Wednesday, January 22, 2020

Siapa Wagub DKI?

Oleh Tengku Zulkifli Usman

Tidak terlalu sulit kali ini untuk memahami peta politik di DKI pasca penetapan 2 calon wagub DKI 2 hari lalu.
Nurmansyah Lubis(PKS) dan Ahmad Riza Patria( Gerindra). Keduanya adalah politisi senior di masing2 partai walaupun beda level.
Nurmansyah Lubis adalah mantan anggota DPRD DKI 2 periode yang kurang populer, soal kapasitas akademik bisa jadi cukup, tapi kapasitas politik masih dibawah Riza Patria.
Riza Patria adalah wasekjend DPP Gerindra, skup nya skala nasional, Riza Patria sekarang juga anggota DPR RI, Riza patria juga salah satu orang kepercayaan Prabowo, orang berpengaruh di Gerindra sama dengan Sufmi Dasco dan Fadli Zon.
Riza Patria secara personal juga pebisnis yang sukses, namanya sudah melambung di DKI sejak ybs nyalon Wagub DKI berpasangan dengan Hendarji Seopanji dulunya.
Ahmad Riza Patria juga abang kandung ketua umum partai Garuda Ahmad Riza Sabana. Riza patria sudah malang melintang di kancah nasional juga DKI.
Nurmansyah Lubis masih kalah level, baik sisi bisnis atau sisi politik, jangan ditanya lagi soal sisi relasi dan jaringan. Masih sangat minim terutama soal akseptabilitas.
Secara politik dan hitung hitungan kursi juga sudah sangat Gamblang. Di DKI, Kursi PDIP 25, Gerindra 19 dan PKS 16.
Dan mayoritas dari 106 kursi DPRD di DKI adalah milik partai koalisi pemerintah saat ini (PDIP-Golkar-Gerindra-Nasdem-PKB-PAN-PPP-PSI).
Kalau dua nama tadi mau dibawa ke gedung dewan, sudah ketebak juga siapa yang akan menang dalam pemilihan wagub DKI yang baru yang sudah kosong hampir 1,5tahun.
Siapa yang akan dukung Nurmansyah? Yang pasti 16 kursi PKS. Sedangkan Partai demokrat walaupun bukan koalisi pemerintah, besar kemungkinan hanya nunggu amplop saja.
Sebenarnya kursi wagub DKI tidak terlalu strategis sama dengan kursi kursi wagub di provinsi lainnya di indonesia. Jadi sangat aneh kalau sampai berantem alot soal jatah kursi ini.
Kenapa PKS mengajukan Nurmansyah? Karena nama lain juga ditolak oleh DPRD DKI, lagian Nama Ahmad Syaikhu dan Agung Yulianto juga dianggap tidak mendapat penerimaan yang baik di kebon sirih.
Kemudian, seperti yang sudah pernah saya singgung dalam tulisan tulisan saya terdahulu, bahwa kursi wagub DKI tergantung siapa yang jago bermanuver, punya isi tas yang cukup dan kuat lobi nya.
Kalau mau melihat sisi ini, PKS kalah telak dari Gerindra, karena hampir semua "orang kuat" di DKI saat ini ada di belakang Gerindra soal case ini.
Mohammad Taufik, Ketua Gerindra DKI juga dikenal luas sebagai sosok pelobi ulung dan politisi yang licin. Beda kelas tentunya dengan Ketua DPW PKS DKI Syakir Purnomo yang namanya saja jarang didengar di telinga rakyat jakarta diluar PKS. Ini fakta bukan asumsi, silahkan di survei.
Hampir semua tokoh kuat di DKI saat ini ada di belakang Taufik, oleh sebab itulah gerindra dengan pede berani mengutak atik kursi wagub ini walaupun dulu katanya sudah deal secara lisan akan diserahkan kepada PKS.
Gerindra paham benar peta politik jakarta saat ini, dengan memanfaatkan kelemahan PKS, Gerindra lalu berani maju untuk memenangkan calonnya sendiri: Ahmad Riza Patria.
Saya melihat pengajuan Nama Nurmansyah dari PKS hanya seremonial saja, karena PKS juga terdesak oleh opini publik agar segera menyelesaikan kisruh ini dengan Gerindra.
Nama Nurmansyah Lubis terpaksa di ajukan agar proses pemilhan cepat berlangsung dan selesai. Ini adalah "Last Escape" atau "Choice with no choice" dari PKS.
Politik memang kejam, gak ada kawan atau lawan sejati yang abadi, jadi yang dulu PKS adalah sekutu kuat Gerindra, hari ini mereka sudah mempraktekkan gaya Tom & Jerry di media secara vulgar.
Dengan semua data dan fakta yang ada dan kalau tidak ada tsunami politik dalam waktu dekat, rasanya kursi Sandiaga Uno yang dulu akan segera diduduki oleh Ahmad Riza Patria untuk 2 tahun kedepan mendampingi Anies di Balai Kota.
Tengku Zulkifli Usman.
Pengamat Politik.

SUmber : FB

Monday, January 20, 2020

Memeluk Palestina Dengan Cinta

Oleh Muzayyana Tartila


Bagi rakyat Indonesia palestina dikenal sebagai sebuah kawasan di Timur Tengah yang selalu bergejolak dan melakukan perlawanan terhadap negara Israel. Perjalanan panjang orang-orang palestina untuk menemukan kembali rumah mereka itu sungguh sangat sulit. Mereka terbuang dibeberapa negara dikawasan teluk khususnya Yordan, Lebanon, Suriah, dan Mesir. Belum lagi yang harus terbuang hingga ke Eropa dan Amerika dan mungkin kawasan lainnya di dunia.

