Tuesday, August 4, 2020

Sukses Dakwah di Era New Normal

Sukses Dakwah di Era New Normal

Oleh Abdussalam


Dakwah tidak lagi asing di mata seorang muslim, sudah menjadi kewajiban bagi seorang mulsim untuk melakukan dakwah. Dakwah secara bahasa berasal dari kata dasar (masdar) kata kerja da'a-yad'u yang berarti panggilan, ajakan atau seruan.  Kemudian secara istilah, dakwah yaitu kegiatan yang bersifat mengajak dan memanggil orang untuk taat kepada Allah SWT sesuai dengan garis akidah, syariah dan ahlak Islamiyah.


Menurut Habib Idrus Bin Salim Al-Jufri, Lc., MBA (Ketua Himpunan Da'i Muda Indonesia), terdapat berbagai macam metode dalam berdakwah, diantaranya yaitu:


Pertama, dakwah fardiyah yaitu dakwah yang dilakukan oleh seseorang kepada orang lain dalam jumlah yang sedikit. Kedua, dakwah ammah yaitu dakwah yang dilakukan oleh  seseroang dengan cara lisan yang ditujukan kepada banyak orang yang dimaksudkan untuk menanamkan pengaruh.


Ketiga, dakwah bil lisan yaitu dakwah yang dilakukan secara lisan melalui ceramah dan komunikasi langsung dengan objek dakwah. Keempat, dakwah bil hal yaitu melalui perbuatan. Ini bisa kita dilihat sebagaimana yang dicontohkan Nabi Muhammad dan para sahabat. Misalnya, bagaimana ketika Mush’ab bin Umair, ketika menjadi duta dakwah di Madinah. Di sana, dakwahnya sangat diminati karena cara dakwah Mush’ab menarik banyak orang karena Mushab memakai wewangian dan penampilan yang menarik.


Kelima, dakwah bil tadwin yaitu melalui tulisan. Baik itu buku, koran, majalah atau tulisan yang mengandung pesan dakwah. Keenam, dakwah bil hikmah yaitu, dakwah dengan cara arif dan bijaksana. Sehingga,dengan metode dakwah ini dapat membuat objek dakwah tertarik dengan materi dakwah tanpa ada tekanan dan konflik.


Beberapa bulan terakhir ini terjadi banyak perubahan, dan ini berdampak pada aktivitas dakwah. Sebagaimana yang kita ketahui, dakwah di masa pandemi ini sangatlah dibatasi, terutama dakwah secara langsung seperti tabligh akbar, pengajian, dsb. Dikarenakan untuk memutus penyebaran virus Covid-19 atau Corona


Namun hal demikian tidak bisa menghalangi kita untuk terus melakukan dakwah, karena dakwah tidak terbatas hanya dengan tabligh akbar, pengajian, seminar, dsb. Seharusnya hal ini menjadi pemicu untuk terus mengasah keterampilan dan kekreatifan kita dalam berdakwah. Dakwah di masa new normal ini bisa kita lakukan dengan banyak cara, salah satunya dengan pemanfaatan media sosial. Bisa dengan seminar online, tabligh akbar online, bisa juga dengan tulisan-tulisan yang dimuat di media sosial, dan lain sebagainya.


Semoga seiring berkembangnya zaman dan teknologi, kita bisa terus melanjutkan estafeta perjuangan dakwah ini dengan memanfaatkan berbagai kemajuan tersebut.

Selamat Berproses dan Berprogres 😊


Reference :

1.    https://republika.co.id/berita/qcmidm430/strategi-dakwah-di-era-emnew-normalem

2.    https://www.republika.co.id/berita/dunia-islam/islam-nusantara/17/01/24/ok995r313-memahami-dakwah

3.    https://www.freepik.com/free-vector/podium-speech_6482758.htm#page=2&query=speaking&position=27

 


KETERKAITAN PEREKONOMIAN DI INDONESIA PADA ZAMAN RASULULLAH KARENA ADANYA WABAH PENYAKIT ( COVID 19 )

KETERKAITAN PEREKONOMIAN DI INDONESIA PADA ZAMAN RASULULLAH KARENA ADANYA WABAH PENYAKIT ( COVID 19 )



BAB I 
PENDAHULUAN 

A. Latar Belakang 

(Alifiani, 2020)Dikala pemerintah sedang berupaya untuk mengoptimalkan kondisi perekonomian Indonesia, pandemi Covid-19 datang dengan segala dampak negatifnya. Seperti yang kita ketahui sekarang bahwa dampak dari pandemi ini sangat berpengaruh dalam segala aspek terutama pada kondisi kesehatan dan per ekonomian negara. Dengan adanya pandemi Covid-19 tidak dapat dipungkiri bahwa perekonomian Indonesia saat ini sedang berada dalam kondisi yang bisa dibilang sangat tidak stabil. Dari penjelesan di atas bahwasanya sebelum adanya covid- 19 itu muncul, keadaan ekonomi negara ini sedang tidak baik- baik saja. Ditambah lagi adanya virus ini yang membuat keadaan perekonomian di Indonesia semakin memprihatinkan. Bukan hanya dari sisi perekonomian, namun kondisi kesehatan pun terancam karena virus ini sangat berbahaya. Bahkan, dengan adanya virus ini nyawa manusia pun bisa terancam. Kemudian, berdasarkan pertumbuhan dari tahun ke tahun, sumber pertumbuhan ekonomi Indonesia pada triwulan 1 2020 terbesar pada sektor informasi dan komunikasi sebesar 0,53 persen. Hal ini cukup bisa dimaklumi mengingat dengan adanya anjuran dari pemerintah untuk di rumah saja maka banyak orang menjalankan pekerjaan, hiburan dan pendidikan melalui teknologi informasi.

Seiring hal tersebut, volume penjualan listrik PLN ke rumah tangga pun otomatis meningkat. Berdasarkan rilis dari Badan Pusat Statistik, jumlah wisatawan mancanegara yang datang ke Indonesia pada Triwulan 1 2020 juga turun drastis hanya sejumlah 2,61 juta kunjungan, berkurang 34,9 persen bila dibandingkan dengan tahun lalu. Hal ini sejalan dengan adanya larangan penerbangan antar negara yang mulai diberlakukan pada pertengahan Februari lalu. Jumlah penumpang angkutan rel dan udara juga tumbuh negatif seiring dengan diberlakukannya PSBB. Dari paparan di atas sangat berdampak sekali Covid- 19 ini terhadap pendapatan negara. Karena dengan adanya wabah itu pemerintah pun ikut andil dalam mengeluarkan kebijakan- kebijakan karena demi keselamatan perekonomian terutama nyawa masyarakat Indonesia. Dengan adanya kebijakan- kebijakan yang dikeluarkan oleh pemerintah maka beberapa sektor dalam sisi ekonomi di batasi. Yang dampaknya kepada pendapatan pekerja dan negara yang drastis menurun.

(Kurnianto, 2017)Ada beberapa faktor yang dapat menentukan tinggi rendahnya sosial ekonomi orang tua di masyarakat, di antaranya tingkat pendidikan, jenis pekerjaan, tingkat pendapatan, kondisi lingkungan tempat tinggal, pemilikan kekayaan, dan partisipasi dalam aktivitas kelompok dari komunitasnya. Dalam hal ini uraiannya dibatasi hanya 4 faktor yang menentukan yaitu tingkat pendidikan, pendapatan, dan kepemilikan kekayaan, dan jenis pekerjaan. Faktor yang pertama adalah dari tingkat pendidikan, menurut UU RI No. 20 Tahun 2003 pasal 3, pendidikan bertujuan untuk “Mencerdaskan kehidupan bangsa dan mengembangkan manusia Indonesia seutuhnya, yaitu manusia beriman dan bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa dan berbudi pekerti luhur, memiliki pengetahuan dan keterampilan, kesehatan jasmani dan rohani, kepribadian yang mantap dan bertanggung jawab kemasyarakatan dan kebangsaan”. Dari isi UU di atas tujuan pendidikan di Indonesia sangat memperhatikan nilai moral keagamaan, memperhatikan kemampuan yang nantinya dapat dikembangkan agar sumber daya manusia di Indonesia mempunyai kualitas yang baik. Dan dapat bersaing dengan negara- negara berkembang dengan tidak menutup kemungkinan dapat bersaing juga dengan negara maju. Untuk mencapai tujuan tersebut, pendidikan diselenggarakan melalui jalur pendidikan sekolah (pendidikan formal) dan jalur pendidikan luar sekolah (pendidikan non formal).

