prestasi kerja yang efektif. Berkaitan dengan hal tersebut, terdapat unsur-unsur kompetensi yang dijelaskan dalam teori prestasi kerja yang efektif bagi auditor diantaranya:


1.       Pengetahuan.

Pengetahuan yang dimiliki auditor bisa berupa pengetahuan umum atau khusus, pengetahuan umum didapat dari sekolah formal, sedangkan pengetahuan khusus didapat dari pelatihan-petihan. Unsur yang paling penting untuk menjadi auditor syariah adalah pengetahuan tentang syariah, diikuti dengan pengetahuan tentang Islamic bank dan fiqh muamalah.


2.       Keterampilan

Skill atau terampilan mengacu pada kemampuan individu untuk menerapkan pengetahuan , menyelesaikan tugas dan memecahkan masalah. Hal yang paling penting bagi seorang auditor untuk melakukan pekerjaan dengan sukses adalah pada keterampilan audit dan problem solving.


Karakteristik pendukung berkaitan dengan unsur kompetensi diatas adalah tanggung jawab etis, motivasi diri, manajemen yang baik, dan sebagainya. Teori-teori yang telah disebutkan diatas digunakan untuk memproyeksikan unsur-unsur “kompetensi” dari sudut pandang barat yang diterapkan dengan perspektif yang jauh lebih luas sehingga teori tersebut dapat diterapkan dalam ranah Islam.


Dari penjelasan diatas, seorang auditor syariah dirasa penting untuk menerapkan seperangkat kompetensi berkaitan dengan pemahaman konsep syariah, sehingga dapat berkontribusi pada peningkatan kinerja dan produktivitas lembaga keuangan syariah yang pada akhirnya, mengarah kepada pertumbuhan ekonomi secara keseluruhan. Dengan adana unsur kompetensi diatas, diharapkan seorang auditor syariah di lembaga keuangan syariah dapat terus mengembangkan dan membina pengetahuan dan keterampilan sumber daya manusia sebagai wujud dari kebutuhan untuk memperoleh dan mengembangkan kompetensinya melalui pelatihan-pelatihan kualifikasi kerja audit dan dapat memberikan dampak positif bagi meningkatnya kualitas auditor syariah.

 

Oleh Siti Qurrata Akyunina, Mahasiswi Akuntansi Syraiah Semester 7 STEI SEBI


Sumber: Competency Model for Shari'ah Auditors in Islamic Banks; Journal of Islamic Accounting and Business Research by: Nor Aishah Mohd Ali, Zurina Shafii dan Shahida Shahimi

Berita Mundurnya Paul Pogba dari Timnas Prancis Ternyata Hoaks

Pernyataan Presiden Macron tentang Islam secara negatif mendapatkan reaksi yang keras dari umat Islam seluruh dunia. Umat Islam menyerukan boikot terhadap produk-produk Prancis, begitu pula Presiden Erdogan menyerukan rakyat Turki untuk tidak membeli produk Prancis.


(Sumber : Daily Sabah)

Beberapa media baik lokal maupun internasional memberitakan mundurnya Pogba dari timnas Prancis gara-gara komentar negatif Macron terhadap Islam. Termasuk warganet di Indonesia memuji sikap protes Paul Pogba atas komentar Macron.


Ternyata kabar mundurnya Pogba merupakan berita hoaks. Paul Pogba pemain Manchester United akan mengambil tindakan hukum setelah adanya laporan mengklaim dia telah pensiun dari timnas Prancis sebagai protes terhadap komentar kontroversial Presiden Prancis Emmanuel Macron terhadap Islam.


"Saya terkejut, marah, terkejut, dan frustrasi, beberapa sumber 'media' menggunakan saya untuk membuat berita utama palsu tentang peristiwa terkini Prancis yang masuk akal dan menambahkan agama saya dan Tim Nasional Prancis ke dalam pot," Pogba memposting di Instagram seperti dikutip dari Daily Sabah.

Monday, October 26, 2020

Setelah Mengomentari Macron 'Butuh Perawatan Mental', Presiden Erdogan Serukan Boikot Produk Prancis

Hubungan kedua Negara antara Turki dan Prancis saat ini semakin memanas. Kalahnya Prancis dalam konflik Libya, di mana keterlibatan Turki mendukung GNA berhasil memukul mundur pemberontak Haftar dukungan Prancis. Konflik di laut Mediterania Timur, dimana Prancis mendukung Yunani berhadapan dengan Turki. Konflik antara Azerbaijan dan Armenia, dan  terakhir sikap Macron yang negatif terhadap Islam dan Nabi Muhammad Saw dengan dalih kebebasan ekspresi.


(Gambar utama : Anadolu Agency)

Komentar Macron soal Islam dan Nabi Muhammad Saw secara negatif, ditanggapi oleh Presiden Erdogan bahwa Macron membutuhkan perawatan mental bikin Prancis meradang. Prancis langsung menarik duta besarnya untuk Ankara (Turki).


Pada hari Senin Presiden Erdogan menyerukan boikot publik terhadap barang-barang buatan Prancis.


"Saya menyerukan kepada orang-orang kami untuk tidak pernah membeli produk Prancis," kata Erdogan pada upacara pembukaan seminggu di ibu kota Ankara untuk menghormati kelahiran Nabi Muhammad, kartun yang menghina di Prancis memicu perselisihan (Anadolu Agency)


Menurut Erdogan, meningkatnya permusuhan terhadap Islam dan muslim di beberapa negara Eropa telahsebuah kebijakan yang mendapat dukungan di tingkat tinggi.


Netty Aher Dan Kemenkes Sosialisasikan Layanan Kesehatan di Masa Pandemi Covid-19

WartaNusa, Indramayu (26/10)- Pelayanan kesehatan di Indonesia menghadapi banyak tantangan dan penyesuaian setelah adanya serangan wabah Covid-19. Fokus pemerintah saat ini tertuju pada pelayanan kesehatan penunjang covid-19. 



Wakil ketua fraksi PKS DPR RI ini meminta pemerintah agar fokus pada pelayanan kesehatan yang sifatnya esensial.


" Saya terus meminta pada pemerintah agar memberikan prioritas yang lebih pada layanan kesehatan yang esensial, termasuk promotif dan preventif. Mengingat covid-19 ini masih panjang akan tetapi banyak penyakit lain yang harus ditangani, seperti TB, DBD dan penyakit lainnya " ujar Netty dalam sambutannya secara virtual.


TBIndonesia.or.id menyebutkan pada 2018 tercatat ada 845.000 penduduk Indonesia sakit TBC, dan 93.000 pasien TBC meninggal dunia. Adapun Demam Berdarah Dengue (DBD) per Juli 2020, Kemenkes ada 71.633 kasus di Indonesia.


Legislator PKS ini menambahkan "Kondisi ini tidak bisa disepelekan oleh semua pihak baik pemerintah pusat maupun daerah termasuk di Indramayu. Selain keterjangkauan biaya kesehatan bagi masyarakat, juga ketersediaan fasilitas pelayanan kesehatan harus menjadi prioritas. Minimal setiap kota kabupaten terdapat FKTP dan FKTL yang memadai dan sesuai dengan jumlah penduduk." katanya. 


Sementara itu dalam kesempatan yang sama, Budi Suryadharma, perwakilan dari Kementerian Kesehatan, berpesan, "selain menyosialisasikan upaya pencegahan covid-19 di masyarakat, juga kami sosialisasikan pelayanan kesehatan dan pelayanan rujukan kepada masyarakat. Sehingga masyarakat bisa mengetahui pelaksanaan pelayanan kesehatan terutama di masa covid-19." Katanya.


Pada sisi yang lain, Netty Aher berharap pemerintah mampu memaksimalkan anggaran untuk menunjang sektor kesehatan.


"Saya mendorong Kementerian Kesehatan dan pemerintah daerah untuk bisa memaksimalkan lima persen APBN dan sepuluh persen APBD yang diperuntukkan bagi sektor kesehatan ini dapat menghasilkan fasilitas kesehatan yang terjangkau oleh seluruh lapisan masyarakat dan meningkatkan kualitas SDM kesehatan. Alhasil tidak ada gap yang jauh antara kualitas layanan kesehatan antara pusat dan daerah, atau antara kabupaten dengan kecamatan. Akhirnya tujuan Indonesia sehat benar-benar bisa kita wujudkan bersama", terang Netty.


Selain itu, Netty Aher selaku anggota Komisi IX DPR RI bersama Kementerian Kesehatan pada kesempatan itu juga membagikan 1000 paket berisi suplemen dan perlindungan kesehatan seperti madu, sabun, handsanitizer dan lainnya.


Tokoh Cirebon dan Indramayu ini mengakhiri, " semoga sosialisasi ini dapat dipahami masyarakat dan bisa dipraktikkan di keluarga. Adapun paket bantuan ini semoga bermanfaat dalam rangka melindungi dan mencegah keluarga dari covid-19 dan penyakit lainnya". Katanya.