Mengenai permasalahan yang kini berada di bumi palestina, merupakan suatu perkara yang telah ada didalam kitab suci Al-Quran. Yang mana Allah telah mengatur sedemikian rupa bahwa turunan dari bani israil akan melakukan kerusakan untuk kedua kalinya di bumi tersebut. Sungguh hal tersebut telah terjadi. Israel yang merupakan keturunan dari bani Israil telah berada pada tingkat kesombongan yang besar. mereka bangga dengan apa yang mereka lakukan. Ditambah lagi dengan dukungan dari negara-negara besar seperti Amerika dan Inggris yang terus membuat mereka merasa diatas.

Melihat semua ini bahwasanya sudah sangat lama Israel “bernafsu” untuk menguasai wilayah palestina ini. namun, jangankan menguasai, untuk bisa masuk ke dalamnya saja Israel sangat kesulitan, meskipun dengan pasukan dan senjata yang sangant banyak di bandingkan pasukan palestina. Sudah banyak cara yang mereka lakukan untuk menundukkan kota kecil ini. Blokade rapat yang membuat rakyat Gaza kesulitan memperoleh bahan makanan, obat-obatan, dan energi. Mereka lakukan sejak tahun 2006 hingga kini. Namun penduduk Gaza tetap bertahan, bahkan sampe perlawana Gaza atas penjajahan Zionis semakin menguat.

Akhirnya Israel melakukan serangan habis-habisan ke wilayah palestina sejak 27 Desember 2008 hingga 18 Januari 2009. Mereka mennguyurkan ratusan ton bom dan mengerahkan semua kekuatan hingga pasukan cadangannya. Namun, sekali lagi, negara yang tergolong memiliki militer terkuat didunia ini harus mundur dari Gaza. Kemampuan senjata AK 47, roket anti tank RPG, ranjau, serta beberapa jenis roket buatan lokal yang biasa dipakai para mujahidin palestina, tidak akan mampu menghadapi pasukan Israel yang di dukung tank Merkava yang dikenal terhebat di dunia, apalagi menghadapi pesawat tempur canggih, heli tempur Apache, serta ribuan ton “bom canggih” buatan Amerika Serikat.

Akan tetapi disana ada “kekuatan lain” yang membuat para mujahidin palestina mampu membuat “kaum penjajah” itu hengkang dari Gaza dengan muka tertunduk, walau hanya dengan berbekal senjata-senjata “kuno”.

Konflik Israel dan Palestina ini bukanlah sebuah konflik dua sisi yang sederhana, seolah-olah seluruh bangsa Israel (atau bahkan seluruh orang yahudi yang berkebangsaan Israel) memiliki satu pandangan yang sama, sementara seluruh bangsa Palestina memiliki pandangan yang sebaliknya. Di kedua komunitas tersebut terdapat orang-orang dan kelompok-kelompok yang menganjurkan penyingkiran teritorial total dari komunitas yang lainnya, sebagian menganjurkan solusi dua negara, dan sebagian lagi menganjurkan solusi dua bangsa dengan satu negara sekular yang mencakup wilayah Israel masa kini, Jalur Gaza, Tepi Barat, dan Yerussalem Timur.

Serangan Israel ke wilayah Gaza sejak 8 Juli lalu telah menewaskan sedikitntya 180 warga palestina. Serangan juga membuat sekitar 2.000 warga lainnya mengalami luka-luka. Bahkan, ratusan rumah mereka diratakan dengan tanah melalui sejumlah serangan udara yang memaksa balasan ribu warga Gaza mengungsi di komplek milik PBB.  Maka bisa dikatakan bahwa konflik Israel dan Palestina ini sebenarnya sudah berlangsung lama. Bermula sejak kaum yahudi yang menyebar di berbagai negara kembali dan berkumpul ke wilayah Palestina yang kini bernama Israel.

Sejak negara Israel berdiri pada 14 Mei 1948, wilayah Palestina khususnya Jalur Gaza terus bergolak, wilayah seluas 365 kilometer persegi ini seolah menjadi penjara besar bagi sekitar 1,7 juta bangsa Palestina yang tinggal di wilayah tersebut. Dan dengan itu mereka tidak bisa leluasa keluar-masuk wilayah yang berbatasan dengan laut tengah, Israel, dan Mesir itu. Penduduk jalur Gaza hanya bisa keluar untuk mendapatkan berbagai kebutuhan hidup melalui kota Rafah yang dijaga ketat oleh pasukan Israel dan Mesir.

Kemudian pada tahun 2005, Israel menarik pasukannya serta pemukiman yahudi dari Jalur Gaza. Setahun kemudian kelompok Hamas menguasai jalur Gaza. Setahun kemudian kelompok Hamas menguasai Jalur Gaza setelah menenangkan pemilu di Palestina. Pengaruh Hamas yang semakin menguat, Israel melancarkan serangan udara selama sebulan penuh dengan nama operation cast lead.

Dari berbagai rintangan dan serangan yang warga Palestina lewati, namun mereka tidak pernah kenal lelah untuk terus berjihad. Upaya yang mereka lakukan selain membangun kota, yaitu menjaga warisan budayanya. Meskipun Israel kerap melakukan beragam pelanggaran mulai dari vandalisme hingga perombakan bangunan di Kota Tua.  Disisi lain meski Palestina kini mulai menunjukkan eksistensinya di dunia internasional yang membuat Israel sedikit kerepotan, namun jalan menuju negara Palestina masih jauh.

Melihat tindakan Israel terhadap Palestina yang sungguh sangat luar biasa dzalimnya, maka Indonesia menyerukan kepada Masyarakat dunia agar mendesak Israel untuk menghormati hak-hak Rakyat Palestina, terutama terhadap hak mereka atas ketenagakerjaanya. Serta menghimbau masyarakat internasional untuk meningkatkan upaya bersama agar Israel segera menghentikan berbagia kebijakan dan tindakannya yang tidak manusiawi, dan mengakhiri pendudukan illegal atas wilayah Palestina.

