Wednesday, July 17, 2019

Istanbul - Teheran

Oleh Yusuf Maulana
“Turki (Utsmani) berada di tengah-tengah, Eropa di sisi Barat, Safawi di Timur. 21 kali kami menyerang Eropa, 20 kali pula saat yang sama dari Timur datang serangan kerajaan Safawi pada kami. Semacam ada pakta di antara keduanya. Andai tidak ada serangan dari Safawi, Eropa sudah habis kami bebaskan. Setiap kami menyerang Eropa, mereka (Safawi) dari belakang menyerang kami. Dan ini banyak menewaskan pasukan kami. Ini pengalaman kami. Maka, untuk menaklukkan Barat, kita harus meredam serangan dari Timur dulu dengan mengadakan hubungan bersama Iran. Jadi, ini bukan lagi soal mereka Syiah atau bukan. Ini real politic, jangan kuliah kami, dan inilah high politic kami.”

Demikian dikatakan ring-1 penasihat Presiden Turki sebagaimana disampaikan kepada sahabat patik di negeri jiran yang beberapa kali bersua langsung Recep Tayyip Erdoğan. Kesadaran geopolitik hari ini memang mutlak bagi gerakan Islam, agar tidak berulang cara pandang "ideologis" yang kaku dan bergegas menilai. Bahwa dalam politik yang cair bersama sekutu, proksi, harus ada permainan pikiran yang bertopang pada data. Data hari ini dan data rekam jejak masa lalu. Dari sini kita bisa melakukan prediksi langkah yang tepat.
Yang diperbuat Istanbul dekade ini sesungguhnya hal lumrah. Shalahuddin Yusuf al-Ayyubi juga menciptakan aliansi-aliansi yang berfungsi melapangkan jalan untuk mengusir pasukan Salib di al-Quds. Jadi, bukan dengan bombardir langsung dengan melewatkan Syam dan Kairo. Dua negeri ini, yang kini jadi Suriah dan Mesir modern, sayap dari burung yang mutlak dikuasai sebelum merangsek ke al-Quds. Itu sebab, banyak kekuatan adidaya tak ingin kedua negeri itu diperintah oleh penguasa adil yang ramah pada gerakan Islamis anti-zionis. Bila dua sayap digenggam, berikutnya tinggal tunggu waktu merundukkan kepalanya: al-Quds. Sebagamana Shalahuddin memuncaki perebutan jantung al-Quds pada 4 Juli 1187.
Karena itu, urusan mengendalikan Teheran hari ini terkoneksi dengan soal negeri-negeri tersebut. Dan eks tanah para kisra itu memang tumbuh subur dengan tradisi berpikir yang baik. Kita harus akui itu meski tak berarti ini mendukung sistem berpikir puak syiah di sana. Tapi, bilakah kita mau mengatasi mereka kalau tradisi berpikir di tengah kita masih payah, bahkan untuk sekadar telaten membaca informasi? Semua fakta politik sering kita simpulkan dengan apa yang tampak lahir. Mengabaikan bahwa di balik itu ada kerumitan yang harus menenggang sangkaan baik.
Ilustrasi: Agyasofyadan Sultanahmete  (Pinterest)

Sumber : FB

Monday, July 15, 2019

Pembelian S-400, Akankah AS Memberikan Sanksi EKonomi Lebih Berat Ke Turki?*

Oleh Saief Alemdar

Dengan diterimanya sistem pertahanan S-400 Rusia oleh Turki, tampaknya Turki telah memutuskan “urat nadi” terakhir yang masih tersambung dalam hubungannya dengan AS dimana selama 70 tahun terakhir AS dan Turki merupakan sekutu strategis. Presiden Recep Tayyip Erdogan sudah mengambil keputusan akhirnya, tidak peduli kepada rayuan dan bahkan ancaman AS yang melarang Turki membeli S-400 dari Rusia.

