Friday, July 10, 2020

Social Distancing, Akankah Berpengaruh Terhadap Nilai Produksi dan Konsumsi di Indonesia?

Oleh Tania Stevani Desita

Negara-negara di dunia, termasuk di Indonesia kini sedang dihadapkan pada tantangan besar penanganan wabah virus corona yang secara resmi diidentifikasi oleh WHO sebagai Corona Virus Desease-19 atau disingkat Covid-19. Pandemi yang bermula dari Kota Wuhan, Cina, ini telah menimbulkan global shock karena memang dalam beberapa dekade terakhir belum pernah kita mengalami serangan wabah virus dengan tingkat dan daya tular begitu cepat dan masif seperti virus corona ini.

Berdasarkan update data di Indonesia per 8 Juli 2020 dari Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 melalui info Line Siaga, total jumlah penderita positif corona di Indonesia mencapai 68.079 orang. Jumlah ini bertambah sebanyak 1853 orang dari hari sebelumnya.

Seorang ahli kesehatan dari Kanada, Jeff Kwong, mengatakan bahwa dalam menghindari perkembangan Covid-19, sesungguhnya yang diperlukan adalah physical distancing atau menjaga jarak aman antar individu dalam interaksi sosial. Sementara itu, di Indonesia menggunakan istilah social distancing dan PSBB (Pembatasan Sosial Berskala Besar). Dalam kenyataan memang physical distancing tidak sepenuhnya dapat dipisahkan dengan social distancing. Akan tetapi, social distancing di dalamnya memiliki dimensi relasi sosial dan emosional. Oleh sebab itu, kebijakan social distancing kelihatannya belum sepenuhnya dipahami secara baik oleh masyarakat sebagai strategi pencegahan penyebaran Covid-19.

Banyak sekali dampak yang terjadi setelah pandemi Covid-19 ini. Berdasarkan rilis dari Badan Pusat Statistik, jumlah wisatawan mancanegara yang datang ke Indonesia pada Triwulan I-2020 juga turun drastis hanya sejumlah 2,61 juta kunjungan, berkurang 34,9 persen bila dibanding tahun lalu. Hal ini sejalan dengan adanya larangan penerbangan antar negara yang mulai diberlakukan pada pertengahan Februari lalu. Jumlah penumpang angkutan rel dan udara juga tumbuh negatif seiring dengan diberlakukannya PSBB.

Penanggulangan wabah Covid-19 memerlukan pendekatan kultural, dan karenanya peranan para tokoh dan pihak-pihak yang memegang kekuatan kultural dalam masyarakat sangat vital. Perlu melibatkan pemerintah desa seperti RT, RW, dan kelurahan, selain Kepolisian dan TNI dalam hal pengawasan terhadap masyarakatnya. Di sisi lain, faktor ekonomi juga merupakan faktor yang tidak dapat diabaikan, seperti kekhawatiran kehilangan pekerjaan.

Menurut salah satu Dosen Ekonomi Makro Islam di STEI SEBI Depok, Ustadz Rachmat Rizky Kurniawan, SEI, MM. beliau menyampaikan bahwa “masalah dari wabah Covid-19 ini sehingga social distancing diberlakukan, menyebabkan tingkat produksi dan konsumsi turun, akibatnya PHK dan pengangguran naik.”

Adanya dampak pandemi Covid-19 menyebabkan terjadinya supply shock dan demand shock di masyarakat, dimana dalam hal inilah yang menyebabkan terjadinya perubahan pola konsumsi dan produksi.

Adapula untuk pola konsumsi di masyarakat menjadi lebih minimalis, dimana kini masyarakat hanya membeli barang yang benar-benar dibutuhkan saja dan lebih berfokus kepada pola konsumsi di keluarga inti.

Sementara untuk pola produksi tentunya juga ikut berubah seiring dengan banyaknya pegawai yang di PHK kemudian mengurangi jumlah produksi. Dimana pelaku bisnis lebih selektif kepada produk-produk tertentu dan juga adaptif mengikuti permintaan pasar seperti masker, handsanitizer, face shield dan starterpack new normal yang lainnya.

Social distancing dan PSBB merupakan tindakan yang tidak mudah utuk dilakukan oleh masyarakat Indonesia. Ditambah lagi kenyataan bahwa ada anggota masyarakat yang memang harus keluar rumah karena hanya dengan cara keluar rumah kelangsungan hidup keluarganya dapat dipertahankan. Para sopir ojek online dan pekerja sektor informal adalah kelompok yang berhadapan dengan pilihan-pilihan sulit saat ini. Last but not least, tidak ada pilihan lain, mengatasi wabah Covid-19 memerlukan sinergi bersama, kesadaran dan pengorbanan semua pihak, tidak hanya pemerintah, tetapi juga dunia usaha, dunia pendidikan, dan masyarakat. Kepekaan sosial terhadap sesama merupakan kekuatan yang seharusnya menjadi ujung tombak dalam mengatasi permasalahan ini.

Anis Matta : Perubahan Konstitusi Rusia

Perubahan Konstitusi Rusia
Oleh Anis Matta

Pada 25 Juni hingga 1 Juli 2020 lalu Rusia melakukan referendum untuk mengubah konstitusi negaranya. Usulan perubahan yang ditawarkan Putin diterima oleh sebagian besar rakyat Rusia.
Perhatian dunia lebih tersedot pada isu bahwa perubahan ini memungkinkan Putin berkuasa lagi hingga 2036, karena dengan konstitusi baru, periode Putin yang lalu tidak dihitung atau semacam diputihkan.

Pengamat dan media Amerika bahkan menyebut referendum ini sebagai panggung teater untuk mempertontonkan betapa Putin punya legitimasi yang kuat karena didukung rakyat Rusia.
Saya ingin melihat referendum Rusia ini dari sisi yang lain, yaitu sebagai respons strategis terhadap tantangan jangka panjang Rusia.
Negara sebesar Rusia, yang kini terlibat dalam ketegangan global di berbagai hotspot, memerlukan figur pemimpin yang kuat. Ancaman keutuhan wilayah, perang dagang dan sabotase ekonomi, dan infiltrasi budaya diamati dengan cermat oleh Putin.
Ketika perang terbuka terlalu mahal secara finansial, sosial, serta reputasi internasional, kini dunia bergerak ke perang hibrida (hybrid war) yang memadukan antara perang konvensional (militer), paramiliter (orang terlatih namun bukan bagian dari militer “resmi” negara tertentu), dan perang yang tidak teratur dengan ancaman cyber warfare, senjata nuklir, senjata biologi dan kimia, dan perang informasi.
Sebagian ahli strategi dunia menyebut juga bahwa perang dagang kini adalah perang sebenarnya karena tak kalah “mematikan” atau memperlemah satu negara yang dapat berujung pada merosotnya legitimasi pemerintahan yang sah, dan akhirnya kalah pada pemilu atau oleh pemberontakan.
Putin memahami ini dan menyiapkan bangsa Rusia menghadapi tantangan eksistensial di masa yang akan datang.
Dari perspektif geopolitik, yang paling signifikan adalah pengakuan diri sebagai penerus Uni Soviet dalam hubungan dengan perjanjian, organisasi, dan kepemilikan aset internasional. Ini berarti kekuasaan politik Rusia akan lebih besar dari wilayah politik Rusia sekarang.
Putin memahami Rusia membutuhkan alat rekayasa sosial baru dan alat itu adalah konstitusi. Misalnya, konstitusi baru ini secara tegas menyebut Rusia sebagai negara bertuhan (esktrem dari pendulum sebelumnya sebagai negara komunis) dan melarang pernikahan sejenis.
Putin mengondisikan Rusia lebih konservatif dari segi budaya untuk memperkokoh sendi-sendi bangsa Rusia dari infiltrasi budaya yang tidak sepenuhnya menguntungkan kepentingan nasional Rusia.
Putin menjadi pemimpin yang sangat kuat secara konstitusional dengan jangka waktu yang lama.
Ini dibutuhkan Rusia untuk mempertahankan posisi politik dan ekonomi mereka di tengah konstelasi global baru yang diperparah oleh krisis berlarut akibat pandemi Covid-19.
Apakah strategi jangka panjang itu efektif bagi Rusia? Waktu juga yang akan mengujinya. Tapi kita belajar satu hal: mereka berjibaku habis-habisan untuk bertahan di tengah krisis berlarut.

