Sunday, September 15, 2019

Perlawanan Pimpinan KPK: Cicak Vs Komodo!

Pimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Jumat malam (13/9) ramai-ramai mengembalikan mandat ke Presiden Jokowi.
Kalau dilihat yang hadir, sesungguhnya hanya dua orang yang mengembalikan mandat. Ketua KPK Agus Rahardjo dan Laode Muhammad Syarif. Mereka didampingi oleh Saut Situmorang, sudah lebih dulu mengundurkan diri.

Pimpinan KPK dari unsur kepolisian Irjen Pol (Purn) Basaria Panjaitan tidak nampak batang hidungnya. Sementara Alexander Marwata terpilih kembali menjadi pimpinan KPK (2019-2023).
“Setelah kami mempertimbangkan situasi yang semakin genting, maka kami pimpinan sebagai penanggung jawab KPK dengan berat hati, kami menyerahkan tanggung jawab pengelolaan KPK ke Bapak Presiden," kata Ketua KPK Agus Rahardjo dalam konferensi pers yang digelar di gedung KPK.
Di belakang mereka para karyawan KPK ramai-ramai bertepuk tangan menyanyikan lagu Maju Tak Gentar sambil berkali-kali mengepalkan tangan. Mereka meneriakkan yel-yel “Hidup KPK…..Hidup KPK…..
Setelah itu Agus membacakan sikap pimpinan KPK. Dia mengatakan menunggu jawaban Presiden Jokowi, apakah masih dipercaya untuk meneruskan jabatan sampai bulan Desember atau tidak.
Agus menilai, mereka diserang dari semua sisi dalam revisi UU KPK. Kendati tidak menyebut Jokowi termasuk yang menyerang dan melemahkan KPK, namun dari keterangannya hal itu jelas tersirat. Orang nomor 1 di Republik ini bagian dari serangan tadi.
Ketika ditanya media, Jokowi berkilah belum membaca draft revisi. Demikian pula ketika ditanya soal terpilihnya Irjen Pol Firli Bahuri sebagai Ketua KPK, Jokowi menjawab “sudah sesuai prosedur.”
Firli adalah calon yang ditolak keras oleh internal KPK dan publik secara luas. Semasa menjadi Direktur Penindakan KPK dia dinyatakan melanggar kode etik. Namun keputusan itu tak pernah dieksekusi karena dia keburu ditarik ke Mabes Polri.
Menempatkan seorang perwira polisi, apalagi pernah bermasalah menjadi ketua KPK, adalah paket lengkap dari upaya pelemahan.
“KPK tidak diajak berdiskusi oleh pemerintah dan DPR dalam revisi tersebut,” katanya.
RUU KPK merupakan inisiatif DPR, namun Presiden telah mengeluarkan surat persetujuan. Padahal para pimpinan KPK, karyawan KPK, perguruan tinggi, dan masyarakat sipil menyatakan penolakannya.
Artinya, kendati mengaku mengajukan beberapa revisi, Jokowi sepakat dengan RUU yang dinilai melemahkan KPK.
Penyerahan mandat ini—kendati dibungkus dengan bahasa yang santun— merupakan konfrontasi langsung dari KPK kepada Presiden. Bukan hanya dari pimpinan KPK, namun juga hampir seluruh karyawan KPK.
Dengan bahasa yang lebih terbuka, sebenarnya para pimpinan KPK mengatakan. “Ambil niiihhh jabatan pimpinan KPK. Emang gua pikirin”
Karena Agus Rahardjo orang Jawa, barangkali kalau boleh bicara terbuka dia akan mengatakan “Gak jadi pimpinan KPK, gak patek’en!”
Atau kalau model Saut Sitomorang yang orang Batak akan mengatakan. “Makan sama keliaaannn!”
Kemelut baru di lembaga anti rasuah ini semacam kelanjutan kasus Cicak Vs Buaya. Kalau dilihat secara kronologis sudah masuk Jilid IV. Namun bentuk, skala, dan magnitudenya jauh lebih besar.
Karena itu analogi Cicak Vs Buaya tidak lagi tepat. Kalau lembaga kepolisian waktu itu dianalogikan sebagai buaya. Maka Presiden bolehlah kita sebut sebagai Komodo. Jauh lebih besar. Lebih bertenaga, dan lebih berkuasa.
Jadi ini adalah pertarungan Cicak Vs Komodo!
(Ujian berat bagi Jokowi)
Dengan pengembalian mandat tersebut, tugas, fungsi, wewenang, dan tanggung jawab pemberantasan korupsi sepenuhnya dikembalikan kepada Jokowi sebagai presiden.
Sebagai pihak yang langsung “berkonflik” dengan KPK, agak sulit membayangkan Jokowi dapat berperan sebagai penengah. Pada Cicak Vs Buaya Jilid I dan II, ketika KPK berseteru dengan Polri, Presiden SBY bisa menjadi penengah.
Pada Cicak Vs Buaya Jilid III setelah dua pimpinan KPK Abraham Samad dan Bambang Wijayanto ditetapkan sebagai tersangka, Jokowi menetapkan Plt KPK.
Abraham Samad dan Bambang Wijayanto ditetapkan sebagai tersangka oleh Mabes Polri. Itu merupakan tindakan balasan terhadap KPK. Mereka menetapkan calon Kapolri terpilih Komjen Pol Budi Gunawan menjadi tersangka Korupsi.
Dari lima orang pimpinan KPK, hanya tersisa dua orang, Zulkarnain dan Adnan Pandu Praja. Satu orang pimpinan lain, Busyro Muqodas sudah habis masa jabatannya.
Jokowi kemudian menunjuk Irjen Pol (Purn) Taufikurahman Ruki sebagai Plt Ketua KPK, didampingi oleh Indrianto Seno Adji dan Johan Budi.
Skenario menunjuk Plt bisa kembali dilakukan Jokowi. Toh masa jabatan Agus Dkk tinggal tiga bulan. Sementara ketua dan pimpinan yang baru sudah dipilih dan ditunjuk DPR.
Pada kasus Cicak Vs Komodo ini Jokowi tidak bisa begitu saja mengambil langkah serupa.
Jokowi saat ini bukan hanya berhadapan dengan KPK, atau karyawan KPK yang sejak awal menolak revisi. Dia menghadapi banyak front perlawanan.
Semua elemen masyarakat yang selama ini selalu diam membisu, sudah menyatakan suara menentang Jokowi. Menariknya perlawanan ini juga datang dari perorangan, kelompok, organisasi, media maupun perguruan tinggi yang selama ini mendukung Jokowi.
UGM, almamater Jokowi yang selama ini sering menjadi bahan tertawaan, selalu membebek apapun kebijakan Jokowi, menyatakan penolakan. Universitas Islam Indonesia (UII) tetangga UGM di Yogyakarta malah sudah menyiapkan mosi tidak percaya.
LSM semacam ICW, media-media besar pendukung Jokowi seperti Kompas dan Tempo sudah berbalik. Sangat kritis terhadap Jokowi.
Kompas.com edisi Jumat (13/9) bahkan menurunkan artikel yang mempermalukan Jokowi.
Dalam artikel berjudul “Jokowi Tolak Penyadapan KPK Seizin Pihak Eksternal, Padahal Memang Tak Ada di Draf Revisi,” Kompas memaparkan dua fakta yang menyedihkan dari perilaku Jokowi.
Dalam jumpa pers khusus yang digelar soal RUU KPK Jokowi menyatakan, dia menyetujui namun dengan beberapa revisi. "Saya tidak setuju terhadap beberapa subtansi RUU inisiatif DPR ini yang berpotensi mengurangi efektivitas tugas KPK,” ujarnya.
Ada empat revisi yang disampaikan Jokowi. Namun ternyata dalam draf dari DPR ketentuan yang dimaksud tidak ada.
Pertama, Jokowi mengaku tidak setuju jika KPK harus mendapat izin penyadapan dari pihak eksternal.
"Misalnya harus izin ke pengadilan, tidak. KPK cukup memperoleh izin internal dari Dewan Pengawas untuk menjaga kerahasiaan," kata Jokowi.
Dalam draf Revisi UU KPK yang diusulkan DPR memang tak ada ketentuan bahwa KPK harus mendapat izin pengadilan sebelum menyadap terduga koruptor.
Dalam pasal 12 draf revisi UU KPK hanya diatur bahwa penyadapan dilaksanakan atas izin tertulis dari Dewan Pengawas.
Kedua, Jokowi juga mengaku tidak setuju penyidik dan penyelidik KPK hanya berasal dari kepolisian dan kejaksaan saja.
"Penyelidik dan penyidik KPK bisa juga berasal dari unsur Aparatur Sipil Negara yang diangkat dari pegawai KPK maupun instansi pemerintah lain. Tentu saja harus melalui prosedur rekrutmen yang benar," kata Jokowi.
Namun lagi-lagi dalam pasal 45 draf RUU, sudah diatur bahwa penyidik KPK memang tak hanya berasal dari kepolisian dan kejaksaan, tetapi juga penyidik pegawai negeri sipil yang diberi wewenang khusus oleh Undang-Undang.
Membaca artikel kompas.com itu kita hanya bisa geleng-geleng kepala. Kehabisan kata-kata. Speechless.
Fakta ini kian membuka mata kita bagaimana negara ini dikelola. Benarlah joke yang sudah lama berkembang. Prinsip Jokowi adalah : I dont read, what I sign. Presiden tidak pernah baca, keputusan apapun yang ditandatanganinya.
Tajuk Koran Tempo Edisi Jumat (13/9) berjudul, “Melawan Kembalinya Oligarki” menulis:
“Kini pemerintahan Joko Widodo tidak bisa lagi mengklaim sebagai reformis. Presiden Jokowi telah melakukan kesalahan serius dengan berdiri di barisan politikus dan orang-orang yang berusaha merobohkan Komisi Pemberantasan Korupsi.”
Revisi UU KPK menjadi ujian yang sangat berat bagi Jokowi. Bila salah mengelola, bisa menjadi batu sandungan besar diakhir masa jabatannya.
Salah bersikap, langkahnya ke kursi jabatan periode kedua, bukan tidak mungkin akan terhambat.
Ternyata menghadapi isu pemberantasan korupsi, rakyat Indonesia bisa kembali bersatu. Tak ada lagi pembelahan antara kubu penentang, maupun pendukung Jokowi. Semua kompak.
Sejelek-jeleknya para koruptor, ternyata masih tetap ada gunanya. Mari kita ucapankan terima kasih pada koruptor!
Kalian telah mempersatukan kembali rakyat Indonesia!
Hidup Koruptorrrrrrr!
Merdekaaa! end