Eropa atau NATO hanya melihat saja sambil diam ketika S-400 dipasang di Turki, mereka tidak banyak memberikan komentar, mereka hanya menyalahkan Donald Trump dan timnya sehingga Turki sampai “ngelonjak” seperti ini. Eropa khawatir kalau Turki menjauh dari Eropa dan mendekati Rusia. Itu saja kekhawatirannya untuk sementara.
Tanggapan malu-malu Eropa pada intinya tidak senang Turki membeli S-400 dari Rusia, hanya Perancis saja yang berani mengatakan bahwa transaksi S-400 antara Turki dengan Rusia adalah hak prerogative Turki, “suka-suka dia lah, uang juga uang dia!”, kira-kira begitu.
Perancis mengatakan begitu karena memang pihak yang paling sedikit dirugikan dalam hal ini, atau malah Perancis beruntung. Ketika AS tidak lagi mau menjual pesawat tempur F-35 ke Turki, bisa saja Turki membeli Dassault Rafale Perancis.
Untuk saat ini, sepertinya Eropa tidak mau membuat masalah lagi dengan salah satu negara Islam terkuat di dunia, cukup dulu fokus pada masalah dengan Iran karena isu kesepakatan nuklir. Kalau Eropa membuka front “kisruh” dengan Turki dan Iran pada saat yang sama, kelihatannya seperti mau mulai Perang Salib baru.
Terus terang, AS dan sekutunya tidak pernah percaya kepada negara Muslim, sepatuh apapun negara Muslim itu kepada dikte AS, tetap saja tidak dipercayai oleh AS. Apa yang berlaku bagi Iran, berlaku juga bagi Turki, Suriah, Irak dan Mesir, bahkan negara-negara Teluk. AS hanya percaya kepada satu negara saja di Kawasan, yaitu Israel.
AS tidak menerima Turki memiliki S-400 hanya demi menjaga keamanan Israel, AS ingin Israel tetap yang terkuat secara militer di Kawasan. Sampai saat ini, Israel satu-satunya negara di muka bumi yang memiliki pesawat tempur F-35 setelah AS. Apa yang ditakutkan coba? Wong hubungan Turki-Israel baik-baik saja, volume perdagangan bilateralnya saja mencapai lebih dari USD 10 miliar pertahun!
Kekhawatiran AS bukan hanya karena adanya deal pembelian S-400 dari Rusia, tetapi Rusia dan Turki juga memiliki deal untuk transfer teknologi untuk memproduksi S-400 di Turki.
Ketika Turki insist untuk membeli S-400, AS mencoba menawarkan rudal Patriot sebagai ganti S-400, tetapi Turki menolaknya. Legenda kehebatan Patriot mungkin mulai memudar di tangan militan Houthi Yaman yang berhasil menyerang airport-airport di dalam Arab Saudi, yang katanya langit Arab Saudi itu dilindungi oleh Patriot. Legenda itu juga memudar di tangan kelompok pejuang Palestina di Gaza yang berhasil menembus Iron Dome Israel dengan rudal-rudal buatan lokal.
Tentunya, keras kepala Turki ini akan memiliki efek domino untuk ke depannya, dan yang paling jelas mungkin AS akan mengimpose sanksi ekonomi lagi kepada Turki. Namun keberanian Turki melawan titah AS ini menunjukkan bahwa Turki sudah memiliki independensi dalam mengambil keputusan, dimana Turki menjadikan kepentingan dan keamanan nasional Turki di atas segalanya.
Untuk ke depannya, mungkin AS akan mengimpose sanksi ekonomi kepada Turki, dan juga mungkin akan mempersenjatai kelompok-kelompok separatis Kurdi sebagai proxy untuk menekan Turki. Dampak dari sanksi AS pernah dirasakan Turki beberapa waktu yang lalu, hingga nilai Lira Turki anjlok sampai pada titik 7 lira per 1 US dollar.
Untuk menghindari dampak negatif dari kemungkinan terburuk itu, apakah Turki akan kembali mengambil kebijakan klasik yang membuat Turki maju sejak AKP berkuasa tahun 2002, yaitu kebijakan zero enemy dengan negara tetangga? Untuk itu, Turki harus mulai memperbaiki hubungan dengan tetangganya semua, terutama negara-negara Arab, mulai dari Suriah sampai ke Mesir. Atau Turki akan tetap berspekulasi dengan berdiri sebelah kaki?
Kalau tidak, maka Turki akan sendirian menghadapi “permainan” AS dan banyak pengamat meyakini Erdogan akan berakhir.
Terakhir, kita tutup dengan komentar Israel, “In Missile Deal with Russia, Turkey shows There’s no need to fear the United States. If Washington doesn’t impose sanctions on Ankara, it will be seen as a paper tiger and Europe will receive further justification for avoiding sanctions on Iran!”. Intinya, kalau AS tidak berani tegas terhadap Turki, maka Eropa punya alasan untuk tidak mengimpose sanksi kepada Iran. Biarlah waktu yang menjawab….

sumber : FB

*judul hanya tambahan dari admin

Sunday, July 14, 2019

SEMARAK PENUTUPAN KEGIATAN MPLS SMP – SMA JUARA WIRAUTAMA PATROL TAHUN PELAJARAN 2019/2020


SMP – SMA Juara Wirautama Patrol menggelar acara penutupan kegiatan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) pada hari Sabtu, 13 Juli 2019. Kegiatan tersebut diikuti oleh seluruh calon peserta didik kelas VII (Tujuh) dan Kelas X (Sepuluh) SMP – SMA Juara wirautama Patrol beserta dewan pengurus Osis berlangsung meriah.


Sesuai dengan peraturan menteri pendidikan (permendikbud) No. 18 tahun 2016. MPLS dilaksanakan paling lama selama tiga hari. Dan pelaksanaanya pun tidak boleh terdapat unsur tindak kekerasan. Maka kegiatan yang dilaksankan adalah berkaitan dengan berbagai kegiatan di lingkungan sekolah. Pada umumnya adalah pengenalan lingkungan sekolah yang mencakup : Struktur organisasi sekolah, pengenalan tata tertib dan organisasi intra maupun ekstrakurikuler sekolah.

Pengenalan struktur organisasi sekolah, peserta didik diperkenalkan dengan Kepala Sekolah, guru, TAS, sampai kepada peraturan dan tata tertib, budaya, dan aturan yang berlaku di sekolah. Kemudian siswa diperkenalkan dengan seluruh kegiatan Ekstrakurikuler yang ada di SMP – SMA Juara Wirautama Patrol muali dari Paskibra, Pramuka, Hadroh, Drum Band sampai Seni Tari.

Disamping itu pula, ada beberapa materi yang disampaiakn oleh Danramil Kec anjatan yang berkaitan dengan Kesadaran Berbangsa dan Bernegara serta penyampaian materi tentang Kenakalan Remaja yang disampaikan oleh Tim Puskesmas Kec. Patrol.

Kepala sekolah SMP Wirautama Patrol Bpk. Sutarno, S.Pd menyampaikan bahwa kegiatan tersebut akan memberikan wawasan serta pembiasaan yang baik seperti program unggulan yang di dalamnya terdapat Tahfidz Qur’an, Bahasa Arab dan Bahasa Inggris yang nantinya akan siswa –siswi jalani selama menempuh pendidikan di sekolah.