(Anis Matta, Ketum Partai Gelora Indonesia)
Sumber : FB

Hijrah Rosulullah ke Madinah, dan Awal Mula Penanggalan Hijriah

Ketika penduduk Madinah mendengar berita tentang keluarnya Rosulullah Saw. dari Mekah ke Madinah, mereka selalu pergi ke Harrah untuk menyambut kedatangan beliau. Jika hari sudah panas, mereka pulang. Pada suatu hari mereka pulang ke rumah setelah menunggu lama. Tatkala mereka sampai ke rumah masing-masing, ada seorang yahudi menaiki atap rumahnya untuk mengetahui urusan yang mereka tunggu-tunggu. Maka ia melihat Rosulullah dan sahabatnya dari kejauhan, kadang tampak dan kadang tidak tampak. Kemudian orang yahudi tersebut berseru dengan sekuat tenaganya, "Hai orang Arab semuanya, ini keberuntungan kalian, yang sedang kalian tunggu-tunggu telah datang." Mereka bergegas mengambil senjata masing-masing, lalu berang ke daerah Harrah menyambut kedatang Rosulullah Saw.


Namun Rosulullah belok ke arah kanan, lalu singgah di tempat bani Amru bin Auf di Quba'. 


Peristiwa hijrah Rosulullah ke Madinah pada tanggal 2 Rabiul Awal, bertepatan dengan 20 September tahun 622 M.  Hari tersebut merupakan permulaan penanggalan baru, sebagai peringatan munculnya Islam setelah sekian lama 13 tahun mengalami tekanan berat dari musyrikin Mekah. Untuk beribadah dan berdakwah pun  secara terang-terangan pun mengalami gangguan. Kini Allah SWT telah menempatkan Rosulullah Saw bersama para sahabatnya di tempat yang aman setelah beberapa waktu diganggu oleh kaum musyrikin.

Pada masa Kekhilafahan Umar bin Khatab ra, peristiwa hijrahnya Rosulullah ke Madinah dijadikan sebagai penanggalan hijriah.

Disimpulkan dari buku Nurul Yaqin karya Syekh Muhammad Al-Khudhari Bek

Thursday, July 9, 2020

Merasa Insecure, Sampai lupa Bersyukur

Merasa Insecure, Sampai lupa Bersyukur
Oleh  Shofiya Lu’bah Azkia




Ibnul Qayyim berkata, “Oleh karenanya orang yang bersyukur disebut hafizh (orang yang menjaga nikmat). Karena ia benar-benar nikmat itu terus ada dan menjaganya tidak sampai hilang.” (‘Iddah Ash-Shabirin, hlm. 148)

Manusia diciptakan memang di karuniai kesempurnaan masing-masing. Dalam diri sendiri pasti merasakan nikmat Allah yang ada pada diri masing-masing. Sehingga, terlihat pada diri yang penuh dengan ketidak sempurnaan, aku faham manusia memang wajar bila tak sempurna, entah mengapa diri saya sulit sekali bersyukur dalam menerima karunia  Allah yang diberikan kepada diri pribadi.Terkadang bingung dengan diri sendiri, sering sekali merasa Insecure, hingga lupa bersyukur. Merasa Insecure itu bukanlah sekedar perasaan, percaya atau tidak kita pasti merasa ada sesuatu yang salah pada diri masing-masing. Melihat orang sekitar lebih segala-galanya, selalu menikmati kehidupan indahnya, lantas kapan diri sendiri bisa bahagia?

"Sesungguhnya jika kamu bersyukur, pasti Kami akan menambah (nikmat) kepadamu, dan jika kamu mengingkari (nikmat-Ku), maka sesungguhnya azab-Ku sangat pedih".(Q.S. Ibrahim [14]:7)

Allah menjawab atas keraguan kita dalam hal mensyukuri nikmat-Nya. Orang yang bersyukur senantiasa menisbatkan setiap nikmat yang didapatnya kepada Allah Ta’ala. Ia senantiasa menyadari bahwa hanya atas takdir dan rahmat Allah semata lah nikmat tersebut bisa diperoleh. Sedangkan orang yang kufur nikmat senantiasa lupa akan hal ini.

Pernah terlintas “Aku bisa apa?”  “Aku tidak punya kelebihan” apapun itu. Apa yang selama ini kita usahakan, orang lain pun bisa melakukannya juga. Dan pernah sesekali ketika saya menghadapkan diri didepan cermin, ku perhatikan lekat-lekat sosok yang ada di depanku itu. Semakin aku memperhatikannya, semakin terlihat jelas kekurangan-kekurangan yang membuatku semakin sulit untuk sekedar berdiri tegak menatap pantulanku sendiri. Aku merasa berada di dunia lain, di sebuah sudut gelap yang terasa sunyi dan kelam. Aku hanya bisa meringkuk tanpa mampu bergerak barang sedikitpun. Berteriak pun tidak bisa, apalagi berpikiran untuk mencari pintu agar bisa keluar dari ruang gelap yang sebenarnya tercipta oleh diriku sendiri.

Dapatkah aku bahagia? kegagalan kemaren membuatku trauma untuk kembali melahirkan usaha. Sementara perjuanganku hari ini terasa tak bernilai apa-apa. Muhasabah, perenungan yang ku lakukan justru terlalu berlebihan hingga aku lebih terfokus pada segala kekurangan yang kumiliki. Aku sadar betul bahwa meremehkan diri ialah bentuk kepengecutan terhadap diri sendiri. Insecure membawaku jatuh ke jurang yang gelap nan kelam, sampai lupa bahwa bersyukur atas apa yang telah Allah berikan adalah jalan yang terbaik untuk diri pribadi.

Seiring langkah, mengapa tidak menyayangi diri sendiri untuk berusaha keluar dari jurang yang kita gali? Bahwa kita berhak untuk mencintai diri sendiri, mencintai segala kelebihan dan kekurangan, lalu berdamai dengan semua sisi gelap yang di miliki. Seperti yang dikatakan oleh orang lain untuk menghadapi orang yang tengah berada dalam fase insecure, kita harus percaya pada diri sendiri. Bahwa kita berhak bahagia dengan segala apa yang kita miliki, hingga akhirnya tersadar bahwa diri kita terlalu jatuh dan lalai akan kehadiran-Nya.

Hidup memang tidaklah ada yang sempurna karena kesempurnaan hanya milik Allah semata, masih banyak hal yang perlu diperbaiki, love your self, don't judget be kind, nikmati diri kita penuh dengan kepercayaan diri, menjadi Pribadi yang selalu memperbaiki diri tanpa menganggap diri yang paling baik.It's okay to be not perfect. Namun yang harus kota ketahui bahwa segala yang diciptakan-Nya akan selalu membawa manfaat. Tak terkecuali alasan mengapa kita diciptakan, bukankah untuk menyebar kebahagiaan dan manfaat? Aku dengan insecure-ku, membawaku lupa akan caranya bersyukur. Tidak ada penderitaan yang abadi, tidak ada pula kebahagiaan yang abadi. Kecuali bagi dia yang pandai bersyukur, maka selamanya ia akan merasakan kebahagiaan. Karena Bahagia bukan milik dia yang hebat dalam segalanya, namun dia yang mampu temukan hal sederhana dalam hidupnya dan tetap mensyukuri atas apa yang Allah SWT berikan.

Bukankah dunia ini terlalu hampa  jika tidak warnai dengan rasa Syukur?

Lantas siapa yang akan menerimamu dengan sepenuhnya selain itu diawali oleh dirimu sendiri?

Semoga kita selalu menjadi hamba yang selalu bersyukur dan tak menjadi kufur. Karena bersyukur itu jauh lebih mulia dari pada mengeluh tanpa rasa senang sedikit pun. Bersyukur membebaskan diri dari belenggu kecemasan atas rasa Insecure yang tak kunjung mereda dalam diri.

Wallahu a’lam

Gambar : perpaduan dengan aplikasi canva. Untuk gambar muslimah bersumber dari anchor.fm

Wednesday, July 8, 2020

PERUSAHAAN MELAKUKAN PHK DI MASA PANDEMIK ? TERNYATA INI ALASANNYA

PERUSAHAAN MELAKUKAN PHK DI MASA PANDEMIK ? TERNYATA INI ALASANNYA
Oleh  Siti Julaeha



Belum lama ini kita jumpai banyaknya berita-berita Pemutusan Hubungan Kerja atau PHK  yang dilakukan oleh sejumlah perusahaan, dan akan sering terdengar di masa pandemic Covid-19 ini bahkan mungkin teman, keluarga atau bahkan mungkin kita sendiri yang mengalaminya.

Menurut Wakil Ketua Umum Kadin Indonesia Shinta W Kamdani mengatakan, alasan perusahaan melakukan ada beberapa alasan perusahaan melakukan pemutusan hubungan kerja (PHK) selama masa penyebaran Virus Corona (Covid-19). Pertama, lemahnya permintaan pasar, termasuk akibat kebijakan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB). 