Kemudian faktor yang kedua adalah pendapatan, jumlah semua hasil suatu pekerjaan yang diterima oleh kepala keluarga maupun anggota keluarga lainnya yang diwujudkan dalam bentuk uang dan barang. Kemudian faktor yang ketiga adalah pemilikan kekayaan atau fasilitas pemilikan kekayaan atau fasilitas, kepemilikan barang berharga yang memiliki nilai tinggi dalam suatu rumah tangga. Dari paparan di atas bahwasanya tolak ukur kekayaan seseorang dapat dilihat dari koleksi atau barang kepemilikannya di rumah. Karena apabila barang tersebut bagus kualitasnya maka sudah pasti harganya pun mahal. Dengan harga yang mahal dapat dikatakan orang tersebut memiliki harta yang lebih. Apabila barang kepemilikannya mahal dan banyak maka dapat menjadi suatu kekayaan nantinya. Bisa mendapatkan untung apabila barang tersebut dirawat dengan sebaik mungkin. Kemudian dijual saat barang tersebut sudah atau jarang diproduksi lagi. Dengan kelangkaan barang tersebut maka kita berhak dan boleh memasang harga yang lebih tinggi dari harga aslinya. 

Kepemilikan kekayaan atau fasilitas tersebut di antaranya, barang-barang berharga yang bernilai ekonomis dalam berbagai bentuk dan ukuran seperti perhiasan, televisi, kulkas dan lain-lain dapat menunjukkan adanya pelapisan dalam masyarakat. Dan jenis-jenis kendaraan pribadi, kendaraan pribadi dapat digunakan sebagai alat ukur tinggi rendahnya tingkat sosial ekonomi keluarga. Misalnya, orang yang mempunyai mobil akan merasa lebih tinggi tingkat taraf ekonominya dari pada orang yang mempunyai sepeda motor. Dari kutipan di atas sangat jelas lagi dan lagi tolak ukur kekayaan seseorang dapat dilihat dari kepemilikan barang pribadinya. Kemudian faktor terakhir adalah dari jenis pekerjaan, pekerjaan akan menentukan status sosial ekonomi karena dari bekerja segala kebutuhan akan dapat terpenuhi. Pekerjaan yang ditekuni oleh setiap orang berbeda-beda, perbedaan itu akan menyebabkan perbedaan tingkat penghasilan dari yang rendah sampai pada tingkat yang tinggi, tergantung pada pekerjaan yang ditekuninya. Contoh pekerjaan berstatus sosial ekonomi rendah adalah buruh pabrik, penerima dana kesejahteraan, dan lain-lain. Pada kutipan ini pekerjaan seseorang dapat menjadi faktor yang menentukan pendapatan seseorang. Dengan bekerja di kantor, memakai kemeja, celana bahan hitam, dasi dan sepatu fantopel pendapatannya lebih besar daripada yang hanya kerja memakai baju polos, celana bebas, sepatu bebas. Dari sisi penampilannya saja sudah jauh berbeda. Apalagi dari sisi pendapatannya dapat dikatakan jauh berbeda. 

B. Tujuan 

Tujuan penulisan paper ini adalah untuk memberikan informasi tentang kondisi perekonomian Indonesia saat ini dari kegiatan produksi, konsumsi dan distribusi. Dan mengetahui apa saja faktor- faktor yang menentukan tinggi rendahnya sosial ekonomi. Serta mengetahui pemikiran ekonomi Islam dari zaman Rasulullah SAW. hingga ulama kontemporer sampai saat ini. 

C. Rumusan Masalah 

Sesuai judul paper di atas, bagaimana keadaan perekonomian di Indonesia saat ini dari kegiatan produksi, konsumsi dan distribusi, apa saja faktor- faktor yang menentukan tinggi rendahnya sosial ekonomi di kalangan masyarakat.

BAB II 
PEMBAHASAN 

A. Sikap Menghadapi Wabah Penyakit Dalam Kebijakan Rasulullah

(Arafik, Al- Qur' an dan Terjemahannya, 2004) Islamic Worldview, cara pandang Islam dalam melihat segala hal yang terjadi di dunia, sudah dipandu di dalam kitab suci Alquran, terdapat pada Surat al-Baqarah [2]: 155-157. “Dan sungguh akan Kami berikan cobaan kepada kamu, dengan sedikit ketakutan, kelaparan, kekurangan harta, jiwa dan buah-buahan. Dan berikanlah berita gembira kepada orang-orang yang sabar, (yaitu) orang-orang yang apabila ditimpa musibah, mereka mengucapkan: “Inna lillahi wa inna ilaihi raji’un”. Mereka itulah yang mendapat keberkatan yang sempurna dan rahmat dari Rabb mereka dan mereka itulah orang-orang yang mendapat petunjuk.”

Dari dalil di atas bahwasanya cobaan itu akan datang kapan pun dan di mana pun. Dengan tidak ada yang mengetahuinya kecuali Allah SWT. Yang Maha Mengetahui. Cobaan itu bisa dari penyakit, musibah, atau yang dapat memberikan kita pelajaran selama hidup di dunia. Dengan adanya wabah ini manusia harusnya sadar atas perbuatannya. Karena Allah SWT. memberikan cobaan karena ulah manusia itu sendiri selama hidupnya. Agar manusia berpikir segala perbuatannya itu akan di pertanggung jawabkan. Mungkin tidak langsung tetapi dengan peringatan adanya wabah atau musibah yang datang seharusnya sudah cukup sebagai peringatan. Apabila kita sabar dalam menghadapinya maka segala keberkahan akan datang kepada kita.

(Arafik, Sejarah Pemikiran Islam Kontemporer, 2017)Kebijakan Nabi Muhammad Saw dalam menghadapi wabah penyakit menular Nabi Muhammad SAW. selain sebagai pemimpin agama juga merupakan kepala negara pada saat itu, sehingga segala urusan dunia maupun hal-hal yang berkaitan dengan kepentingan akhirat menjadi pedoman bagi umatnya sampai saat ini, karena datangnya langsung dari Allah SWT. berupa wahyu, baik itu perintah maupun larangan. Oleh karena itu, Nabi Muhammad menjadi suri tauladan yang senantiasa dijalankan, baik urusan dunia maupun akhirat, mulai dari sesuatu yang sangat kecil hingga urusan yang sangat besar (QS. Al-Ahzab [33]: 21). Tutur katanya senantiasa dalam bimbingan wahyu Allah SWT (QS. An-Najm [53]: 3-4), dan sikap hidupnya merupakan cerminan dari Alquran (QS. Al-Qalam [68]: 4).

Dari paparan di atas Rasulullah selain menjadi utusan Allah SWT. sebagai menyebarkan agama Islam, beliau juga pada zaman itu menjadi pimpinan sekaligus kepala negara. Dengan segala keputusan yang diambil dari Al- Qur’ an dan Hadist membuat semua rakyatnya mematuhi keputusannya. Dari berbagai permasalahan dari yang terkecil hingga terbesar semua masalah di selesaikan sesuai Al- Qur’ an dan Hadist. Sekaligus beliau berdakwah tentang apa yang dibahas dalam Al- Qur’ an dan Hadist. Karena dengan memahami isi kitab suci Al- Qur’ an insyaAllah akan mendapat syafaat di hari akhir nanti.

(Kebijakan Nabi Muhammad Saw dalam Menghadapi Wabah Penyakit Menular, 2020)Ketika berbicara tentang wabah atau penyakit menular, pada dasarnya tidak dikenal saat ini saja, namun sudah dikenal sejak zaman Nabi Muhammad SAW. Pada masa itu, wabah yang cukup dikenal adalah Pes dan Lepra. Nabi pun melarang umatnya untuk memasuki daerah yang terkena wabah, apakah itu pes, lepra, maupun penyakit menular lain. Di antara sahabat Nabi Muhammad SAW. yang meninggal akibat wabah penyakit menular adalah Mu'adz ibn Jabbal, Abu Ubaidah, Syarhbil ibn Hasanah, Al-Fadl ibn Al-Abbas ibn Abdul Muthallib. Kebijakan Rasul pun keluar dengan bersabda: "Jika kalian mendengar tentang wabahwabah di suatu negeri, maka janganlah kalian memasukinya. Tetapi jika terjadi wabah di suatu tempat kalian berada, maka janganlah kalian meninggalkan tempat itu." (Hadits Riwayat Bukhari dan Muslim). Dari Hadist di atas bahwasanya ketika ada wabah di suatu daerah maupun negara kita tidak boleh meninggalkan daerah tersebut. Dengan adanya Hadist di atas sudah jelas kita harus tetap tinggal di daerah ataupun negara tersebut meskipun sedang datangnya musibah.

Kemudian metode karantina yang telah diperintahkan Nabi Muhammad SAW. untuk mencegah wabah tersebut menjalar ke negara-negara lain. Untuk memastikan perintah tersebut dilaksanakan. Nabi Muhammad mendirikan tembok di sekitar daerah yang terjangkit wabah dan menjanjikan bahwa mereka yang bersabar dan tinggal akan mendapatkan pahala sebagai mujahid di jalan Allah, sedangkan mereka yang melarikan diri dari daerah tersebut diancam malapetaka dan kebinasaan. Dari penjelasan di atas bahwasanya barang siapa yang bersabar dalam menghadapi wabah penyakit maka akan mendapat pahala yang sama dengan berjihad di jalan Allah. Berdiam bukan berarti tidak melakukan sesuatu kita tetap harus yang namanya ikhtiar. Dengan segala macam ikhtiar yang telah kita lakukan selebihnya kita serahkan kepada Allah SWT. 