Acara tersebut di tutup dengan kegiatan rapat wali murid kelas VII (Tujuh) dan X (Sepuluh) dimana pihak Yayasan Generasi Harapan Umat (Genharum) menyampaikan Program Asrama Tahfidz Qur’an bagi peserta didik yang ingin lebih fokus lagi dalam menghafal Al-Qur’an serta mobil Jemputan yang sudah disediakan oleh pihak sekolah untuk memfasilitasi beberapa peserta didik dengan jarak tempuh dari rumah ke sekolah cukup jauh.

Menafi Naif Prabowo

Oleh Yusuf Maulana
Kita bela habis-habisan ketika Prabowo Subianto dicela oleh pendukung penguasa dalam bab shalat. Soal mengajarkan shalat sebenarnya mudah, terbukti Prabowo pun bisa berlekas belajar. Yang sukar diubah padanya sebenarnya apa yang pernah dinilai Gus Dur tentang putra Sumitro Djojohadikusumo ini, “Dia orang naif!”

Naif di sini bukan karena bodoh secara intelektual, melainkan sederhana berpikir pada orang lain yang justru punya lipatan hasrat mencelakainya. Dus, jadilah naif Prabowo itu takdir celaka yang mesti ditanggung.
Gus Dur tak silap meski dengan canda sekalipun. Prabowo sebagai negarawan rasanya tak perlu digugat keabsahannya—sebagaimana dalam soal prestasi di medan tempur kala mudanya. Tapi dalam soal siasat memenangi pertarungan dirinya sendiri di medan politik, ia semestinya bukan didorong belajar shalat. Sekali lagi, ini urusan sederhana sehingga rasanya ulama pun tak perlu sampai bahas khusus soal ini. Problem Prabowo dengan kapasitas yang dimilikinya tapi dinafikannya adalah ke soal kenaifannya itu.
Perlu sekian jam buat saya berpikir sampai berkesimpulan: sebelum anak-anak kita baligh, tidak ada kewajiban dan pemaksaan dalam shalat, namun tidak demikian halnya untuk membangun kepercayaan diri lewat membacakan kisah-kisah. Sejarah Islam jangan pernah diasingkan dari pikiran dan imajinasi anak-anak kita. Agar ketika dewasa, mereka punya ambisi dan bersiap menghadapi ragam aktor beserta muslihatnya. Karena di Sirah Nabawi dan para sahabat, ada pelajaran tentang zuhud di kekuasaan tapi juga berbarengan dengan meruahkan tekad menggulung kekuasaan lawan. Bahkan semasa jahiliah pun istri Abu Sufyan murka manakala orang-orang meramalkan bahwa putranya, Muawiyah, bakal jadi penguasa Arab. “Tidak, demi Allah dia bukan jadi penguasa Arab tapi penguasa dunia!”
Ambisi dalam kronik sejarah itulah yang luput (atau diluputkan) dalam masa kecil Prabowo. Sudahlah saudara-saudaranya beralih iman, imajinasi membela umat sekeyakinan pun tak memiliki teladan. Ya, andaikata para alim waktu itu memberikan kursus kilat sirah nabawi dan shahabat. Padahal, ini lebih prioritas buat mengisi kebutuhan yang cocok dengan kekurangan Prabowo. Sehingga, bocah berkopiah yang di foto ini tetap tegap memusungkan dada nantinya tak sebatas negarawan minus jabatan presiden semasa hayatnya. []

Sumber : FB

Tuesday, July 9, 2019

PENERAPAN MAQOSHID DALAM KETENTUAN EKONOMI SYARIAH


Oleh Yani

Penerapan maqoshid syriah ini merupakan penjabaran dari maqoshid(tujuan) besarnya yaitu hidzul mal (menjaga dan memenuhi hajat dan maslahat akan harta).

Menjaga dan memenuhi akan harta tersebut adakalnya dari sisi yag bagimana mendapatkanya (min janibi al-adam).

Hifdzul mal tersebut juga menjadi rumpun kaidah dalam bidang muamalah,kaidah ini di jabarkan dengan maqoshid’ammah (tujuan-tujuan umum) dan maqoshid qhassah (tujuan khusus )yang sangat banyak dan tidak terhitung jumlahnya.

Maqoshid ammah (tujuan-tujuan umum)adalah tujuan di syariatkanya beberapa kumpulan hukum atu lintasan hukum.sedangkan maqoshid khassah(tujuan khusus)adalah tujuan di syariatkan satu hukum tertentu.maqoshid khassah(tujuan khusus)tersebut juga dengan maqoshid juz’iyah.

Maqoshid khassah (tujuan khusus)adalah hasil istiqro(kajian)para ulama terhadap nashdan hukum-hukum syariah dan menghasilkan kepastian(qat’i),bahwa syariat ini telah menetpaknnya sebagai tujuan yang memberikan akibat dan implikasi.

1.Setiap kesepakatan harus jelas

Setiap kesepakatan bisnis harus jelas di ketahui oleh para pihak akad agar tidak menimbulakan perelisihan diantara mereka .untuk mencapai target ini,syriat islam memberlakuakan ketentuan tautsiq (penghianatan dalam muamalah maliah, seperti ketentuan bahwah setiap transksi harus tercatat (kitabah) di saksikan (isyhad)dan boleh bergeransi.