"Kedua adalah keterbatasan bantuan modal. Ketiga keterbatasan cash-flow terutama untuk membiayai gaji tenaga kerja yang merupakan komponen tertinggi dari biaya perusahaan," jelas dia kepada Liputan6.com, ditulis Rabu(13/5).

Jika dilihat dari kacamata analisis laporan keuangan tentu hal ini menjadi pembahasan yang amat penting karena perusahaan sendiri juga harus tetap berusaha untuk bertahan hidup, mungkin banyak  pengusaha yang di"musuh"in gara - gara melakukan PHK / Unpaid,  bahkan parahnya banyak stigma yang mengatakan pengusaha yang melakukan phk adalah pengusaha malas berpikir, padahal dibalik semua itu pengusaha menyadari pilihan PHK adalah pilihan terakhir yang harus dipikirkan berulang kali ketika sudah tidak ada jalan bagaimana memenuhi kebutuhan bottom line perusahaan supaya dapat bertahan.

Menurut Riffa Sancati Founder and CEO at The Lens Story Book Author - The Little Handbook for Big Career dalam laman linkedinnya mengatakan “Akhir-akhir ini sedang marak beredar pandangan bahwa pengusaha dengan omset trilyunan tidak seharusnya melakukan PHK. Aset mereka kan banyak, jadi keluarkan saja tabungan owners untuk bayar gaji karyawan. Saya memahami niat baik influencers yang menyuarakan hal tersebut, dan memang benar bisa terjadi ada pengusaha yang terburu-buru melakukan PHK. Namun akan lebih baik jika para influencers menggunakan financial terms yang baik dan benar agar tidak menyesatkan followers-nya”.

Mungkin sekilas kita juga mengangap bahwa perusahaan amat jahat karena harus memecat ratusan bahkan ribuan pekerja yang selama ini telah membantunya menjalankan operasi perusahaan. Namun lain lagi dengan masalah keberlangsungan hidup perusahaan yang memang tidak banyak orang mengetahui hal ini. 

Ada 4 cara melihat kondisi perusahaan dalam kondisi seperti ini “Yang pertama, bedakan omset (pendapatan) dengan bottomline (untung/rugi). Perusahaan yang omsetnya trilyunan tapi rugi milyaran itu betulan ada (dan mereka bisa tambah rugi karena Corona)”.

“Yang ke dua, bedakan antara nilai transaksi dengan pendapatan. Banyak companies yang pendapatannya hanya sekian persen dari nilai transaksi. Yang ke tiga, aset pengusaha trilyunan bukan berarti tabungannya juga trilyunan.Tidak semua aset bentuknya cair, di antaranya saham, rumah, dan kendaraan”.

“Dan Yang ke empat, bedakan antara aset dengan aset bersih (aset dikurangi utang).Aset trilyunan belum tentu aset bersih juga trilyunan.Mari kita saling membantu sebanyak yang kita bisa dan jangan memperkeruh suasana dengan menyebar teori yang tidak kita pahami sepenuhnya”.

Tentu saja postingannya ini menuai banyak komentar dari para profesional di bidang keuangan, mereka amat sangat setuju dengan sharing knowledge yang di tulis oleh Riffa Sancati ini rata-rata menyimpulkan bahwa dalam keadaan survival, kebijakan pengurangan karyawan sah-sah saja dilakukan asalkan sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku, sehingga tidak ada pihak yang dicurangi dan banyak perusahaan yang sudah menyadari hal ini.

Terkadang sebagian orang hanya melihat asetnya saja tanpa melihat bagaimana cash flow suatu perusahaan. Di tambah kondisi pergerakan yang terbatas karena Covid-19 itu membuat banyak perusahaan yang cash flownya negatif. Mereka ahrus beradaptasi sama situasi Covid-19 dengan waktu yang terbatas dan tanpa kejelasan kapan pandemi ini akan berakhir.

Jadi jangan terburu-buru menyalahkan pengusaha tidak peka terhadap karyawannya, karena pengusaha pun memikirkan bagaimana mereka bertahan sambil memperhatikan laporan keuangan mereka serta menganalisanya. Poin –poin yang ditulis oleh  Riffa Sancati  ini sangat berkesinambungan. dan mengarah kepada bagaimana kita tahu tentang Analisa Laporan Keuangan.  Karena Selain omset (revenue) dan profit, yang lebih penting dari ini adalah cashflow untuk perusahaan survival untuk tetap bertahan hidup.

Semoga Bermanfaat 


Sumber :
https://www.merdeka.com/uang/alasan-pengusaha-terpaksa-phk-karyawan-di-tengah-pandemi-corona.html

https://www.linkedin.com/in/riffa-sancati-60527b9a/detail/recent-activity/shares/
 

Jimly Asshiddiqie : Peradilan hasil pemilu & pilpres ada di MK, bukan di MA.

Sampai hari ini masih heboh soal menangnya gugatan Rachmawati Soekarnoputri di MA. MA mengabulkan gugatannya terkait Pasal 3 ayat (7) Peraturan KPU Nomor 5 Tahun 2019 tentang Penetapan Pasangan Calon Terpilih, Penetapan Perolehan Kursi, dan Penetapan Calon Terpilih Dalam Pemilihan Umum.


"Menyatakan ketentuan Pasal 3 ayat (7) Peraturan Komisi Pemilihan Umum Republik Indonesia Nomor 5 Tahun 2019 tentang Penetapan Pasangan Calon Terpilih, Penetapan Perolehan Kursi, dan Penetapan Calon Terpilih dalam Pemilihan Umum, bertentangan dengan peraturan yang lebih tinggi, yaitu Undang-Undang Nomor 7 Tahun 2017 tentang Pemilihan Umum," sambung majelis seperti dilansir dari laman detik.com.

Putusan tersebut sudah ditetapkan oleh ketua majelis Supandi pada 20 Oktober 2019 dan baru dipublikasi pekan ini. Putusan ini bikin kegaduhan publik, kenapa baru dipublikasikan sekarang? Apa ada pengaruhnya terhadap penetapan Jokowi-Ma'ruf Amin sebagai Presiden-Wakil Presiden terpilih?

Tanggapan Pakar Hukum, Jimly Asshiddiqie

Jimly Asshiddiqie sebagai figur publik dan mantan ketua Mahkamah Konstitusi pertama mendapatkan pertanyaan dari netizen soal ini. Begini penjelasan dari dia dalam twittnya;

Peradilan hasil pemilu & pilpres ada di MK, bukan di MA. Segala perselisihan tentang hasil Pilpres 2019 berakhir di MK & pelantikan Presiden/Wapres di MPR 20 Okt 2019. Putusan MA 28 Okt 2019 hanya terkait Peraturan KPU yang harus diubah untuk pilpres berikutnya, tidak lagi terkait dengan pilpres 2019

Kalau tidak negative thinking, telat upload tidak perlu dimasalahkan. Karena sesudah diputus, para pihak yg berperkara pasti sudah dapat salinan resmi dari MA. Telat upload hanya soal teknis manajemen administrasi di MA saja tidak berdampak ke sbstansi perkara.

Putusannya sudah lama, 28 Okt 2019 & papa pihak pasti sudah dapat salinan. Cuma upload ke websitenya mungkin saja telat tapi tidak brpengaruh ke substansi perkara. Objek perkara bukan soal hasil pilpres tapi soal aturan main yang harus diperbaiki untuk pilpres ke masa depan.




Mengenal Kebijakan Fiskal dan Menilik Fungsinya bagi Perekonomian Negara

Mengenal Kebijakan Fiskal dan Menilik Fungsinya bagi Perekonomian Negara
Oleh Jajang


Kebijakan fiskal bukanlah suatu istilah yang asing bagi masyarakat.  Istilah tersebut sering kali ditemukan dan dihubungkan dengan berbagai permasalahan ekonomi. Namun, meski sering didengar belum banyak masyarakat yang memahami dengan pasti pengertian dan makna dari istilah kebijakan fiskal. Terlebih mengenai manfaat atau fungsi yang sebenarnya diberikan oleh kebijakan tersebut. Sebagai masyarakat yang baik tidak ada salahnya untuk memahami kebijakan fiskal dalam menambah wawasan serta bermafaat untuk memantau kebijakan fiskal khususnya di Indonesia saat ini.