Sumber : FB

Saturday, September 14, 2019

Ketika Islamophobia Dimulai dari Kementerian Agama

Oleh Ahmad Dzakirin
Islamophobia dari kalangan umat lahir dari mental apologetik karena beranggapan bahwa sebagian nilai-nilai agama menjadi beban kemanusiaan.
Dalam sudut pandang itu, terminologi Islam seperti Jihad, khilafah, amar ma'ruf nahi Munkar atau bahkan solidaritas Islam (Ukhuwwah Islamiyyah) bertentangan dengan nilai-nilai modernitas (baca: liberalisme)
Oleh karena itu, nilai-nilai yang dianggap berbahaya itu harus dihapus, tidak hanya secara substansi, namun juga istilah.
Sebagian orang yang lemah berpikir berkesimpulan bahwa pengetahuan umat, misalnya, tentang perang akan melahirkan intoleransi dan radikalisme.

Sementara Barat yang modern sejak awal memahami konteks perdamaian dalam kesiap-siagaan mereka untuk berperang.
"Si vis pacem para bellum" (Jika ingin damai, anda harus bersiap perang), demikian kredo mereka. Kredo yang sebenarnya jamak dipahami oleh setiap orang yang ingin menciptakan perdamaian.
Karena konsep ini pula, bujet militer di beberapa negara maju sangat besar dan bahkan melampaui bujet pendidikan dan kesejahteraan sosial mereka.
Pertanyaannya, apakah kesadaran mereka tentang perang beserta praktik kewaspadaannya melahirkan radikalisme dan intoleransi?
Jawabannya ya, ada dalam otak para pejabat kementerian agama. Rupanya, tanpa sadar, mereka mempersepsikan Islam menjadi 'tertuduh' atas perang dan kekacauan dunia.
Coba kita urai dengan akal sehat.
Singapura, negeri red dot "nokhtah merah" yang berpenduduk 6 juta, mewajibkan seluruh warganya mengikuti wajib militer selama 2 tahun.
Selain itu, negeri singa itu memiliki sistem alutsista yang jauh lebih besar dari posturnya sebagai negara kota.
Apakah rakyat Singapura menjadi radikal, intoleran dan ingin berperang?
Tidak. Rakyat Singapura cinta damai dan sangat tidak mungkin memprovokasi dirinya untuk berperang dengan negara tetangganya, sebesar Indonesia.
Karena dalam sistem internasional yang cenderung anarkis (anarchic system), maka kondisi lingkungan di sekitarnya sulit ditebak (volatile region). Itulah mengapa mereka bersiap-siaga. "Ponder the improbable".
Dengan doktrin itu, pelbagai upaya di atas dapat menciptakan efek deteran (pencegah) sehingga kemungkinan perang menjadi tidak ada atau semakin melemah.
Walhasil, Singapura menikmati masa-masa damai itu dengan perdagangan dan investasi yang sangat tinggi dengan Indonesia.
Dalam teori neo liberal, perdagangan dua negara bahkan untuk kondisi yang tidak seimbang sekalipun dapat menciptakan perdamaian dan mengurangi resiko perang (likehood of war).
Karena doktrin itu pula, dunia menikmati masa damai, tidak adanya perang besar lebih dari 7 dekade sejak bom nuklir dijatuhkan di dua kota di Jepang.
Karena, negara-negara pemilik nuklir memahami benar konsekuensi membinasakan perang modern. Dan kepemilikan nuklir dalam praktiknya, seperti dikatakan Joan Stanley, mata-mata Uni Soviet dalam film "Red Joan" berarti "levelling the playing field in the postwar", yakni menciptakan keseimbangan dan konsekuensinya, hadirnya perdamaian pasca perang.
Seberapapun bencinya AS atas Korea Utara, tidak akan berani menginvasi negara miskin Korea Utara karena nuklir yang dimilikinya.
Dalam konteks ini, kita memahami betapa lemah argumen para pejabat itu ketika menghapus "fakta (adanya) perang" dalam sejarah Islam.
Bagaimana mereka menjelaskan potret Islam di awal pertumbuhannya, ketika momen-momen kritis perkembangan agama, justru ada dalam perang Badar, Uhud dan Khandaq.
Ketimbang 'menyembunyikan' sejarah perang, kenapa para pejabat itu tidak menjelaskan bahwa perang-perang Nabi adalah perang yang memiliki landasan moral dan kemanusiaan (Jihad fi sabilillah), sebagaimana pula, sebagian perang yang dilakukan sebagian umat manusia tidak bermoral dan menghancurkan umat manusia (Un-holly war).
Ada dua tesis saya untuk para pejabat Kemenag yang lemah akal ini.
Pertama, sebagian besar mereka dihinggapi sikap apologetik, yakni adanya anggapan problematis terhadap sebagian nilai-nilai Islam sehingga harus direvisi atau dihilangkan.
Pandangan mereka jika dilacak lebih jauh lahir dari mental rendah diri (inferiority complex), sisa-sisa mental bangsa jajahan. Merek unggul, kita lemah, mereka baik, kita brengsek.
Kedua, sulit untuk ditutupi, adanya agenda titipan kalangan liberal dan para pemilik modal. Siapa lagi mereka. Mereka tidak dapat menoleransi perang dan kekerasan karena alasan agama dan kemanusiaan, namun menyediakan ruang kekerasan baik oral maupun verbal karena rasisme dan kepentingan rakus para pemilik modal. Dan hadirnya, disertasi keabsahan hubungan seksual non marital sebagai momentum pertamanya.
Payah...