Ibnu Ansyur menguatkan makna ini,ia menjelaskan:menjaga kepercayaan muktashib (orang yang berkerja) itu dengan cara  

Hifdzhul Mal yang dimaksud diimplementasikan dengan ketentuan tautsiq (pengingatkan)dalam akad muamalah maliah,seperti ketentuan bahwa setiap transaksi harus tercatat (iktbah),di saksikan (isyhad) dan boleh bergeransi agar setiap pihak akad rela sama rela

 Maqoshid tersebut sesuai juga dengan prinsip dalam perdagangan harus dilakukan atas dasar suka sama suka (kerelaan).prinsip ini mememiliki implikasi yang luas karena perdagangan melibatkan lebih dari satu pihak,sehingga kegitan jual beli harus di lakukan secara sukarela,tanpa paksaan.

Perdagangan tidak boleh di lakukan dengan menfaatkan ketergantungan karena tidak ada pilihan.praktik monopoli beresiko melanggar prinsip ini,kecuali pada situasi tertentu.

 Dr Bayu Krinamurthi menegaskan pentingnya pemahaman yang sama tentang apa yang di perdagangkan.informasi yang harus jelas,terbuka,dan dapat di pahami oleh penjual atu pembeli.standarisasi dan labelisasi menjadi faktor yang menentukan .

Keterbatasan pengetahuan mengenai dimensi teknis barang dapat di bantu dengan meyakini ketentuan standar tertentu yang di tetapkan sebagi otoritas.standar suatu barang menjadi sarana untuuk membangun kesetaran antara penjual dan pembeli


Saturday, July 6, 2019

Kata Siapa Milenial Sulit Beli Rumah, Ini Tipsnya

Pagi semuanya

Sebelumnya mimin sudah pernah bilang bahwa milenial sulit miliki rumah. Ternyata ada tips2 dari mimin buat para milenial yg kebelet pengen punya rumah.

1. Punya keuangan yang sehat

salah satu faktor milenial sulit miliki rumah karena karena gaya hidup boros. Nah sekarang coba atur keuangan, minimal setiap pendapatan ditabung 10%. 

2. Menabung untuk uang muka.

banyak yang gak jadi beli rumah karena total uang muka gak cukup.
"Menunda beli rumah boleh, tapi jangan menunda mengumpulkan down payment (DP) ya," ucap Ligwina.

3. cara ketiga yakni menggunakan produk keuangan dari perbankan secara bijaksana. 
Produk keuangan itu bisa berupa tabungan dan deposito. nantinya bisa dimanfaatkan untuk membayar uang muka pembelian rumah

sumber : kompas

Diposting oleh akun IG @inforumahkpr

Tuesday, July 2, 2019

Memahami Gadai (Rahn) Dengan Sederhana

Oleh Wanwan Kurnia


Telah kita ketahui bersama bahwa utang-piutang sudah menjadi hal yang biasa di halayak masyarakat negeri ini. Akan tetapi, kurangnya rasa kepercayaan tak mengherankan bila di dalam akad utang-piutang, pihak yang meminjamkan meminta jaminan, baik berupa harta, benda, atau jasa.

Oleh sebab itu, sudah seharusnya kita sebagai seorang muslim mengetahui hukum-hukum yang berkaitan dengan hal semisal ini dari sisi syariatnya. Terlebih lagi transaksi jenis ini sudah dikenal lama sehingga sudah dibahas oleh ulama-ulama salaf maupun kontemporer.

Sebelum itu kita harus mengetahui secara jelas apa itu rahn, mengeutahui hukum, dan, serta mengetahui manfaatnya. 

Depinisi  Gadai (Rahn)

Di antara depinisi depinisi rahn salah satunya adalah habs yang berarti tertahan, terhalang, tercegah, atau yang semakna dengannya. Hal ini senada dengan firman Allah Ta’ala,

كُلُّ نَفْسٍ بِمَا كَسَبَتْ رَهِينَةٌ
Setiap jiwa tertahan untuk mempertanggungjawabkan apa yang pernah ia perbuat.” (QS. Al-Mudatstsir: 38)

Definisi lain dari rahn adalah dawam yang bermakna diam atau tetap. Adapun menurut istilah ulama fikih, rahn atau gadai adalah berutang dengan menyerahkan barang sebagai jaminan.

Hukum Gadai

Dalam fatwa DSN tentang rahn dijelaskan bahwa pinjaman dengan menggadaikan barang sebagai jaminan utang (rahn) itu di bolehkan. Dalil utama yang menjelaskan disyariatkannya penggadaian adalah firman Allah Ta’ala,

وَإِن كُنتُمْ عَلَى سَفَرٍ وَلَمْ تَجِدُواْ كَاتِباً فَرِهَانٌ مَّقْبُوضَةٌ
Jika kalian berada dalam perjalanan (dan bermuamalah tidak secara tunai), sedangkan kalian tidak menemui seorang penulis, maka hendaklah ada barang tanggungan yang dipegang (oleh orang yang memberi piutang)…” (QS. Al-Baqarah: 283)

Adapun penyebutan safar/bepergian dalam ayat ini bukanlah bermaksud untuk membatasi syariat gadai hanya boleh di waktu bepergian semata. Akan tetapi hal itu dikarenakan dahulu gadai sering kali dilakukan di dalam perjalanan.[3]

Hal ini berdasarkan sebuah hadis yang diriwayatkan oleh istri Nabi yaitu Aisyah radhiyallahu ‘anha. Beliau mengisahkan bahwa suatu ketika Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam pernah membeli makanan dari seorang Yahudi. Beliau pun menggadaikan sebuah baju perang yang terbuat dari besi.[4]

Ketika kejadian ini, Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam sedang tidak melakukan safar. Kisah ini juga merupakan dalil dari sunah yang menjelaskan diperbolehkannya transaksi gadai.