Fiskal berasal dari bahasa latin yakni fiscus yang berarti pemegang kuasa dari pemegang keuangan pertama di zaman Romawi Kuno. Menurut dosen mata kuliah Ekonomi Makro Islam STEI SEBI; Rachmat Rizky Kurniawan SEI, MM, kebijakan fiskal adalah kebijakan alokasi keuangan negara. Dari pengertian yang diberikan tersebut maka dapat dijabarkan bahwa kebijakan ini dilakukan dengan cara mengarahkan ekonomi pengeluaran dan pendapatan negara yang harus dialokasikan dengan sebaik-baiknya. 

Kebijakan fiskal pertama kali dicetuskan pada tahun 1883 oleh John Maynard Keynes. Berdasarkan teori Keynesia Economics yang dicanaNgkan oleh ekonom asal Inggris tersebut, kebijakan fiskal dapat membantu negara mencapai kestabilan ekonomi dan bisnis. Hal ini tentunya didorong oleh kenyataan bahwa keaadan ekonomi suatu negara tidak selamanya sehat dan stabil. Dalam melawan keterpurukan serta dalam rangka menjaga kestabilan maka pemerintah perlu mengambil tindakan salah satunya berupa kebijakan fiskal. Penerapan kebijakan fiskal memberikan fungsi-fungsi yang penting bagi perekonomian negara.

Kebijakan fiskal memegang peran yang sangat penting dalam memperbaiki perekonomian negara. Peran yang penting tersebut terlihat dari tiga fungsi penting yang dimiliki oleh kebijakan fiskal. Tiga fungsi tersebut ialah; fungsi alokasi, fungsi distribusi, dan fungsi stabilisasi.

Fungsi Alokasi 

Fungsi alokasi maksudnya kebijakan fiskal berperan dalam menentukan secara tepat pengalokasian dana. Fungsi ini berkaitan erat dengan perpajakan dan pengeluaran karena pengalokasian ini bergantung pada pengumpulan pajak dan pengeluaran dana oleh pemerintah. Fungsi alokasi berhubungan dengan kepemilikan sumber daya ekonomi dan bagaimana memanfaatkan sumber daya tersebut dengan optimal. Kebijakan ini berperan dalam mengurangi pemborosan sumber daya dan meningkatkan efektivitas perekonomian.

Fungsi Distribusi 

Fungsi distribusi berarti kebijakan distribusi menentukan bagaimana suatu dana akan didistrubusikan atau disalurkan ke seluruh segmen ekonomi. Fungsi ini berkaitan erat dengan berbagai persoalan seperti keadilan, falsafah, solidaritas, dan moral dalam hal memenuhi kebutuhan dasar. Setiap segmen ekonomi tentu memiliki perbedaan-perbedaan yang sangat dipengaruhi oleh perbedaan pendapatan. Kebijakan fiskal berperan dalam mengurangi perbedaan-perbedaan pendapatan antar segmen-segmen perekonomian tersebut. Salah satu implementasi dari fungsi distribusi adalah dengan adanya pengeluaran pemerintah dalam upaya menurunkan ketimpangan pendapatan antar individu maupun daerah.

Fungsi Stabilisasi

Kebijakan fiskal berfungsi untuk menciptakan kestabilan laju pertumbuhan ekonomi melalui kebijakan-kebijakan yang dikeluarkan oleh pemerintah. Dalam fungsi stabilitas, di sini mengandung pengertian bahwa didalamnya terdapat kemajuan dan keseimbangan perekonomian dalam bidang produksi, konsumsi, dan distribusi. Fungsi stabilisasi merupakan anggaran yang dikeluarkan sebagai alat untuk memelihara dan mengupayakan keseimbangan fundamental perekonomin. 

Demikianlah kebijakan fiskal dan fungsi-fungsi yang dimiliki oleh kebijakan tersebut. Kebijakan ini merupakan kebijakan yang penting bagi perekonomian negara. Sebagai salah satu bentuk kepedulian kita terhadap perekonomian negara, maka dirasa perlu untuk memahami kebijakan fiskal ini sebagai wawasan dan untuk mengetahui serta menilai kebijakan fiskal di Indonesia saat ini. 
Referensi 

Cermati.com. (2019). Mengenal Kebijakan Fiskal, Salah Satu Strategi Pemerintah Mengatasi Masalah Internal Negara. Terdapat di https://www.cermati.com/artikel/mengenal-kebijakan-fiskal-salah-satu-strategi-pemerintah-mengatasi-masalah-internal-negara (Diakses tanggal 07 Juli 2020)
Muhammad Rizky Kurniawan SEI, MM Dosen Mata Kuliah Ekonomi Makro Islam STEI SEBI 
Sauri, S. Pajak dan Zakat Ditinjau dari Trilogi Fungsi Kebijakan Fiskal. Prosiding dari Seminar Nasional dan Call For Papers Ekonomi Syariah“Indonesia Sebagai Kiblat Ekonomi Syariah”. 


Awal Mula Berdirinya Kerajaan Islam Turki Utsmani

Kerajaan Islam Turki Utsmani merupakan salah satu kerajaan Islam terbesar pada waktu itu. Kerajaan Islam Turki Utsmani garis keturunannya terhubung dengan kabilah Turkistan. Mereka pada awalnya berprofesi sebagai pengembala, mereka hidup di wilayah Kurdistan.

Karena akibat dari serangan bangsa Mongolia di bawah pimpinan Jengis Khan terhadap Irak dan wilayah-wilayah timur Asia kecil, maka Sulaiman, kakek dari Utsman, bersama kabilahnya hijrah ke wilayah Anatolia. Pada tahun 1230 M Sulaiman sebagai kepala kabilah meninggal dunia, posisinya digantikan oleh putranya yang bernama Ertugrul. Ertugrul bersama seratus keluarga dan  empat ratus pasukan kuda melanjutkan perjalanannya ke arah barat daya Anatolia. Perjalanan yang dilakukan oleh Ertugrul untuk menghindari serangan-serangan bangsa Mongolia.

(Erdogan bersama pemain serial Dirilis Ertugrul/Turkinesia)


Di tengah perjalanan, tiba-tiba dia mendengar kegaduhan dari jauh. Ketika mendekatinya, dia mendapati pertempuran yang sengit antara kaum muslimin dan pasukan kristen. Pada waktu itu, sisi kemenangan ada di pihak pasukan kristen Byzantium. Melihat pemandangan itu, maka segera saja Ertugrul maju dengan segenap semangat dan keteguhan yang dimilikinya untuk menolong saudara-saudaranya seagama dan seakidah. Pertolongan itu menjadi sebab kemenangan kaum muslimin atas orang-orang Kristen.

Setelah peperangan itu selesai, panglima pasukan Islam dari bani Saljuk memberikan penghargaan kepada Ertugrul dengan sebidang tanah di perbatasan barat Anatolia, sekitar perbatasan Romawi. Selain itu, Ertugrul diberi wewenang untuk memperluas wilayahnya ke arah wilayah kekuasaan Romawi. Dengan Demikian, Kerajaan Saljuk mempunyai sekutu yang kuat dengan kabilah pimpinan Ertugrul untuk melawan Romawi.

Ertugrul bin Sulaiman meninggal dunia pada tahun 699 H (1299 M). Posisinya sebagai pemimpin kabilah digantikan oleh putranya yang bernama Utsman. Utsman bin Ertugrul inilah yang menjadi nisbah (ikon) kekuasaan Daulah Utsmaniyah. 

Sumber : Sejarah Daulah Utsmaniyah karya Ali Muhammad Ash-Shalabi






Tuesday, July 7, 2020

Baji Qaid Essebsi, Mantan Presiden Tunisia Menolak Bantuan Miliaran Dolar dari UEA untuk Menyingkirkan Partai An-Nahdah

Baji Qaid Essebsi merupakan mantan presiden Tunisia yang berhaluan liberal. Dia pun pernah menolak bantuan miliaran dolar dari UEA dengan syarat menyingkirkan partai An-Nahdah haluan Ikhwanul Muslimin. Kenapa UEA sangat benci dengan IM, yuk simak opini dari Tengku Zulkifli Usman;

