Monday, November 11, 2019

Begini Cara Menghindari Investasi Properti Bodong

Warganet dikejutkan dengan berita 'Investasi Bodong Kampoeng Kurma'. Investasi tersebut memanfaat tokoh agama seperti alm. ustadz Arifin Ilham dan Syekh Ali Jaber. Investasi ini pun memanfaatkan momen setelah aksi 411 dan 212, di mana ghirah umat Islam sedang tinggi.

Kapan mulai terjadi investasi bodong tersebut?

"Investasi bodong ini tercium pada awal Januari 2019, perusahaan mengumpulkan para investor dan memberitahukan bahwa akan ada investor dari Malaysia yang mau mengakuisisi proyek Kampoeng Kurma.

Perusahaan pun menjanjikan bagi investor yang ingin menarik dananya akan diberikan full ditambah 20% dari dana tersebut. Saat itu ada sekitar 50% pembeli kavling yang ingin refund, tapi kenyataannya tidak akan yang diproses.
"Pertengahan tahun sekitar bulan Juli, saya tanya ke manajemen Kampoeng Kurma, untuk menanyakan progress. Oleh mereka pertanyaan saya tidak dijawab. Saya akhirnya mencari informasi, ternyata AJB yang dijanjikan untuk kavling saya belum bisa terlaksana, saya tanya kapan AJB, dijawab belum bisa AJB karena dana tidak ada," seperti dilansir dari detik.com.


Bagaimana cara menghindari investasi properti bodong?

dilansir dari laman liputan6.com, ada beberapa tips yang perlu diketahui oleh pembaca. diantaranya; Cermati Legalitas dan Reputasi Pengelola Investasi.

"Lihat dan pastikan perusahaan pengelola investasi memiliki legalitas di dalam bisnis yang mereka jalankan. Hal ini penting untuk menghindari berbagai masalah dan juga kerugian yang bisa datang kapan saja.

Selain itu, pertimbangkan juga reputasi pihak pengelola dengan baik, dan pastikan Anda hanya memilih pengelola yang memiliki kinerja serta reputasi terbaik di pasaran."

Selain itu, anda pun perlu memperhatikan  Legalitas lahan, apakah SHM, AJB atau Kikitir/letter C, Pilih yg sudah SHM dan nama di SHM sama dg penjual/Developer, Nama di SHM ada di struktur perusahaan, paling tidak Surat kerjasama Developer dan pemilik lahan yg sdh di Notaris ( baca lengkapnya Jangan Tergiur dengan Harga Murah, Ini Tips Beli Rumah Indent)

semoga artikel ini membantu

HANYA UNTUK ALLĀH

Oleh Muhammad Laili Al-Fadhli

Barusan melintas video Jay Kim yang telah berubah nama menjadi Daud Kim setelah masuk Islam. Seorang warga Korea yang bercerita mengapa dan bagaimana bisa menemukan Islam. Kisahnya sangat menarik dan salah satu titik baliknya ternyata ditemukan di Indonesia. Walaupun pada saat itu ia mengaku belum menyadari sinyal dari Allāh tersebut. Sampai kemudian akhirnya ia bisa berinteraksi dengan banyak kaum muslimin dan yakin untuk masuk ke dalam Islam step by step.
Salah satu poin menarik lainnya yang disampaikan Daud Kim adalah ketika ia sedang berada pada titik persimpangan, di hadapannya Islam, sedangkan di samping kanan, kiri, dan belakang beragam tarikan menariknya. Pandangan keluarga, sosial, masyarakat, dan bisikan-bisikan yang berasal dari dalam dirinya membuat ia merasa sulit untuk melangkah.