Peringatan kehati-hatian pada penyakit lepra juga dikenal luas pada masa hidup Nabi Muhammad Saw. Rasulullah menasihati masyarakat agar menghindari penyakit lepra. Dari hadis Abu Hurairah, Imam Bukhari meriwayatkan bahwa Rasulullah bersabda, "Jauhilah orang yang terkena lepra, seperti kamu menjauhi singa." Pada masa ke Khalifah Umar bin Khattab, wabah kolera menyerang Negeri Syam. Khalifah Umar bersama rombongan yang saat itu dalam perjalanan menuju Syam terpaksa menghentikan perjalanannya. Umar pun meminta pendapat kaum muhajirin dan kaum anshar untuk memilih melanjutkan perjalanan atau kembali ke Madinah. Sebagian dari mereka berpendapat untuk tetap melanjutkan perjalanan dan sebagian lagi berpendapat untuk membatalkan perjalanan. Umar pun kemudian meminta pendapat sesepuh Quraisy. Yang kemudian menyarankan agar Khalifah tidak melanjutkan perjalanan menuju kota yang sedang diserang wabah penyakit. "Menurut kami, engkau beserta orang-orang yang bersamamu sebaiknya kembali ke Madinah dan janganlah engkau bawa mereka ke tempat yang terjangkit penyakit itu," 

B. Langkah Tepat Dalam Menerapkan Kebijakan Perekonomian Saat Adanya Wabah Ala Rasulullah SAW. 

(Zuraya, 2020)Kebijakan fiskal telah lama dikenal dalam teori ekonomi Islam, yaitu sejak zaman Rasulullah SAW. dan Khulafaur Rasyidin, yang di kemudian hari dikembangkan oleh para ulama. Ibnu Khaldun (1404) mengajukan solusi atas resesi dengan cara mengecilkan pajak dan meningkatkan pengeluaran pemerintah. Pemerintah adalah pasar terbesar, ibu dari semua pasar, dalam hal besarnya pendapatan dan penerimaannya. Jika pasar pemerintah mengalami penurunan, wajar bila pasar yang lain pun akan ikut menurun, bahkan dalam agregat yang lebih besar.

Pada penjelasan di atas bahwasanya kebijakan yang harus diambil oleh pemerintah adalah dengan mengurangi nilai pajak. Karena hampir semua kegiatan ekonomi dibatasi malah adapun yang sampai menghentikannya karena sisa kas dari perusahaan tersebut tidak cukup. Dan dengan itu pemerintah seharusnya mengeluarkan dana bantuan kepada pelaku UKM ataupun yang terdampak karena wabah ini.

Pengamat Ekonomi Syariah, Adiwarman Karim, dalam bukunya, Ekonomi Islam: Suatu Kajian Kontemporer, menulis, Abu Yusuf (798 H) merupakan ekonom pertama yang secara rinci menulis tentang kebijakan ekonomi dalam kitabnya, Al Kharaj, yang menjelaskan tanggung jawab ekonomi pemerintah untuk memenuhi kebutuhan rakyatnya. Menurut Adiwarman, di zaman Rasulullah SAW, sisi penerimaan APBN terdiri atas kharaj (sejenis pajak tanah), zakat, kums (pajak 1/5), jizyah (sejenis pajak atas badan orang non-Muslim), dan penerimaan lain-lain (di antaranya kafarat/denda). Pengeluaran terdiri atas pengeluaran untuk kepentingan dakwah, pendidikan dan kebudayaan, iptek, hankam, kesejahteraan sosial, dan belanja pegawai. Penerimaan zakat dan kums dihitung secara proporsional berdasar persentase, bukan nilai nominal, sehingga ia akan menstabilkan harga dan menekan inflasi ketika permintaan agregat lebih besar daripada penawaran agregat. 

Di zaman Khulafaur Rasyidin, begitu banyak contoh nyata pengelolaan dana rakyat yang baik. Di zaman Umar ibn Khattab RA, penerimaan Baitul Maal mencapai 160 juta dirham. Di sisi pengeluaran, Umar memerintahkan Amr bin Ash, gubernur Mesir, untuk membelanjakan sepertiga APBN untuk membangun infrastruktur. APBN di zaman-zaman para teladan tersebut jarang mengalami defisit. Dengan ketiadaan defisit, tidak ada uang baru yang dicetak dan inflasi tidak akan terjadi (karena adanya ekspansi moneter).

Dengan merujuk terhadap penjelasan di atas secara jelas seharusnya pemerintah membantu seluruh elemen masyarakat dalam menanggulangi wabah ini. Pemerintah tidak harus memberikan uang kepada setiap masyarakat. Cukup dengan mengeluarkan kebijakan yang dapat meringankan beban pembayaran masyarakat. Karena dengan meringankan bayaran, masyarakat dapat memenuhi kebutuhan hidup tanpa adanya tanggungan yang berat. Kemudian dari sisi pembayaran pajak dengan merujuk kepada zaman Rasulullah penerimaan zakat dan kums itu dihitung secara proporsional dengan berdasarkan persentase bukan nilai nominal.

BAB III 
PENUTUP 

A. Kesimpulan 

Dari apa yang dibahas di atas, bahwasanya pada zaman Rasulullah dan para sahabatnya pun sudah ada musibah dengan adanya wabah penyakit. Karena dalam Al- Qur’ an sudah jelas dipaparkan pada surat Al- Baqarah ayat 157- 158 yang artinya : “Dan sungguh akan Kami berikan cobaan kepada kamu, dengan sedikit ketakutan, kelaparan, kekurangan harta, jiwa dan buah-buahan. Dan berikanlah berita gembira kepada orang-orang yang sabar, (yaitu) orang-orang yang apabila ditimpa musibah, mereka mengucapkan: “Inna lillahi wa inna ilaihi raji’un”. Mereka itulah yang mendapat keberkatan yang sempurna dan rahmat dari Rabb mereka dan mereka itulah orang-orang yang mendapat petunjuk.”

Dari ayat di atas bahwasanya, musibah memang akan datang kepada manusia selaku hamba Allah SWT. yang tidak luput dari lupa dan dosa. Karena dengan adanya musibah sekecil apa pun itu adalah peringatan dari Allah SWT. kepada hamba- Nya yang lalai dalam mengingatnya. Orang yang sabar dalam menghadapi segala macam musibah mereka akan mendapatkan keberkatan yang sempurna dari Allah SWT. Dan mereka akan mendapat petunjuk dari Allah SWT. dalam hidupnya.

Dengan adanya wabah ini sampai- sampai semua sektor yang menjadi ladang penghasilan manusia juga terdampak. Sehingga manusia banyak yang sulit menjalankan kehidupannya karena adanya wabah ini. Di sinilah pemerintah sebagai penguasa negara seharusnya membantu dari hal apa pun. Baik dari kebijakan yang dikeluarkan sehingga meringankan beban masyarakat. Dari sisi bantuan dana kepada pelaku usaha agar dengan adanya wabah ini mereka masih bisa bekerja dengan pengurangan jam kerja. Dengan meringankan pajak masyarakat ini sangat membantu dalam pengeluaran dana. Karena masyarakat pun sangat susah dalam memikirkan kebutuhan hidupnya. Dengan kebijakan- kebijakan yang dapat mengurangi beban pembiayaan masyarakat dan bantuan dana kepada pelaku ekonomi insyaAllah kegiatan perekonomian di Indonesia tidak akan mengalami keterpurukan.

DAFTAR PUSTAKA 

Alifiani, A. (2020, Juli Jum' at). Tentang Keadaan Perekonomian Indonesia di Tengah Pandemi Covid 19 : suara.com. Diambil kembali dari Suara.com: https://www.suara.com/yoursay/2020/06/11/122201/kondisi-perekonomian-indonesia-ditengah-pandemi-covid-19

Arafik, H. (2004, Maret). Al- Qur' an dan Terjemahannya. Diambil kembali dari Surabaya: Mekar Surabaya: https://www.researchgate.net/publication/340138893_Kebijakan_Nabi_Muhammad_Saw_ Menangani_Wabah_Penyakit_Menular_dan_Implementasinya_dalam_Konteks_Penanggula ngan_Coronavirus_Covid-19 

Arafik, H. (2017). Sejarah Pemikiran Islam Kontemporer. Diambil kembali dari Jakarta, Kencana: https://www.researchgate.net/publication/340138893_Kebijakan_Nabi_Muhammad_Saw_ Menangani_Wabah_Penyakit_Menular_dan_Implementasinya_dalam_Konteks_Penanggula ngan_Coronavirus_Covid-19 Kebijakan Nabi Muhammad Saw dalam Menghadapi Wabah Penyakit Menular. (2020, Maret). Diambil kembali dari Repubika.co.id. 