Peran Tirtoadisurjo dalam Organisasi Serikat Dagang Islam yang Berujung Cekcok Dengan H. Samanhudi

Serikat Dagang Islam dirintis oleh H. Samanhudi (seorang  pedagang batik yang sukses) pada 16 Oktober 1905 di Surakarta. SDI  pada awalnya bertujuan untuk menghimpun para pedagang pribumi muslim (khususnya pedagang batik) agar bisa bersaing dengan para pedagang Tionghoa.


(gambar utama : Wikipedia)

Organisasi Serikat Dagang Islam (SDI) di bawah H. Samanhudi berkembang pesat, sehingga banyak tokoh yang berpengaruh bergabung dalam organisasi tersebut. Diantaranya adalah Tirtoadisurjo yang dikenal sebagai bapak jurnalisme Indonesia. 


Tirtoadisurjo sebagai lulusan OSVIA telah meninggalkan dinas pemerintahan dan menjadi wartawan. Pada tahun 1903, ia mendirikan surat kabar pertama yang didirikan, didanai, dan dijalankan oleh orang-orang Indonesia asli, yaitu mingguan berbahasa Melayu Soenda Berita yang dicetak di Cianjur. Ia juga mendirikan Medan Prijaji di Batavia pada tahun 1907.


Pada tahun 1909, Tirtoadisurjo mendirikan Serikat Dagang Islam di Batavia (Jakarta). Pada tahun 1910 ia juga mendirikan organisasi yang sama (SDI) di Buitenzorg (Bogor). Kedua organisasi yang didirikannya bertujuan untuk membantu pedagang-pedagang Indonesia. 


Pada tahun 1911 Tirtoadisurjo mendorong H. Samanhudi  untuk mendirikan Serikat Dagang Islam sebagai suatu koperasi pedagang batik Jawa.


Tirtoadisurjo dan H. Samanhudi terlibat cekcok. Mungkin bisa jadi karena perubahan nama organisasi tersebut menjadi Serikat Islam. Asal-usul organisasi yang bersifat Islam dan Dagang  segera menjadi kabur. Haji Samanhudi meminta Tjokroaminoto untuk memimpin organisasi Serikat Islam. 


Sumber :

- Wikipedia

- Sejarah Indonesia Modern 1200-2008 Karya M.C. Ricklefs

Pemimpin Arab Diam Soal Penghinaan Islam Oleh Perancis, Rakyat Arab Sepakat Boikot Produk Bikin Perancis Marah

Beberapa waktu yang lalu Presiden Perancis, Macron, mengomentari tentang Islam dan Nabi Muhammad secara negatif, tidak ada satu pun negara Arab maupun muslim yang berani bersuara. Hanya pemimpin Turki dan Pakistan yang berani bersuara.


(Anadolu Agency)

Hanya Presiden Recep Tayyip Erdogan yang berani mengomentari pernyataan Macron dengan mengatakan, “Otak kamu itu perlu diperiksa!”. Perancis meradang dan langsung memanggil pulang Duta Besarnya di Ankara.


Meski para pemimpin Arab berdiam diri, rakyat bangsa Arab secara serentak mengumumkan boikot terhadap produk-produk Perancis. Seruan ini sebagai tanggapan atas pernyataan menentang Islam dan republikasi karikatur yang menghina Nabi Muhammad.


Seruan rakyat Arab untuk memboikot produk-produk Perancis membuat Kementerian Luar Negeri Perancis meradang. Perancis mendesak para pemimpin bangsa Arab untuk menghentikan seruan boikot produk Prancis.


"Seruan untuk boikot dan serangan terhadap negara kami yang didorong oleh minoritas radikal tidak berdasar dan harus segera dihentikan," kata juru bicara Kementerian Luar Negeri Prancis Agnes von der Muhll seperti dilansir dari laman Anadolu Agency.

Sunday, October 25, 2020

Misteri Suharto , si Lembu peteng...Antara Mitos dan Sejarah

Indonesia harus memiliki pemimpin Lembu Peteng -anak yang tak jelas siapa bapak kandungnya- seperti Ken Arok, seperti Pak Harto yang juga tak jelas siapa bapaknya, karena orang yang tak jelas siapa Bapaknya tidak memiliki rasa minder terhadap masa lalu. (Sudjiwotedjo, Indonesian Lawyer Club 2011)


Ucapan Sudjiwotedjo saat itu menjadi tertawaan banyak orang di studio ILC dan penonton TV One, karena memang tak banyak yang mengerti kedalaman filsafah dalam sejarah Jawa seperti ungkapan Sudjiwotedjo itu.



Sejarah Jawa adalah sejarah suksesi, sejarah kudeta dan sejarah berdarah-darah dalam merebut tahta kekuasaan. Banyak tokoh yang kemudian muncul tiba-tiba dalam panggung sejarah, tanpa masa lalu, tanpa beban silsilah ia kemudian mengklaim sebagai anak para Dewa, anak Para Raja, dan dengan begitu mereka menggenggam mitos. Mitos adalah buku suci dalam kekuasaan para Raja Jawa, tampaknya ini juga yang dipegang dalam konstelasi perpolitik nasional kita yang belum lepas dari kesejarahan mitos atas silsilah di masa lalu. Naiknya Megawati dan SBY juga tak lepas dari Mitos atas kerja orangtua mereka dimasa lalu. Sehingga silsilah menjadi begitu penting dalam kerja politik kita, penghancuran mitos ini belum reda sampai sekarang.

Mitologi silsilah inilah yang kemudian ditembak oleh Sudjiwotedjo dalam melihat kasus Suharto. –Bagaimana mungkin seorang anak petani biasa membuat Sri Sultan Hamengkubuwono IX tertunduk dan menurut pada Pak Harto, bagaimana mungkin orang yang begitu Prabawa dan penuh kharisma seperti Bung Karno seperti gemetar ketakutan melihat Suharto, bahkan di akhir tahun 1966 dengan nada galau Sukarno berteriak tiga kali menyebut Suharto sebagai keadaan bahwa tak boleh ada yang merebut kursi Presiden : “Tidak Juga engkau Suharto, Tidak Juga engkau Suharto, Tidak Juga engkau Suharto….” kata Bung Karno sambil tangannya menunjuk-nunjuk ke arah barisan para Jenderalnya. Ada apa dengan kekuatan Suharto?

Jelas Sukarno tidak akan takut dengan kekuatan militer Amerika Serikat, ia sudah terbiasa menghadapi teater perang besar. Bahkan dihadapan Dadong (nama panggilan Presiden Filipina-Macapagal), Sukarno menyatakan siap menghadapi perang sebesar apapun, dan itu memang sudah dilakukan Sukarno ketika ia meletuskan kata-kata Dwikora dan mengancam perang dengan Malaysia, sebuah pidato yang mirip pidato Franklin Delano Roosevelt, “Pidato Pengumuman Perang terbesar setelah Perang Dunia II selesai” di koran-koran besar Amerika menjuluki Sukarno sebagai ‘Tiran’ dengan kekuatan tanpa tanding yang mengancam dunia bebas, tapi di sisi lain di negara-negara bekas jajahan dan negara tertindas Sukarno dijuluki “Hadiah Tuhan untuk Kebebasan Bagi mereka Yang Tertindas” disini Sukarno menunjukkan bukan saja orang nomor satu, tapi juga tokoh dunia.

Sementara Jenderal AH Nasution sendiri saat menunggui anaknya di RS Gatot Subroto yang sekarat tertembak pasukan penculik pimpinan Letkol Untung, menampik saran Adam Malik. Saat itu Adam Malik berkata pada Nasution yang juga merupakan sepupunya sendiri “Nas, kau ambil itu kekuasaan Angkatan Darat, sekarang juga kau ke Kostrad, kau pegang sendiri militer” tapi Nasution menolak dengan alasan bahwa “bagaimana mungkin aku meninggalkan anakku yang sekarat untuk urusan pekerjaan”. Disinilah kemudian Adam Malik kecewa, dan menganggap Nasution lemah, tapi mungkin Adam Malik lupa, sepanjang sejarah karir militer Nasution, ia tak berani berhadapan head to head dengan Sukarno. Seperti yang diucapkan Nasution sendiri di Amerika Serikat dalam wawancara dengan jurnalis Amerika Serikat di awal tahun 1960-an “Saya tak mungkin berhadapan dengan Sukarno, dialah yang menyadarkan saya tentang arti kemerdekaan, sebelum saya tahu apa itu merdeka di masa saya sekolah dulu” ini artinya kekuatan Sukarno memang secara personal luar biasa, dan anehnya kekuatan Sukarno bisa lebur ditangan Jenderal yang sama sekali tak dikenal sebelumnya, nama Jenderal itu pernah disebut-sebut di koran-koran sepanjang konflik politik yang panas pada paruh pertama 1960-an, namanya hanya muncul sekilas saat pemakaman Jenderal Gatot Subroto dan saat ia diangkat jadi Panglima Mandala dalam Perang Perebutan Irian Barat, itupun kemudian namanya tenggelam oleh Subandrio, Menteri Luar Negeri yang memiliki kelihaian diplomasi dengan mencari celah dukungan Inggris dan Amerika Serikat dalam menendang Belanda keluar dari Irian Barat.