Foto dibawah ini adalah mantan Presiden Tunisia, Baji Qaid Essebsi.
Essebsi adalah Presiden Tunisia ke 5 yang wafat pada tahun lalu secara mendadak saat masih menjabat sebagai Presiden.
Essebsi adalah Ketua Partai Nida Tounes, partai berhaluan liberal tunisia. Beliau sempat absen dari panggung politik tunisia sejak tahun 1990 dan tampil kembali ke panggung politik setelah diktator tunisia Ben Ali ditumbangkan rakyat pada musim semi arab 2011.
Baji Qaid Essebsi adalah negarawan besar tunisia. Walaupun pandangan politik nya beda dengan Ikhwanul Muslimin, tapi jiwa nasionalisme nya luar biasa dalam mencintai negara tunisia.
2018 lalu, UAE sempat menawarkan dia bantuan miliaran dolar, dengan syarat Ikhwanul Muslimin yang saat ini diasosiasikan dengan partai an nahdhah harus di singkirkan dari panggung politik tunisia.
Kita tau, bahwa UAE adalah negara islam paling membenci IM secara keseluruhan bersama Saudi dkk nya. Mereka lah yang mengkudeta Mursi di mesir.
UAE menawarkan uang cash, bantuan triliunan lewat Essebsi agar mau menyingkirkan Partai an nahdhah dibawah pimpinan Prof Rashed Ghanoucci (Ketua DPR Tunisia sekarang).
Saat itu Essebsi berkata kepada UAE, bahwa Tunisia "not for sale" bahwa semua anak bangsa tunisia tidak boleh diperlakukan tidak adil. Essebsi menolak tawaran UAE. UAE kecewa atas sikap Essebsi ini.
Essebsi, walaupun dia liberal dan lawan politik dari Ikhwanul Muslimin, tapi jiwa patriotisme nya luar biasa. Essebsi adalah contoh politisi liberal berkualitas dunia beda dengan liberal liberal KW di berbagai negara yang suka menjual negaranya kepada musuh termasuk liberal indonesia.
Essebsi adalah Negarawan tunisia yang akan selalu dikenang oleh semua anak anak bangsa tunisia sebagai bapak bangsa yang menyatukan. Bapak bangsa yang selalu mengedepankan nasib negara diatas semua kepentingan pribadi dan golongan nya.
Allahu Yarham Baji Qaid Essebsi. Semua dunia islam kehilangan sosok hebat berjiwa besar ini.
Allahummaghfirlahu warhamhu wafihi wa'fu anhu.
Tengku Zulkifli Usman.

Sumber : FB


Study From Home : Hambatan dan Solusi

Study From Home : Hambatan dan Solusi
Oleh Jajang


Saat ini dunia tengah waspada dalam mengatasi penyebaran virus corona. Coronaviruses (CoV) merupakan bagian dari keluarga virus yang menyebabkan flu hingga penyakit yang lebih berat seperti Middle East Respiratory Syndrome (MERS-Cov) dan Severe Acute Respiratory Syndrome (SARS-CoV). Penyakit yang disebabkan oleh virus corona adalah Corona Virus Disease 2019 (COVID-19), penyakit mematikan yang tengah menyebar luas di berbagai negara. 

Indonesia termasuk negara yang sedang berwasapada terhadap penyebaran virus corona. Untuk menjaga keselamatan masyarakat dan mencegah penyebaran virus tersebut, pemerintah telah mengeluarkan berbagai kebijakan, seperti isolasi, social and physical distancing, hingga Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB). Penyebaran virus corona dan kebijakan-kebijakan yang muncul untuk penanganannya memberikan dampak terhadap berbagai sektor kehidupan. Selain pada sektor kesehatan, penyebaran virus corona juga memberi dampak terhadap sektor ekonomi, sosial dan budaya, keagamaan, keamanan, serta pendidikan.

Pada dunia pendidikan pemerintah Indonesia melalui Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan serta Kementerian Agama RI., menerapkan kebijakan belajar di rumah atau biasa disebut dengan Study From Home (SFH). Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Nadiem Makarim mendukung kebijakan perguruan tinggi untuk meliburkan perkuliahan karena penyebaran Covid-19 yang semakin mengkhawatirkan, sehingga proses pembelajaran yang biasanya dilangsungkan di kelas dialihkan dengan pertemuan daring (Alam et al., 2020).

SFH merupakan pembelajaran yang tidak lagi dilakukan dengan bertatap muka antara mahasiswa dengan dosen, melainkan secara daring dari rumah masing-masing. Belajar dilakukan melalui aplikasi yang menunjang kegiatan belajar seperti Google Classroom, Edmondo, Ruang Guru, dan sebagainya. Namun, dalam pelaksanaan SFH tidak selalu berjalan dengan lancar, hambatan-hambatan sering kali terjadi. Mahasiswa pun memerlukan adaptasi untuk awal mula pelaksanaan SFH. Pemanfaatan teknologi dan aplikasi harus dikuasai dengan baik untuk hasil belajar yang optimal. SFH atau sistem pembelajaran daring harus memberikan hasil pembelajaran yang baik. Maka dari itu, setiap masalah yang timbul saat pelaksanaan SFH harus segera diatasi.

Menurut Jamaluddin et al. (2020) terdapat beberapa hambatan yang dialami saat SFH dilaksanakan yakni kuota terbatas, tugas yang menumpuk, penguasaan Information Technology (IT) yang terbatas, jaringan tidak stabil, serta telat mengikuti perkuliahan karena tidak biasa melaksanakan kuliah secara daring. Namun, hambatan yang paling sering dirasakan oleh mahasiswa saat SFH adalah  kuota yang terbatas, jaringan tidak stabil, dan tugas yang menumpuk. 

Kuota yang Terbatas

Handphone adalah alat yang paling sering digunakan oleh mahasiswa untuk menjalani SFH. Dalam mengakses pelajaran secara daring tentu dibutuhkan paket data untuk bisa terhubung dengan internet. Mengenai masalah kuota, hal ini erat kaitannya dengan masalah finansial mahasiswa, karena pemakaian kuota yang banyak. Masalah ini terkadang juga dipengaruhi oleh wilayah tempat tinggal yang mengharuskan pemakaian kartu SIM yang mahal untuk mendapatkan kualitas sinyal yang bagus. Masalah kuota adalah masalah yang begitu fatal. Karena tanpa kuota internet, mahasiswa tidak bisa mengikuti pelajaran sama sekali.

Untuk masalah ini solusi yang bisa dilakukan salah satunya adalah dengan memberikan subsidi kuota internet dari pihak kampus kepada mahasiswa. Tentu hal ini sangat membantu, suatu bentuk solusi yang benar-benar memberikan pemecahan terhadap masalah. Pemberian subsidi kuota ini telah dipraktekkan diantaranya oleh Universitas Sebelas Maret (UNS), Telkom University (Tel-U), dan Universitas Al-Azhar Indonesia (UAI).

Solusi lain yang bisa diterapkan ialah dengan menyediakan aplikasi e-learnig yang ramah kuota. Hal ini telah dilakukan oleh UIN Sunan Gunung Djati Bandung yang menyediakan aplikasi E-Knows, aplikasi yang tidak memerlukan kuota terlalu banyak untuk mengaksesnya (Jamaluddin et al., 2020). Solusi ini membantu mahasiswa dengan mengurangi pemakaian kuota internet, sehingga mengurangi pembelian paket kuota karena pemakaian yang lebih hemat. 

Jaringan Tidak Stabil

Jaringan yang stabil adalah hal penting untuk melaksanakan SFH secara optimal. Jaringan yang buruk akan mengganggu proses pembelajaran. Mahasiswa bisa telat mengikuti perkuliahan, telat mengirimkan tugas karena sinyal yang buruk, atau audio visual yang kurang jelas saat menggunakan aplikasi pembelajaran dengan tatap muka, serta berbagai masalah lainnya. Solusi yang bisa diterapkan untuk masalah ini diantaranya adalah dengan menggunakan kartu SIM yang sesuai dengan tempat tinggal. Keberadaan fasilitas jaringan merupakan hal yang utama dalam pembelajaran sistem daring, karena berkaitan dengan kelancaran proses pembelajaran. Keberadaan mahasiswa yang jauh dari pusat kota atau jauh dari jangkauan jaringan provider tentunya tidak dapat melaksanakan proses pembelajaran dengan lancar (Jamaluddin et al., 2020). 

Tugas yang Menumpuk

Tugas yang menumpuk juga merupakan hambatan karena mahasiswa tidak bisa benar-benar menikmati dan memperoleh pembelajaran dengan baik. SFH sebaiknya dilakukan dengan sedemikian rupa sehingga materi bisa tersampaikan sebagaimana pembelajaran di kelas seperti biasa. Disini diperlukan saling pengertian antara dosen dan mahasiswa serta harus saling memahami keadaan. Dosen tidak seharusnya memberikan tugas yang begitu banyak tetapi dengan penjelasan materi yang dirasa kurang. Tugas yang menumpuk dengan jarak interval waktu yang pendek serta proses diskusi dan pemberian materi yang kurang kondusif, tentu menjadi masalah bagi mahasiswa. 