Untuk saat ini Indonesia prihatin atas kondisi para pekerja dan kesempatan kerja di Palestina yang maikn memburuk akibat pendudukan Israel yang terus mengontrol mobilitas, keuangan dan perdagangan warga palestina. Akibat tindakan Israel tersebut, Palestina mengalami penurunan tingkat partisipasi kerja hingga mencapai 43,5 persen dan termasuk 10 terendah dari 189 negara di dunia. Dan Indonesia sangat mengecam aksi blokade Israel yang mengakibatkan krisis ekonomi dan ketenagakerjaan yang sangat parah di Palestina.

Mengingat tingkat pengangguran yang sangat tinggi di palestina membuat rakyat setempat terpaksa mencari kerja di Israel. Dan berdasarkan laporan para pekerja Palestina yang mengalami eksploitasi, pelecehan, dan berbagai bentuk pelanggaran hak-hak ketenagakerjaan, seperti kondisi tempat kerja yang buruk, kecelakaan kerja, dan upah dibawah standar minimum.

Melihat semua itu Indonesia terus mendorong Internasional Labour Organization (ILO) untuk mendukung Palestina mencapai kerja layak bagi seluruh rakyatnya. Indonesia menganggap pekerja dan pengusaha yang tergabung di Internasional Labour Organization (ILO) perlu memperkuat koordinasi dan dialog guna memastikan perlindungan dan kesejahteraan para pekerja Palestina. Selain itu Indonesia juga selalu mendukung penuh perjuangan demi Palestina yang merdeka, berdaulat, dan demokratis dengan ibu kota Jerusalem Timur berdasarkan solusi dua negara.

Selain itu ketika Palestina diproklamirkan oleh Yasser Arafat, serta merta bahwa Indonesia yang menjadi salah satu negara diluar kawasan teluk yang mengakui kemerdekaan Palestina. Sebagaimana Palestina di tahun 1945 merupakan bangsa yang pertama kali mengakui kemerdekaan dan kedaulatan Indonesia dari penjajahan Belanda. Serta maraknya pemberitaan mengenai konflik yang tak berkesudahan ini (sampai sekarang) khususnya di Indonesia membuat rakyat Indonesia menjadi salah satu sahabat bagi rakyat Palestina. Bukan hanya solidaritas sesama Muslim, karena penduduk Palestina juga termasuk umat kristen, tapi perasaan solidaritas kemanusiaan.

Bentuk cinta Indonesia yang saat ini melihat Palestina seolah tidak berkesudahan, maka sebagai negara dengan masyarakat Muslim terbesar di dunia, Indonesia tak bisa tinggal diam melihat penderitaan yang dialami saudara-saudaranya di Palestina. Yaitu dengan menerjunkan para relawannya, serta mengirimkan berbagai bantuan medis dan kemanusiaan. Serta masih banyak bentuk kecintaan Indonesia terhadap warga Palestina yang tidak dapat dipungkiri.

Dari kepedualian dan kecintaan Indonesia kepada Palestina, hingga mereka (Palestina) mengidam-indamkan untuk datang ke Indonesia. Dan bahkan menganggap Indonesaia tempat bersandarnya setelah Allah SWT. Itulah bentuk kecintaan Palestina kepada Indonesia, hingaa ketika mereka ditanya apa itu Indonesia? Maka mereka akan menjawab ‘Aku mencintai Indonesia, Indonesia adalah ruh kami, Indonesia adalah kekuatan kami. Dan bahkan mereka melihat Indonesia dengan mata Cinta. Karena sejatinya cinta itu akan tumbuh, apabila kita ikhlas menolong karena Allah. Dan tidak dapat dipungkiri juga kecintaan Indonesia terhadap Palestina.


-Muzayyana Tartila-
(Staff Human Capital Management KSEI IsEF SEBI)

Joserizal (1963-2020)


Dan ia pun pergi. Selamanya, dengan masih konflik berdarah di mana-mana yang biasanya galib ia terjun mengatasi. Keberanian yang langka berintim dengan bidikan senjata. Justru ketika beberapa pejabat publik kita menyuka pose memesona saban mengulurkan kepedulian.
Joserizal Jurnalis. MER-C. Dua nama sukar dipisahkan. Mencuat di hati umat saat kekerasan atas Muslimin di Ambon terjadi. Pada 1999-2000.
Periode 2000-2001 pula awal mula saya berinteraksi dengan dua nama ini. Tidak dengan interaksi langsung, melainkan lewat sinergi gerakan mahasiswa yang saya terlibat di dalamnya dengan MER-C. Ditambah lagi kebanyakan aktivis relawan lembaga kemanusiaan ini masih satu komunitas epistemik dengan kami: Tarbiyah. Sampai sering dipersepsikan bahwa lembaga ini, berikut Joserizal, adalah ikhwah. Atau sekurangnya al-akh hanif yang banyak membantu perjuangan kita. Begitu di benak kami.
Persepsi itu ternyata juga bisa ditemui di kalangan lain. Ini imbas MER-C dan Joserizal berkiprah lintas kelompok. Apalagi dalam isu Palestina, semua komponen umat Islam mesti menyokong. Tak ayal, rumah sakit Indonesia di Gaza yang salah satunya inisiatif MER-C, mendapat respons tinggi dalam galang donasi di tanah air kita.
Karena keterlibatan di daerah konflik, Joserizal memahami anatomi situasi yang ada. Sampai kemudian pecah kekerasan di Suriah. Joserizal memiliki pandangan berbeda dengan sebagian kalangan pegiat kemanusiaan. Tentang siapa yang berposisi "benar" dalam arus pusara konflik Suriah yang begitu rumit. Dan embusan lama pun terucap: simpatisan Syiah. Pada Joserizal terhunjam kuat, yang kadang mengenai jua MER-C sedikitnya. Akibat Joserizal tanpa pandang bulu dalam membela korban aksi peperangan, namun dalam kasus Suriah bersimpati pada rezim penguasa setempat.
Bahwa kita bisa keliru dalam membaca peta konflik, mungkin saja. Tapi, mengutuk keras secara abadi pada Joserizal, tidaklah bijak. Ada banyak legasi lain dalam kiprahnya di kemanusiaan. Kiprah yang malah membantu umat. Juga menyadarkan kita tentang arti kerelawanan di garis depan tempat Malaikat Pencabut Nyawa bersinggah.
Pada akhirnya, seturut doa atas kembalinya Joserizal ke hadirat Ilahi Rabbi, mari hargai dan teruskan serta sokong garis perjuangan membela kemanusiaannya.
Arsip: Suara Hidayatullah edisi 10/XIV, Februari 2002.
Sumber : FB