Suharto lahir dari situasi yang tak jelas – Pernyataan ini bukan hanya lahir dari majalah-majalah gosip yang banyak bermunculan di tahun 1970-an mengenal asal usul Suharto, tapi juga dari buku-buku yang berbobot ilmiah tinggi seperti buku Robert Edward Elson, seorang Profesor dari University of Queensland, Australia yang secara serius meriset Suharto. Dalam satu bab pertamanya tentang asal usul Suharto menjadi bagian paling rumit untuk mendefinisikan kepribadian dan posisi psikologis Suharto dimasa mendatang, analisa Elson ini mirip dengan Karl Marx dalam mengotopsi kritik atas Kapital dalam tulisan Das Kapital tentang bagian pertamanya yang abstraktif untuk mendefinisikan fungsi komoditi dalam kehidupan manusia begitu juga Elson menyajikan riset atas konfigurasi keluarga Suharto yang rumit, mengenaskan serta tidak jelasnya siapa ayah kandung Suharto sesungguhnya dan berpengaruh atas kepribadian Suharto yang pendiam, menganalisa masalah, mempertimbangkan keadaan serta hati-hati dan kepribadian ini menjadi modal dalam keberhasilan hidupnya.

Suharto lahir 8 Juni 1921, angka ini juga masih diperdebatkan banyak orang, namun Suharto sendiri meredakan perdebatan ini dan ia secara gamblang menyatakan tanggal lahirnya adalah 8 Juli 1921. Suharto dilahirkan dari seorang Ibu yang galau, yang stress dan seorang sedang prihatin. Hal ini dinyatakan dalam Elson pada bab pertama buku tentang Suharto. – Di buku lain karangan Roeder : Anak desa : Biografi Presiden Suharto, menyebutkan dua tahun setelah kelahiran Suharto orangtua mereka bercerai, tapi Elson lebih ganas lagi menyebutkan waktunya : Orangtua Suharto bercerai empat minggu setelah kelahiran Suharto.

Sukirah sendiri mengalami kondisi stress, ia dikabarkan hilang dan ternyata sedang ‘ngebleng’ puasa tanpa makan dan minum, ia merasa membawa beban hidup yang amat berat. –Kondisi ini secara tak sadar hanya sekilas saja diberitakan para ilmuwan barat yang berpaham rasional, namun bagi kalangan Jawa yang mengerti ilmu kebatinan, jelas Sukirah mengalami beban psikologi luar biasa karena ia mengandung ‘Seorang Raja di Masa Depan’. Penduduk kampung mencari-cari Sukirah, yang kemudian ditemukan dalam keadaan hampir mati karena kurang makan dan minum.

Dari situasi keprihatinan yang tinggi itulah Suharto lahir. Di usia empat tahun Suharto sudah diserahkan ke kakak ibunya, pada keluarga Kromodiryo. Pada usia yang masih amat muda sekitar lima tahun dan ini mengherankan bagi anak desa seumurnya, Suharto sudah disekolahkan. –Suharto yang berada di dusun amat terpencil bisa bersekolah bagus ini juga menjadi bahan riset yang menarik, siapa ayah Suharto sesungguhnya? Suharto sendiri tak mengalami ikatan emosional yang tinggi kepada orang yang dianggap ayahnya yaitu Kertosudiro, -kemungkinan Suharto sudah mengerti bahwa Kertosudiro bukan ayah kandungnya (Elson, bab I –Permulaan dan Masa Muda Suharto). Di dalam buku otobiografi-nya : Suharto : Pikiran, Ucapan dan Tindakan, yang disusun oleh Ramadhan KH mengatakan : “dimasa lalu ada teman seingat saya bernama si Kromo, yang mengata-ngatai saya sebagai ‘Den Mas Tahi Mabul’. Dan ini penghinaan bagi Suharto kecil, lalu Suharto menonjok anak itu dan itulah pengalaman satu-satunya Suharto berkelahi, ini artinya berbeda dengan pengalaman berkelahi pertama Sukarno yang mempersoalkan dia dilarang main bola oleh Sinyo Belanda karena ia seorang Pribumi tapi Suharto berkelahi karena persoalan tak jelas asal usulnya. Dari Sukirah sendiri Suharto memang ada keturunan bangsawan Yogyakarta, kakek buyut Suharto : Notosudiro, memiliki isteri yang merupakan anak perempuan dari Hamengkubuwono V.

Terlepas dari situasi sulit siapa ayah kandungnya, perpecahan keluarga dan segala macam konflik psikologis dalam lingkungannya Suharto tumbuh secara baik, ia adalah pemuda yang tampan, berwajah ningrat dan sangat halus perangainya. Beberapa kali Suharto menjadi bahan rebutan antara Sukirah dan Kertosudiro, sehingga Suharto harus tabah dalam menjalani kehidupan. Suharto sendiri mengakui saat paling bahagia adalah ketika ia ‘ngenger’ (menumpang) pada keluarga Prawirohardjo, yang salah satu anaknya adalah Sulardi, di Wuryantoro. Lewat Sulardi inilah Suharto berkenalan dengan Hartinah, puteri wedana di Wonogiri, yang juga merupakan kawan sekelas Sulardi, kelak Hartinah adalah isteri Suharto.

Suharto hidup prihatin, ia senang sekali berpuasa “Saya sudah mengalami banyak laku, banyak tindakan pertapaan di diri saya, satu-satunya yang belum saya lakukan adalah tidur diatas sampah” kenang Suharto dalam biografinya. Bertapa adalah ‘keprihatinan’ ala orang Jawa dalam memahami penderitaan, dalam keprihatinan manusia tidak boleh hidup enak, mereka harus mendidik dirinya sendiri dengan keras agar tidak gampang mengeluh dalam kehidupan dan kuat menghadapi godaan dalam menjalani cita-cita. Guru Suharto paling awal dalam soal kebatinan dan pemahaman pada nilai-nilai filsafat Jawa adalah Kyai Daryatmo yang ditemui Suharto sewaktu muda.

Kemampuan Suharto dalam mengolah diri inilah yang kemudian berhasil menjadikan dirinya sebagai orang disiplin. –Ia juga terus menerus mencari daya linuwih dalam kehidupannya, ia orang yang tidak gemar kenikmatan hidup, ia hanya menjalani apa yang diyakininya benar –terlepas keyakinannya itu membuat sengsara banyak orang, atau membuat keadaan susah- ia tahu apa tujuannya.

Perkenalan Suharto pertama kali dengan militer adalah di KNIL, awalnya ia ingin melamar jadi Angkatan Laut, jadi seorang kelasi, hal ini ia lakukan karena melihat seorang kelasi sedang berlibur di Yogya dan amat gagah. Namun keinginannya saat menjadi kelasi ia urungkan ketika ia mendaftar ke Angkatan Laut Hindia Belanda, soalnya ia mendengar bahwa lowongan yang dibuka hanya sebagai juru masak, sekeluarnya dari pendaftaran kelasi Angkatan Laut, tanpa sengaja ia mendengar bahwa KNIL membuka pendaftaran, ia amat berminat kejadian itu sekitar akhir tahun 1939 atau awal 1940. Hindia Belanda sedang membutuhkan tenaga perang sekitar 35.000 orang pribumi saat itu memang berkembang wacana bahwa kemungkinan Jepang masuk ke Hindia Belanda dan tak mungkin berhadapan dengan Jepang sendirian, seperti di Filipina yang sedang mempersiapkan perlawanan rakyat, maka Belanda harus mempersiapkan pribumi untuk militerisasi demi menghadapi serbuan Jepang. Namun tampaknya wacana militerisasi kaum pribumi menjadi mentah, karena militerisasi ini hanya akan menjadikan ‘senjata makan tuan’ bagi Belanda kelak dikemudian hari, akhirnya kaum pribumi dibatalkan untuk menghadapi Jepang, ratusan ribu senjata yang sedianya digunakan untuk perang disembunyikan dan Pemerintahan Hindia Belanda memilih lari ke Australia.

Suharto masuk dalam program militerisasi besar-besaran itu dan ia lulus sebagai yang terbaik tiga tahun kemudian, tak lama kemudian Jepang masuk.

Ada cerita menarik ketika Suharto ingin masuk KNIL, ia ngangon dua kerbaunya di ladang tebu dan bertemu sepupunya Sukardjo Wilardjito, Sukardjo bercerita dalam bukunya : “Mereka Menodong Bung Karno” bahwa Mas Harto pamit dengan saya untuk masuk tentara karena ia tak sempat bertemu dengan ayah Sukardjo yang kebetulan adalah Paman Suharto dan seorang Lurah di Rewulu, Yogyakarta.