Syekh Abdullah al-Bassam rahimahullah mengatakan, “Kaum muslimin telah bersepakat diperbolehkannya transaksi gadai ini, meskipun sebagian ulama bersilang pendapat di beberapa persoalannya.”

Hal ini sesuai dengan standar syariah AAOIFI yang menegaskan bahwa syariat rahn hanya berlaku untuk akad akad muawadhah seperti jual beli.

Hikmah Pergadaian

Faedah pensyariatan gadai sangatlah besar. Karena dengan gadai, seorang pemberi utang akan merasa tenang dan tidak khawatir hartanya akan lenyap begitu saja disebabkan peminjam tidak membayar utang.

Selain itu, pergadaian merupakan bentuk saling tolong menolong dalam kebaikan dan takwa jika memang dibutuhkan. Gadai juga merupakan solusi di dalam situasi krisis, dan mempererat rasa sosial dan interaksi sesama manusia.]
Memanfaatkan Barang Gadai?
Salah satu hal yang perlu diperhatikan adalah tidak diperbolehkannya bagi murtahin memanfaatkan barang yang digadaikan rahin. Hal ini berdasarkan ketentuan bahwa segala utang yang mendatangkan manfaat adalah riba.

Karena pada hakikatnya barang tersebut statusnya masih milik rahin. Sedangkan murtahin hanya berhak untuk menahan barang tersebut, bukan malah memanfaatkannya. Baik dengan izin dari rahin ataupun tanpa seizinnya.

Lain halnya jika barang gadai tersebut berupa hewan tunggangan dan ternak, maka boleh bagi murtahin menunggangi maupun memerah susunya jika memang murtahin tersebut memberi makan hewan-hewan tersebut. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam berbicara dalam hal ini,

الظَّهْرُ يُرْكَبُ إِذَا كَانَ مَرْهُونًا وَلَبَنُ الدَّرِّ يُشْرَبُ إِذَا كَانَ مَرْهُونًا وَعَلَى الَّذِي يَرْكَبُ وَيَشْرَبُ نَفَقَتُهُ
Punggung hewan tunggangan yang digadaikan boleh dinaiki. Begitu pula susu hewan ternak yang digadaikan boleh diminum. Akan tetapi wajib bagi yang menunggangi dan meminum susunya untuk memberi hewan-hewan tersebut makanan.

Semoga artikel sederhana ini bisa menambah wawasan kita seputar pergadaian sehingga kita tidak terjatuh di dalam kesalahan semisal memanfaatkan barang gadai yang hakikatnya bukan milik si peminjam atau menggunakan barang haram untuk digadaikan.

Kesuksesan Hakiki Ada Di Balik Ridhonya Orang Tua

Oleh Nurhasanah


Ikhwah Fillah


Setiap orang pasti mendambakan yang namanya kesuksesan selama hidup nya.Seperti hal nya kesuksesan akan pekerjaan nya,rumah tangga nya , pendidikan nya dan hal lain nya.
Banyak juga di sekitar kita pejabat-pejabat,para mahasiswa, supaya menjadi orang yang sukses , toh sebenarnya kesuksesan yang dimaksud disitu adalah kesuksesan berupa materi .

Apa itu sukses?

Sukses menurut kamus bahasa Indonesia adalah Berhasil dan Beruntung

Lalu,apa itu kesuksesan hakiki?

kesuksesan yang hakiki adalah keberhasilan dan keberuntungan yang sebenarnya adalah tatkala seorang manusia bisa mendapatkan suatu kenikmatan yang sifatnya kekal nan abadi ,bukan hanya kenikmatan yang sifatnya semu dan fana (sementara ).

Selain itu , kesuksesan hakiki bukan lah sekedar hanya kesuksesan berupa  materi belaka, melainkan ada keberkahan dalam kesuksesan tersebut.Yang pasti nya ,ketika seseorang menginginkan kesuksesan yang hakiki,maka setiap langkah yang ingin ia capai harus selalu melibatkan Allah  dalam setiap urusan nya.Tapi,semua itu tidak cukup .
Ketika seseorang menginginkan kesuksesan yang hakiki,maka ia juga harus melibatkan orang tua dalam setiap langkah nya.Karena ridho Allah tergantung ridho orang tua.
رِضَا اللَّهِ فِي رِضَا الْوَالِدَيْنِ , وَسُخْطُهُ فِي سُخْطِهِمَا
"Ridho Allah tergantung ridho orang tua dan murka Allah tergantung murkanya orang tua"

Allah menganjurkan kita agar menghormati dan berbakti pada orangtua. Mereka yang tidak menghormati dan berbakti pada orangtua, cepat atau lambat akan mengalami kesulitan dan kesusahan hidup yang tak pernah mereka bayangkan. Lalu apakah hubungannya orangtua dan keberhasilan? Dan mengapa orangtua menjadi kunci keberhasilan kita? Bukankah keberhasilan seseorang ditentukan oleh diri kita sendiri?

Ketahuilah wahai saudaraku! Begitu tingginya derajat orangtua sehingga menjadikan orangtua sebagai sesuatu yang sangat penting dalam kehidupan kita. Susah senangnya kehidupan manusia sangat dipengaruhi oleh faktor bakti kita pada orangtua. 
Dengan begitu ,begitu besar pengaruh nya keberhasilan kita dengan ridhonya orang tua.

Perlu kita tafakuri dan ketahui!