Mahasiswa dalam pelaksanaan SFH ini pun harus bertindak sebaik mungkin untuk memperoleh hasil belajar dengan sistem daring yang optimal. Menghargai dan menghormati setiap dosen sangat diperlukan untuk pembelajaran yang kondusif. Termasuk saat tugas menumpuk menjadi hambatan, mahasiswa harus tetap menyikapinya dengan baik serta meyampaikan keluhan dan aspirasi kepada dosen dengan cara yang baik. Saat tugas telah menumpuk, ada beberapa hal yang bisa dilakukan oleh mahasiswa untuk mengatasinya, diantaranya ialah dengan mengerjakan tugas yang memiliki tenggat waktu pengumpulan terdekat terlebih dahulu, berkolaborasi dengan teman untuk saling berdiskusi, serta manajemen waktu yang baik untuk tidak menunda-nunda pengerjaan tugas sehingga tugas tidak semakin menumpuk.

SFH adalah upaya yang dilakukan pemerintah untuk pendidikan di Indonesia di tengah pandemi corona. Kebijakan tersebut harus diikuti oleh setiap lembaga pendidikan yang bersangkutan. Untuk pelaksanaan SFH yang kondusif, baik pihak kampus termasuk dosen serta mahasiswa harus menjalankan perannya masing-masing secara aktif dan bertindak sebagaimana mestinya. Pihak kampus dan mahasiswa harus melaksanakan dan mendapatkan hak dan kewajiban masing-masing untuk pendidikan yang sukses ditengah pandemi corona.

Referensi

Alam, C. N., Irfan, M., Syaripudin, U., dan Zulfikar, W. B. (2020). Pengembangan Aplikasi E-Learning UIN SGD Bandung untuk Work From Home Berbasis Learning Management System

Jamaluddin, D., Ratnasih, T., Gunawan, H., dan Paujiah, E. (2020). Pembelajaran Daring Masa Pandemik Covid-19 Pada Calon Guru: Hambatan, Solusi Dan Proyeksi

BENDERA DAN SEMANGAT KEBANGSAAN

BENDERA DAN SEMANGAT KEBANGSAAN
Oleh : Syamsul Ma’arief *



Barisan banteng meradang! Jutaan kader siap siaga menyambut seruan ketua umum untuk menjaga marwah partai. Melalui Surat Perintah Harian Ketua Umum PDI Perjuangan, Megawati Soekarnoputri menegaskan bahwa PDI Perjuangan tidak pernah memiliki keinginan untuk memecah belah bangsa, sebab PDI Perjuangan adalah pengikut Bung Karno yang menempatkan Pancasila sebagai suluh perjuangan bangsa.

Sikap ini merupakan reaksi atas insiden pembakaran bendera PDI Perjuangan oleh sejumlah massa dalam aksi demo menolak Rancangan Undang-Undang Haluan Ideologi Pancasila (RUU HIP) di depan gedung DPR RI Rabu (24/06/2020) lalu.

Muncul kekhawatiran bahwa insiden pembakaran bendera PDI Perjuangan ini dapat menyebabkan konflik horizontal di tengah masyarakat. Namun kita semua patut bersyukur bahwa Megawati melalui surat perintahnya telah menyerukan agar partai dan kadernya menempuh jalur hukum untuk menyelesaikan permasalahan tersebut. Lebih lanjut politikus senior PDI Perjuangan Tjahjo Kumulo meminta semua kader sampai tingkat anak ranting untuk mendatangi kantor Polres dan Polda seluruh Indonesia guna mendesak agar insiden pembakaran bendera itu dapat diusut tuntas secara hukum.

Pembakaran Bendera

Insiden pembakaran bendera PDI Perjuangan ini mengingatkan kita pada insiden serupa yang terjadi beberapa tahun sebelumnya. Bertepatan dengan Hari Santri Nasional 22 Oktober 2018, sejumlah oknum massa di Garut membakar bendera tauhid karena diduga merupakan bendera milik organisasi Hizbut Tahrir Indonesia (HTI).

Insiden pembakaran bendera tauhid ini sontak saja menimbulkan reaksi dan gelombang aksi massa dari banyak pihak yang merasa marah dan tidak terima dengan pembakaran bendera tersebut. Untuk meredam aksi massa lebih lanjut, aparat kepolisian bergerak cepat mengusut kasus dan mengamankan tersangka pelaku pembakaran. Begitu pun peran serta ulama dan tokoh masyarakat lainnya yang mendinginkan suasana dan meminta masyarakat untuk menyerahkan permasalahan ini kepada aparat penegak hukum.

Aksi pengecaman atas tindakan pembakaran bendera merupakan hal yang sangat wajar dan alami. Bendera merupakan simbol kehormatan, kebanggaan dan harga diri dari setiap organisasi. Maka tindakan pembakaran bendera tentu saja dapat dianggap sebagai penghinaan besar bagi organisasi tersebut. Dan setiap organisasi, apalagi yang berbasis kaderisasi dan berakar kuat di tengah masyarakat bisa saja terprovokasi untuk melakukan tindakan main hakim sendiri.

Dalam konteks negara, bendera merupakan sarana pemersatu, identitas dan wujud eksistensi bangsa  yang menjadi simbol kedaulatan dan kehormatan negara sebagaimana diamanatkan dalam UUD 1945. Bersama dengan bahasa, lambang negara, serta lagu kebangsaan, bendera Indonesia merupakan manifestasi kebudayaan yang berakar pada sejarah perjuangan bangsa, kesatuan dalam keragaman budaya, dan kesamaan dalam mewujudkan cita-cita bangsa dan Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Oleh karena itu, dalam ketentuan Pasal 66 Undang-Undang Nomor 24 Tahun 2009 tentang Bendera, Bahasa, dan Lambang Negara, serta Lagu Kebangsaan, dinyatakan bahwa “Setiap orang yang merusak, merobek, menginjak-injak, membakar, atau melakukan perbuatan lain dengan maksud menodai, menghina, atau merendahkan kehormatan Bendera Negara dipidana dengan pidana penjara paling lama 5 (lima) tahun atau denda paling banyak Rp 500.000.000,00 (lima ratus juta rupiah).

Konsekuensi hukum atas tindakan pembakaran bendera organisasi tentu saja berbeda dengan pembakaran bendera negara. Pengamat hukum pidana dari Universitas Trisaksi, Abdul Fickar Hadjar menilai agak sulit mencari rumusan pidana dari aksi pembakaran bendera PDI Perjuangan tersebut dalam Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP).

Apabila pembakaran bendera itu dikaitkan dengan delik tentang penghinaan atau pencemaran nama baik pun nampaknya tidak bisa dilakukan, karena penghinaan dan pencemaran nama baik itu subjeknya orang bukan barang, kecuali terdapat penghinaan dengan menyebut nama orang. Maka untuk tindakan pembakaran bendera organisasi setidaknya hanya dapat dijerat dengan delik perusakan barang milik orang lain sebagaimana diatur dalam ketentuan Pasal 406 KUHP.   

Semangat Kebangsaan

Dari dua insiden pembakaran bendera yang telah terjadi, terdapat benang merah yang menjadi latar belakang peristiwa tersebut, yaitu semangat kebangsaan dalam rangka pembelaan ideologi dan kesatuan bangsa.

Dalam kasus pembakaran bendera tauhid di Garut, oknum pelaku pembakaran berasumsi bahwa bendera tersebut merupakan bendera organisasi Hizbut Tahrir Indonesia (HTI), yang telah dicabut status badan hukumnya oleh Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia.

Lebih lanjut dalam putusan Pengadilan Tinggi Tata Usaha Negara (PT TUN) Jakarta, majelis hakim berpendapat bahwa organisasi Hizbut Tahrir Indonesia (HTI) terbukti mengembangkan ajaran atau paham yang bertentangan dengan Pancasila dan UUD 1945, yang kegiatan-kegiatan menyebarluaskan ajaran atau paham tersebut arah dan jangkauan akhirnya bertujuan mengganti Pancasila, UUD 1945, serta mengubah NKRI menjadi negara khilafah.

Sedangkan dalam kasus pembakaran bendera PDI Perjuangan di Jakarta, muncul dalam suasana penolakan masyarakat atas Rancangan Undang-Undang Haluan Ideologi Pancasila (RUU HIP) yang sedang dibahas oleh Dewan Perwakilan Rakyat (DPR). Dalam keterangannya, koordinator aksi menyatakan tidak ada rencana pembakaran bendera PDI Perjuangan, melainkan hanya pembakaran bendera PKI.