“Kebetulan Dik, kita bertemu disini sehingga aku tak perlu ke rumahmu” katanya kepadaku. “Ada apa sih Mas, kok rupanya penting sekali” jawabku sambil mengerat tebuku untuk kugigit dipatahkan. “Penting sih tidak, cuma mau minta pamit”.

“Memang mau kemana sih mas?”

“Aku akan masuk Kumpeni” kata Suharto. “Sekolahan?”

“Aku sudah berhenti sekolah kok” Sukardjo heran lantas bertanya “Padahal kudengar Mas Harto sudah kelas tiga MULO (SMP), tidak tunggu nanti kalau tamat saja?”

(Percakapan ini tercatat dalam buku “Mereka Menodong Bung Karno, Kesaksian seorang Pengawal Presiden, Soekardjo Wilardjito, Galang Press cetakan I, 2008)

Suharto pamit kepada sepupunya untuk menjadi serdadu di Purworejo, Jawa Tengah dan menghentikan sekolahnya. Percakapan ini menjadi penting bukan saja karena dua orang ini memiliki hubungan saudara, tapi karena kelak dua orang ini di tahun 1966 berhadapan di sisi yang berlainan. Suharto memerintahkan Jenderalnya yang disebut ada tiga orang : Mayjen Amircmachmud, Mayjen M Jusuf dan Mayjen Basuki Rachmat untuk meminta surat perintah kekuasaan menertibkan keadaan, sementara di pihak lain sepupunya Sukardjo Wilardjito yang saat itu berpangkat Letnan Satu menjadi ajudan Bung Karno dan menurut pengakuannya menyaksikan sendiri bagaimana Bung Karno ditodong senjata oleh seorang Jenderal yang ia sebut sebagai : Mayjen Panggabean, Jenderal keempat dalam urusan Supersemar ini sempat heboh di awal tahun 2000, dan sampai sekarang kronologis SP 11 Maret 1966 menjadi berita paling menghebohkan. Namun seperti biasa berita ini tetap dimenangkan oleh pembela Suharto yang mau tak mau Suharto telah memenangkan sejarah dengan memasukkan SP 11 Maret 1966 sebagai tonggak penting konstitusi di Indonesia. Sukardjo kemudian diburu dan dipenjara bahkan sempat dibuang ke luar Jawa, namun selalu urung dibunuh apakah karena mungkin ia sepupu Suharto (?), namun yang jelas disini Suharto bisa amat dingin membedakan mana saudara, mana politik, dan inilah yang kemudian membuat Suharto memang merupakan Jenderal Berdarah Dingin, dan memiliki kepribadian lebih kuat apalagi hanya dibandingkan dengan Nasution yang cenderung lemah.

Kemampuan Suharto dalam memenangkan sejarah ini tak lepas dari kepribadiannya yang teliti sebelum mengambil tindakan dan mengamati. Salah satu modal psikologis dalam memenangkan setiap pertempurannya adalah ia amat “pendiam” Rosihan Anwar sendiri pernah menceritakan hal itu “Saya berjalan berjam-jam dengan Suharto untuk menemui Jenderal Sudirman dan diantar oleh dia, tapi sekalipun ia tidak bicara, ia hanya menyetir mobil, lalu masuk pedesaan, ia juga memetik kelapa dan satu-satunya ucapan yang ia katakan pada saya adalah “silahkan diminum” ketika menawari air degan (degan=kelapa muda) –Ia adalah orang yang ‘kulino meneng’ (terbiasa berdiam diri) sebut Rosihan menjuluki watak Suharto. Kelak di tahun 1974 surat kabar Rosihan Anwar ‘Pedoman’ dibredel Pemerintahan Suharto, ketika Mashuri bertanya bagaimana nasib Pedoman pasca peristiwa Malari 1974, Suharto menjawab sinis “Wis dipateni wae (sudah dibunuh saja)” jelas ini menunjukkan Suharto amat dingin terhadap orang yang ia kenal dimasa lalu. Ia lebih mementingkan tujuan dalam mengerjakan sesuatu ketimbang kehangatan hubungan antar manusia.

Suharto amat berminat dalam latihan-latihan kemiliteran. Ia juga terpengaruh oleh ide-ide nasionalisme yang amat bergema pada masa latihan kemiliteran di PETA, saat itu ide paling besar dari perwira PETA adalah : Nasionalisme Ekstrim, anti Belanda dan Anti Jepang. –ada hal lain yang perlu dicatat PETA berbeda dengan KNIL, dalam PETA tidak adanya pengaruh sipil yang mengendalikan ia seakan-akan bergerak sendiri sementara KNIL amat dipengaruhi keputusan sipil, watak dasar entitas inilah yang kemudian menjelaskan bagaimana kemudian Jenderal-Jenderal Orde Baru lulusan PETA yang kemudian mengambil alih kendali sejarah, memutuskan hubungan dengan sipil dan berani menghajar Sukarno, berbeda dengan jenderal lulusan KNIL yang cenderung taat pada otoritas sipil.

Karir Suharto melejit setelah ia mendengarkan pengumuman bahwa Sukarno telah memerdekakan Indonesia, ia sendiri mengakui bersorak gembira ia larut dalam eforia kemerdekaan Republik Indonesia, ia langsung bertindak di Yogyakarta dan karena masa lalunya yang baik dalam latihan kemiliteran ia langsung diangkat menjadi Mayor Republik, ini adalah keputusan menarik bagi seorang Suharto, karena bagaimanapun sebagai eks KNIL dan memiliki karir bagus di PETA ia bisa saja menunggu Belanda dan melamar menjadi Perwira KNIL untuk perang dengan Republik, tapi Suharto lebih memilih menjadi pejuang di garis kemerdekaan Republik Indonesia, pilihan ini tidak bisa dianggap remeh karena ini bisa menjelaskan watak nasionalisme Suharto yang puritan, ekstrim dan tidak aneh-aneh, setia pada merah putih walaupun kemudian ia gagal paham soal pandangan yang lebih menjlimet lagi ‘soal kedaulatan total’ ide yang dikeluarkan oleh Tan Malaka dan Bung Karno. Bagi Suharto nasionalisme adalah soal kesejahteraan, cinta tanah air dan rakyat tidak kelaparan. Nasionalisme logistik inilah yang kemudian mewarnai Indonesia selama lebih dari 32 tahun.

Suharto adalah orang yang beruntung, ia tanpa sengaja masuk ke dalam pusaran sejarah dan kenal dengan orang-orang nomor satu di negeri ini. Ia bisa kenal dengan Bung Karno lewat kejadian paling bersejarah : Penangkapan Djenderal Mayoor Sudarsono, saat itu Sudarsono adalah orang yang paling berjasa terhadap pembentukan pasukan di Yogyakarta, ia yang menyerang seluruh markas Jepang dan merebut persenjataan sehingga pasukan di Yogyakarta menjadi pasukan terkuat se Indonesia, kekuatan pasukan inilah yang kemudian menjadikan posisi Sri Sultan Hamengkubuwono IX amat penting serta membuat seluruh kabinet Republik Indonesia mengungsi ke Yogyakarta meminta perlindungan pada Sri Sultan Hamengkubuwono IX sekaligus menyusun strategi militer yang lebih komprehensif untuk menghadapi kekuatan Belanda yang menurut data intelijen Inggris dan sudah diterima Sjahrir akan masuk lewat struktur entitas militer bernama NICA.

Di awal tahun 1946 berkembang perdebatan sengit di dua kelompok : Kelompok Sjahrir dan Amir Sjarifuddin yang saat itu mereka bersatu dalam Partai Sosialis (PS) serta menjadi dominan dalam Kabinet menghendaki perundingan kepada Belanda sementara di pihak lain kelompok oposisi yang dipimpin Tan Malaka menghendaki perang total, perang tanpa kompromi dengan Belanda. “Tak Perundingan, Tak ada diplomasi, Merdeka-lah kita 100%”. Kelompok Tan Malaka mendapatkan simpati hampir semua perwira militer terutama yang berasal dari PETA. Jenderal Sudirman adalah pengagum Tan Malaka, ia selalu berdiri dan bertepuk tangan ketika Tan Malaka pidato, anak buah Sudirman Jenderal Mayoor Sudarsono dan anak buahnya Mayor AK Yusuf juga amat berdiri di garis Tan Malaka, namun ada situasi over acting dari tindakan Sudarsono yaitu menangkap Perdana Menteri Sjahrir dan pengikutnya.

Tindakan Sudarsono ini jelas dikecam Sukarno, seorang pemimpin pemuda bernama Sudjojo memerintahkan Suharto –yang saat itu sudah menjadi Letkol karena keberaniannya dalam perang Ambarawa dan menjadi anak buah kesayangan Jenderal Sudirman- untuk menangkap Sudarsono, sementara tak lama kemudian keluar surat perintah dari Sukarno untuk menangkap Sudarsono.