sumber : FB

Friday, September 13, 2019

HABIBIE


Di antara presiden-presiden Indonesia, mungkin BJ Habibie lah yang harus memikul beban warisan masalah paling berat. Tidak hanya kondisi politik, keamanan, dan ekonomi yang porak poranda. Tingkat kepercayaan publik pada pemerintah pun sangat rendah karena Habibie dianggap masih perpanjangan tangan rezim Orba.
Setiap saat kursinya rentan digoyang.

Soeharto mewariskan krisis moneter yang luar biasa berat. Nilai tukar rupiah meluncur tak terkendali hingga mencapai angka 16.000 rupiah per dolar AS; utang negara meningkat berlipat-lipat karena perlemahan rupiah; inflasi mendekati angka 60%; dana segar mengalir deras ke luar negeri karena banyak konglomerat yang kabur membawa uangnya; bank-bank kesulitan likuiditas sehingga nekat mematok suku bunga deposito dan tabungan hingga 60% untuk merayu publik agar menyimpan duitnya di bank, yang akhirnya membuat beberapa bank kolaps dan lainnya terpaksa ikut program penyehatan bank; perekonomian lumpuh pasca kerusuhan; kepercayaan investor hilang; dan masalah-masalah besar lainnya menumpuk di hampir semua bidang.
Pertumbuhan ekonomi Indonesia mencapai titik terendah: minus 15%!
Habibie juga diwarisi masalah disintegrasi karena Timor Timur semakin kuat meminta lepas dari Indonesia. Begitu juga GAM. Begitu juga OPM.
Benar-benar PR yang luar biasa berat!
Tapi Habibie terbukti mampu melewati semua tanpa kegaduhan. Hanya dalam waktu satu tahun, Habibie berhasil mengembalikan nilai tukar rupiah ke nilai idealnya, 6.000 - 7.000 rupiah per dolar AS. Habibie berhasil menurunkan inflasi dari 59% ke 20%. Habibie juga berhasil mengembalikan kepercayaan publik pada perbankan dengan program penyehatan banknya. Investor kembali masuk. Dana yang dibawa kabur ke luar negeri sebagian berhasil dikembalikan.
Selama pemerintahannya, Habibie tidak pernah sekalipun mengeluhkan beratnya kondisi yang harus dihadapinya. Bahkan setiap minggu di sebuah program TVRI kita bisa menyaksikan senyum jenaka khas Habibie saat dia bercengkerama dengan anak-anak. Tidak ada gurat-gurat keletihan di wajahnya. Entah karena memang tidak letih, atau karena ia sengaja menyembunyikan keletihan dari rakyatnya.
Tidak ada media massa yang yang bersedia memberitakan prestasi-prestasinya. Tidak ada relawan dan organisasi relawan yang siap mati-matian membelanya.
Hanya beliau dan jajaran kabinetnya yang berjuang membenahi morat-maritnya negeri ini.
Habibie tidak pernah menyalahkan pemerintahan sebelumnya walau seberat apapun beban yang harus dipikulnya. Beliau sadar, saat bersedia menerima tanggung jawab sebagai pemimpin, maka tugasnya adalah mencari solusi, bukan mencari kambing hitam.
Tapi sepertinya para politikus negeri ini memang alergi dipimpin oleh orang-orang hebat. Walaupun berhasil melepaskan sebagian besar beban krisis moneter yang melanda Indonesia, laporan pertanggung jawaban Habibie dalam sidang tahunan MPR ditolak oleh MPR, hanya karena Habibie berhasil melenyapkan duri dalam daging bernama Timor Timur.
Penolakan yang membuat Habibie tidak bersedia lagi dicalonkan sebagai Presiden RI di periode berikutnya.
Dan hanya satu tahun kita menikmati kepemimpinan presiden terbaik yang pernah dimiliki Indonesia.
Inna lillahi wa inna ilaihi roji'un.
Selamat jalan, Bapak Bacharuddin Jusuf Habibie. Tuntas sudah baktimu pada negeri.

sumber : FB

Wednesday, September 11, 2019

Menakar Sinergitas Pemprov dan DPRD Provinsi Jawa Barat

Oleh Anwar Yasin*

DPRD Provinsi Jawa Barat periode 2019-2024 baru saja dilantik tanggal 2 September 2019, di Gedung Merdeka, Jl. Asia Afrika. Pelantikan dihadiri oleh Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil. Dalam sambutannya, Ridwan Kamil mengatakan bahwa hubungan antara Pemprov dan DPRD bukanlah hubungan koalisi dan oposisi, melainkan berada di dalam satu kotak yang sama. Artinya, Pemprov dan DPRD memiliki kewajiban untuk saling support dan memiliki hubungan sinergitas dan kolaborasi demi terciptanya iklim pemerintahan yang baik. Pernyataan tersebut perlu dikaji ulang, mengingat Pemprov selaku memiliki fungsi yang berbeda dengan DPRD.


Dalam sistem ketatanegaraan di Indonesia, sebagai negara hukum (Rechtstaat) Indonesia menganut sistem pembagian kekuasaan Trias Politika.  Amandemen ke empat UUD 1945 membagi kekuasaan ke dalam 3 bagian, Presiden sebagai lembaga eksekutif memiliki tugas untuk melaksanaan undang-undang, DPR dan DPD sebagai lembaga legislatif bertugas untuk membuat undang-undang, dan lembaga yudikatif yang dilaksanakan oleh Mahkamah Agung (MA) dan Mahkamah Konstitusi (MK). Namun, Indonesia nyatanya tidak melaksanaan konsep Trias Politika secara murni. Presiden misalnya, memiliki kewenangan untuk mengajukan Rancangan Undang-Undang (RUU) kepada DPR dan membuat PERPPU (Peraturan Pemerintab Pengganti Undang-Undang) serta Perpres (Peraturan Presiden) yang notabene merupakan fungsi legislasi, adanya lembaga auxiliary seperti BPK (Badan Pemeriksa Keuangan) dan ada lembaga ad hoc seperti KPK (Komisi Pemberantasan Korupsi).