Rancangan Undang-Undang Haluan Ideologi Pancasila (RUU HIP) menjadi kontroversial karena tidak memuat TAP MPRS XXV tahun 1966 tentang Larangan Bagi Ajaran Komunisme, Marxisme sebagai dasar pertimbangan dalam perumusan. Selain itu, RUU HIP juga dianggap bertentangan dengan spirit Pancasila yang seutuhnya karena terdapat upaya memeras Pancasila menjadi trisila atau ekasila.

Terlepas dari argumentasi pembenaran dan pembelaan yang ada, polisi dan segenap aparat penegak hukum lainnya dipandang perlu untuk segera mengambil langkah-langkah yang cepat dan strategis dalam rangka menjaga stabilitas di tengah masyarakat. Dalam rangka memperjelas duduk permasalahannya, maka klarifikasi dan pendalaman kasus perlu dilaksanakan oleh aparat penegak hukum untuk menentukan penanganan lebih lanjut sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku.

Proses hukum yang cepat, tegas dan berkeadilan menjadi penting agar tercipta kepercayaan publik pada independensi dan profesionalitas aparat penegak hukum. Jangan sampai publik kehilangan harapan kepada aparat penegak hukum karena bertindak sigap ketika berkaitan dengan kepentingan penguasa atau mayoritas, namun menjadi lamban ketika berkaitan dengan kepentingan masyarakat sipil atau minoritas lainnya.

Perlu juga kesadaran dan kedewasaan semua pihak agar bisa menahan diri demi menciptakan suasana yang kondusif, serta menghindari tindakan-tindakan yang bersifat provokatif terhadap kasus ini. Pancasila dan NKRI adalah hasil jerih payah perjuangan yang luar biasa, lahir dari perdebatan panjang yang berlandaskan semangat kebangsaan.

Maka munculnya perbedaan pendapat jangan sampai lantas merusak semangat persatuan dan kesatuan kita sebagai bangsa dan negara, apalagi berujung pada konflik horizontal. Suatu kondisi yang tentunya tidak diharapkan oleh para pendiri bangsa kita terdahulu. Wallahu a’lam bishawab.***

* Peneliti Progressive Democracy Watch (PRODEWA)

Monday, July 6, 2020

Jet Israel Bombardir Jalur Gaza Palestina, Namun Tidak Ada Korban

Menurut laporan Anadolu Agency; Jet Tempur Israel menargetkan lahan pertanian di timur Jalur Gaza Minggu malam. Tidak ada korban atau cedera yang dilaporkan.

(Sumber : Anadolu Agency)


Tentara Israel mengatakan pihaknya mengenai sasaran-sasaran milik kelompok perlawanan Palestina Hamas.

Ia mengklaim serangan udara itu sebagai tanggapan terhadap roket yang diluncurkan dari Jalur Gaza.

Tidak ada faksi Palestina di Gaza yang mengklaim bertanggung jawab atas penembakan roket.

Analisis Keuangan UMKM untuk Mengatasi Krisis di Masa Pandemi


Analisis Keuangan UMKM untuk Mengatasi Krisis di Masa Pandemi
Oleh : Dzakia Mutawadi’a



Maret 2020 merupakan masa awal COVID-19 mulai merebak di Indonesia. Dimulai dari 2 orang di Depok, hingga mulai menyebar di berbagai daerah di Indonesia. Penyebaran yang sangat cepat memiliki efek domino terhadap beberapa elemen kehidupan, salah satunya ekonomi. Karena penyebaran virus yang cepat akhirnya pemerintah menerapkan beberapa kebijakan untuk mengurangi penyebaran virus ini, diantaranya adalah PSBB, menutup beberapa Mall, menutup beberapa toko yang tidak esensial dan lain sebagainya. Dengan kebijakan ini mengakibatkan pendapatan usaha menjadi berkurang bahkan nol. Selain mengurangi pendapatan, juga mengakibatkan banyaknya PHK di beberapa daerah, akibat perusahaan yang tidak mampu membayar tenaga kerjanya. Maka ketika pemasukan masyarakat turun, daya belinyapun bisa ikut menurun. Dari daya beli yang menurun akhirnya permintaan berkurang, padahal produsen bisa saja sudah memiliki stok bahan produksi yang akhirnya jadi tidak bisa dijual. Apabila usaha besar yang sudah menguasai pasar saja bisa terganggu, bagaimana dengan sektor UMKM? 

Menurut menteri Koperasi dan UMKM seperti yang dilansir oleh bisnis.tempo.co dari hasil survey berbagai lembaga dan kementrian sebanyak 47% UMKM di Indonesia mengalami kebangkrutan. Tentu saja hal ini menjadi ancaman besar bagi ekonomi Indonesia, tenaga kerja yang diserap oleh UMKM adalah sebesar 97%, itu artinya mayoritas masyarakat Indonesia menggantungkan hidupnya dari UMKM, ketika banyak UMKM yang gulung tikar bisa dipastikan banyak masyarakat yang mengalami kemiskinan mendadak. UMKM yang terkena dampak dari pandemi inipun meliputi berbagai sektor. Perlu kehati-hatian pelaku usaha dalam menentukan kebijakan usahanya. Dikarenakan jika keputusan diambil tanpa perhitungan dapat berakibat buruk pada kinerja usahanya. Maka berikut penulis akan memberikan sedikit tips yang bisa dilakukan pelaku usaha dalam menghadapi masa pandemi ini.

1. UMKM harus memiliki pencatatan keuangan yang rapi dan sesuai dengan standar

Bagi beberapa UMKM mungkin belum memiliki pencatatan keuangan yang rapi sesuai dengan standarnya. Padahal ini merupakan hal penting bagi tiap pelaku usaha. Dengan adanya pencatatan keuangan yang rapi akan memudahkan pelaku usaha untuk mengevaluasi kinerja serta pengambilan keputusan yang sesuai dengan perhitungan realistis. Oleh karena itulah setidaknya UMKM harus memiliki laporan keuangan yang sesuai dengan standar SAK EMKM. 

SAK EMKM adalah standar akuntansi yang ditujukan untuk usaha yang belum bisa memenuhi kriteria pelaporan SAK ETAP. UMKM yang biasanya sifatnya hanya perorangan tentu akan keuslitan menyediakan laporan yang sesuai SAK ETAP, oleh karena itulah SAK EMKM ini dibuat. Dalam SAK EMKM setidaknya perusahaan memiliki 3 komponen, yaitu :

a. Laporan Posisi Keuangan

Pengertian laporan Posisi Keuangan menurut Wikipedia adalah bagian dari laporan keuangan suatu entitas yang menggambarkan kondisi keuangan entitas q selama satu periode. Dalam laporan posisi keuangan terdiri dari assets, liability (kewajiban/utang), dan ekuitas atau modal. Dari laporan ini kita bisa mengetahui darimana aset-aset perusahaan berasal, bisa berasal dari utang atau dari modal.

b. Laporan Laba Rugi

Laporan laba rugi bisa juga dikatakan laporan kinerja perusaaan selama satu periode. Dari laporan laba rugi ini bisa dilat berapa pendapatan yang di dapat dan beban apa saja yang ditanggung perusahaan, dengan begitu akan diketahui jumlah laba atau rugi perusahaan. 

c. Catatan Atas Laporan Keuangan

Catatan Atas Laporan keuangan merupakan laporan tambahan yang berisi keterangan atas laporan keuangan. Catatan ini akan berisi mengenai gambaran umum, kebijakan akuntansi penting serta rincian akun yang sudah tercantum dalam laporan sebelumnya.

Berdasarkan kegunaan yang penting inilah perusahaan harus memiliki laporan keuangan yang sesuai standard. Namun dalam SAK EMKM, perusahaan boleh menambahkan komponen Laporan Keuangan lainnya, sepertu lapora arus kas ataupun perubahan modal jika dirasa perlu.
 