Kurnianto, T. B. (2017). Dampak Sosial Ekonomi Masyarakat. Media.neliti.com, 10-13. Siagin, P. S. (2012). Administrasi Pembangunan. Media.neliti.com, 12-13.

 Zuraya, N. E.-F. (2020, Mei Jum' at). Konsep Ekonomi Ala Rasulullah Disaat Krisis dan Normal. Diambil kembali dari Republika.co.id: https://republika.co.id/berita/q9nbl4440/konsep-ekonomi-alarasulullah-di-saat-krisis-dan-normal 

Presiden Albania Menyetujui Kerjasama militer dengan Turki

Republik Turki sebelumnya sudah melakukan kerjasama militer dengan negara-negara lain, seperti Qatar, Libya, Somalia, dan Azerbaijan. Kini Turki melakukan kerjasama militer dengan negara Albania
.

Presiden Albania Ilir Meta pada hari Senin menyetujui protokol implementasi untuk perjanjian kerja sama militer dengan Turki.

"Dengan perjanjian ini, kontribusi keuangan dibuat untuk pembelian jasa dan barang untuk keperluan militer. Dengan demikian, peningkatan interoperabilitas Angkatan Bersenjata Republik Albania dipengaruhi," kata pernyataan kepresidenan.

Perjanjian tersebut sedang dilakukan dalam kerangka kerja sama yang ada dengan Turki dan persahabatan serta hubungan yang stabil untuk lebih memperkuat kerja sama militer, pernyataan itu menambahkan.

Perjanjian kerja sama ini bertujuan untuk menentukan prinsip-prinsip bantuan keuangan bagi Albania untuk membeli produk yang 100% dibuat sendiri di Turki dan layanan untuk keperluan militer.

Perjanjian tersebut ditandatangani oleh kedua negara pada 24 Januari dan 24 Februari tahun ini. Parlemen Albania mengesahkan perjanjian pada 23 Juli.

Setelah persetujuan presiden, perjanjian akan mulai berlaku 15 hari setelah dipublikasikan dalam Berita Resmi.

Kedua sekutu NATO juga menandatangani Februari pada Rencana Kerjasama Pertahanan.

Fahri Hamzah: Manusia Konstitusi

Fahri Hamzah: Manusia Konstitusi
Oleh Tengku Zulkifli Usman


Salah satu ciri Khas Fahri Hamzah adalah dia politisi dengan mindset konstitusi yang kokoh.
Fahri selalu membangun argumen demokrasi yang kuat atas landasan konstitusi, tidak melebar dan tidak juga keluar konteks.
Fahri selalu berpijak pada pola pikir negara secara utuh, tidak jualan isu isu yang tidak ada kaitan dengan demokrasi.
Argumen argumen Fahri dalam berdemokrasi semua bersandar pada mindset bernegara full dalam kerangka demokrasi modern. Bukan nalar cocoklogi ala kebanyakan aktivis.
Fahri selalu mengalahkan lawan lawan debatnya dengan mindset konstitusi, tidak memakai logika logika golongan tertentu untuk membenarkan dirinya.
Mindset fahri adalah mindset demokrasi secara utuh, fahri tidak pernah saya lihat berargumen baper minta dimaklumi hanya karena dia politisi muslim.
Fahri membangun logika demokrasi tanpa sekat dengan negara, tidak jualan pancasila untuk menipu, tidak juga jualan isu politik identitas dan beraharap dikasihani rakyat atau umat.
Apa kata konstitusi, itu kata fahri. apa petunjuk konstitusi, itulah jalan pikir Fahri. Dia gak melebar kemana mana kalau berbicara.
Dengan mindset inilah fahri mengalahkan argumen yang dibangun golongan pancasilais yang suka klaim pancasila tapi sejatinya omong kosong.
Dengan mindset inilah fahri mengalahkan golongan yang jualan baju agama dan baju dakwah demi kepentingan politik dan menutupi kedholimannya di pengadilan.
Dengan midset inilah fahri memberantas buta politik dan buta konstitusi yang akut yang dialami oleh kebanyakan aktivis, baik aktivis kiri atau haluan kanan.
Fahri mengajarkan mindset bernegara secara utuh tanpa ada jarak dalam memahami dan menafsirkan negara. Fahri contoh politisi yang tidak bertele tele dalam bernalar.
Mindset konstitusional fahri yang matang inilah yang membuat fahri selalu kuat di depan rival rivalnya. Karena kebanyakan rival rival fahri suka cocoklogi dan sebagian ada malah yang anti negara.
Semua stakeholders partai Gelora perlu belajar banyak kepada fahri soal soal mindset konstitusi dan kerangka berpikir "total blending" dengan negara. Dimana banyak aktivis muslim sangat lemah disisi ini.
Fahri memberi warna baru dalam pola pikir konstitusional kepada para politisi junior lain yang akan masuk ke ranah politik masa depan indonesia.
Fahri mengajarkan cara cara bernegara yang elegan dan dewasa, agar semua politisi bisa menjadikan konstitusi sebagai panglima. Bukan fatwa golongan sempit dan kolot yang dipaksakan kepada logika negara.
Inilan bedanya Fahri dengan kebanyakan politisi muslim lain di tanah air. Fahri tidak punya sekat dengan negara lahir dan batin. Seorang politisi memang seharusnya cerdas begitu agar tidak terjebak pada pola pikir cocoklogi golongan tertentu.
Karena konstitusi negara adalah kesepakatan bersama dan konsensus utama kita dalam bernegara. Maka Yang tidak siap berpikir dengan mindset konstitusional akan sangat berbahaya jika mereka terjun ke dunia politik.
Saya menyebut fahri sebagai an example of contitutional man. Orang yang layak di contoh dalam membangun argumen bernegara dalam kerangka demokrasi modern dan dewasa.
Fahri sepanjang karir politiknya selalu menjadikan dalil konstitusi sebagai panglima secara konsisten. Begitu juga dalam banyak buku yang sudah dia tulis.
Fahri adalah contoh politisi muslim langka yang pernah berada pada barisan islam politik yang mampu melakukan lompatan pemikiran ke ranah negarawan, bukan lagi di wilayah pemimpin jamaah pengajian.
Inilah nilai tambah fahri yang tidak dimiliki oleh banyak politisi muslim lain di tanah air. Fahri bukan level politisi baperan, mewekan, melebar kemana mana, cocoklogi, dan suka jualan ayat hadist untuk membela kesalahannya di ranah negara.
Fahri contoh politisi muslim yang firm dengan narasi kebangsaan dan keummatan secara bersamaan dalam bingkai negara modern dan demokrasi yang sehat.
Kedewasaan bernegara ala fahri ini layak dicontoh oleh mereka mereka yang menginginkan naik kelas dalam pola pikir dan naik kelas dalam bernegara. terutama oleh mereka mereka yang sedang memperjuangkan gagasan arah baru indonesia.

Monday, August 3, 2020

Pesawat Tempur Rusia Bombardir Kota Binnish (Idlib Suriah), Tewaskan 3 penduduk Sipil

Pesawat Tempur Rusia kembali bombardir penduduk sipil di kota Binnish (sebelah kota Idlib) dengan roket berdaya ledak tinggi. Dilaporkan ada 3-4 korban yang tewas, lainnya mengalami luka-luka.



Setelah serangan udara, pasukan Turki menghajar titik rezim Assad di Saraqib Idlib dengan roket darat. Begitu pula, roket-roket milik pejuang oposisi menghajar titik rezim Assad di Haddadah-riff Lattakia.

Perbedaan antara Oposisi-Turki dan Rezim Assad-Rusia

Menurut relawan kemanusiaan yang aktif di Idlib Suriah, ada perbedaan yang mencolok antara pasukan oposisi-Turki dengan rezim Assad. Pasukan Turki maupun kelompok oposisi bersenjata ketika menghajar rezim Assad dengan roket, yang dihajar wilayah militer rezim yang dimana itu garis depannya yang tidak ada warga sipilnya. Beda dengan Rusia dan rezim syiah Assad ini..ketika mereka melepaskan roket dari udara maupun darat yang jadi sasaran pasti wilayah sipil seperti : masjid, rumah sakit, sekolah, pasar pertokoan, pabrik roti dan rumah-rumah warga.

*Diolah dari akun Mohammed Ghorab, WorldonAlert, Ahmad Farhan

Tips WA Marketing, agar Rupiah Mengalir Berlimpah ke Dompet Anda

Tips WA Marketing, agar Rupiah Mengalir Berlimpah ke Dompet Anda

Oleh Syukur Penerangan Hasibuan



Bisakah?

Dulu saya juga mikirnya begitu, mana bisa? Kalau mau rupiah, ya harus kerja. Berangkat pagi, pulang petang, badan pegal-pegal, penghasilan pas-pasan. Ada yang mengalami?

Ya, kalau di rumah saja biasanya buat istirahat atau buat tidur saja. Cari nafkah ya harus keluar rumah. Siapa yang mikirnya kayak saya? Pasti banyak!!!