Dalam menjaga keseimbangan sistem pemerintahan agar tidak melampaui batas kekuasaan setiap lembaga kekuasaan, maka dibutuhkan sistem pengawasan yang disebut sebagai check and balances system. Check and balances system mengakomodasi setiap lembaga kekuasaan untuk saling mengawasi dan mengontrol. Sistem ini juga menjadi tolak ukur kemapanan konsep negara hukum demi terciptanya Good Governance.

Walaupun Pemprov dan DPRD Provinsi berada dibawah naungan Departemen Dalam Negeri, akan tetapi peran DPRD Provinsi sebagai representasi masyarakat setiap daerah tidak boleh diabaikan. Pemprov wajib untuk memperhatikan suara masyarakat Jawa Barat yang diwakili oleh anggota DPRD. Artinya, dalam merancang program berbasis kemasyarakatan, pemprov harus berkoordinasi dan meminta saran kepada DPRD Provinsi agar program tersebut sesuai dengan kebutuhan masyarakat.

Perlu disadari bahwa pelaksanaan pemerintahan yang baik haruslah dapat dikontrol dan diawasi sehingga pemerintah mampu transparan terhadap seluruh kinerja yang telah dan akan dilaksanakan. Meskipun keinginan gubernur provinsi tidak ada hubungan koalisi dan oposisi antara Pemprov dan DPRD , namun sistem pengawasan dan kontrol harus tetap terlaksana. Sinergitas antara Pemprov dan DPRD dapat terlaksana jika menyangkut kepentingan masyarakat dan telah melalui prosedur pelaksanaan sesuai peraturan perundang-undangan yang berlaku. Tentunya hal ini disokong dengan konsistensi kinerja dan koordinasi antara Pemprov dan DPRD Provinsi Jawa Barat.

*beliau adalah Anggota DPRD Provinsi Jawa Barat FPKS

Monday, September 2, 2019

MUSYAWARAH REGIONAL (MUREG) FOSSEI JAWA BARAT 2019 DILAKSANAKAN DI KSEI HAMASSA STEI AL-ISHLAH CIREBON

CIREBON - Musyawarah Regional (MUREG) FoSsei Jabar 2019 kali ini dilaksanakan di Ksei Hamassa Stei Al-ishlah Cirebon selama tiga hari pada hari jum'at 30 Agustus 2019 sampai hari minggu 1 September 2019. Acara ini diikuti oleh 114 mahasiswa dari 19 kampus Negeri dan swasta se-Jawa Barat yang tergabung dalam FoSsei. Dengan tema "Optimalisasi wakaf produktif dan sociopreneur dalam pengembangan industri halal"

Acara dibuka oleh Rektor Stei Al-ishlah Cirebon Dr.H. Achmad kholiq, MA yang sekaligus menjabat sebagai ketua MES Cirebon dan dilanjutkan dengan Seminar Nasional yang disampaikan oleh Bapak Ihsanuddin, SE.I dan Otoritas Jasa Keuangan Bapak Khanief Abdul Jabar sebagai pengawas junior IKNB Keuangan pasar modal pada sabtu (31 Agustus 2019).

Materi yang disampaikan oleh Bapak Ihsanuddin, SE.I mengenai sociopreneur dalam pengembangan industri halal menurutnya "Sociopreneur ini merupakan unit dari Entrepreneur dimana dalam kegiatannya Orientasinya bukan hanya Profit tetapi juga berdampak pada social efek dan kemaslahatan" dan pemaparan materi kedua oleh Bapak Khanief Abdul Jabar mengenai Bank Wakaf mikro dalam pemaparannya Bank Wakaf mikro ini merupakan salah satu upaya OJK untuk menyediakan akses pembiayaan khususnya bagi masyarakat kecil yang tidak tersentuh lembaga keuangan formal. Dengan adanya kemudahan dalam mengakses keuangan, diharapkan dapat menurunkan kemiskinan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.⁣

Setelah seminar selesai, tepatnya pukul 12:00 WIB dilanjutkan dengan pembacaan Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga, sekaligus Laporan pertanggungjawaban pengurus FoSSEI Jawa Barat periode 2018 - 2019.

Minggu 1 September 2019 tepatnya Pukul 08:00 dilanjutkan dengan sidang sekaligus pemilihan koordinator Regional dan juga koordinator komisariat. Dan tepat pukul 9:45 WIB terpilihnya Koordinator Regional (Husni Mubarak) dari KSEI KAESYAR UNIVERSITAS SILIWANGI. Kemudian pada pukul 10:55 terpilihnya Koordinator Komisariat Cirebon (Azis Al Farisi) dari KSEI IMEIS IAIN SYEKH NURJATI CIREBON. Selain pemilihan Koreg dan Korkom dalam acara MUREG Jabar 2019 ini juga yakni menentukan Tuan Rumah untuk kegiatan Temu ilmiah Regional, Musyawarah Regional, Rakereg, Kampanye Nasional dan Fossei Leadership Forum.

OPM KEMBALILAH KE PANGKUAN NKRI DENGAN DAMAI


PRESIDEN SOEKARNO NKRI dan PRESIDEN JF KENNEDY AS Berjuang bersama membebaskan IRIAN BARAT dari penindasan imperialis KERAJAAN PROTESTAN BELANDA.
Seluruh kekuatan bangsa dari berbagai suku dan agama di Indonesia, dicurahkan oleh PRESIDEN SOEKARNO untuk membebaskan IRIAN BARAT. May Jen SOEHARTO mempimpin operasional militernya dlm penyerangan pembebasan IRIAN BARAT.