Suharto berpikir, “bagaimana bisa ia menangkap atasannya, orang yang paling berjasa atas lengkapnya persenjataan pasukan di Yogyakarta dan dikagumi banyak serdadu Yogya, sementara saya sendiri adalah pengikut Sudarsono” tapi Suharto amat hati-hati ia membalas surat Sukarno “ia akan menangkap Sudarsono bila ada perintah dari Jenderal Sudirman” Konflik 3 Juli 1946 ini menjadi amat jelas bagi kita bagaimana menilai kemampuan Suharto dalam manajemen konflik dan mengerti atas situasi, ia mendapatkan pelajaran ‘Bahwa kekuasaan bukanlah selalu orang yang berada di atas posisinya, tapi kekuasaan adalah mereka yang secara realitas memegang kekuatan dan kendali atas keadaan’.

Suharto mengerti saat itu bukan Sukarno yang memegang kendali kekuasaan, tapi Sudirman dan Tan Malaka – soal ini secara jelas diungkapkan banyak sejarawan pada waktu itu tentang pola kekuasaan di Indonesia selama masa revolusi bersenjata 1945-1949. Suharto tak mau melakukan tindakan sebelum tahu jelas sekali situasi dan tak mau bertindak sebelum mengerti siapa yang memegang kendali keadaan, inilah yang kemudian menjadikan Suharto selalu memenangkan sejarah, dan ucapan paling fenomenalnya “PKI berada dalam penculikan para Jenderal” di awal Oktober 1965 menunjukkan bahwa memang Suharto memiliki informasi amat lengkap sebelum kejadian dan bukan merupakan spekulasi. Inilah yang membedakan Suharto dengan pelaku sejarah lainnya.

Hari ini kelahiran Suharto, 8 Juni seorang yang amat penting dalam sejarah Indonesia, memang Sukarno merupakan Bapak Pembebas Rakyat Indonesia, tapi mau tak mau peradaban sekarang ini tetaplah peradaban Suhartorian, seluruh pemegang kekuasaan saat ini merupakan anak didik Suharto yang diberi fasilitas pada jaman Suharto, hampir 100% pelaku penting politik saat ini bukanlah orang yang melawan Suharto. Inilah yang menjelaskan kenapa Sudjiwotedjo mengatakan ‘Siapa Bapak Kandung Suharto?” kekuatan tanpa rasa minder, seperti ketika Suharto disindir oleh Mayjen S Parman sebelum kejadian 1965, “Suharto itu siapa, pendidikannya apa, arep melu-melu ngurus negoro” yang dicatat dalam Buku Subandrio, juga beberapa catatan sejarah tentang para Jenderal yang berpendidikan tinggi dan mengejek Suharto apalagi ketika Suharto dengan lihai menggantikan posisi Bung Karno sebagai Presiden RI di tahun-tahun awal kekuasaannya, Suharto selalu menerima banjir ejekan atas dirinya yang kurang berpendidikan dan memiliki masa lalu tak jelas

Keadaan itu dijawab Suharto dengan tenang termasuk ketika ia mengadakan konferensi pers saat itu di tahun 1974, ramai sekali perdebatan siapa Bapak Kandung sesungguhnya Suharto, bahkan Mashuri bekas tetangga Suharto dan mantan Menteri Pendidikan memberikan keterangan bahwa Suharto adalah anak keturunan Cina (seperti yang diungkapkan Elson dalam bukunya). Saat itu ramai spekulasi bahwa Suharto adalah anak kandung Sri Sultan Hamengkubuwono VIII, artinya dia adalah adik kandung Sri Sultan Hamengkubuwono IX, ada juga yang menyatakan bahwa ayah kandung Suharto adalah “orang yang memegang payung kuning Sri Sultan Hamengkubuwono VIII. Namun spekulasi-spekulasi itu dijawab tenang oleh Suharto dalam konferensi pers : “Saya adalah anak Petani”.

Ya, Suharto adalah anak petani yang secara politik bisa mengalahkan Sudarsono, DN Aidit, Sukarno, Hatta, Nasution dan seluruh orang besar di negeri ini yang mustahil dikalahkan, secara politik ia hanya dikalahkan oleh umurnya sendiri.

Oleh Suharyono


Misteri Suharto , si Lembu peteng...Antara Mitos dan Sejarah Indonesia harus memiliki pemimpin Lembu Peteng -anak yang...

Dikirim oleh Suharyono pada Sabtu, 24 Oktober 2020

PERSADA JABAR Siap Sapu Bersih Calon Kepala Daerah Usungan PKS

WartaNusa, Bandung - DPW PKS Jawa Barat mengadakan acara Pelantikan Koordinator Wilayah Jawa Barat dan Koordinator Daerah Persatuan Sayap Partai Pemuda (Persada) yang ada di 27 kota/kabupaten. Pelantikan tersebut dibagi menjadi dua yaitu secara daring dan luring. Acara yang di selenggarakan langsung di markas PKS Jawa Barat Jl. Soekarno-Hatta No.538, Sekejati, Buahbatu, Kota Bandung.



Acara pelantikan diikuti oleh; Presiden PKS, H. Ahmad Syaikhu; Ketua DPW PKS Jabar, Haru Suandaru, S.Si.,M.S.i.; Ketua Korwil Persada Jabar, H. Andri Rusmana, S.Pd.I.; Ketua Kornas Persada, Ahmad Zakaria; serta puluhan Anggota Gema Keadilan Jabar, PKS Muda, dan Garuda Keadilan Jabar.



Dalam pidatonya Ketua DPW Jawa Barat, Haru Suandaru menuturkan, dengan terbentuknya Persada di 27 kota/kabupaten, diharapkan bisa bisa saling membatu untuk pemenangan daerah lain.


“Kan indah kalau Persada Kota Bandung memikirkan kemenangan di Kab. Bandung. Lalu Persada Bekasi memikirkan pemenangan Kota Depok. Jadi ini yang kita harapkan,” ujar Haru, Minggu (25/10/2020).



Dikatakan juga, bahwa setelah dilantik Persada harus langsung bekerja. Karena pembentukan Persada ini tidak hanya untuk pemenangan tahun 2020 saja. “Kita jangan berpikir hanya sampai situ bahkan untuk tahun 2023 pemilihan gubernur kita harus pikirkan bersama. Bila perlu, kita rebut istana negara. Pikirkan bagai mana kader PKS jadi Presiden Republik Indonesia,” ucapnya.


“Saya meminta Persada di kota/kabupaten betul-betul mengeluarkan kemampuan untuk tidak memikirkan keterbatasan. Tapi berpikir apa yang bisa kita lakukan untuk membantu pemenangan. Apa lagi dengan adanya covid-19 kita bisa manfaatkan dunia digital sebagai salah satu hikmahnya. Kita bisa menjadi lebih akrab dengan medsos,” tambah Haru.


Ketua Koordinator Nasional, Ahmad Zakariya atau biasa disapa Bang Zek mengutarakan, relawan persada sudah hadir di 34 provinsi. Dikatakan, walaupun tidak ada Pilkada di Jakarta, tapi provinsi tersebut sangat mendukung Pilkada yang ada di Provinsi Jawa Barat.


“Saya mengucapkan terima kasih untuk pelantikan koordinator persada wilayah dan daerah relawan persada jawa barat. Kepada seluruh elemen PKS se-Jawa Barat khususnya dibawah jajaran kepemudaan,” pungkasnya.


Sedangkan H. Andri Rusmana, S.Pd.I, Ketua Korwil Persada Jabar mengatakan, Persada harus jadi momentum untuk mensolidkan kembali barisan serta memperkokoh struktur wilayah, daerah, kecamatan, desa, hingga RT dan RW. “Mudah-mudahan Persada bisa hadir ditengah-tengah masyarakat,” singkatnya.


“Ini momentum kita untuk merekrut sebanyak-banyaknya pemuda yang ada di Jawa Barat. Bagai mana Persada ini bisa menjadi rumah besar untuk pemuda dari daerah hingga RT RW. Diharapkan Persada bisa menjadi tempat berkreatifitas dan mengembagkan semua potensi yang ada di Jawa Barat. Dan di Pilkada 2020 ini, PERSADA berkomitmen untuk bisa sapu bersih kemenangan seluruh calon pasangan yang diusung PKS” tutur dia.

Ditengah Pandemi Covid-19, KAMMI Unisba Bersama Sinergi Foundation Adakan Bakti Sosial di Soreang Bandung

WartaNusa, Bandung- KAMMI Unisba menggelar program bakti sosial 'Jumat Berkah' bersama Lembaga Sinergi Foundation dengan memberikan bantuan berupa nasi box sebanyak 250 kepada masyarakat desa Panyirapan, Soreang kab. Bandung, pada jum'at (23/10/2020)



Dimulai dengan membagikan nasi box di salah satu masjid di desa Panyirapan setelah  melaksanakan shalat jumat. 