Sampai akhirnya dunia berubah, maka cara cari nafkah juga berubah. Ada yang namanya online. Kayak namanya yang bisa memahami ini, belajar ini, memanfaatkan ini, maka nafkahnya akan on, rezekinya juga on, mau atau sangat mau?

Kalau  hanya mengandalkan bisnis offline, apalagi saat wabah virus corona sebagai pandemi  dimana-mana. Dimana banyak tempat makan, restoran, atau bisnis food and baverage (makanan dan minuman) yang modelnya dine in atau makan disana, banyak yang tutup. Bahkan diambang bangkrut.

Ya, pada sepi, apalagi dengan ada pemerintah setempat yang menggunakan kebijakan PSBB alias Pembatasan Sosial Berskala Besar. Banyak toko, warung, restoran, kafe, bahkan mall pun dipaksa tutup. Lalu bagaimana biar yang dirumahkan, dipulangkan bisa tetap menghasilkan rupiah?

Nah, dunia online bukan ujug-ujug tiba. Tapi sebenarnya nyata di depan kita. Bahkan dulu ojek pengkolan yang berkuasa diganti ojek online yang bertebaran dimana-mana. Ada yang namanya gost kitchen, dimana tidak punya tempat makan, tidak punya warung, tidak punya restoran, hanya mengandalkan grabfood dan gofood penjualannya bisa melonjak. Dari rumah rumah menghasilkan rupiah. “Wuih keren!!!”

Inilah online. Selamat datang di dunia online. Kalau paham ini, insyaallah nafkah tetap on. Kalau masih mengadalkan offline, hati-hati off. Lalu baiknya bagaimana? Mulai pelan-pelan belajar online. Offline-nya tetap jalan, tapi diimbangi dengan online, dimulai, dikencangin, ditekunin.

Uniknya dunia online ini bisa dilakukan dimana-mana. Kita berpindah-pindah pun bisa tetap berjalan alias on. Dan uniknya lagi bisa 24 jam nonstop. Modalnya hanya kuota, fisiknya boleh HP saja, dan keahliannya hanya tulisan, gambar dan video. Bisa ini, insyaallah modal besar untuk go online, go jutaan mengalir ke rekening anda.

Nah, dengan ciri tadi, bisnis ini sangat bisa dijalankan dirumah, dari rumah. Jadi dari rumah menghasilkan rupiah, bisa hasilkan jutaan, bukan bohongan, bukan isapan jempol, bukan pula pepesan kosong. Saya sendiri dan mitra-mitra bisnis saya sudah menekuni 3 sampai 4 tahun ini menjalankan bisnis online di rumah, dari rumah. Dari bisnis rumahan bisa menghasilkan jutaan. Apakah anda mau?
Mulai dari mana? 

Mulai dari yang anda punya. Sudah punya HP? Bagus. Ada kuota? Bagus. Bisa WA? Bagus. Bisa komen di WA story orang? Bagus. Ada FB dan IG? Bagus. Nah, itu sudah modal. Sangat cukup.

Banyak orang tidak tahu bahwa hanya posting-posting bisa closing. Iya, beneran! Malah banyak orang yang rela pontang-pantig kerja tidak karuan dengan hasil yang tidak seberapa. Saatnya go online belajar marketing online. 

Memang awalnya tidak biasa, dipaksa saja sampai bisa. Memang ini kebiasaan baru nanti disana insyaallah ada nafkah baru. Memang awalnya pertama tidak menghasilkan, namun kalau ditekuni, ketagihan dan hasilnya bisa jadi jutaan bahkan lebih.

Jadi jangan mengaku gaptek alias gagap teknologi. Memang ini ilmu baru yang banyak orang tidak mau mempelajari hal itu. Kalau masih “ngeyel gaptek”, itu artinya kita tidak mau belajar, tidak mau berbenah. Hati-hati lama-lama nafkah bisa pudar dan musnah. Hanya mereka yang terus belajar, berbenah, insyaallah nafkahnya makin besar dan berlimpah.

Intinya mau belajar. Titik!

Saya mau cerita saja, “Modal HP anda itu sudah cukup untuk jualan dari rumah. Yang pasti niatkan HP kita untuk pengganti kantor Anda, ruko Anda, bisnis Anda. Kalau bisa satu HP khusus buat bisnis. Lebih bagus! Jangan dicampur sama yang pribadi, keluarga, pertemanan. Jangan! Harus dipisahkan!

Saya sering mendapat keluhan di grup WA belajar yang saya bina, mitra minta keluar grup karena HP-nya kepenuhan. Terus saya Tanya, memang rezekinya sudah penuh? Memang sudah lunas hutang? Memang sudah umroh dilaksanakan? Memang sudah dari bisnis menghasilkan jutaan bahkan puluh juta? Jawab sendiri. 

Jadi harus siap sedia dulu HP buat senjata perang Anda. Kalau HP sudah siap, berarti Anda siap menang, siap rezeki jutaan. 

Oh iya, saran saya HP untuk jualan online minimal di kisaran harga Rp 3 juta sampai Rp 3,5 juta. RAM nya minimal 6 GB (Giga Byte) dan memorinya 128 GB (Giga Byte). Kalau spesifikasinya di atas itu lebih bagus. Satu lagi, untuk HP jualan, pastikan setahun itu ganti. Karena pasti memori cepat penuh. 

Jadi jangan sampai pakai HP jadul yang usianya sudah dua tahun, tiga tahun. Lemotnya nggak ketulungan! Dan tolong setiap enam bulan, isi HP refresh alias dihapus file, foto, video-video yang tidak penting dan tidak digunakan lagi. Biar HP nya lancar dan bisnisnya juga lancar. “Sip ya!”

Siap rezeki jutaan? Pasti siap, ini yang saya tunggu-tunggu. 

Begini, modal HP sudah ada, niat belajar sudah punya, maka sekarang tinggal action  bagaimana dari rumah bisa menghasilkan rupiah.

Kalau untuk menghasilkan jutaan dari kerja, maka Anda salah baca E-Book (artikel) ini. Saya hanya mengajarkan apa yang saya lakukan, saya dan mitra-mitra bisnis saya Alhamdulillah sudah banyak yang menghasilkan jutaan hanya dari bisnis rumahan.

Lalu bagaimana supaya segera dapat jutaan?

Segera siapkan mobile banking pada HP anda. Segera buka dan tanya di customer service bank. Karena memang ini salurannya Anda dapat rezekinya. Siapkan dulu salurannya. Kalau sudah siap, mau tidak mau Anda harus segera “JUALAN!”

“Walah! Kok di suruh jualan sih? Malu! Hehehe… Lebih malu mana mengutang atau jualan? Diluar sana banyak yang tidak malu ngutang, tapi di suruh jualan, malu nggak karuan. Ini kan aneh!”

Ada lagi kalau jualan katanya tidak lancar berbicara. Tapi kalau menghutang lancar. Lalu ada yang bilang, aku tidak bakat! Dari dulu semua orang se-Indonesia, se-Nusantara juga tidak bakat jualan. Karena nenek moyang kita adalah pelaut. Ingat lagu anak TK kan? “Nenek moyangku, seorang pelaut…”

Nah, kalau jualan insyaallah cepat kaya dadakan, kalau tidak jualan, mending ke laut saja. Saya sendiri memaknai jualan adalah sebagai jalan saya bisa bantuin orang. Jadi jualan itu bantuin orang. Mulia atau mulia banget? “jawab sendiri”

Ada orang tidak bisa masak, lalu kita buka usaha catering makanan dan langsung diantar ke rumahnya. Bahkan sekali masak bisa untuk sepuluh tetangga. Lalu kita telepon ke tetangga-tetangga untuk sekalian pesan dengan harga sekian rupiah. Mau Alhamdulillah, tidak mau terus cari yang mau. Pasti ada! Kalau begini, sangat membantu atau membantu banget? Tetangga tidak perlu repot-repot masak, kita pun dapat rupiah dari jualan catering ke tetangga.

Ada orang tidak punya mesin cuci. Biaya listrik tinggi, tapi ingin tetap pakaian bersih dicuci dan wangi. Akhirnya ada bisnis laundry yang pakaian kotor dijemput bahkan pakaian sudah bersih diantar kembali. Mulia atau sangat mulia? Jadi jualan, bisnis itu mmbantu yang lainnya.

Ada orang butuh suplemen kesehatan sepeti propolis yang asli dan tanpa efek samping. Lalu diabetesnya, asam uratnya, kolestrolnya berangsur pulih dan membaik. Jadi lebih sehat, lebih sembuh. Bagus atau sangat bagus? Bahkan propolis ini buat imunitas (kekebalan tubuh) sangat bagus jga sekaligus bisa mencegah virus.

Jadi kalau jualan niatnya untuk membantu orang, insyaallah tidak rasa malu lagi. Dibeli Alhamdulillah, belum dibeli, niat kita sudah berpahala karena membantu sesame. Jadi masih untung, tidak perlu ragu dan bingung.