Mengapa harus ganti nama IRIAN. Juga nama INDONESIA itu pengganti nama Hindia Belanda. Setiap perjuangan pembebasan dan menegakkan kemerdekaan, nama yang dibuat oleh penjajah ditolak dan diganti dgn nama baru. Papua nama yang dibuat oleh penjajah. Papua Nuguinea itupun bikinan penjajah Kerajaan Protestan Anglikan Inggris.
Maka, guna benar-benar terbebas segalanya dari penjajahan, Putra Irian sendiri, menciptakan nama baru IRIAN. Tidakkah itu bukan bikinan Jakarta. Makna IRIAN adalah SINAR PENGUSIR KABUT. Sama maknanya dgn Habis Gelap Terbitlah Terang. Tergantikanlah nama Papua berarti orang kulit hitam budak yang dapat diperjual belikan. Dan lenyap pula kesan Kanibalis yang merendahkan.
Di bawah Presiden SOEKARNO dan Mayor Jendral SOEHARTO dikerahkan kekayaan dan seluruh kekuatan bangsa dari berbagai suku dan agama bersatu, berjuang membebaskan IRIAN dari penjajahan Kerajaan Protestan Belanda.
Tahukah OPM, dalam penyerbuan itu siapa yang gugur. YOS SOEDARSO. Apa agamanya ? KATOLIK.
Tahukah OPM, siapa Presiden AS yang membantu pembebasan IRIAN BARAT dari penjajah, JF KENNEDY, Apa agamanya. KATOLIK.
Apa dampaknya PRESIDEN JF KENNEDY membantu PRESIDEN SOEKARNO membebaskan IRIAN BARAT ? Nasibnya sama dengan PRESIDEN ABRAHAM LINCOLN membebaskan Negro Kulit Hitam dari Perbudakan. Gugur ditembak.
Nilai KEMERDEKAAN IRIAN BARAT sangat mahal. Melibatkan seluruh kekuatan bangsa Indonesia dan bantuan Luar Negeri.
NKRI sangat menghormati PERBEDAAN AGAMA. Bila datang HARI NATAL, NYEPI, CAP GO MEK atau peristiwa ibadah apa yang dibenarkan oleh Pemerintah dijadikan LIBUR NASIONAL. Yang demikian ini hanya terjadi di NKRI.
Peristiwa SURABAYA tidak pantas dijadikan dasar Provokasi OPM membebaskan dari NKRI. Menuntut Referandum. Karena banyak benturan antara Pemuda, Mahasiswa Antar Suku. Tetapi hanya bernilai oknum saja. Tidak benar dijadikan dasar Anti Suku. Itu hanya benturan perorangan di usia muda. Bisa terjadi Antar Suku yang lainnya.
Ketertinggalan Pembangunan Daerah. Semua Daerah belum terbangun dgn merata. Melalui OTORISASI DAERAH menuntut ke Pemerintah Pusat semua begitu mekanismenya. BUKAN dgn SEPARATISME. Pasti GAGAL.
NKRI itu Kemerdekaannya karena BERKAT RAHMAT ALLAH YANG MAHA KUASA. Seluruh gerakan KUDETA walau dibantu negara asing, PKI berkali kali kudeta 12-2-46, 3-7-46, 18-9- 48, 30 - 9 -65 gagal semuanya.
Demikian pula RMS di Maluku, NII, GAM serta pemberontakan militer PRRI, PERMESTA dllnya gagal total semuanya. Jangan coba Kudeta, pemberontakan, separatisme. Dikodratkan pasti gagal.
OPM jangan buang energi dan dana. Jauhilah berpikir RASIALISME. KEMBALILAH KE PANGKUAN NKRI. Berjuang dan membangun IRIAN dlm NKRI sbgmn daerah-daerah lainnya.
TANGGALKAN nama PAPUA peninggalan imperialis. Jangan, dengan konsep memisah atas dasar pemahanan Milenisia, Polinesia dllnya dgn mengelompokkan memisahkan atas warna Kulit Hitam buatan imperialis.
Ingat. Pandangan konsep Imperialis kita seluruh bangsa Indonesia, disebutnya bernenek moyang Pitecanthropus Erectus - Monyet Tegak.
Kita oleh imperialis dinilai sbg half devil and half child Setengah Setan Setengah Kanak-Kanak. Ayo bersatu kembali dlm Pangkuan NKRI BHINNEKA TUNGGAL EKA.
Gunakan kembali nama IRIAN nama asli, bukan nama Papua dari Bhs Latin yang digunakan oleh imperialis untuk merendahkan derajat bangsa yang dijajah.
Ayo kita laksanakan cita cita dan perjuangan yang tertuliskan dalam Pembukaan UUD 1945, kemerdekaan hak segala bangsa dan oleh sebab itu Penjajahan harus dihapuskan di atas dunia.
Jangan menuduh NKRI penjajah dari sudut pandang Agama dari pertimbangan OPM, dengan tanpa merasakan dan melihat praktik kehidupan bersama di NKRI. Datang dan tanyakanlah segenap pimpinan organisasi Agama yang benar di NKRI.
Referendum sudah selesai di zaman PRESIDEN SOEKARNO dan PRESIDEN JF KENNEDY dari Amerika Serikat dilaksanakan di bawah pengawasan PBB UNO.

Sumber : FB

Friday, August 30, 2019

Launching Asrama Juara Wirautama Oleh Genharum

Yayasan Generasi Harapan Umat (Genharum) mengadakan launching Asrama Juara  Wirautama, Kamis (29/8). Berlokasi di Jalan Wirautama Desa Patrol Induk Kecamatan Patrol - Indramayu. Acara dimulai dari pukul 15.30 - 18.00. acara ini juga dimeriahkan oleh penampilan Hadroh Al-Fatih dari siswa SMP Juara Wirautama.

Acara dihadiri oleh H. Rizqi Amali Rosyadi, S.Psi., M.Ikom selaku pembina Yayasan Genharum, Tokoh masyarakat Patrol, seluruh SDM Genharum, masyarakat sekitar, orang tua siswa-siswi SMP-SMA Juara Wirautama yang akan masuk asrama dan siswa-siswi Juara Wirautama.

Di era millenial saat ini, generasi muda seringkali terbuai dengan teknologi dan media sosial larut dalam perkembangan zaman sehingga menghabiskan waktu untuk hal-hal kurang bermanfaat. Tak sedikit generasi muda sekarang mulai jauh dari pedoman Al-Qur'an dan As-Sunnah. H. Rizqi Amali Rosyadi, S.Psi., M.Ikom. selaku Pembina Yayasan Genharum mengatakan Asrama Juara Wirautama ini merupakan salah satu upaya memecahkan masalah generasi generasi muda saat ini dengan program-program yang telah disusun, diantara nya pembiasaan membaca Al-Qur'an minimal 1 Juz sehari, Tahfidz Qur'an minimal sebulan 1 Juz, Pembiasaan Shalat berjamaah dan Shalat Sunnah, Puasa Sunnah, Study Club, Pembiasaan 3 Bahasa Asing (Arab, Inggris, dan Korea), Kepemimpinan dan berakhlakul Karimah.

Oleh sebab itu, Asrama Juara Wirautama ini pun menjadi program penguatan dari program unggulan yang sebelumnya berjalan di SMP-SMA Juara Wirautama agar lebih intensif lagi dalam mewujudkan cita-cita penguat Visi-Misi Sekolah Juara yaitu Sholeh, Cerdas dan Mandiri.

Asrama Juara ini juga disediakan dengan sarana yang lengkap diantaranya pengasuh dan santri, ruang belajar, dapur, ruang makan, kamar mandi, Mushola dan perlengkapan yang lainya.

Oleh sebab itu, setiap orang tua diharapkan untuk secar aktif mendukung anak-anaknya dalam mengikuti program Asrama Juara Wirautama ini.

Acara peresmian ini berlangsung dengan penuh hikmat dan mendapatkan sambutan hangat dan positif dari tokoh masyarakat dan seluruh undangan. Peresmian ditandai dengan pengguntingan pita oleh H. Rizqi Amali Rosyadi selaku pembina Yayasan Genharum. Selain itu, peresmian ini juga sekaligus tanda telah diresmikan pula Asrama Juara Wirautama yang berlokasi di jl. Wirautama Desa. Patrol Induk Kec. Patrol - Indramayu. Program di Asrama Juara Wirautama akan ditempati oleh siswa-siswi Juara Wirautama akan mulai berjalan pada awal pekan bulan September 2019 ini.

Asrama Juara Wirautama juga salahsatu fasilitas bagi calon siswa-siswi SMP-SMA Juara Wirautama yang jauh dari wilayah Patrol dan dari luar kota. Jika ingin mendaftar untuk sekolah di SMP-SMA Juara Wirautama untuk tahun ajaran 2020-2021 sudah dibuka Gelombang 1 dimulai 1 September - 31 Desember 2019. Segera booking seat dengan menghubungi humas Yayasan Genharum (081324265563).