Apakah Hadiah dan Hibah Itu Sama?

Oleh Annisa Aprilianti Nur Azizah


Diera sekarang ini banyak diantara kita yang menganggap bahwa setiap pemberian orang tua kepada anaknya ketika ulang tahun biasanya disebut dengan “Hadiah”. Padahal secara pengertian fiqih muamalah keduanya (hibah/hadiah) memiliki sedikit perbedaan.

            Hibah secara Bahasa berasal dari kata “wahaba” yang berarti lewat dari satu tangan ke tangan yang lain atau bisa disebut dengan pemberian. Dalam istilah, hibah berarti memberikan sesuatu kepada orang lain selagi hidup sebagai hak miliknya, tanpa mengharapkan penggantian atau balasan.

            Adapun Hadiah berasal dari kata” hadi” yaitu pemberian (kenang-kenangan, penghargaan, penghormatan). Sedangkan dalam istilah, hadiah adalah pemindahan pemilikan atas suatu harta dan bukan hanya manfaatnya, kalua yang diberikan adalh manfaatnya sementara zatnya tidak maka itu merupakan pinjaman,

            Dalam fiqih muamalah dapat disimpulkan bahwasanya, hadiah adalah suatu pemberian kepada orang yang didasarkan apresiasi. Sedangkan hibah adalah suatu pemberian kepada orang yang didasarkan sukarela. Diantara keduanya sangat jelas terlihat perbedaannya. Jadi, ketika orang tua memberikan sesuatu kepada anaknya pasti dengan dasar sukarela atau tidak ada rasa keterpaksaan maka disebut hibah. Mungkin ada yang bilang, masa barang yang di kasih ke anak sendiri disebut hibah sama dengan kita memberikan sumbangan buku kepada perpustakaan yang disebut hibah juga? Nah, ini yang perlu di pahami teman teman dari keduanya. Intinya kita harus tau bahwa dasarnya seperti itu.

            Namun ketika orang tua senang kepada anaknya karena mendapatkan ranking pertama lalu memberikan sesuatu ini bisa disebut ‘hadiah’. Kenapa? Karena sebelum orang tua memberikan sesuatu kepada anaknya, orang tua tersebut memberikan itu karena atas dasar apresiasi anaknya mendapatkan ranking pertama. Maka dari situlah pemberian hadiah tersebut karena ada sebab.

            Dari keduanya sudah sangat jelas perbedaannya, maka dari itu semoga tulisan yang saya buat sangat membantu temen-temen untuk lebih bisa  berhati-hati dalam penyampaiannya.

-Annisa Aprilianti Nur Azizah-
(Staff Dept, Pengembangan Kompetensi dan Intlektual KSEI IsEF SEBI)

Sunday, January 19, 2020

KONTRIBUSI NGO BAGI INDONESIA

Oleh Nur'ani Junianti Pertiwi 


Sebelum memasuki inti pembahasan, penulis ingin memberitahu apa itu NGO ? NGO adalah singkatan dari Non Goverment Organization yang merupakan suatu organisasi atau kelompok yang beraktifitas di luar struktur politik. Kalau di Indonesia sering disebut LSM (Lembaga Swadaya Masyarakat). NGO merujuk pada organisasi internasional. Prinsip utama dari NGO adalah mementingkan orang lain dan bersifat sukarela.

Sampai saat ini sudah banyak kontribusi yang diberikan oleh NGO terhadap Indonesia, diantaranya dalam segi :

  Ø  Upaya pemberdayaan ekonomi di daerah tertinggal

Pemberdayaan ekonomi menjadi aspek penting dalam pembangunan ekonomi dengan merangkum
nilai-nilai sosial dan ekonomi. Konsep ini memberikan aktifitas baru bagi pembangunan, yakni yang
bersifat “partisipasi sosial, produktifitas, memberdayakan, dan berkelanjutan”. Peran pemberdayaan juga merupakan suatu upaya menumbuhkan partisipasi dan kemandirian sehingga memberikan dampak bagi tingkat individu, kelompok, kelembagaan maupun komunitas untuk memiliki kesejahteraan yang jauh lebih baik. Salah satunya Non-Governmental Organizations (NGO) memiliki peranan yang penting sebagai stakeholder dalam meningkatkan pemberdayaan, khususnya bagi warga miskin dan kawasan yang tertinggal.