Nah, kadang orang itu disuruh bisnis mikirnya sudah produksi dulu. Masakin kebab, masakin ini-itu, bagus juga. Kalau tenaga kuat dan memang rasanya enak. Namun masaknya sudah sangat lelah. Belum lagi tidak jago jualan. Akhirnya stok barang menumpuk tidak laku, jadi pusing.

Saran saya buat pemula, sudah jualan  yang ada saja. Selama itu halal dan legal, lanjutkan! Jadi tekuni sampaimrekening tebal. Sudah gitu saja. Jadi kita punya energi 100% kita curahkan buat penjualan. Insyaallah mudah dapat penghasilan sampai jutaan. Kalau terbagi sama produksi, yang ada letih dan lelah.

Mau produksi sendiri atau jualan langsung adalah pilihan bebas Anda. Silahkan menentukan pilihan. Namun kalau saran saya, yang langsung jualan agar segera jadi penghasilan.

Teknik jualan pakai WA

Langsung saja, pertama HP sudah khusus buat jualan. Sekarang cek berapa jumlah kontak teman-teman anda. Saran saya harus tembus di angka 10 ribu. Kalau belum tambah lagi. 

Caranya, ikuti grup WA dan simpan satu-satu namanya. Dan minta mereka juga simpan nama dan nomor Anda. Kalau saling simpan, maka WA story akan terbaca. Ini penting karena ini bagian dari strategi jualan nantinya. 

Atau coba cari di google grup-grup WA sesuai segmen yang anda bidik, masuk saja. Dan jangan langsung jualan. Aktiflah disana, hargai aturan grup, dan simpan satu-satu. Dan minta dia juga untuk simpan nama kita. Jadi dua arah.

Dulu saya seperti ini sampai 5.000 database pertama gara-gara HP saya memorinya rendah, jadi sering demam HPnya alias panas. Kedua saya mau bertanya, kalau kenal langsung Anda jualan, menurut Anda bagaimana? Menyebalkan bukan! Itulah kita. Kebanyakan langsung menyerang, langsung jualan. Makanya ditolak mentah-mentah dan sakitnya.

Harusnya pakai strategi, bangun interaksi. Di ilmu WA Marketing yang saya pelajari, bahkan sehari kita harus komen ke 100 WA story teman-teman yang kita simpan. Misal dia posting makanan, kita bilang “enak” atau dia lagi jalan-jalan, kita bilang,”asyiknya”. Dia buat status lagi senang, kita ikutan senang dan kasih emoticon senyuman.

Jadi di awal-awal kita harus rajin komentar. Jangan heran nanti Anda pun juga rajin di komentar. Intinya interaksi, insyaallah nanti berbuah transaksi. Perhatikan juga cara penulisan komentar. Pastikan obral emoticon senyuman banyak. Minimal ada tiga.

Ketiga, ini yang lebih penting. Perbaiki foto profil Anda. Foto yang professional. Jangan gambar hewan, kucing atau binatang lainnya. Kita orang, jadi pakai foto kita yang paling terang, paling bagus. Jangan juga foto selfie dengan bibir dimonyongin. Apalagi HP nya jelek, nanti orang jadinya tidak percaya dan akhirnya tidak beli.

Kalau Anda ada foto di luar negeri atau bersama tokoh atau artis, lebih bagus lagi. Pasang yang kayak ini. Semakin mudah orang percaya dengan profil kita, maka akan lebih muda transfer.

Jangan langsung barang juga, nanti ketahuan jualannya. Mengerti! Segera perbaiki.

Nah, tiga itu lakukan dulu. Karena ilmu jualan di WA yang saya jalani itu mengalir saja. Perbanyak interaksi, perbanyak kita penasaran dan peduli sama dia, dan bangun percakapan yang ada 3 poin yaitu, Pacing, Digging, dan Leading.

Pacing itu perbanyak menyamakan diri kita dengan calon pembeli. Misal dia foto di Bali. Kita bilang, “Bali itu bagus ya!” Walaupun kita belum pernah kesana. Googling saja. Boleh juga Tanya-tanya, “Sudah ke kuta, Kintamani atau Bedugul?” Untuk bahan percakapan. Kalau dia di profil WA-nya sama anaknya, kasih komentar, “Wah lucu banget ya anaknya, semoga jadi anak yang sholeh ya.” 

Jadi pacing sama kayak pancing, pancing dia untuk suka bercakapan dengan kita. Jangan banyak debat dan jangan banyak bangun perbedaan, sukai dia, tulus mau berteman sama dia.

Digging adalah menggali. Begini, saya jualan B***** Propolis  buat anak. Cocok buat batuk pilek anak cepat sembuh, tambah nafsu makan dan kecerdasan. Setelah kita paham produk kita buat apa, sebelum kita gali dulu kebutuhan dia.

Jangan sampai kayak saya melakukan kesalahan besar. Dulu saya punya teman SMA. Dan banyak yang seusia saya ini sudah menikah dan punya anak. Lalu saya penasaran dan peduli status teman saya ini. Bahkan saya riset dig dan FB nya, sukanya apa, kerja dimana, dan tahu tentang dia kekinian. Lalu saya berbicara ke teman saya. B**** Propolis G**** ini bagus buat stamina anakmu. Ternyata dia belum nikah.

Harusnya sebelum ke anaknya, saya harus tahu statusnya masih sendiri atau sudah nikah. Anaknya berapa, usia berapa. Dan itu tadi saya belum digging (menggali). Ingat penjual yang baik bukan yang banyak membual, tapi bertanya, digging, menggali, sehingga bisa membawa solusi buat calon pembeli.
Yang terakhir leading. Leading ini sudah saling kenal, sudah tahu kebutuhannya, lalu kita mencoba untuk memimpim melakukan penawaran. Jadi menyerang itu karena kita sudah persiapan penuh, tahu juga apa yang harus diserang duluan.

Kalimatnya juga meng-closing. Ini namanya teknik closing. Contohnya, jangan Tanya. “Beli tidak?” jelas tidak belilah. Pertanyaannya saja sudah mengandung pesan beli atau tidak. Pilihannya tidak. Karena orang ingat kata-kata di bagian akhirnya.

Baiknya kalau bertanya, “Beli satu botol atau dua botol?”

Langsung kasih pilihan yang dua-duanya paasti kebeli.

“Transfernya hari ini atau besok?”.
“Nanti dipakai sendiri atau buat saudaranya?”
Mengerti sampai disini?

Jadi kasih dua pilihan yang ujung-ujungnya dua-duanya beli. Lalu kalau dia masih mikir-mikir, masih mempertimbangkan, maka saya bilang, “Bagus!”. Lalu tanggapin boleh seperti ini : “Nanti dua atau tiga hari saya hubungi lagi ya, semoga makin mikirnya matang  dan beli”. Atau,”Nanti seminggu lagi saya telepon ya, saya yakin makin mantap mempertimbangkan beli ini”.

Bahkan saya pernsh ada calon pembeli yang mau sholat istikharah dulu. Maka saya berani bilang, “Insyaallah saya bantu sholat istikharah juga semoga Allah makin memantapkan Anda beli.”

Jadi yakin bulat-sempurna, pembeli ini beli. Makanya kalau jualan itu pastikan produknya bagus. Jangan asalan dan abal-abal. Kalau pembeli menyesal , dia tidak akan beli ulang. Apalagi jadi pelanggan. Malah dia akan menceritakan ke minimal sepuluh orang kalau produk kita tidak bagus. Mau? Kalau saya tidak mau.

Jadi dari segi mutu kalau skala satu sampai sepuluh, minimal nilainya delapan atau Sembilan. Saya sendiri jualan British Propolis, Alhamdulillah produk dari inggris Negara maju, harga premium, dan saya garansi 100% uang kembali jika diminum rutin 21 hari dan tidak terjadi peningkatan kesehatan. Pastikan juga izin-izin seperti BPOM, Halal MUI juga punya seperti yang British Propolis miliki. Nah kalau jualannya begini, kita tenang.

Satu lagi tips dari saya, kasih batas waktu kalau menawarkan. Plus kasih hadiah jika sesuai batas waktu tersebut. Misal, “Kalau transferannya hari ini atau besok, saya kasih GRATIS ongkir. Special buat Bunda!”. Atau bisa juga kasih hadiah lain yang kita stok banyak dan kalau beli banyak harganya murah.

  Misal saya pernah sediakan tumbler. Kalau beli satu harganya Rp 25 ribu. Kalau beli 100 harganya Rp 10 ribu saja. Saya stok langsung 100 tumbler. Berhubung margin jualan British Propolis sangat besar per botol Rp 70 ribu, jadi masih bisa dikasih hadiah tumbler senilai Rp 25 ribu, padahal beli grosir harganya Rp 10 ribu. Paham ya.

Nah, di zaman online Anda harus punya testimoni bagaimana produk itu kualitasnya bagus. Harus dicari, diberi sukarela dan asli. Ini akan membuat orang semakin percaya. Saya juga saat mengajak orang menjadi mitra bisnis, saya juga tunjukkan ini orang-orang yang kita bina jadi mitra dan sukses jualannya. Bukan karena saya yang sukses, tapi kita bimbing dan bina mereka sampai barang yang dia beli bisa dia jual kembali. 