Ketika mereka telah berjuang keras demi cita-cita dan keinginannya, demi kesuksesan dan keberhasilannya, demi kebahagiaan dan ketenangan hidupnya, akan tetapi mereka belum juga mendapatkan apa yang mereka impikan dan harapkan. Sesungguhnya mereka telah lalai dan lupa terhadap orangtua mereka sendiri. Tidaklah cukup mereka berdo’a kepada Sang Khalik bila mereka tidak memohon keridhaan dan do’a kepada orangtuanya. Tidaklah cukup bagi mereka taat beribadah bila mereka masih mendurhakai orangtua. Tidaklah cukup bagi mereka bekerja dan berjuang keras apabila mereka tidak memperlakukan orangtua dengan sebaik-baiknya. Dan pada akhirnya Allah pun berkehendak lain terhadap apa yang mereka inginkan.

Lalu, bagaimana caranya agar kita bisa mendapatkan kesuksesan yang hakiki ??

Pertama, seorang anak hendaknya mengasihi dan menyayangi orangtuanya dengan keikhlasan, maka Allah pun akan menyayangi dan mengasihi diri kita.

Kedua, hendaknya seorang anak yang mengalami kesulitan dalam menggapai cita-cita dan harapannya, segeralah bertaubat kepada Allah dan mohon ridha serta ampunan dari orangtuanya. 

Ketiga, Allah yang Maha Pengasih dan Maha Penyayang, tidak mungkin keputusan-Nya merugikan mahluk-Nya, tidak mungkin Tuhan membiarkan hamba-hambaNya menderita dan sengsara.

Keempat, kita harus senantiasa berbaik sangka terhadap apapun keputusan Tuhan terhadap diri kita.

Dengan begitu, kesuksesan hakiki sangat berpengaruh sekali terhadap ridho orang tua.Maka,jika seseorang yang merasa tertunda, bahkan sulit menggapai cita-cita dan harapannya. Cobalah untuk menghilangkan hijab atau penghalang itu dengan memohon ampunan dan keridhoan orangtua. Ketika orangtua merasa ridha, ketika orangtua mengampuni dengan tulus dosa-dosa seorang anaknya, ketika orangtua tidak merasa sakit hati dan terluka karena diri kita. Yakinlah bahwa ketika tidak ada lagi penghalang (dosa-dosa) antara anak dan kedua orangtuanya, apa yang mereka cita-citakan dan impikan akan segera terwujud.

Pemuda adalah Pelopor Perubahan Dunia

Oleh Hanesta Maulana


Pemuda adalah individu yang mengalami perkembangan secara fisik maupun emosional. Pemuda juga memiliki kewajiban dalam diri mereka masing- masing salah satunya mereka dituntut untuk belajar dengan benar agar mereka bisa membawa perubahan untuk dunia ini. Karena pemuda adalah calon generasi penerus dari generasi sebelumnya. Pemuda memiliki karakter yang dinamis yang dapat bergejolak dan optimis namun, belum bisa mengendalikan emosionalnya secara stabil.

Generasi muda adalah the leader of tomorrow, dari makna inilah bahwasanya nasib dunia ini sangat berpengaruh sekali di genggaman pemuda yang memiliki pemikiran kritis dan karakter yang dapat menumbuhkan semangat juang untuk perubahan dunia. Pemuda diharapkan bisa membawa ide-ide segar, pemikiran-pemikiran kreatif dengan metode thinking out of the box yang inovatif, sehingga dunia tidak hanya dihadapkan pada hal-hal jaman old yang itu- itu saja dan tidak pernah berkembang. Dengan kata lain pemuda diharapkan menjadi pemimpin masa depan yang lebih baik dari pemimpin masa kini. Pemuda diharapkan untuk menjadi change agent, yaitu pihak yang mendorong terjadinya transformasi dunia ini ke arah yang lebih baik melalui efektifitas, perbaikan dan pengembangan

Dengan intelektual yang luas dan memiliki ilmu akademik maupun pengalaman berorganisasi yang mampu menjadikan mereka sebagai pelopor dunia dengan segala apa yang mereka miliki. Dengan intelektual yang dimiliki, para pemuda dapat mengetahui semua permasalahan dari berbagai sektor dan mampu mencari solusi dari masalah tersebut. Dan ditambah dengan pengalaman berorganisasi yang pernah mereka ikuti di kampus atau lembaga yang mereka duduki dengan pengalaman itu mereka mampu menyelesaikan semua permasalahan dengan terstruktur dan tepat.


Sosok Ayah menurut Al-Qur’an

Oleh Fahri M Fauzi  


Orang tua adalah sosok layaknya pahlawan bagi anak. Orangtua harus bisa mendidik anak dengan baik dan bisa mengayomi. Tak hanya melalui pengajaran formal, namun perilaku orangtua bisa menjadi contoh dominan bagi anak. Oleh karena itu tak mudah menjadikan anak kita sebagai generasi cerdas dan berakhlak baik. Terkecuali kita sebagai orangtua bisa menjaga sikap kita agar ditiru oleh generasi selanjutnya nanti.

Seperti yang telah di bicarakan oleh ust Bachtiar Nashiir dalam satu tulisanya yaitu, peran ayah terhadap anaknya banyak jenisnya, ayah bisa berperan sebagai teman bermain, semakin sering ayah bermain dengan anak, bisanya semakin berkualitas mental anaknya. Kemudian peran sebagai pendidik, pengasuh, pelindung, dan partner atau mitra bagi sang anak. “perlu diingat bahwa kehadiran ayah dalam kehidupan anak, ternyata punya makna yang besar sebab ayah memiliki peran yang berbeda dengan ibu dalam kehidupan anak”.