Terdapat program-program pemerintah dalam upaya mengatasi kemiskinan yang dimonitoring oleh NGO, program-progam tersebut meliputi  Program Inpres Desa Tertinggal (PIDT), Kredit Usaha Tani, Usaha Peningkatan Pendapatan Keluarga Sejahtera (UPPKS), dan Gerdu Taskin, serta Program Kredit Mikro, namun usaha-usaha tersebut belum secara drastis terlihat hasilnya. (M. aulia rahman, 2017)

Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) atau Non-Governmental Organization (NGO) merupakan
organisasi yang melakukan kegiatan untuk meringankan penderitaan, memperhatikan kepentingan
orang miskin, melindungi dan menjaga lingkungan, menyediakan layanan dasar sosial dan melakukan
pengembangan masyarakat, yang memiliki 3 unsur: pelaksana, katalisator dan mitra (Lewis, 2007) NGO merupakan lembaga independen yang tidak dijalankan oleh pemerintah dan bukan
bekerja atas dasar profit.

(Scholte, 2004) menyatakan bahwa LSM dibedakan sesuai dengan fokus pekerjaan mereka, sementara beberapa dikelompokkan menurut tingkat operasi. Beberapa NGO  diorganisir seputar isu spesifik seperti hak asasi manusia, lingkungan, atau kesehatan dan berbeda tergantung pada misi, visi, tujuan, dan mandat mereka.

NGO sebagai salah satu organisasi/lembaga yang dibentuk oleh anggota masyarakat secara

sukarela juga memiliki peranan dalam proses pemberdayaan masyarakat, yaitu (1)sebagai fasilitator
dan katalisator; (2)sebagai pelatih dan pendidik; (3)sebagai pemupukan modal; (4)penyelenggarakan proyek-proyek stimulant; (5)sebagai agent advocacy; serta (6)sebagai lembaga penggerak peran serta masyarakat. Selain keterlibatan LSM sebagai salah satu stakeholder, partisipasi masyarakat juga merupakan hal yang penting yang menjadi faktor keberhasilan program tersebut. (Nano, 2008) LSM melakukan kegiatan pemberdayaan dengan latar belakang sosial-ekonomi dalam meningkatkan kemandirian dan partisipasi pembangunan.

  Ø  Upaya menangani anak yang terlantar (Homeless)

Adapun beberapa NGO yang didirikan untuk berfokus dalam menangani permasalahan anak homeless baik anak-anak atau pun bayi yang masih balita. Ngo ini berdiri sebagai wujud kepedulian masyarakat terhadap bayi-bayi dan anak-anak yang ditemukan di tempat umum. Ada beberapa program-program kegiatan yang dimiliki oleh NGO ini, diantaranya : pelayanan pendidikan, adanya pelayanan kesehatan, adanya bantuan sosial masyarakat untuk pengentasan kemiskinan, adanya panti penyantunan  perawatan dan pengasuhan anak-anak terlantar, adanya pelatihan bagi pengasuh dan karyawan, dan adanya fasilitas adopsi anak baik domestik (WNI) dan intercountry (WNA).

NGO membantu memfasilitasi terbentuknya jaringan antar stakeholder untuk masalah masalah publik tertentu, dan berusaha untuk membantu permasalahan yang ada di masyarakat. Salah satunya dengan mencipatkan forum komunitas warga yang ditujukan untuk masyarakat, seperti melakukan seminar-seminar edukasi dan sosialisasi. NGO  juga berpartisipasi dalam rangka mencarikan orang tua angkat untuk anak binaannya, dimaksudkan agar anak-anak ini bisa mendapatkan perhatian yang lebih, pendidikan yang baik, dan mendapatkan pelayanan yang lebih baik. Pencarian orang tua angkat ini juga tidak mudah sedangkan kebanyakan orang tua lebih menginginkan mengadopsi anak dalam kondisi normal dan diadopsinya sejak bayi (fernandya, 2019)

  Ø  Upaya NGO dalam penanggulangan isu perubahan iklim
Gough dan Shackley (Shackle, 2001) menuliskan bahwa perubahan iklim merupakan isu lingkungan yang tidak biasa. Isu ini meletakkan NGO bukan hanya sebagai agen luar ‘pengkritik’ yang menuntut pengakuan isu serta tindakan namun sebagai rekan dalam membangun kerangka kerjasama serta prinsip dalam mengimplementasikan tindakan. Menurut Gough dan Shackley, NGO yang berperan di dalam politik perubahan iklim dapat dikategorikan dalam tiga kelompok organisasi. Pertama, campaigners- kelompok lingkungan yang pada umumnya memiliki high public profile. Kedua, organisasi berbasis penelitian atau kelompok ‘think-tanks’- kelompok yang terdiri dari ilmuwan dan analis yang terlibat dalam dialog kebijakan dan teknis. Ketiga, kelompok aliansi bisnis yang mewakili kepentingan serta perspektif dari komunitas bisnis.

NGO dikategorikan menjadi tiga yaitu membentuk solusi kebijakan yang kreatif, konstruksi pengetahuan serta pembentukan koalisi, dan menekan (pressure) atau lobi. (manafe, 2012)

  Ø  NGO dalam upaya pengentasan kemiskinan

Pemerintah tidak akan mampu menyelesaikan masalah-masalah masyarakat yang kompleks tersebut sendiri, dalam hal inilah diperlukan peranan NGO dalam membantu meringankan beban/tanggung jawab pemerintah terhadap masyarakatnya. NGO sebagai aktor ketiga (third sector) mampu membantu pemerintah menyelesaikan masalah-masalah pembangunan. Berikut beberapa isu kemiskinan yang sering muncul di negara berkembang yaitu masalah buruh anak, tingkat buta huruf, modal kerja, tingkat kemampuan (skill) rendah, lilitan hutang, tingkat kelahiran tinggi, masalah pemenuhan kebutuhan mendasar (sandang, pangan, papan), dan masalah erosi pertanian.
(sucithawati, 30 september 2017)Beberapa peran NGO dalam menangani masalah kemiskinan adalah:

   1.      Menciptakan Inovasi: inovasi yang dimaksud adalah peran NGO dalam menciptakan program yang memang menjadi kebutuhan utama dari masyarakat miskin. Dalam hal ini sebuah NGO berperan untuk menciptakan inovasi yang akan diwujudkan dalam bentuk rancangan, program, dan implementasi kegiatan. Sebagai contoh NGO menjadi pionir program pendidikan dasar nonformal (non-formal primary education), mengadakan kampanye melalui komunitas pendukung melek huruf, kegiatan menonton bersama di desa dengan tujuan memupuk rasa solidaritas dan kebersamaan, dan kegiatan pelatihan komputer untuk memberikan pengetahuan bagi masyarakat miskin.