Jadi uangnya yang jadi barang kemudian sukses terjual. Akhirnya uangnya kembali plus keuntungan.
Jadi yakin itu sangat dibutuhkan, diperlukan, dan bukan sekedar yakin saja, tapi karena memang sudah paham, sudah mengerti, bahwa memang produknya beneran bagus. Dan ini pasti banyak yang mengalaminya kalau jualan barang yang premium. Apa itu? Dibilang “Mahal!” Nah bukan barangnya yang mahal, tapi kitanya saja sebagai penjual belum menjelaskan dengan detail dan setimpal. Saya kasih dua tips.

Tips pertama, sebelum menyebutkan harga, sebutkan dulu spesifikasi produknya. Kta harus tahu ini. Misal di British Propolis yang saya jual, saya bilang untuk menghasilkan sebotol ini perlu 6.000 lebah bekerja selama setahun. Dan ini produk dari Inggris. Jadi tahu sendiri kan berapa biaya perjalanannya kesini. Plus sudah semua orang tahu kalau produk dari sana terjamin dari segi mutu. Ini harus disebut!
Silahkan cari spesifikasi dari produk Anda bahwa harga mahal itu setimpal dengan produk yang memag berkualitas. Cari dan jelaskan dengan sepenuh hati agar calon pembeli mengerti ini.

Tips kedua, sebelum menyebutkan harga, bilang kalimat didepannya, “Ini murah banget hanya Rp 250 ribu per botol!” atau “Harganya sangat terjangkau cuman Rp 250 ribu saja!” Jadi kata-kata “Murah banget” atau “Harganya terjangkau” harus disebutin dulu sebelum nominal angkanya.

Dan kalau saya, ada tambahan lagi. Rp 250 ribu itu sebotol dapat 6 ml. kalai 1 ml itu bisa untuk 20 tetes. Jadi kalau 6 ml totalnya ada 120 tetes. Jadi kalau British Propolisnya dipakai sehari 4 tetes itu bisa dipakai selama sebulan, alias seharinya Cuma Rp 8 ribuan. Nah, kita pecah lagi harga mahal bulanan tadi jadi harian. Jadi harga yang besar tadi akan kelihatan lebih kecil lagi. Coba dipraktekkan!
Saya pernah melihat papan reklame apartemen yang dijelaskan bukan dengan harga jutaan atau puluh juta sewanya sebulan. Tapi hanya disebutkan ratusan ribu sudah bisa sewa apartemen. Setelah dilihat seksama, ternyata biaya ratusan ribu itu biaya seharinya. Ini tips manjur biar calon pembeli  tidak kabur saat sudah tahu harag. Kita jelasin detail biar mereka mengerti dan apa yang kita katakana tetap jujur.

Coba SSD alias Salam, Sapa, Doa setiap hari minimal ke 20 orang, insyaaallah bentar lagi banjir closingan. Ini saya kasih contoh SSD untuk kalian yang baca artikel ini :

“Assalamualaikum Wr Wb Pak Syukur,
Semoga kita senantiasa dikaruniai Allah SWT kesehatan, keselamatan, rezeki yang halal dan barokah serta kebahagian dunia wal akhirat dan akhir kehidupan dengan Husnul Khotimah.
Jaga selalu kesehatan kita dan keluarga kita, dengan rutin minum Propolis.
Amiin ya robbal alamin!.

Kalau niat Anda jualan jelas, sejelas dibagian penutup ini, jangan heran jutaan akan mudah Anda dapatkan, tidak akan malas-malas jualannya dan insyaallah rezeki berkelas siap menanti Anda.

Adapun maksud saya membuat tulisan (artikel) ini, hanya untuk berbagi ilmu kepada teman-teman para UMKM, yang punya bisnis kecil-kecilan, yang bisnis dari rumahan dan untuk yang membaca artikel ini. 

Semoga bermanfaat untuk teman-teman, dan bisa di aplikasikan dalam menjalankan usahanya. Salam sukses dari saya, semoga kita yang sudah mengaplikasikan dalam menjalankan bisnisnya, semoga kita bisa sukses berjamaah dan bermanfaat untuk masyarakat terlebih-lebih untuk bangsa dan agama.
Amin ya robbal alamin.

Referensi :

Seminar “Cara Menghasilkan Uang Dari Instagram dan Whatsapp Marketing” Minggu, 14 Juni 2020  pukul 13.00-14.30 WIB. Oleh Ippho Santosa ( Motivator 5 Benua), Mister GO (Pakar Whatsapp Marketing), dan Jeng Rully (Praktisi Instagram Marketing).
E-Book “Bisnis Rumahan Hasil Jutaan” Saatnya Rupiah Mengalir Berlimpah ke Rumah Anda, Mei 2020. Oleh MR JOSS (Pengusaha dan Penulis Buku Bestseller #PengusahaTangguh. Hal 1- 16.

KAMI Dibentuk, Din Syamsudin : Menyelamatkan (Indonesia) dari Oligarkhi, Kleptokrasi, Korupsi, dan Politik Dinasti

Sejumlah tokoh masyarakat yang selama ini vokal mengkritisi kebijakan pemerintah mendeklarasikan berdirinya Koalisi Aksi Menyelamatkan Indonesia (KAMI) di Fatmawati, Jakarta Selatan, Ahad kemarin (2/8).

Menurut Din Syamsudin, kapal besar Indonesia telah goyang dan hampir karam. Diperlukan sebuah gerakan menyelamatkan Indonesia, yang berarti menyelamatkan jutaan keluarga karena kepala keluarganya saat ini tidak bisa bekerja karena kena PHK.

"Menyelamatkan Indonesia adalah menyelamatkan dari Oligarkhi, Kleptokrasi, Korupsi, dan Politik Dinasti," kata Din Syamsudin seperti dilansir dari laman sindonews.com.

Deklarasi KAMI dihadiri oleh Din Syamsudin,  Abdullah Hehamahua, Rocky Gerung, MS Ka'ban, M Said Didu, Refly Harun, Syahganda Nainggolan, Prof Anthony Kurniawan, Rohmat Wahab, Ahmad Yani, Adhie M Massardi, Moh Jumhur Hidayat, Ichsanudin Noorsy, Hatta Taliwang, Marwan Batubara, Edwin Sukowati, Joko Abdurrahman, Habib Muhsin Al Atas, Tamsil Linrung, Eko Suryo Santjojo, Chusnul Mariyah, dan Sri Bintang Pamungkas.

Salah satu tokoh yang hadir, Syahganda Nainggolan menyatakan telah ikut mengkonsolidasikan tokoh-tokoh Nasional. Perjuangan selalu beresiko, takut resiko silahkan jadi pelawak.


Sunday, August 2, 2020

Indonesia di Ambang Resesi, Begini Saran Sandiaga Uno

Wabah Covid-19 yang muncul dari Wuhan China menyebar secara cepat ke seluruh Negara, dan virus ini pun telah memukul perekonomian dunia. Menurut situs kumparan, setidaknya ada 8 Negara maju secara resmi masuk jurang resesi;

1. Singapura
2. Korea Selatan
3. Jerman 
4. Jepang
5. Perancis
6. Hongkong
7. Amerika Serikat

Bagaimana dengan Indonesia? Menurut Sandiaga Uno, Ancaman resesi akan menjadi nyata apabila peningkatan jumlah kasus Covid-19 baru tidak bisa ditekan. Pertumbuhan ekonomi Indonesia diprediksi berpotensi besar mengalami kontraksi hingga -6% bila sektor konsumsi belum pulih karena daya beli menurun.

Sandiaga Uno berharap pemerintah  segera mempercepat realisasi program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) menghindari terjadinya resesi.

Menurutnya percepatan yang harus dikebut dari program PEN adalah penyaluran anggaran kesehatan, bantuan sosial (bansos) untuk mendongkrak konsumsi masyarakat, dan insentif di sektor UMKM. Berikan UMKM kemudahan untuk melakukan adaptasi ke digitalisasi dan juga berikan mereka fasilitas ke likuiditas.

Sumber : FB

Saturday, August 1, 2020

Presiden Jokowi Mengucapkan Selamat Hari Raya Iduladha kepada Raja Salman bin Abdulaziz

Pada hari Jum'at seluruh umat Islam di dunia menyelenggarakan shalat Iduladha ditengah pandemi Corona. Para pemimpin dunia betukar selamat hari raya, termasuk Presiden Joko Widodo kepada Raja Arab Saudi, Salman bin Abdulaziz Al-Saud.

Melalui sambungan telepon, Presiden Jokowi menyampaikan selamat Iduladha 1441 H kepada Raja dan untuk seluruh rakyat Arab Saudi. Beliau pun menyampaikan rasa syukur bahwa Raja Salman telah pulih dari sakit.