Jika ayah bisa memainkan peran dan fungsinya sebagai orangtua yang baik,  menjadi teladan bagi anak tidak akan sulit mewujudkan cita-cita rumah sebagai surga  yang menjadi dambaan bagi setiap anggota keluarga.

Dalam hal ini kita mengasumsikan contoh yaitu sosok Lukman al-Hakim yang mana kisahnya diabadikan nama surat dalam kita suci Al-Qur’an. Ia adalah sosok yang mendidik anak dengan sebenar-benarnya hingga kemuliaan ia dapatkan langsung dari Tuhannya. Ia sosok orang tua yang sangat mengisnpirasi dalam Pendidikan keluarga. Prinsip pengasuhannya tetap relevan meski kisahnya terjadi ribuan tahun yang lalu.

Apa yang dilakukan Lukman al-Hakim tentulah bisa dilakukan oleh ayah masa kini. Hal yang perlu dilakukan ialah membangun kedekatan emosional sehingga anak merasa nyaman dan tidak merasa dikekang barulah sedikit-sedikit ia memberikan pengarahan seperti harapanya, menurut Nur Solikhin (2018) seorang anak akan senang hati mendengarkan dan menuruti nasihat dari sang ayah jika diantara keduanya terjalin emosional yang kuat.

Oleh karena itu peran ayah sangat diperlukan disini sebagai mana yang terjadi di era milenial ini yang mana teknologi semakin berkembang, ada banyak efek negatif yang mengintai anak-anak. Mereka butuh orangtua yang mampu mengawal tumbuh kembangnya untuk menjadi pemuda hebat dikemudian hari.

Bahaya Riba Menghilangkan keberkahan Harta

Oleh Nurhasanah


Istilah riba sepertinya sudah tidak asing lagi di telinga masyarakat di Indonesia, terutama semenjak sudah semakin banyaknya masyarakat yang belajar dan memahami mengenai Agama Islam secara lebih mendalam. Pada umumnya istilah riba sering kita dengar pada bunga yang diberikan dalam kegiatan peminjaman uang atau pada bank konvensional.

Riba menurut bahasa berarti ziyadah (tambahan) tau nama’ (bekembang). Menurut Yusuf al-Qardawi, setiap pinjaman yang mensyaratkan didalamnya tambahan adalah riba.

menurut Qadi Abu Bakar ibnu Al Arabi dalam bukunya “Ahkamul Quran” menyebutkan defenisi riba adalah setiap kelebihan antara nilai barang yang diberikan dengan nilai barang yang diterimanya.

Pada dasarnya islam melarang seorang muslim untuk memakan riba, hal ini seperti yang tercantum di dalam surat Al-Baqarah ayat 278 yang artinya:

“Hai orang –orang yang beriman, bertakwalah kepada Alloh dan tinggalkanlah sisa riba (yang belum dipungut), jika kamu orang yang beriman” (Q.S. Al Baqarah: 278)

Allah melarang seseorang memakan riba dikarenakan akan diberikannya siksaan yang amat pedih bagi orang-orang yang memakan riba. Hal ini sudah disampaikan oleh Firman Allah dalam Al-Quran salah satunya di dalam surat An-Nisa ayat 161, yaitu:

“Dan disebabkan karena mereka memakan riba, padahal sesungguhnya mereka telah dilarang daripadanya, dan karena mereka memakan harta orang dengan jalan yang bathil. Kami menyediakan untuk orang-orang kafir diantara mereka itu siksa yang amat pedih” (Q.S An-Nisa: 161).

Harta yang diperoleh dengan cara riba tidak berkah. Artinya  harta tersebut tidak dapat menambah kebaikan pada pemiliknya, namun hanya akan musnah.

Sebagaimana di jelaskan dalam firman Allah Q.S Al Baqarah:276

يَمْحَقُ اللّهُ الْرِّبَا وَيُرْبِي الصَّدَقَاتِ وَاللّهُ لاَ يُحِبُّ كُلَّ كَفَّارٍ أَثِيمٍ
 Allah memusnahkan riba dan menyuburkan sedekah. Dan Allah tidak menyukai setiap orang yang tetap dalam kekafiran, dan selalu berbuat dosa.

Allah memberitahukan kepada manusia bahwa Dia menghapuskan dan melenyapkan riba dari pelakunya, baik secara total maupun Dia menghilangkan keberkahan hartanya sehingga tidak bermanfaat, bahkan dia memandangnya tidak ada. Pada hari kiamat pun Dia akan menyiksanya. Allah juga berfirman, “Dan sesuatu riba itu tidak adakan menambah pada sisi Allah” (Ar-Rum: 39)
Ahmad meriwayatkan dari Ibnu Mas’ud dari Nabi Muhammad saw, “Sesungguhnya mesipun riba itu pada mulanya banyak, namun akhirnya ia menjadi sedikit“. Maksud dari kalimat “Allah tidak menyukai setiap orang yang tetap dalam kekafiran dan selalu berbuat dosa” adalah dengan rasa tidak puasnya dengan harta halal yang telah diberikan Allah, lalu ia berusaha untuk memakan harta orang lain dengan cara yang tidak baik dan melalui usaha yang jahat. Dengan demikian, berarti ia berusaha untuk mengingkari nikmat Allah yang ada padanya, sehingga hilanglah keberkahan dari harta yang ia miliki.