   2.      Fleksibilitas Program: sebagai organisasi yang independen, kegiatan yang dilakukan NGO tidak terpengaruh oleh intervensi program pemerintah baik yang berskala lokal dan nasional. Selain itu kegiatan NGO tidak terlalu dipengaruhi oleh tuntutan kebijakan publik yang dihasilkan pemerintah daerah, dengan arti NGO memilki kebebasan menentukan visi misi yang menjadi target kerja mereka.

   3.      Memiliki Spesialisasi Pengetahuan Teknis: NGO biasanya memiliki tenaga ahli yang terspesialisasi pada bidang tertentu. Keahlian mereka kadang melebihi pegawai pemerintah. Pengetahuan yang mereka miliki sangat membantu menyelesaikan masalah riil masyarakat. Keahlian khusus (spesialisasi) bermanfaat untuk menciptakan program yang unik dan memang mampu meningkatkan kualitas hidup masyarakat miskin, sebagai contoh NGO The Grameen Phone Lady di Bangladesh.

   4.      Memiliki Target Kebutuhan Publik Lokal: dalam hal ini NGO berperan dalam menyediakan akses berupa fasilitas kesehatan, pendidikan non-formal, kerjasama untuk memperbaiki infrastruktur masyarakat desa, hingga penyediaan akses teknologi informasi.

   5.      Rancangan Pengaturan Kepememilikan Sumber daya Bersama: dalam hal ini NGO berperan menyadarkan masyarakat akan kepemilikan sumber-sumber alam seperti makanan dan perlindungan, sebagai hak yang pantas didapatkan. NGO dalam kegiatan ini dapat melaksanakan pelatihan, mengadakan kerjasama dengan organisasi non-pemerintah lainnya, demi tercapainya kebaikan bersama.

   6.      Kredibilitas dan Kepercayaan: dalam hal ini NGO dipercaya untuk mengemban tugas mengentaskan kemiskinan karena NGO dianggap memiliki kemandirian untuk membentuk struktur pengelola organisasi yang didasarkan pada prinsip profesionalitas, kompetensi, keadilan, reliabilitas, transparan, dan konsisten memperjuangkan kesejahteraan masyarakat miskin.

     7.      Perwakilan dan Advokasi: dalam hal ini NGO dipercaya untuk memberikan perlindungan hukum bagi masyarakat kecil yang tidak memperoleh keadilan ditengah-tengah kehidupan berdemokrasi sebuah negara.

Kemiskinan tidak hanya bisa diartikan secara ekonomi yaitu masyarakat yang kualita hidupnya dibawah 1$perhari, tetapi kemiskinan harus dipahami lebih bijak dan luas yaitu kemiskina juga diartikan apabila seseorang buruk kondisi kesehatan, buruk kondisi pendidikan, buruk kondisi pekerjaan, buruk kondisi pertanian, buruk pengetahuan teknologi informasi. Oleh karena itu munculnya beberapa NGO melalui program pemberdayaan (empowerment program) diharapkan mampu membantu meringankan beban pemerintah pusat dan daerah dalam menangani isu pembangunan salah satunya kemiskinan





Friday, January 17, 2020

Ketika Sultan Bayazid II menjadi Imam Shalat di Masjid Baru*

Oleh Saief Alemdar

Setelah proyek pembangunan Masjid Bayazid atau The The Beyazidiye Camii di Istanbul yang dibangun pada masa Sultan Bayazid ll tahun 1506, maka akan dilaksanakan peresmiannya dengan melaksanakan shalat berjamaah perdana di masjid ini, peresmian yang dihadiri oleh Sultan Bayazid ll dan seluruh warga setempat. Setelah semua hadir, siap melaksanakan shalat, semua bertanya-tanya siapa yang akan menjadi Imam sholat, apakah Mufti? Sheikhul Islam? Imam Masjid baru? Atau salah satu Ulama besar yang hadir? Mereka semua saling menatap satu sama lain.
Tiba-tiba, Imam Masjid baru itu maju dan berkata, “Silahkan maju ke depan untuk menjadi Imam shalat siapa yang merasa dirinya tidak pernah mengqadha shalat fardhu selama hidupnya”. Dengan bahasa lebih sederhana siapa yang tidak pernah meninggalkan shalat pada waktunya, silahkan maju menjadi Imam.
Semua hadirin terkejut mendengar kata-kata imam Masjid, mereka saling menatap, yang di saf depan melihat kebelakang, yang belakang melihat ke depan, namun tidak ada yang maju, setelah beberapa menit sunyi senyap, tiba-tiba terlihat Sultan Bayazid ll maju dengan tenang dan khusyu, beliaupun bertakbir dan diikuti jamaah, jadilah sultan Bayazid ll sebagai Imam shalat jamaah perdana di masjid itu.
Ya, Sultan Bayazid ll terkenal tidak pernah meninggalkan shalat apabila waktu sudah tiba, dimanapun berada dan kapanpun, makanya beliau disebut oleh rakyat Turki pada masa itu sebagai Sultan Wali. Rahimahullah.
Sultan Bayazid ll adalah anak dari Sultan Muhammad Fatih, dan ayah dari Sultan Selim I yang suatu hari pernah disebut oleh Sheikhul Islam Ibnu Araby, "Indama Tadkhulu Sin ala Shin Sayazhar Qabru Muhyiddin...". Ketika Sin (Salim) memasuki Shin (Sham), maka akan ketahuan dimana Kuburan Muhyiddin.
Ungkapan tersebut dipercaya oleh para sufi dan so-called "quburiyyun" pernah diungkapkan oleh Sheikh Muhyiddin Ibnu Araby. Wallahu 'Alam...