ILMU, MENYATUKAN JALAN DI DUNIA MENUJU SURGA


Oleh : Nadiah Robbaniyah

Dunia dengan segala keindahan dan kesibukannya memang selalu melalaikan manusia dari kehidupan hakiki yaitu akhirat. Sibuk membangun rumah di dunia, sampai lupa membangun rumah di akhirat. Sibuk mencari uang untuk kehidupan di dunia, sampai lupa mengumpulkan bekal untuk akhirat. Seolah-olah dunia adalah kehidupan tersendiri dan kekal abadi, sedangkan akhirat hanya kehidupan lain yang tak pasti diyakini. Terpisah, jalannya tidak sama, sangat susah bahkan mustahil menggapai keduanya dengan cara yang sama. Bila fokus pada akhirat maka dunia tak didapat, bila dunia dikejar maka akhirat terlewat. Padahal bagi seorang muslim, jalan dunia dan akhirat adalah satu, jalannya sama dan tidak ada yang berbeda. Pada intinya, jika hanya dunia yang dikejar maka akhirat akan meninggalkan, dan bila akhirat yang menjadi tujuan, maka dunia akan mengikuti dengan sendirinya.

                Jika kita mempunyai pekerjaan, maka pekerjaan yang kita lakukan hari ini juga harus mempunyai keterikatan yang kuat dengan jalan di akhirat, Rosululloh SAW bersabda tentang orang yang keluar dari rumahnya : “jika ia keluar dari rumahnya bekerja untuk memenuhi kebutuhan anaknya yang masih kecil, maka ia keluar dengan jalan Alloh. Jika ia keluar untuk mencukupi kebutuhan kedua orang tuanya yang sudah renta, makai a keluar dengan jalan Alloh, jika ia keluar untuk dirinya sendiri, menjaga kemuliaan dirinya (supaya tidak meminta-minta kepada manusia dan makan harta yang haram), maka ia berada di jalan Alloh. Namun bila ia keluar dengan riya’ dan ingin tampak lebih mulia dibandingkan manusia yang lain, maka ia berada di jalan setan.” (HR. Thabrani, dishahihkan albani)

                Contoh pekerjaan diatas bisa bernilai kebaikan/ibadah dan mendapatkan pahala disisi Alloh bila didasari ilmu dan niat yang benar,mengharap akhirat, dan ikhlas untuk Alloh.

                Para sahabat banyak mencontohkan kepada kita bagaimana cara mensinergikan antara dunia dan akhirat. Mereka radhiallohu’anhum juga membutuhkan makan dan minum, merka juga butuh menikah dan harus memenuhi kebutuhan keluarganya, mereka tentu akanbekerja keras, akan tetapi  pekerjaan dan perjalanan mereka di dunia ini sama sekali tidak membuat mereka lalai dan lupa akan jalan dan kehidupan menuju akhirat.

                Umar bin Khattab R.A pernah berkata :

                “aku dan tetanggaku Anshar berada di desa Banu Umayyah bin Zaid, sebuah desa dekat Madinah, kami sering bergantian mencari ilmu dari Rosululloh SAW, sehari aku menemui beliau Rasululloh SAW dan hari lain dia yang menemui Rosululloh SAW, jika giliranku tiba, aku menanyakan seputar wahyu yang turun pada hari itu dan perkara lainnya. Dan jika giliran tetanggaku tiba, ia pun menanyakan hal yang sama.” (HR. Bukhari)

                Bekerja memenuhi kebutuhan sehari-hari tidaklah menghalagi seseorang untuk bekerja. Justru seharusnya sebelum manusia-manusia turun ke dunia pekerjaan ia harus terlebih dahulu terjun di jalan-jalan ilmu, karena dengan urutan yang benar ini, ia akan mendapat keberkahan (di perjalanan dunianya) dan mempunyai bekal dan wawasan yang lebih dalam menjalankan pekerjaan yang ditekuninya nanti dan menemukan jalan yang satu serta menyambung dengan jalan akhirat.

                Dengan menuntut ilmu, kita akan mendapatkan banyak kemudahan serta kebaikan.
“barang siapa menempuh jalan untuk mencari ilmu, maka Alloh akan memudahkan jalan ke surga baginya.” (HR Muslim). Yang apabila dipahami secara terbalik, maka siapa saja yang berjalan dan dalam perjalanannya itu bukan dalam rangka mencari ilmu, ia akan sulit dan sukar menemui jalan menuju surga.  Seseorang yang tidak mempunyai ilmu syar’i tetapi ia kaya raya, niscaya ia akan menjadi orang yang mencelakakan dirinya sendiri lantaran tidak menggunakan harta bendanya dengan baik serta bukan dalam jalan Alloh. Dan ada pula yang lebih parah lagi, dimana seseorang yang tidak memiliki ilmu dan tidak memiliki harta akan tetapi ia kerap berandai-andai bila ia mempunyai harta ia akan menggunakannya sebagaimana pemilik harta yang tidak memiliki ilmu.

                Sesungguhnya, seluruh kebaikan dunia dan akhirat akan didapat dan digenggam oleh orang-orang yang berillmu, dan begitupun sebaliknya, keburukan akan didapat oleh orang yang tidak memahami ilmu. Dan satu-satunya jalan untuk mendapatkan ilmu adalah Thalabul ‘ilmi, mendatangi gurunya yang alim (berilmu dan mengamalkan ilmunya).

                Buah dan berkah dari ilmu yaitu ketika ia akan bekerja, ia akan mencari pekerjaan yang halal. Dan jika ia sudah mendapatkan hasil dari usahanya, ia akan tunaikan kewajibannya dan melakukan sunnah-sunnah nya. Inilah hasil dari menuntut ilmu tadi, bhawa ia yang telah tuntas menuntut ilmu akan sebisa mungkin menempatkan sesuatu pada tempatnya dan menjauhi segala larangan yang dapat menjauhkan ia dari segala kecelakaan dan kesusahan di dunia maupun di akhirat.

                Ia akan senantiasa mengamalkan ilmunya dimana pun berada. Mengambil segala keputusan yang berpijak pada syar’i atau hukum yang bersumber dari Alloh SWT. Dengan ilmu syar’i pun ia memahami remehnya nilai dunia dibanding nilai akhirat, sehingga apapun yang membuatnya mudah ataupun sulit tak pernah melalaikannya dari dzikir kepada Alloh SWT. Seperti dalam QS. An-Nur : 37.

                Bila ilmu yang didahulukan, maka kita akan selalu mencari kebahagiaan negeri akhirat tapi tentu saja tidak melupakan bagian halal dari kenikmatan duniawi. Memenukan jalan kebaikan di dunia, hingga bersambung dalam kenikmatan yang hakiki di akhirat nanti.

                “dan carilah pada apa yang telah dianugerahkan Alloh kepadamu (kebagahiaan) negeri akhirat, dan janganlah kamu melupakan bahagiamu dari (kenikmatan) duniawi dan berbuat baiklah (kepada orang lain) sebagaimana Alloh telah berbuat baik kepadamu, dan janganlah kamu berbuat kerusakan di (muka) bumi. Sesunggunya Alloh tidak menyukai orang-orang yang berbuat kerusakan.” (QS. Al-Qishas : 77)
Wallahu a’lam bishowab.