Dilanjut dengan membagikan nasi box ke rumah-rumah warga, juga mendatangi rumah warga di pelosok pedalaman yang memang jauh untuk di jangkau. 


KAMMI Unisba berharap, ditengah kondisi pandemi covid 19 ini juga dirasakan perekonomian  yang belum stabil.


Mudah-mudahan kegiatan Jum'at Berkah yang dilaksanakan bisa memberikan manfaat dan juga perubahan terhadap kondisi masyarakat hari ini.


kedepannya insyaallah kegiatan Jum'at Berkah ini akan berkelanjutan setiap minggunya dan mudah-mudahan gerakan ini menjadi stimulus yang baik untuk gerakan atau komunitas yang concern  di bidang sosial untuk bisa bekerjasama dalam gerakan-gerekan semacan ini agar lingkup kebermanfaatannya lebih besar lagi.

Saturday, October 24, 2020

Presiden AS Donald Trump mengumumkan Sudan normalisasi hubungan dengan Israel

Gedung Putih memuji pembangunan sebagai 'langkah besar lainnya untuk membangun perdamaian di Timur Tengah'


Presiden AS Donald Trump mengumumkan Jumat bahwa Sudan telah setuju untuk membuka hubungan diplomatik penuh dengan Israel, menjadikannya negara ketiga dalam beberapa bulan terakhir yang melakukannya setelah Bahrain dan Uni Emirat Arab (UEA).


(Sumber : Anadolu Agency)

Juru bicara Gedung Putih Judd Deere membenarkan langkah itu, dengan mengatakan di Twitter itu menandai "langkah besar lain untuk membangun perdamaian di Timur Tengah dengan negara lain bergabung dengan Persetujuan Abraham."


"Abraham Accords" adalah nama yang diberikan untuk pakta yang ditengahi oleh Trump yang telah melihat negara-negara Arab menormalkan hubungan dengan Israel.


Sebelum UEA dan Bahrain melakukannya dalam beberapa bulan terakhir, Mesir dan Yordania adalah satu-satunya negara Arab yang memiliki hubungan dengan Tel Aviv. Mesir melakukannya pada 1979 dan Yordania pada 1994.


"Pemerintah transisi Sudan telah menunjukkan keberanian dan komitmennya untuk memerangi terorisme, membangun lembaga demokrasi, dan meningkatkan hubungannya dengan tetangganya," kata AS, Sudan dan Israel dalam pernyataan bersama.


Pernyataan Gedung Putih itu muncul setelah Trump, Ketua Dewan Kedaulatan Sudan Abdel Fattah al-Burhan, Perdana Menteri Sudan Abdalla Hamdok, dan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu berbicara melalui telepon.


"Amerika Serikat dan Israel setuju untuk bermitra dengan Sudan di awal yang baru dan memastikan bahwa Sudan sepenuhnya terintegrasi ke dalam komunitas internasional. Amerika Serikat akan mengambil langkah-langkah untuk memulihkan kekebalan kedaulatan Sudan dan untuk melibatkan mitra internasionalnya untuk mengurangi beban utang Sudan, "mereka menambahkan.


Pengumuman Sudan datang tak lama setelah Trump secara resmi memberi tahu Kongres tentang niatnya untuk membatalkan penempatan Khartoum pada daftar sponsor terorisme negara bagian AS.


Keputusan itu menyusul transfer negara Afrika timur itu sebesar $ 335 juta ke rekening escrow untuk para korban serangan teror masa lalu dan keluarga mereka, kata juru bicara Kayleigh McEnany dalam sebuah pernyataan.


Dana tersebut akan digunakan untuk memberi kompensasi kepada korban pemboman kedutaan besar AS di Kenya dan Tanzania, serta serangan tahun 2020 di USS Cole dan pembunuhan karyawan USAID John Granville yang tewas dalam serangan senjata di Khartoum pada tahun 2008.


Serangan kedutaan tahun 1998 dan pemboman USS Cole, sebuah kapal penghancur peluru kendali, di lepas pantai Yaman diklaim oleh al-Qaeda, yang telah menggunakan Sudan sebagai basis operasinya selama tahun 1990-an.


Penghapusan Negara Sponsor Terorisme telah lama dicari oleh Khartoum, dan menandai tonggak lain karena hubungan antara mantan saingan terus membaik setelah penggulingan pemimpin lama Omar al-Bashir tahun 2019.


Menteri Luar Negeri Mike Pompeo awal pekan ini meramalkan "akan ada konsensus bipartisan yang sangat besar" di antara para anggota parlemen seiring dengan proses untuk menggulingkan Sudan.


Setelah Sudan dihapus, daftar tersebut hanya akan terdiri dari tiga negara: Iran, Suriah dan Korea Utara.


Israel dan Sudan sepakat untuk memulai hubungan ekonomi dan perdagangan, dimulai dengan fokus pada pertanian, dan akan mengirim delegasi "dalam beberapa minggu mendatang" yang akan ditugaskan untuk merundingkan pakta tentang "teknologi pertanian, penerbangan, masalah migrasi," dan bidang penting lainnya. , menurut pernyataan bersama mereka.


Sumber : https://www.aa.com.tr/en/americas/trump-announces-sudan-normalizing-ties-with-israel/2016930

Friday, October 23, 2020

Vaksinasi Dipercepat November, DPR Minta Seluruh Prosesnya Transparan

Jakarta- Pemerintah melalui Dirjen Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Kementerian Kesehatan Achmad Yurianto menjanjikan Vaksinasi massal akan dimulai pada November 2020. Vaksin yang dipesan adalah produksi Sinovac, G42/Sinopharm, dan CanSino Biologics dari China itu akan disuntikkan kepada berbagai lapisan masyarakat dengan rentan usia 18-59 tahun.

 


Anggota Komisi IX DPR RI Netty Prasetiyani Aher meminta proses pengadaan vaksin Covid-19 harus transparan dan tidak ada yang ditutup-tutupi.

 

"Semua prosesnya harus transparan. Kalau dikatakan sudah dilakukan uji klinis fase 3 di beberapa negara dan sudah ada izin penggunaan darurat (emergency use authorization) maka harus ditunjukkan hasil datanya agar mampu menjawab kekhawatiran masyarakat. Karena saat ini di masyarakat isunya menjadi liar aman atau tidaknya vaksin ini? Jangan sampai vaksin yang diberikan masih setengah jadi, ini akan membahayakan penduduk, " kata Netty dalam keterangan medianya, Rabu (21 Oktober 2020).

 

Selain itu menurut Wakil Ketua Fraksi PKS DPR RI ini, pemerintah juga harus transparan terkait penggunaan anggaran dalam pengadaan vaksin Covid-19.

 

"Penggunaan anggaran untuk pengadaan vaksin juga harus transparan mengingat ini adalah anggaran sekaligus amanat rakyat yang harus dikelola secara akuntabel. Berapa harga vaksinnya, berapa yang harus dibayar masyarakat dan kelompok masyarakat mana yang digratiskan ini harus jelas. Pemerintah berkewajiban untuk melaporkan secara reguler dan detil. Dan sepantasnya pengadaan vaksin ini semata-mata untuk melindungi rakyat dari pandemi Covid-19 dan bukan untuk dijadikan proyek oleh orang-orang yang punya kepentingan" tambah Netty.

 

Terakhir Netty mengingatkan agar pemerintah terus menjaga dan mengetatkan protokol kesehatan meskipun dilakukan vaksinasi secara massal.

 

"Harus ada edukasi yang turun langsung ke masyarakat bahwa vaksinasi tidak berarti bebas Covid-19, pemerintah harus mampu mengantisipasi euforia masyarakat. Penerapan protokol kesehatan tetap harus diperketat, jangan sampai gara-gara euforia vaksin ini kebiasaan 3M dan 3T menjadi ambyar" tandas Netty.

 

Narahubung:

Ali 08529015961

Selangkah lagi, Sudan Akan Menormalisasi Hubungan Dengan Israel

WartaNusa, Yordania dan Mesir sebelumnya sudah memiliki hubungan diplomatik dengan Israel. Sedangkan Bahrain dan UEA baru-baru ini secara resmi sudah melakukan normalisasi hubungan dengan Israel.


(Gambar utama : Anadolu Agency)

Sudan dikabarkan akan menjadi negara muslim kelima yang melakukan hubungan normalisasi dengan Israel. Langkah itu dilakukan setelah AS menghapus Sudan dari daftar negara sponsor terorisme.


Dalam laporan Daily Sabah, Delegasi Israel mengunjungi Sudan pada hari Rabu untuk membahas normalisasi hubungan menyusul kesepakatan yang ditengahi AS oleh negara Yahudi itu dengan Uni Emirat Arab (UEA) dan Bahrain.