* judul hanya tambahan dari admin
Sumber : FB

Wednesday, January 15, 2020

Perdagangan dalam Ekonomi Syariah

Oleh Gina Tazkiyatun Nufus 

Rasulullah memberikan apresasi yang lebih terhadap perdagangan. Beliau pernah bersabda yang artinya : “ 90% rezeki Allah terdapat dalam perdagangan." Akan tetapi banyak hal yang harus diperhatikan dalam perdagangan ini terutama terkait dengan nilai – nilai akhlak ataupun etika yang harus dijadikan sebagai landasan dalam beertransaksi. Nilai harus dijadikan landasan ketika seseorang berhubungan dan berinteraksi dengan sesama manusia .

Islam sangat menganjurkan bagi pedagang untuk arif dalam menetapkan harga bagi para pembeli. Hal ini dimaksudkan untuk mempermudah dan dapat dijangkau oleh para pembeli. Bahkan orang yang aktif untuk men-supply kebutuhan pokok masyarakat diibaratkan sebagai seorang mujtahid . dalam hal ini rasulullah bersabda “ penjual dan pembeli masih dalam khiyar sepanjang dalam berpisah , jika keduanya jujur , dan terus terang , maka akan diberkahi dalam perdagangannya , dan jika keduanya menyembunyikan sesuatu dan berbohong , maka akan dihilangkan keberkahan jual beli yang dilakukan .

Sifat amanah , juga menjadi perhatian tersendiri dalam perdagangan . Dalam Q.S Al Isra , [17]:35, Allah swt berfirman yang artinya : dan sempeurnakanlah takaran apabila kamu menakar  dan timbanglah dengan neraca yang benar . itulah  yang utama (bagimu) dan lebih baik akibatnya “ayat ini menegaskan bahwa kita diperintahkan untuk memperbaiki takaran dan timbangan dalam kerangka menjaga amanat demi terbina nya hubungan baik dengan sesama manusia .

Prinsip dasar perdagangan dalam islam :
·         Kejujuran
Kejujuran adalah sesuatu yang harus dilakukan oleh seorang pedagang dalam melakukan aktifitas perdagangannya .dia tidak boleh berbohong , tidak boleh menipu , tidak berkhianat , tidak ingkar janji dan hal hal sejenis yang lainnya.  Rasulullah sangat serius memperhatikan kejujuran , sehingga beliau pernah mengingatkan bahwa bagi pedagang yang suka berbohong tidak akan menerima berkah dalam bisnisnya .
·         Kepercayaan
Keprcayaan antar pelaku perdagangan , yakni penjual dan pembeli sangatlah peting. Sebab , tanpa adanya kepercayaan dari kedua blah pihak , maka akan sangat sulit terjadi kesepakatan perdagangan bagi mereka .
·         Prinsip saling ridha (rela) antara pihak yang terkait ( penjual dan pembeli )
Perdagangan yang dianjurkan dalam Islam adalah perdagangan yang membawa, menguntungkan dan membawa berkah bagi kedua belah pihak. Keduanya harus saling rela tanpa adanya paksaan , tidak ada satu pihak yang merasa terdzalimi
·         Tidak mendurhakai allah
Manusia diwajibkan bekerja untuk memunihi kebutuahan hidupnya. Akan tetapi dalam bekerja , manusia  tdak boleh melalaikan kewajiban – kewajiban beribadah kepada allah .
·         Prinsip keadilan
Banyak penjelasan – penjelasan dalam Al quran yang menekankan pentingnya menegakan prinsip keadilaan , terutama dalam hal ekonomi . Dengan menegakan prinsip keadilan ini , maka akan berpengaruh pada lingkungannya .

Jadi Upaya dalam memperbaiki perdagangan adalah dengan meningkatkan Akhlak dan Moral suatu individu yaitu Menanamkan sikap jujur dan bersih serta menegakkan sunnah Rosul dalam berdagang .