Beliau pun mengapresiasi pelaksanaan ibadah Haji secara terbatas dengan protokol kesehatan secara ketat. Presiden Jokowi mengajak kepada Raja Salman untuk terus meningkatkan hubungan baik antara dua negara ini, Indonesia dan Arab Saudi.

Sumber : FB

Setelah Libya dan Suriah, Kini Turki dengan Azerbaijan Adakan Latihan Gabungan

Saat ini Turki di bawah Erdogan posisinya sangat diperhitungkan oleh negara-negara Adidaya. Awal tahun 2020 oposisi Suriah di Idlib terdesak oleh serangan masif Rezim Assad, milisi Iran, dan Rusia,  Turki turun tangan dan mengubah permainan.

(sumber gambar : @clashreport)

Begitu pula ketika pasukan GNA Libya yang diakui PBB terdesak oleh serangan pasukan pemberontak Jenderal Haftar (dukungan UEA, Mesir, Perancis, dan Rusia), militer Turki turun tangan dan mengubah permainan. Dengan dukungan Militer Turki, pasukan GNA Libya berhasil merebut kembali wilayah-wilayah strategis dengan cepat.

Bentrokan yang terjadi pasukan Armenia dan Azerbaijan di wilayah perbatasan Tovuz, setidaknya menewaskan 11 tentara Azerbaijan. Turki berdiri mendukung posisi Azerbaijan yang telah diserang oleh Armenia.

Merespon serangan Armenia, Turki dan Azerbaijan mengadakan latihan gabungan hingga 10 Agustus 2020. Jum'at kemarin, pesawat Jet Tempur F16 Turki tiba di Azerbaijan. 




Friday, July 31, 2020

Tips Memulai Bisnis Dari Nol Ala Abdurrahman bin Auf

Tips Memulai Bisnis Dari Nol Ala Abdurrahman bin Auf

Oleh Rizkhi Soebiharto


Siapa yang tidak mengenal sosok Abdurrahman bin Auf? Salah satu sahabat Nabi Muhammad SAW yang dikenal sebagai seorang pengusaha sukses yang dermawan dan kaya raya. Walau beliau dikenal sebagai keturunan orang berada, ternyata beliau pernah memulai sebuah bisnis dari nol.

Momentum Abdurrahman bin Auf memulai bisnis dari nol adalah saat beliau hijrah dari Makkah ke Madinah. Beliau meninggalkan seluruh harta dan keluarganya di Makkah. Sesampainya di Madinah dia tidak memiliki apa-apa. Dalam sejarah beliau sementara waktu menumpang di rumah Sa’ad bin Al-Rabi Al-Anshari, salah seorang yang masuk dalam daftar orang terkaya di Madinah. 

Pasti sebagian dari kita pernah mendengar kisah saat Abdurrahman bin Auf mendapatkan penghormatan dari Sa’ad, yaitu ditawari sebagian kekayaan milik Sa’ad, sebagian perkebunan, bahkan ditawari salah satu istrinya untuk dijadikan istri Abdurrahman bin Auf. Tetapi Abdurrahman bin Auf menolak semua itu.

Disinilah momentum Abdurrahman bin Auf memulai bisnis dari nol di Madinah. Mari kita simak Tips memulai bisnis dari Nol Ala Abdurrahman bin Auf.

1. Mental Pengusaha

Motivasi seorang Abdurrahman bin Auf ditunjukkan dengan mental kayanya. Beliau berani menolak kekayaan besar yang diberikan Sa’ad. Saat menolak Abdurrahman bin Auf mengatakan “Semoga Allah memberkahi istri dan hartamu. Dimana pasar yang bisa digunakan untuk jual beli?”


Setelah penolakan, yang diminta oleh Abdurrahman bin Auf adalah ditunjukkan letak pasar. Kemudian setelah mengetahui letak pasar beliau langsung membeli bahan-bahan mentah untuk dijadikan keju dan mentega untuk dijual keesokan harinya.


2. Memulai Usaha dari yang Dikuasai

Sering kita mendengar “Carilah bisnis yang merupakan passion kita”. Kalimat itu tidak salah, tapi kurang tepat dalam tips dari Abdurrahman bin Auf. “Mulailah bisnis dari yang kita kuasai” mungkin kalimat inilah yang tepat untuk kalian yang ingin memulai bisnis.


Kalimat ini sudah diterapkan oleh Abdurrahman bin Auf. Beliau memulai bisnisnya di Madinah setelah hijrah dengan menjual mentega dan keju. 2 produk yang dikuasai oleh Abdurrahman bin Auf dan mengantarkan namanya menjadi salah seorang pengusaha sukses di masanya.


3. Jangan Menunda Waktu

Sesampainya Abdurrahman bin Auf di Madinah beliau langsung mencari pasar. Kemudian beliau langsung membeli bahan-bahan mentah, dan keesokan harinya langsung kembali ke pasar untuk menjual produk hasil olahannya. Dari kisah ini beliau mencontohkan pada kita untuk tidak menunda waktu., Saat kita memiliki kesempatan, kita harus langsung mengeksekusi kesempatan yang kita miliki.


4. Milikilah Mimpi Besar

Mimpi yang besar harus dimiliki oleh kita yang akan memulai sebuah usaha. Jangan hanya bermimpi produk kita terjual 1000 pcs/bulan, dan lainnya. Mimpi yang kita miliki harus lebih besar lagi, untuk kita jadikan sebagai motivasi dalam berwirausaha.


Abdurrahman bin Auf memiliki mimpi besar untuk memiliki bisnis yang berskala Internasional. Dari mimpi tersebut beliau mulai tahap-tahap penting dalam bisnisnya. Pertama, beliau meminta tolong kepada Sa’ad Al Rabi untuk membeli tanah yang ditempatinya saat itu.

Kemudian beliau jadikan beberapa kios. Kio situ boleh digunakan oleh siapapun tanpa harus membayar sewa, tetapi jika usaha yang dijalankan mendapat keuntungan beliau mengimbau kepada pengusaha-pengusaha yang menempati kios tersebut untuk memberikan komisi seikhlasnya. Singkat cerita, kios tersebut berkembang pesat, dan Abdurrahman bin Auf mendapatkan keuntungan yang berlipat.


Akhirnya Abdurrahman bin Auf hingga kini kita kenal sebagai seorang pengusaha sukses, yang bisnisnya sudah berskala Internasional.


5. Sedekah

Kesuksesan bisnisnya yang berskala Internasional tidak menjadikan Abdurrahman bin Auf jumawa. Abdurrahman bin Auf dikenal sebagai sosok yang dermawan. Kisah yang sebagian kita pernah dengar dan terkenal hingga saat ini adalah saat Abdurrahman bin Auf menyedekahkan seluruh dagangannya yang dibawa dari Syam. 


Saat itu beliau menggemparkan penduduk Madinah dengan rombongan kafilahnya dari Syam yang membawa dagangan penuh diangkut dengan 700 unta. Kemudian beliau mendengar berita tentang sabda Rasulullah yang berbunyi “Aku melihat Abdurrahman bin Auf masuk Surga dengan merangkak.”


Mendengar kabar itu, Abdurrahman bin Auf bertutur “Jika mampu, aku akan memasukinya dengan berdiri.” Kemudian dia menyumbangkan seluruh unta dengan muatannya di jalan Allah.

Mungkin kita tidak dapat mengikuti Abdurrahman bin Auf, tetapi sedekah yang sedikit dan berlanjut lebih disukai oleh Allah. Dan kita dapat memulai kebiasaan bersedekah seperti itu.


Diakhir hayatnya Abdurrahman bin Auf meninggalkan kekayaan yang sangat banyak. Dalam buku Abdus Sattar al-Syaikh yang berjudul “Sepuluh Sahabat yang Dijamin Masuk Surga” terjemahan Imran Anhar dan Firdaus Sanusi di halaman 466-467. Kekayaan yang ditinggalkan AAbdurrahman bin Auf sebanyak 32 juta dirham (Rp 6,3 Triliun), 1000 unta, 3000 kambing, 100 kuda, dan ladang pertanian di Jurf.


5 tips yang dapat kita pelajari dari kisah Kesuksesan Abdurrahman bin Auf. Semoga bermanfaat dan dapat menjadi motivasi bagi kita semua yang ingin memulai sebuah usaha. 


Referensi : 

Ahmad Sayyid Ahmad Ali, al-‘Asyrah al-Mubasyaruna bi al-Jannah, hlm. 280.

Yanuar Arifin, Rekam Jejak Para Sahabat Nabi Kaya Raya (Yogyakarta : Sabil, 2012), hlm. 23.

Abdus Sattar al-Syaikh, Sepuluh Sahat yang Dijamin Masuk Surga, terj. Imran Anhar dan Firdaus Sanusi, hlm. 407-409.

Ibid., hlm. 466-467

Abdul Wadud Kasyful Humam, Jejak Bisnis Sahabat Rasul Sejarah Kesuksesan yang Terlupakan (Jakarta : Qalam, 2017), hlm. 115-127

*Penulis adalah Mahasiswa STIE SEBI Depok