Seperti dikutip dari Daily Sabah; Media Israel ternama, Yedioth Ahronoth, mengatakan pemerintah sipil dan militer transisi pasca-Bashir Sudan telah secara internal setuju untuk menormalkan hubungan


Diolah dari Daily Sabah dan Anadolu Agency


Thursday, October 22, 2020

Kinerja Dewan Pengawas Syari’ah Dinilai Paling Signifikan Terhadap Kualitas Tata Kelola Perbankan Syariah dan Lihat Pengaruhnya Terhadap Kinerja Keuangan Begini Ulasanya !

Berdasarkan ringkasan dari sebuah jurnal karya Hana Ajili dan Abdelfettah Bouri, (2018) yang berjudul "Corporate governance quality of Islamic banks: measurement and effect on financial performance"(dalam International Journal of Islamic and Middle Eastern Finance and Management), para ekonom dan praktisi tentu tak asing mendengar Tata Kelola Perusahaan (Corporate Governance) yang merupakan seperangkat hubungan antara manajemen perusahaan, Dewan Komisaris dan Direksi, Pemegang saham, serta pihak-pihak lain yang terkait sebagai stakeholders yang mana pengertian ini menurut The Organization for Ekonomic Co-operation and Development (OECD) dan Hubungan ini selalu diselidiki melalui berbagai teori seperti teori keagenan, teori penatagunaan, dan teori pemangku kepentingan..



Pada konsepnya corporate governance Bank Syariáh tidak jauh berbeda dengan konsep corporate governance bank konvensional, karena mengacu pada sistem kepemimpinan dan pengendalian perusahaan guna melindungi kepentingan seluruh stakeholders. Keunikan dari definisi Islamic corporate governance adalah penambahan aturan Islam pada model stakeholder corporate governance yang diusulkan.


Dalam prakteknya Tata kelola perusahaan syariah mengharuskan pemangku kepentingan untuk meyakini bahwa lembaga keuangan syariah (LKS) sebenarnya adalah penyedia jasa keuangan yang efisien, stabil, dan andal yang mematuhi hukum keuangan Islam.Namun, tidak dapat dipungkiri bahwa terdapat sistem tata kelola perusahaan yang unik pada Mekanisme Bank Syariah, adapun Dewan Pengawas Syariah (DPS) merupakan Komite yang bertanggung jawab untuk memastikan bahwa transaksi dan operasi sesuai dengan hukum keuangan Islam.


Namun Sayangnya penelitian terkait ini memunculkan dua sisi atau terpecah menjadi 2 versi sehingga menimbulkan kontroversi antara peneliti yang beranggapan bahwa pengelolaan bank syari'ah mirip dengan bank konvensional dan versi yang lainnya melihat bahwa pengelolaan bank syari'ah berbeda dengan pengelolaan bank konvensional maka pengelolaan bank syari'ah tersebut berbeda.


Oleh karena itu Penilaian kualitas tata kelola bank syari’ah membutuhkan studi yang lebih dalam untuk menilai kualitas manajemen IB dalam riset yang di lakukan oleh peneliti ini dengan melakukan penelitian di perbankan syari’ah yang beroperasi di negara-negara Gulf Cooperation Council (GCC) dengan tujuan untuk menilai dampak kualitas manajemen mereka terhadap kinerja keuangan mereka. Sementara itu studi ini merupakan upaya teoritis untuk berkontribusi pada literatur, studi empiris menunjukkan bahwa perbankan syari’ah di negara-negara GCC tampaknya lebih tertarik pada kemanjuran SSB dari pada mekanisme OECD CG konvensional. Penerimaan atas temuan-temuan ini dapat menjadi bukti perlunya menilai kembali efektivitas mekanisme tata kelola perusahaan.


Dalam kaitannya dengan teori pemangku kepentingan tujuan kinerja bank yang diinginkan dengan lingkungan dan kepentingan masyarakat dianggap dapat selaras.  Temuan empiris tentang hubungan antara ukuran gabungan tata kelola perusahaan  dan kinerja keuangan beragam. Beberapa penelitian telah memberikan bukti untuk hubungan positif yang signifikan antara kualitas tata kelola perusahaan dan kinerja perusahaan Namun ada juga bebrapa peneliti menunjukkan bahwa tidak ada hubungan yang signifikan secara statistik antara kualitas tata kelola dan kinerja perusahaan.karena itulah terjadi perbedaan hasil penelitian untuk itu riset yang dilakukan oleh Hana Ajili dan Abdelfettah Bouri ini bahwa hasilnya Kinerja keuangan Bank Syariáh ternyata memiliki hubungan positif yang signifikan dengan kualitas tata kelola perusahaan.


Ada 3 indikator yang menjadi focus efektivitas tata kelola perusaahaan yaitu Pertama untuk mengetahui Kinerja direksi kedua Komite Audit dan ketiga Dewan Pengawas Syari’ah terhadap bank syariah, berdasarkan hipotesis penelitian Hana Ajili dan Abdelfettah Kinerja keuangan Bank Syariáh memiliki hubungan positif yang signifikan dengan efektivitas Dewan Direksi kemudian Kinerja keuangan Bank Syariáh memiliki hubungan positif yang signifikan dengan efektivitas Komite Audit.


Kemudian bagaimana hubungan Kinerja dewan pengawas syariah (DPS) dan bank syariah ? Mekanisme Tata Kelola perusahaan yang paling khas dari Bank Syari’ah dari bank yang konvensional adalah SSB. Mekanisme ini memiliki tiga peran utama, yaitu sebagai konsultan, mengontrol dan memastikan. Peran pertama meliputi sertifikasi instrumen keuangan yang diperbolehkan dan penjelasan cara penghitungan zakat (pajak Islam). Selanjutnya DPS berperan penting sebagai mekanisme pengendalian internal dengan tugas mereview dan mengawasi kegiatan Bank Syari’ah Terakhir, peran terpenting DPS adalah memastikan kepatuhan produk dan layanan yang ditawarkan kepada konsumen dan investor dengan aturan dan prinsip Islamic Finance Law.


Oleh karena itu, setiap DPS mengeluarkan laporan tahunan untuk menyatakan pendapatnya atas kepatuhan semua transaksi keuangan dengan IFL. Karena pada Faktanya, jika DPS melaporkan bahwa manajemen bank melanggar undang-undang, IB akan segera kehilangan kepercayaan mayoritas investor dan kliennya dan akibatnya kinerjanya menurun .Dengan demikian, DPS secara umum dipandang sebagai penghasil kepercayaan para pemangku kepentingan dan karenanya merupakan pendorong kinerja dan pengembangan pasar yang memungkinkan. SSB yang tidak efisien akan meningkatkan risiko ketidaksesuaian IFL yang dapat berdampak serius terhadap kelangsungan kegiatan Bank Syariáh pada khususnya dan perkembangan sistem keuangan Islam pada umumnya.


Dari beberapa temuan para peneliti menemukan bahwa DPS memainkan peran pengawas atau penasehat. Para penulis ini mengamati bahwa SSB memiliki efek positif pada kinerja IB ketika memainkan peran sebelumnya sementara dampaknya dapat diabaikan ketika mereka memainkan peran penasihat. Berdasarkan tinjauan singkat ini, dapat diasumsikan bahwa DPS adalah salah satu mekanisme CG utama yang meningkatkan stabilitas dan sebagai konsekuensi profitabilitas Lembaga Keuangan Islam (LKS). Namun, meskipun keberadaan DPS dapat mengarah pada pemantauan yang lebih besar, kinerja keuangan ini juga dapat bergantung pada efektivitas mekanisme tata kelola perusahaaan. 


Organisasi Akuntansi dan Auditing untuk Lembaga Keuangan Islam (AAOIFI) merekomendasikan setidaknya tiga anggota DPS, salah satunya harus memiliki pengetahuan yang cukup dalam memahami masalah di bidang ekonomi Islam Oleh karena itu, penelitian ini menggabungkan empat karakteristik DPS (keberadaan DPS, ukuran DPS, keahlian keuangan dan kualifikasi doktor DPS) ke dalam indeks untuk mengukur efektivitasnya. Skor SSB yang lebih tinggi akan menunjukkan bahwa SSB lebih objektif, kompeten dan efektif.  Oleh karena itu, bank syariáh dengan skor SSB yang lebih tinggi akan mengarah pada pemantauan dan kontrol yang lebih besar terhadap aktivitas bank dan pada akhirnya meningkatkan kinerja keuangan. Oleh karena itu, hipotesis penelitian Hana Ajili dan Abdelfettah Kinerja keuangan Bank Syariáh memiliki hubungan positif yang signifikan dengan efektivitas Dewan Pengawas Syariah.


Dengan penelitian ini Hana Ajili dan Abdelfettah telah melakukan risetnya untuk mengetahui pengaruh kualitas tata kelola perusahaan terhadap kinerja keuangan untuk sampel 44 Bank Syariah dari enam negara GCC selama periode lima tahun dari 2010 hingga 2014. Dan indeks tata kelola yang di gunakan dengan mengkonsolidasikan tiga mekanisme tata kelola; yaitu Dewan Direksi (BOD), Komite Audit (AC), dan Dewan Pengawas Syari’ah (SSB). 