Mengenai berkah atas harta, dapat kita lihat pada hadist berikut, yaitu “Siapa yang dikehendaki Allah menjadi baik, maka akan dipahamkan-Nya dengan kepemahaman yang dalam tentang agama.” Dan saya juga mendengar Rasulullah saw bersabda, “Aku ini adalah seorang bendahara. Maka siapa yang kuberi sedekah dan diterimanya dengan hati yang bersih, maka dia akan beroleh berkah dari harta itu. Tetapi siapa yang kuberi karena meminta-minta dan rakus, maka dia seperti orang yang makan yang tak pernah kenyang.” (Shahih Muslim: 1719). Berkah yang dimaksud adalah terkait dengan rasa syukur atau cukup atas nikmat Allah yang telah diberikan kepadanya dan menerima ketetapan Allah sehingga semakin tumbuh rasa kedekatan dengan Allah. Hilangnya keberkahan akan mengakibatkan manusia tidak merasa cukup dengan nikmat dari Allah sebagai perwujudan rasa tidak bersyukur dan menginginkan atau meminta-minta nikmat yang belum ditetapkan oleh Allah untuk ia dapatkan dengan rakus seakan-akan tidak ada rasa puas di mana hawa nafsu diperturutkan dan semakin jauh dari Allah.

Sandiaga Uno : Kita Akan Aktif Berdakwah Ekonomi

Pilpres 2019 telah usai, pasangan Jokowi - Ma'ruf Amin sudah resmi sebagai presiden dan wakil presiden terpilih. Eks Cawapresnya Prabowo, Sandiaga Solahudin Uno sudah tidak terlibat lagi dalam politik praktis. Dalam laman FBnya, Sandi menuliskan " Beberapa waktu lalu saya sempat bertemu dengan Pak Hamdan Zoelva selaku Ketua Umum Lajnah Tanfidziyah Syarikat Islam, dan kami sepakat setelah semua urusan selesai, kita akan kembali aktif berdakwah ekonomi"

Aktif berdakwah ekonomi sepertinya Sandiaga Uno lebih fokus kepada menggalakkan sektor UMKM. Dalam laman berita detik, meski Sandiaga Uno kalah dalam pilpres kemarin, ia akan tetap gaspol Ok Oce dan Rumah Siap Kerja.

Sandiaga Uno memiliki kekhawatiran soal inklusi keuangan di Indonesia hanya 49% (tahun 2018). Menurutnya, setengah penduduk ini tidak memiliki akses kepada lembaga keuangan formal. Dia mengusulkan diadakannya Bank Infaq.

"Dengan adanya Bank Infaq ini, harapannya ialah akan banyak masyarakat ataupun usaha-usaha yang terbantukan, khususnya dalam permodalan. Saya ingin UMKM semakin menggeliat dengan adanya lembaga keuangan seperti ini. Jika UMKM menggeliat maka lapangan kerja untuk masyarakat Indonesia akan semakin terbuka luas", tulis sandi dalam akun fbnya.

Monday, July 1, 2019

Maqashid Larangan Boros dalam penggunanaan Harta

Oleh Fadhil Muhammad


Salah satu sifat buruk yang telah membudaya di kalangan masyarakat tertentu yaitu Boros dalam penggunaan harta, sadar ataupun tidak dalam mengeluarkan uang dalam membeli barang kita tidak pernah memperhatikan aspek kebutuhan/keinginan. Terkadang banyak orang orang yang salah menafsirkan yang keinginan disebut kebutuhan yang kebutuhan dikatakan keingin.

            Boros itu sering di identik dengan pemuda/kalangan millennial. Orang yang senang dengan perilaku hedonis/konsumtif atau Bahasa ringannya pengejar kesenangan dunia sering terjadi di kalangan pemuda. Gampang tergiur dengan iklan, barang barang yang popular serta mengikuti tren yang kebanyakan mereka tidak terlalu pertu dengan barang terebut.

Oleh karena itu saya ingin sedikit mengupas tentang larangan boros dalam penggunaan harta menurut islam.
            Apa yang dimaksud dengan boros? Apakah  hanya ketika pengeluaran harta besar – besaran langsung disebut boros?
            Menurut penjelasan para ulama boros itu iadalah melampaui batas dalam segala kegiatan/perbuatan  yang biasanya di kaitkan dalam pengeluaran/pembelanjaan harta benda. Seorang ulama  yang bernama SofyaN bin Unaiyah Rahimanullah menjelaskan lebih rinci lagi, beliau membedakan yang manakah disebut boros dan tidak. Beliau menjelaskan dalam perkataannya” Harta yang aku belanjakan bukan dalam ketaatan kepada Allah maka dia termasuk boros sekalipun sedikit”
Jadi yang dimaksud boros dalam islam adalah mengeluarkan harta untuk hal yang sia-sia apalagi hanya untuk kesenangan duniawi.

            Dalam Al-Qur’an dijelaskan pada surat Al-Isra ayat 26-27 Allah Berfiman, yang artinya
“Dan berikanlah haknya kepada kerabat dekat, juga kepada orang miskin dan orang yang dalam perjalanan; dan janganlah kamu menghambur-hamburkan (hartamu) secara boros.
“Sesungguhnya orang-orang yang pemboros itu adalah saudara setan dan setan itu sangat ingkar kepada Tuhannya”.
             Pada ayat larangan Tabdzir ini berkaitan dalam ayat ini adalah tidak menghambur – hamburkan harta/uang. Maka keberadaaan harta terlinduingi Dan bisa memberi sedekah kepada orang orang yang membutuhkan
            Maqashid tersebut juga sesuai dengan prinsip ekonomi Islam yaitu menggunakan harta sewajarnya saja. Hal ini dapat menjadi tuntunan kita dalam mendorong terbentuknya konsumen terdidik, yaitu konsutem yang konsumsinya cermat dalam memilih apa yang dikonsumsi, kuantitas dan kualitasnya.