2. Ukur risiko bisnis menggunakan rasio keuangan

Setiap keputusan dalam bisnis pasti memiliki risiko, terlebih jika dilakukan tanpa pertimbangan yang matang. Di tengah kondisi pandemi seperti ini tentu para pengusaha ingin keputusan dengan risiko yang minimal, oleh karena itu perlu bagi pelaku usaha untuk melakukan analisis rasio keuangan ini. Berdasarkan tujuannya dibagi menjafi 4 :

a. Profitabilitas

Merupakan rasio yang menghitung kemampuan entitas untuk mengasilkan laba. Hal ini dapat digunakan untuk mengukur keberlagsungan atau going concern entitas. Terdapat beberapa ukuran yang dapat digunakan untuk rasio ini : 

Gross profit margin merupakan perbandingan laba kotor dan penjualan pada periode yang sama, yang mana dapat dihitung dengan cara membagi laba kotor dengan prendapatan periode tersebut lalu dikali 100%

Net profit margin digunakan untuk mengukur perolehan laba bersih dari tiap penjualan. NPM dapat dihitung dengan cara membagi laba bersih setelah pajak dengan penjualan

Return on Assets merupakan kemampuan perusahaan untuk menghasilkan laba dari total asset yang dimiliki perusahaan, dapat dicari dengan rumus Laba bersih  dibagi total asset perusahaan.

b. Likuiditas

Rasio ini dapat digunakan sebagai pertimbangan sebelum melakukan kredit usaha. Karena dalam rasio ini menilai kemampuan perusahaan dalam memenuhi kewajiban finansial. Ukuran yang dapat dgunakan untuk mengukur rasio ini diantaranya :

Current ratio adalah rasio yang melihat perbandingan jumlah asset lancar atau asset likuid dengan kewajiban lancar atau hutang dengan jatuh tempo kurang dari satu tahun.

Quick Ratio merupakan perbandingan aktiva lancar dikurang persediaan dengan utang lancar
Dalam rasio ini apabila hasil perbandingan lebih atau sama dengan 1,0 maka menggambarkan kondis perusahaan yang memiliki kemampuan baik dalam memenuhi kewajiban lancarnya, namun apabila diatas 3,0 bukan berarti semakin baik, malah bisa jadi mengindisikan kondisi kas yang tidak digunakan dengan baik sehingga tidak produktif.

c. Rasio solvabilitas 

Rasio yang menunjukkan kemampuan perusahaan dalam memenui kewajiban baik jangka panjang maupun jangka pendek, dalam rasio ini dapat menggunakan ukuran Debt to Equity Ratio yang mana mengukur utang yang dimiliki dengan modal sendiri. DER dapat dihitung dengan cara membagi total liabilitas atau hutang dengan total ekuitas. Sebaiknya jumlah total kewajiban tidak lebih dari jumlah modal yang dimiliki sendiri

d. Rasio aktivitas

Rasio ini merupakan yang mengukur aktiva mana yang efektif dengan melihat produktifitasnya, semakin tinggi nilainya artinya sudah produktif. Ukuran yang dapat dipakai untuk rasio ini diantaranya adalah :

Rasio perputaran piutang yang menilai kefektivan pengelolaan piutang yang dapat dihitung melalui penjualan bersih dibagi dengan rata-rata piutang dagang

Rasio perputaran persediaan, dengan rasio ini dapat melihat keefektifan pengelolaan persediaan. Dalam pengukurannya ada dua pendekatan yaitu :

- At Cost = Harga Pokok Penjualan/Rata-rata pesediaan
- At Market =Penjualan/Pesediaan

3. Evaluasi dengan analisis arus kas

Setelah melakukan pencatatan keuangan dengan baik serta mengukur risiko bisnis, UMKM dapat melakukan evaluasi dengan analisis arus kas. Arus kas merupakan gambaran keluar masuk kas pada perusahaan pada satu periode. Dalam ilmu akuntansi arus kas dapat dibagi menjadi 3 pos aktivitas, diantaranya :

a. Aktivitas operasi yang mana berkaitan dengan aktiva lancar dan kewajiban jangka pendek. Aktivitas ini berhubungan erat dengan operasional perusahaan

b. Aktivitas investasi biasanya bersangkutan dengan investasi dan penambahan aktiva tidak likuid atau aktiva yang memiliki umur ekonomis lebih dari satu tahun

c. Aktivitas pendanaan biasanya berkaitan dengan modal atau kewajiban jangka panjang

Setelah mengelompokkan aktivitas keluar masuk kas UMKM bisa melihat mana pos yang masih bisa dikurangi sementara ataupun aktivitas mana yang tidak perlu dikeluarkan sama sekali, dengan begitu perusahaan bisa mengatur keluar masuk kas secara efektif.

Oleh karena itu mulai saat ini pelaku UMKM diharapkan sadar akan pentingnya dokumentasi keuangan. Dengan adanya dokumentasi berupa laporan maka bisa dilakukan evaluasi kinerja secara tepat, pengambilan keputusan yang terararah, menakar risiko bisnis serta dapat membantu apabila UMKM perlu mengajukan kredit usaha.

Referensi

Bisnis.com. (2020, Mei 20). 47 Persen UMKM Bangkrut Akibt Pandemi Corona. (D. R. Cahyani, Ed.) Jakarta, DKI Jakarta, Indonesia. Retrieved Juni 30, 2020, from www.google.com/amp/s/bisnis.tempo.co/amp/1344540/47-persen-umkm-bangkrut-akibat-pandemi-corona
Ikatan Akuntan Indonesia. (2016). Exposure Draft SAK Entitas Mikro Kecil dan Menengah. Jakarta: Dewan Stabdar Akuntansi Keuangan Ikatan Akuntan Indonesia.
Pangestika, W. (2019, September). Keuangan Bisnis. Retrieved Juni 30, 2020, from Jurnal Etrepeneur: www.jurnal.id/id/blog/5-langkah-melakukan-analisis-raso-keuangan


KSAL Turki dan Menhan Turki Ke Libya, Sementara Erdogan ke Qatar.

KSAL Turki dan Menhan Turki sudah turun mengunjungi Libya
Oleh Tengku Zulkifli Usman

(Menhan Turki, Hulusi Akar)

KSAL Turki dan Menhan Turki sudah turun mengunjungi Libya

Sedangkan Erdogan baru saja ke Qatar untuk memperkuat hubungan bisnis dan menambah amunisi pendanaan proyek proyek besar Turki kedepan.
Semua kunjungan ini menunjukkan posisi Turki yang semakin strategis di Libya dan di kawasan secara keseluruhan.
Babak baru kebijakan Turki di Libya akan mengantarkan Turki mendapatkan beberapa keuntungan strategis sekaligus.
Apa makna peningkatan esksalasi Keterlibatan Turki di Libya hari ini?
Pertama: Turki memperkuat daya tawarnya di dunia internasional dengan memperkuat kedaulatan tanah Libya di depan para agresor.
Kedua: Turki mendapatkan keuntungan secara ekonomi yang sangat besar. Terutama soal soal resources di wilayah laut Mediteranian.
Ketiga: Turki akan menjadi negara penyokong utama Libya kedepan dalam segala bidang terutama pengelolaan sumber daya alam Libya yang sangat kaya.
Hal ini sudah dibuktikan dengan ditetapkannya Turki sebagai pemenang berbagai tender megaproyek di libya saat ini oleh pemerintahan GNA.
Keempat: Turki akan menjadi salah satu tuan rumah baru bagi kebangkitan Afrika kedepannya.
Kelima: Posisi turki akan semakin kuat dihadapan negara Eropa yang saat ini juga sedang rebutan kekayaan alam di wilayah laut Mediteranian.
(KSAL Turki

Keenam: Posisi kekuatan pertahanan Turki akan semakin diperhitungkan baik di NATO dan di panggung dunia secara keseluruhan. Ini akan mengantarkan Turki naik kelas dalam bisnis senjata global kedepannya.
Ketujuh: Sukses keterlibatan Turki di Libya akan semakin menaikkan pamor Erdogan di mata dunia dan secara langsung akan memperkuat Erdogan di dalam negeri dalam menghadapi pilpres Turki 2023 kelak.
Kedelapan: Konflik Libya ini akan Memperkuat posisi Turki didepan negara negara Islam yang saat ini terus memusuhi Erdogan(Mesir, Emirat, Arab Saudi, dkk).
Kesembilan: Memperkuat daya tawar turki soal konflik Suriah di depan Rusia. Karena di suriah dan di Libya, Turki sejatinya punya lawan yang sama: Rusia.
Kesepuluh: Konflik Libya ini akan berakhir dengan panas, soal perang antara Turki dengan Rusia disana seperti yang pernah berkali kali saya sebutkan adalah sebagai jalan sangat akhir dan sangat darurat.
Peluang perang besar antara mereka angkanya 40:60. Lebih besar kemungkinan tidak akan terjadi perang terbuka.
Terkahir: Haftar, Mesir, Dkk pendukungnya sudah tidak ada dalam agenda politik Libya kedepan, Libya saat ini sudah masuk fase diplomasi tingkat tinggi antar negara besar yang kuat dan punya ril power dengan agenda agenda besar dunia diatas meja.
Konflik libya saat ini Bukan lagi berada di level pembahasan dengan seorang pemberontak sekelas Haftar yang didukung oleh negara negara lemah semacam emirat, mesir dkk.
Tengku Zulkifli Usman.
Pengamat Dunia Internasional.

Sumber : FB