Studi tersebut melaporkan Hasil temuan penelitian menunjukkan bahwa 74 persen dari sample bank syariáh di negara-negara GCC lebih  tertarik efektivitas Dewan Pengawas Syari’ah (SSB)  dari pada di efektivitas BOD atau AC. Oleh karena itu, kualitas DPS tampaknya menjadi mekanisme tata kelola utama Bank Syariáh. Hal ini dapat dijelaskan dengan prevalensi kepercayaan bahwa kepatuhan terhadap IFL menghasilkan kepercayaan yang lebih kuat dari para pemangku kepentingan pada perbankan syariah daripada tata kelola bank konvensional.


Jadi jika kepatuhan terhadap regulasi tata kelola perusahaan yang ada tidak berguna dalam meningkatkan kinerja perusahaan, maka solusi alternatif yang menjamin regulasi yang lebih ketat dan mekanisme kontrol yang lebih ketat perlu dijajaki lebi jauh. Hal demikian sebagai upaya lain untuk mengisi kesenjangan yang ada dalam penelitian yang menjelaskan dampak keseluruhan ukuran tata kelola perusahaaan terhadap kinerja perbankan Islam. Bahkan negara-negara GCC peka terhadap pentingnya mematuhi persyaratan Corporate Governance. Karena efek positifnya dari tata kelola perusahaan yang baik harus dapat diamati oleh investor, otoritas IB harus mengerahkan upaya yang lebih kuat untuk menerapkan langkah-langkah reformasi CG dan menerapkan lebih banyak persyaratan yang menjamin kinerja Bank Syariáh.


Sumber :   Hana Ajili, Abdelfettah Bouri, (2018) "Corporate governance quality of Islamic banhs: measurement and effect on financial performance", International Journal of Islamic and Middle Eastern Finance and Management, Vol. 11 Issue: 3, pp.470-487, https://doi.org/10.1108/IMEFM-05-2017-0131


 

 

Identitas penulis

Nama : Siti Julaeha

Instansi : STEI SEBI

Email : sitij680@gmail.com

KH Abdullah Syukri Zarkasyi Gontor di Mata Santrinya ..

WartaNusa, innalillahi wa inna ilaihi rojiun. Kabar duka datang dari keluarga besar Pondok Pesantren Modern Darussalam Gontor Ponorogo Jawa Timur, salah satunya pimpinannya, Dr. KH  Abdullah Syukri Zarkasyi MA, meninggal dunia. Beliau wafat pada hari Rabu, 4 Rabi'ul Awwal 1442 H/ 21 Oktober 2020 pukul 15.50 di kediamannya di Gontor.

(Gambar : Kumparan)


KH Abdullah Syukri Zarkasyi merupakan anak pertama dari KH Imam Zarkasyi salah seorang Trimurti pendiri Pondok Pesantren Modern Darussalam Gontor. Begini penuturan dari salah seorang alumni santrinya, keteladanan yang luar biasa, yuk simak :

Innalillahi wa Inna ilaihi Rajiun...
Sosok ayahanda dan guru kami, Dr (HC). K.H. Abdullah Syukri Zarkasyi, M.A., bukanlah sekedar sosok seorang pimpinan pesantren, tetapi juga seorang pengasuh, murabbi dan teladan bagi santri-santrinya.
Beliau seorang motivator bagi seluruh santri Gontor, tasyji' beliau sering kami sebut sebagai tasyji' malaikat, bukan sekedar motivasi biasa, kenapa? karena motivasi beliau diiringi dengan shalat malam dan doa bagi anak-anak didiknya.
Beliau adalah salah satu arsitek utama dibalik perkembangan pesat yang dialami oleh Pondok Modern Darussalam Gontor dalam 3 dekade terakhir. Seluruh sintesa yang menjadi acuan Gontor berhasil beliau capai, yaitu:
1. Universitas Al-Azhar Kairo Mesir, yang memiliki wakaf yang sangat luas sehingga mampu mengutus para ulama ke seluruh penjuru dunia, dan memberikan beasiswa bagi ribuan pelajar dari berbagai belahan dunia untuk belajar di Universitas tersebut.
2. Aligarh, yang terletak di India, yang memiliki perhatian sangat besar terhadap perbaikan sistem pendidikan dan pengajaran.
3. Syanggit, di Mauritania, yang dihiasi kedermawanan dan keihlasan para pengasuhnya.
4. Santiniketan, di India, dengan segenap kesederhanaan, ketenangan dan kedamaiannya.
Kyai Gontor mungkin satu-satunya kyai yang melaporkan keuangan Pondok kepada santri setiap tahun, sampai satu rupiah pun uang Pondok digunakan, dilaporkan, dan dulu pelaporan ini selalu dibacakan oleh Kyai Abdullah Syukri Zarkasyi.
Dalam mendidik santrinya, beliau ingin semua santrinya siap menjadi apa saja, siap ditugaskan sebagai apa saja, yang penting semua dilakukan dengan ikhlas. Makanya, kalau beliau memberikan tugas dan amanah, kita harus menjawab, “Siap”.
Suatu ketika, saat yudisium kenaikan kelas 6 pada bulan Ramadhan, namaku dipanggil oleh Panitia dan akupun lari dari bawah pohon mangga legenda di samping BPPM, menuju ke gedung Saudi 6 lantai 2, dimana beberapa santri lainnya sudah duduk di bangku, dan di depan kami para Kyai duduk menghadap kami. Sebelumnya, senior mengatakan, apapun yang ditanya oleh kyai dalam ruangan itu, harus dijawab dengan baik, karena bisa saja keputusan kenaikan kelas atau penempatan di Gontor 1 berubah karena jawaban di ruangan itu. Entah benar atau nggak, yang bilang itu juga sudah meninggal orangnya.
Setelah pemanggilan berhenti, artinya itu pamanggilan gelombang pertama usai, semua terdiam, suasana senyap, kalau jarum jatuh mungkin akan kedengaran suaranya.
Keheningan pecah dengan suara Kyai Syukri mengucapkan salam dan pertanyaan, “Apa kalian sudah siap dan pantas naik kelas 6?” Pertanyaan sulit dijawab, tapi sekitar 50 santri yang ada di ruangan itu serentak menjawab “Siaaap!”.
Tiba-tiba beliau menyebut namaku, “Saief….berdiri!” Rasanya itu seperti mau copot lututku, butiran keringan sedikit lebih besar dari biji jagung membasahi wajahku, detak jantung sepertinya terdengar seluruh ruangan. Akupun berdiri meskipun tidak siap menjawab pertanyaan.
“Apa kamu siap apabila diberikan amanah menjadi Ketua PBS?”
Pertanyaan yang tidak disangka, tanpa pikir panjang kujawab, “Siap”. Daripada daripada.
Terlepas dari ketegasan beliau dalam mendidik, beliau juga memiliki sisi lain yang menurutku adalah kunci dari semua keberhasilan beliau, yaitu zikir. Beliau, dalam setiap kesempatan selalu mengingat kami untuk selalu memiliki zikir khusus yang kami amalkan setiap saat. Diantara zikir yang sering beliau ajarkan untuk diamalkan adalah:
سبحان الله والحمد لله، ولا إله إلا الله والله أكبر عدد خلقه ورضا نفسه وزنة عرشه ومداد كلماته….
Lahir di Gontor pada tanggal 19 September 1942. Putra pertama dari KH. Imam Zarkasyi salah seorang Trimurti Pendiri Pondok Modern Darussalam Gontor.
Menamatkan Sekolah Dasar di desa Gontor pada tahun 1954. Setelah menamatkan Kulliyatu-l-Mu’allimin Al-Islamiyah (KMI) Pondok Modern Darussalam Gontor pada tahun 1960 melanjutkan studi di IAIN Syarif Hidayatullah Jakarta hingga mendapatkan gelar Sarjana Muda tahun 1965. Adapun gelar Lc. didapat dari Al Azhar University Kairo, Mesir pada tahun 1976. Kemudian melanjutkan studi di lembaga yang sama hingga meraih gelar MA. pada tahun 1978, dan gelar Doctor Honoris Causa pada 2005 dari Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah Jakarta.
Rahimallah Kyai Abdullah Syukri Zarkasyi, sebuah kehilangan bagi umat Islam. La nuzakki alallahi ahad, namun selama di dunia, kami mengenal beliau sebagai orang baik, maka terimalah dia di sisi-Mu ya Rabb sebagai hamba yang baik, rahmatilah, ampunilah khilaf beliau…




Innalillahi wa Inna ilaihi Rajiun... Sosok ayahanda dan guru kami, Dr (HC). K.H. Abdullah Syukri Zarkasyi, M.A.,...

Dikirim oleh Saief Alemdar pada Rabu, 21 Oktober 2020