Sampai kemudian, ia merenungkan kembali, bahwa berislam, dan menjalankan aktivitas keislaman itu adalah hubungan yang sangat privasi antara kita, diri kita sendiri dengan Allāh. Sehingga apabila kemudian, orang-orang di luar sana berkata tentang A, B, C tentang apa yang kita lakukan, selama kita sadar bahwa hal tersebut dilandasi keimanan, maka yakinlah Allāh akan selalu membersamai kita.
Poin yang sangat mengguncang..!!
Bahkan, seorang yang terlahir sebagai muslim saja, terkadang mesti berpikir beberapa kali untuk melakukan sesuatu yang dihalalkan, bahkan diwajibkan Allāh, dengan beribu alasan yang berasal dari wilayah eksternal, di luar lingkaran hubungan kita dengan Allāh. Sebaliknya, untuk melakukan apa-apa yang Allāh larang, seringkali begitu mudah dilakukan, dengan anggapan kita mendapatkan pengakuan dari sesama manusia.
Pada titik itu, kita telah membiarkan orang lain masuk dalam hubungan privasi kita dengan Allāh. Apabila dalam hubungan dua anak manusia saja, dalam pernikahan, misalnya, kita tidak rela membiarkan orang asing masuk dan mengatur urusan privasi rumah tangga kita. Maka, apalagi membiarkan orang-orang mengatur bagaimana hubungan kita dengan Allāh, bahkan sejatinya membuat kita semakin jauh dari Allāh.
Ketika kita memutuskan berislam atau bertahan dalam keislaman kita, artinya secara sadar kita telah siap untuk pasrah menerima apapun yang Allāh tetapkan. Bukankah salah satu makna Islam adalah berserah diri? Menyerahkan secara total perjalanan hidup kita di atas garis yang telah ditetapkab dan diridhai-Nya. Dan tentu saja, artinya kita mesti siap dengan berbagai konsekwensi serangan ekstern yang mungkin saja berusaha untuk menggelincirkan kita dari jalur tersebut. Kenapa? Karena setan tidak ingin sendirian di neraka. Ini fakta.
Iblis dan bala tentaranya sadar sepenuhnya bahwa mereka pasti akan berakhir di neraka. Alih-alih pindah jalur untuk menuju surga, mereka lebih memilih untuk mengajak banyak-banyak teman ke dalam neraka. Ibarat seorang anak sekolah yang sudah tau bahwa bolos itu merupakan pelanggaran, dan berkonsekwensi hukuman, alih-alih kembali ke sekolah dan melanjutkan pelajaran, ia lebih memilih untuk mengajak lebih banyak teman. Dengan alasan, ya kalaupun dihukum tidak sendirian.
Kalau saja hukuman akhirat hanya sebatas dijemur di lapangan upacara selama 2 jam pelajaran, atau lari 20x lapangan basket, ya tidak akan terlalu jadi persoalan. Masalahnya kita berbicara tentang sebuah hukuman yang derajat paling rendahnya adalah engkau dipakaikan sandal yang terbuat dari debu neraka, sedangkan kepalamu mendidih karenanya. Sudah siapkah?!
Karena itu, demi menjaga hubungan kita dengan Allāh, kita kadang mesti rela meregangkan jarak dengan makhluk, apabila kenyataannya makhluk tersebut justru menjauhkan kita dari-Nya. Bahkan, walaupun makhluk tersebut orang yang sangat dekat secara kekerabatan dengan kita. Tentu saja tanpa meninggalkan hak-haknya sebagai kerabat. Engkau mesti menjadi buta dan tuli untuk tidak mendengarkan beragam bisikan atau melihat berbagai polah yang dapat membuatmu jauh dari-Nya
Lain halnya apabila engkau melihat seseorang yang senantiasa mengajakmu untuk kokoh di atas track yang benar. Maka sekuat tenaga engkau mesti mempertahankannya dan senantiasa berada di dekatnya. Engkau mesti mempersiapkan pandangan yang tajam dan pendengaran yang kuat agar bisa menyerap dari mereka, intisari yang akan mempertebal iman di dalam jiwamu. Sungguh, sahabat-sahabat yang bertakwa akan menjadi salah satu jalan menuju syafaat-Nya kelak di akhirat.
Wallāhu a'lam,
- Muhammad Laili Al-Fadhli -
Sumber : FB

Saturday, November 9, 2019

Jalin kerjasama dengan STEI Al Ishlah Cirebon, KNKS taken MoU

Indonesia merupakan negara dengan mayoritas muslim terbesar dan jumlah institusi keuangan syariah terbanyak di dunia.

Sejalan dengan itu saat ini diseluruh Indonesia pun semakin banyak Perguruan Tinggi baik Negeri maupun swasta yang membuka Program Studi Ekonomi Syariah. Ini membuktikan saat ini bahwa Ekonomi Syariah menjadi solusi Arah Baru bagi permasalahan perekonomian di Indonesia.

Bukti dari serius nya mengatasi permasalahan Ekonomi Nasional, Pemerintah kemudian membentuk Komite Nasional Keuangan Syariah (KNKS) yang langsung di Pimpin oleh Presiden Jokowi.

Berkaitan dengan itu, pada Jum’at 8 November 2019 jajaran Komite Nasional Keuangan Syariah (KNKS) melakukan MoU dengan STEI Al Ishlah Cirebon yang diawali dengan Seminar Nasional mengenai Literasi dan Inklusi Keuangan Syariah.
Dalam hal ini Dr. Sutan Emir Hidayat, selaku Direktur Riset dan Pendidikan Komite Nasional Keuangan Syariah (KNKS) menyampaikan, “Bahwa Jumlah SDM Ekonomi Syariah yang begitu banyak juga harus di barengi dengan kualitas yang seimbang”

“Langkah pemerintah membentuk KNKS ini salah satunya adalah agar Lembaga Pendidikan Tinggi dapat berperan aktif untuk memenuhi kekosongan Industri dan Lembaga Ekonomi Syariah yang saat ini sedang terus di maksimalkan oleh Pemerintah” Lanjutnya.

Sementara itu, Ketua STEI Al Ishlah, Dr. Achmad Kholiq menyambut positif sekali program dan master plan yang telah dicanangkan oleh KNKS.