Thursday, August 29, 2019

PD KAMMI Bandung: Pemerintah Harus Batalkan Rencana Pemindahan Ibu Kota

Beragam tanggapan muncul atas rencana Pemerintah memindahkan ibu kota negara dari Jakarta ke Kabupaten Kutai Kartanegara dan Kabupaten Penajam Paser Utara, Kalimantan Timur.

Salah satunya Ahmad Jundi Khalifatullah, Ketua Umum Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia Pengurus Daerah Bandung (PD KAMMI Bandung)

Ia menyampaikan 3 alasan kenapa pemerintah harus menghentikan rencana pemindahan Ibu Kota.

"Paling tidak 3 hal yang jadi alasan Kammi Bandung menolak pemindahan ibukota, mulai dari tidak adanya publikasi kajian dari pemerintah, tidak adanya dasar hukum dalam memindahkan ibukota serta pemindahan ibukota ini tidak masuk dalam visi misi jokowi.

Sehingga kammi bandung menilai bahwa apa yang dilakukan oleh presiden ini sudah keluar dari jalur visi misi presiden sendiri, dan Presiden jangan hanya cari sensasi - Tegas Jundi.

Selain itu M Fauzan Irvan, Kepala Departemen Kebijakan Publik PD KAMMI Bandung mengatakan Pemerintah tidak punya konsep bernegera.

"Memindahkan Ibu Kota Negara itu tidak se-sederhana memindahkan rumah , jadi harus jelas konsep, starategi ,kajiannya dan skala prioritas pembangunan.  Sampai sekarang publik belum mengetahui kajianya. Jadi pemerintah ini seperti tidak punya konsep dalam bernegara" - Tegas Fauzan

About The Qur’an


Oleh Syahidah Banan

Assalamualaikum Wr. Wb

Hai sobat, di kesempatan kali ini. Saya sharing tentang suatu hal, yang terlihat sepele. Namun, sangat penting. Dari beberapa buku dan artikel yang saya baca, ada banyak sekali di zaman Now “Penghafal Qur’an”, tapi tidak banyak yang mengetahui tentang Al-Qur’an itu sendiri. Saya hanya sharing beberapa saja, dari yang sudah di rangkum dengan bahasa yang mudah dan dapat di pahami.

Tanpa banyak basa-basi, mari kita liat ,

  1.      Al-Qur’an diturunkan kepada  Rasulullah SAW. abad ke-7 M, untuk disampaikan kepada seluruh alam yang pada saat itu telah hilang perilaku adil dan rasa aman.
Ayat pertama yang di turunkan adalah “Al-‘alaq” (7 ayat).

  2.      Dalam Qur’an juga terdapat dua jenis surat yang digolongkan dari tempat turunnya ayat tersebut, lho.., yaitu “Makiyah”(di Mekkah) dan “Madaniyah”(di Madina).

   3.      Kata Al-Qur’an berasal dari bahasa arab dan berbentuk kata benda, yang artinya adalah “bacaan” atau “sesuatu yang dibaca berulang kali”. Bentuk kata kerja dari Al-Qur’an adalah qara’a yang artinya pun membaca.

·        Di dalam Al-Qur’an terdapat beberapa juz(dari bahasa arab) dan Al-Qur’an juga memiliki bagian yang lebih detail menceritakan/menjelaskan sesuatu ketentuan, yang biasa kita kenal dengan sebutan “surat” (surah dalam bahasa arab).

    4.      Al-Qur’an memiliki 30 Juz dan 114 surat/h. Surah terpanjang ialah surah “Al-Baqarah”(286 ayat) dan yang terpendek ialah surah “Al-Kautsar” (3 ayat) dan “Al-Ikhlas” (3 ayat).

·        Dan surah pertama dalam Al-Qur’an adalah “al-fatihah” yang beraksud agar para manusia senantiasa memohon kepadapa jalan yang lurus dan memohon pertolongan kepada Allah semata.

·        Sedangakan surah terakhir adalah surah “An-Nas” yang menganjurkan agar manusia memohon perlindungan pada Allah dari segala kejahatan.

Nah, sobat.

Itu adalah 4 fakta tentang Al-Qur’an (kitab suci umat islam). Semoga apa yang sudah saya sharing kali ini, bermanfaat dan menjadi bertambah pengetahuan kita tentang kitab suci Al-Qur’an tersebut. Allah sangat memuliakan siapapun yang mengafal, belajar dan mengajarkan Al-qur’an, Sobat.

Ada hadist yang di riwayatkan oleh Sa’id Bin Musayyab,
“Orang yang mengajarkan al-qur’an kepada anaknya akan di ganjarkan pahala yang sepadan seperti berhaji 10.000 kali, ber-Umroh 10.000 kali, ber-jihad 10.000 kali, memerdekakan 10.000 budak, memberi makan 10.00 muslim yang lapar, memberikan pakaian kepada kau muslim yang tak memili pakaian dan setiap huruf di ganjarkan 10 kebaikan dan di hapus 10 kejelekan”

Sekian sharing kita di artikel kali ini…

Mudah-mudahan bisa berkah dan menmbah ilmu kita…

Kebenaran hanya dari ALLAH SAW. dan kesalahan hanya dari saya…

Wassalamu’alaikum Wr.Wb 


Wednesday, August 28, 2019

Mendidik Anak Menjadi Pribadi Disiplin dari Sholat

Oleh Muhammad Hafidh Sabillah

Banyak orang di dunia dan mungkin kamu termasuk diantara orang yang sedang belajar untuk bisa hidup disiplin, banyak cara di lakukan untuk bisa hidup dengan disiplin, dan tidak sedikit yang hanya berakhir sebatas keinginan, karena ia tau Disiplin adalah salah satu kunci untuk mendapatkan sukses.

            Perilaku hidup disiplin telah islam ajarankan dan termasuk kedalam hal yang fundamental yang sering di sebut dengan kata istiqomah. AL Qur’an sebagai pedoman umat islam telah banyak menuliskan hal ini.

            Dan salah satu media utama dalam mengajarkan disiplin adalah mengajarkan kepada anak anak untuk sholat tepat waktu sebagaimana sabda nabi;

مُـرُوْا أَوْلاَدَكُمْ بِالصَّـلاَةِ وَهُمْ أَبْنَاءُ سَبْعِ سِنِيْنَ، وَاضْرِبُوْهُمْ عَلَيْهَا، وَهُمْ أَبْنَاءُ عَشْرٍ، وَفَرِّقُوْا بَيْنَهُمْ فِي الْمَضَاجِعِ.
“Suruhlah anak kalian shalat ketika berumur 7 tahun, dan kalau sudah berusia 10 tahun meninggal-kan shalat, maka pukullah ia. Dan pisahkanlah tempat tidurnya (antara anak laki-laki dan anak wanita).”

ini adalah sebuah langkah pertama yang di bangun oleh islam dalam mendidik generasinya menjadi generasi yang disiplin.

5 waktu dalam sehari sholat 5 waktu ini tepat berada pada pergantian waktu yang mana akan menjadikan seseorang yang tengah menjalankannya menjadi istiqomah. Buka hanya itu, mengerjakan sholat 5 waktu akan mendekatkan diri kepada Allah yang akan menjadikannya sebagai manusia yang di awasi oleh allah, dan akan selalu berbenah diri untuk menjadi lebih baik lagi...