Sumber :buku pengantar ekonomi syariah : Dr. Abdul ghofur M.ag


Fikih Realitas Politik, Antara Ghanoucci & Erdogan

Oleh Tengku Zulkifli Usman

Dalam sebuah wawancara di Al Jazera Tv bulan september 2015.
Ketua Partai An Nahdhah Tunisia Rached Ghanoucci mengatakan bahwa deal seorang politisi itu dengan realitas bukan idealitas.
Sebagus apapun idealisme kita, kalau bertolak belakang dengan realitas yang ada, maka ujungnya akan mentok.
Ghanoucci adalah seorang politisi senior Tunisia, yang pernah hidup di dua alam, alam perdebatan antara sekuler-islam yang pernah bergumul di Tunisia selama 50 tahun lebih.
Ghanoucci lalu berpindah alam, alam dimana perdebatan itu diakhiri karena tidak membawa maslahat bagi Tunisia dan kebaikan rakyatnya.
Ghanoucci mengakhiri perdebatan sekuler-islam dalam politik yang telah menjerumuskan Tunisia kepada jurang keterpurukan dan ketertinggalan yang amat parah kala itu.
Ghanoucci memimpin gerakan an Nahdhah lalu berubah menjadi partai politik haluan baru, partai an Nahdhah. Saat ini partai an nahdhah adalah pemenang pemilu di tunisia sejak 2011.
Ghanoucci adalah seorang post-Islamist. Dimana pemikirannya lebih banyak bertumpu pada titik tekan memahami politik dengan pendekatan Maqoshid syariah secara tepat.
Ghanoucci saat ini adalah ketua parlemen tunisia setelah partainya memenangkan pemilu tahun lalu.
Sebagai seorang post-islamist tulen. Ghanoucci dan Partai an Nahdhah mengusung ide keterbukaan, kolaborasi, merangkul semua kalangan dengan tetap berpegang pada prinsip prinsip islam yang luwes dan terbuka sejak muktamar partai ke 10 tahun 2012 lalu.
Dibawah Ghanoucci, sekarang tunisia bisa dikatakan lebih maju dan lebih dekat dengan aspirasi rakyat yang telah berhasil menumbangkan diktator Ben Ali 2011 lalu.
Ghanoucci berhasil menerjemahkan makna post islamis dengan baik, Ghanoucci di Tunisia sangat dekat dengan gaya ijtihad politik Erdogan di Turki dengan partai AKP nya yang sudah masuk tahun ke 18 berkuasa.
Pada dasarnya semua negara islam pasca arab spring di timur tengah mengalami banyak perubahan, banyak terjadi pergeseran paradigma, dari haluan fundamentalis dimasa lalu menuju post-islamist(post modernis) dimasa sekarang.
Namun dalam prakteknya tidak semua berhasil, mesir dan beberapa negara lain masih stagnan, Maroko bisa dibilang setengah berhasil mengadopsi hal ini mengingat Maroko masih sistem kerajaan.
Ghanoucci adalah sosok yang tepat untuk tema"hijrah" ideologi dan tema lomapatan pemikiran, iya. Karena sekali lagi, deal kita bukan dengan idealitas tapi dengan realitas.
Menurut saya, idealisme itu penting saat kita sudah berkuasa, tapi kalau belum berkuasa, idealisme yang saklek dan kaku sangat tidak layak diimani dengan kaku sebagai bahasa pamungkas.
Idealisme kita akan berguna kalau kursi kekuasaan sudah ada di tangan, idealisme yang tinggi dengan posisi legitimasi yang rendah justru akan melahirkan stigma radikalisme.
Setelah berkuasa, idealisme ini baru bisa kita terapkan, jadi rebut dulu kursi presiden dan banyak kursi parlemen, setelah itu idealisme kita baru dipraktekkan.
Partai an Nahdhah di Tunisia dan partai AKP di Turki tidak pernah menyebut dirinya partai Islam, partai dakwah. Tapi pada kenyataannya, setelah dua partai ini berkuasa, yang paling menikmati hasilnya adalah semua rakyat terutama muslim.
Erdogan dan Ghanoucci tidak pernah mengatakan partainya adalah partai islam, tapi pada prakteknya, idealisme post-islamist di kepala kedua tokoh ini begitu terasa bagi kemaslahatan rakyat dan negara mereka setelah mereka berkuasa.
Tanpa kekuasaan, apa artinya sebuah idealisme? Tanpa kursi yang banyak dan posisi strategis, apa gunanya idealisme? Ini akan sama dengan mahasiswa yang sedang menyusun skripsi. Teori tanpa tau persis medan lapangan.
Sebuah idealisme dalam sebuah pemikiran, hanya akan bisa diprkatekkan dalam medan politik untuk kebaikan negara pasca kita berkuasa.
Idealisme kita adalah realitas, deal kita adalah realitas, cara berjuang kita harus mengikuti realitas, karena sebagus apapun teori diatas kertas, tanpa bisa dipraktekkan apa gunanya?
Pemikir Iran Ali Syariati pernah berkata, saya tidak suka banyak teori, teori dibutuhkan di universitas universitas bukan di lapangan revolusi. Padahal kita tau, Ali Syariati adalah lulusan doktor universitas Sorbonne, Prancis.
Idealisme kita harus selalu sejalan dengan fikih realitas yang kita hadapi, makanya ulama besar abad pertengahan Imam al Ghazali membagi ilmu dalam 3 bagian.
Pengetahuan Teori (Ma'rifah Nadhoriyah), Pengetahuan Praktek(Ma'rifah Fi'liyah),dan pengetahuan Pasca Eksperimen Praxis (Ma'rifah Tajribiyah). Yang terakhir adalah tingkatan paling tinggi.
Deal seorang politisi harus dengan realitas, jangan menyimpang dari sunnatullah, kalau orang lain berkuda maka kita hanya bisa mengejar mereka juga dengan berkuda.
Kalau orang lain berlari memakai kendaraan Ferrari, kita juga wajib mengejar mereka dengan Ferrari bukan memakai Bajaj dengan alasan tawadhu dan zuhud. Ini salah kaprah.
Beda kendaraan boleh, tapi cukup beda merek dan emblem saja, bukan beda besar cc mobil, beda fitur, apalagi beda kecepatan. Ini sama dengan bunuh diri karena tidak adaptatif.
Pertarungan politik pada dasarnya sama dengan pertarungan lain di dunia ini, semua mengikuti sunnatullah. Ikuti permainan dengan cantik, rebut dulu kekuasaan sebesar besarnya, setelah itu idealisme kita terasa akan lebih berguna.
Kita harus memadukan semua yang baik baik yang ada di dunia ini, baik itu berasal dari belahan bumi timur maupun dunia barat, untuk kita racik kembali agar match dan cocok untuk kita besarkan indonesia.
Tengku Zulkifli Usman.
Partai Gelora Indonesia.
Sumber : FB