AYOK KENALI AL-QUR’AN DARI SEJAK DINI


BY:Ajeng Dwi Nilova

Al-Qur’an adalah pedoman hidup bagi insan,bukan hanya sholat,zakat dan naik haji yang harus kita kerjakan,dan kita sebagai umat muslim.Masyallah banget makna-makna Al-Qur’an itu.Al-Qur’an itu di firmankan langsung oleh Allah kepada Nabi Muhammad melalui Malaikat Jibril dengan berangsur-angsur selama 22 tahun,2 bulan dan 22 hari di mulai pada 17 Ramadan saat Nabi Muhammad berumur 40 tahun.

Sebagai umat muslim kita harus menghormati Al-Qur’an sebagai pedoman hidup kita dan mukjizat terbesar Nabi Muhammad sebagai salah satu tanda kenabian.Al-Qur’an adalah sebagai petunjuk. Mengapa begitu? Karena Al-Qur’an terdapat mengenai kisah sejarah dan menekankan pentingnya moral.Al-Qur’an juga bersama hadis untuk menentukan hukum syari’ah.Saat melaksanakan sholat pun yang dibaca hanya bahasa arab nya saja.Al-Qur’an mendatangkan ketenangan dan rahmat kepada semua insan yang membaca nya,terasa sejuk,damai dan tentram ketika kita membaca nya dengan tartil.Al-Qur’an mempunyai pengaruh yang kuat dan jiwa yang besar terhadap manusia dan jin,banyak kaum musyrikin yang pada pemulaan islma yang terpengaruh dengan Al-Qur’an dan merekapun masuk islam.


           Ketika kita sakit,gelisah maka hendaklah kita membaca atau mendengarkan Al-Qur’an.lalu mengapa sih kita harus belajar Al-Qur’an dari sejak dini/kecil? Karena di usia dini/kecil kita masih mudah menangkap dan agar kita terbiasa dengan hal-hal yang baik ketia dewasa nanti dan sekarang pun masyallah ya banyak sekali hafidzh-hafidzh cilik yang sudah belajar dalam lagi,karena sudah terbiasa dari dulu.sekarang zaman sudah mulai semakin aneh,semakin ya seperti ingin akhir zaman dan sudah banyak tanda-tanda nya juga,mumpung masih ada umur juga kita membaca al-Qur’an dsnibadah dengan baik lagi,supaya kita memberikan syurga kepada kedua orang tua kita




Perilaku Hidup Bersih dan Sehat di Lingkungan Pesantren

Oleh Shofa Mardhiyya

Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) adalah upaya untuk menciptakan suatu kondisi perorangan, keluarga, kelompok masyarakat dengan membuka jalur komunikasi, memberikan informasi dan melakukan edukasi untuk meningkatkan pengetahuan, sikap dan perilaku guna membantu masyarakat mengenali dan mengatasi masalahnya sendiri sehingga masyarakat sadar, mau dan mampu mempraktekkan PHBS melalui pendekatan pimpinan (Advokasi), bina suasana (Sosial Support), dan pemberdayaan masyarakat (Empowerment). Terdapat 5 tatanan PHBS yaitu PHBS rumah tangga, PHBS sekolah, PHBS tempat kerja, PHBS sarana kesehatan, PHBS tempat tempat umum. Sanitasi pesantren pada dasarnya adalah usaha kesehatan masyarakat yang menitik beratkan pada pengawasan terhadap struktur fisik, dimana orang menggunakannya sebagai tempat berlindung yang mempengaruhi derajat kesehatan manusia. Sarana sanitasi tersebut antara lain ventilasi, suhu, kelembaban, kepadatan hunian, penerangan alami, konstruksi bangunan, sarana pembuangan sampah dan kotoran manusia, dan penyediaan air bersih. Kondisi sanitasi pada pesantren akan sangat berkaitan dengan angka kesakitan berbasis lingkungan yang menular.

            Beberapa masalah sanitasi sangat umum di pesantren antara lain keterbatasan sarana sanitasi dan perilaku santri yang belum ber PHBS. Masalah lain juga di temukan. Sanitasi yang kurang memadai, higiene santri untuk yang buruk, pengetahuan, sikap, dan perilaku para santri yang kurang mendukung pola hidup sehat. Beberapa komponen lainnya adalah sanitasi lingkungan pesantren yang terdiri dari lokasi dan konstruksi pesantren, penyediaan air bersih, ketersediaan jamban, pengelolaan sampah, sistem pembuangan air limbah, sanitasi dan kepadatan pemondokan, sanitasi ruang belajar santri, dan sanitasi masjid pesantren.

            Lingkungan dan bangunan pesantren harus selalu dalam keadaan bersih dan tersedia sarana sanitasi yang memadai. Selain itu lingkungan dan bangunan pesantren tidak memungkinkan sebagai tempat bersarang dan berkembang biaknya serangga dan binatang menganggu lainnya. Bangunan pesantren juga harus kuat, utuh, terpelihara, mudah di bersihkan dan dapat mencegah penularan penyakit dan kecelakaan.

            Fasilitas sanitasi mempunyai kriteria persyaratan ; Kualitas : tersedia air bersih yang memenuhi syarat kesehatan (fisik, kimia dan bakteriologis). Kuantitas : tersedia air bersih minimal 60 lt/tt/hr. Kontiutas : Air minum dan air bersih tersedia pada setiap tempat kegiatan yang membutuhkan secara berkesinambungan. Sedangkan aspek kesehatan sanitasi toilet dan kamar mandi, selain harus selalu dalam keadaan bersih, juga lantai kamar mandi terbuat dari bahan yang kuat, kedap air, tidak licin, berwarna terang, dan mudah di bersihkan. Toilet dan kamar mandi harus di lengkapi dengan pembuangan air limbah dan penahan bau (water seal). Sedangkan letak toilet dan kamar mandi tidak boleh berhubungan langsung dengan tempat pengelolaan makanan (dapur, ruang makan). Toilet dan kamar mandi karyawan atau pengurus harus terpisah dengan toilet santri. Sedangkan perbandingan jumlah santri dengan jumlah jamban dan kamar mandi adalah 15 santri satu jamban dan kamar mandi, selanjutnya setiap penambahan 25 tempat tidur harus di tambah 1 jamban dan 1 kamar mandi.

            Tempat sampah hendaknya di lengkapi dengan penutup. Tempat sampah terbuat dari bahan yang kuat, tahan karat, permukaan bagian dalam rata atau licin. Tempat sampah di kosongkan setiap 1 x 24 jam atau apabila 2/3 bagian telah terisi penuh. Jumlah dan volume tempat sampah di sesuaikan dengan perkiraan volume sampah yang di hasilkan oleh kegiatan. Tempat sampah harus di sediakan minimal 1 buah untuk setiap radius 10 meter dan setiap jarak 20 meter dan pada ruang tunggu dan ruang terbuka. Tersedia tempat pembuangan sampah sementara yang mudah di kosongkan, tidak terbuat dari beton permanen, terletak di lokasi yang mudah di jangkau kendaraan pengangkut sampah dan harus di kosongkan sekurang kurangnya 3 x 24 jam.







                                                                                                            Shofa Mardhiyya
                                                                                                            Mahasiswa STEI SEBI