Dalam Sambutannya, Dr. Achmad Kholiq menyampaikan,“STEI Al Ishlah Cirebon adalah satu-satunya dan yang pertama di wilayah Cirebon yang fokus melahirkan SDM Ekonomi Syariah unggul. Itu ditandai dengan banyaknya lulusan yang terserap di Lembaga dan Industri Syariah”

“Oleh Karenanya, dengan adanya MoU antara KNKS dengan STEI Al Ishlah Cirebon menjadi bukti bahwa kerjasama antara dua lembaga ini adalah wujud seriusnya membangun serta mengembang Ekonomi Syariah di Indonesia” pungkasnya.

“ STEI Al Ishlah Cirebon selalu berprinsip bahwa walaupun kita Kampus yang berada di ujung Kota, tapi kita selalu mempunyai prinsip ‘Act Localy, Think Globaly’. Itulah mungkin yang menjadi pertimbangan KNKS untuk datang kesini” Lanjutnya sambil tertawa.

Disisi lain, Pencanangan titik awal untuk memosisikan Indonesia sebagai salah satu pelaku utama dan hub ekonomi syariah dunia dilakukan seiring dengan peluncuran Masterplan Ekonomi Syariah Indonesia pada Mei 2019 yang lalu. Pencanangan ini mempunyai visi untuk menjadikan Indonesia sebagai pemain utama pasar global ekonomi syariah dunia di 2024 serta memungkinkan Indonesia bisa masuk dalam 5 Negara Maju Dunia.

Wednesday, November 6, 2019

BUKAN LAYANGAN PUTUS

Syariat ini kenapa harus ternodai?
Dahulu kala sekitar tahun 2012an
Saya mempunyai seorang teman yang begitu baik, lembut dan perhatian, berawal dari hanya berbalas komen sampai akhirnya kami menjadi seorang teman. saya tau beliau sudah sudah menikah namun saya tdk tau beliau istri kedua, hampir setahun berjalan hubungan kami, saya kenal suaminya, sayapun berteman dengan istri pertamanya namun ketika itu pula istri pertamanya tidak tahu bahwa suaminya telah menikah lagi dengan sahabat saya ini.
Sampai pada saatnya, saya benar-benar syok tentang sebuah kebenaran, begitu pandai beliau merahasiakannya padahal kerap kali mbak fulanah saling bertemu komen distatus saya. Sampai pernah saya nyeletuk melalui sambungan telephone "mba kok kompak banget komennya distatus aku sama ustadz fulan itu, kalo mba ga punya suami kayaknya cocok sama mba" dan beliau hanya tertawa menanggapi ucapan saya waktu itu.
Mengingat hal tersebut membuat saya malu tidak kepalang.
Lalu bagaimana akhirnya?
istri pertama tau. Yang saya dengar ceritanya istri pertama syok bukan main, bahkan sempat akan berpisah namun ilmulah yang mengendalikan beliau dan kebaikan suaminya yang membuatnya merada tidak pantas untuk meninggalkan laki-laki, suaminya tersebut.
istri pertama mulai berdamai dengan situasinya, berdamai dengan hatinya, hingga mba fulanah dengan istri pertama menjadi saudara yang saling menyayangi dan menghargai, saling mendukung dalam hal taat kepada Allah dan RasulNya serta kepada suaminya,
Jika saya bertanya kenapa bisa mereka berdamai? jawabnya hanya karena mereka selalu kembali kepada ilmu.
Mba fulanah dan istri pertama belum sempat bertemu padahal mereka sudah mengatur janji untuk berjumpa. Hingga datang musibah yang memisahkan mereka didunia, mba fulanah meninggal dunia sehari setelah melahirkan anak pertamanya yang menjadi anak kesebelas dari anak-anak ayahnya. Taukah siapa yang mengasuhnya? Iya ibu tirinya yang berhati emas, diasuh dan dikasihi tanpa beda dengan kesepuluh saudara dan saudarinya.....
semoga Allah memberkahi hidup mereka,
semoga Allah mengampuni dosa2 mba fulanah dan menerima segala amalan baik beliau,,
aamiin
----
Ditulis oleh seorang muslimah yang tidak mau disebutkan namanya
---
*- Cerita nyata
*- Bukan hoax
*- Saya mengenal sang suami dan istri pertamanya

Sumber tulisan ini didapatkan dari akun FB Laili Alfadhli  

Monday, November 4, 2019

Kesaksian Sandiaga Uno Tentang Shalat Subuh di Masjid Turki

Beberapa hari yang lalu Sandiaga Salahudin Uno, eks cawapres Prabowo, mengunjungi Turki dalam memenuhi undangan acaranya. Sandi bersama lainnya mengunjungi Masjid Süleymaniye untuk melaksanakan subuh berjamaah.

Masjid Suleymaniye berada di Süleymaniye Mah Fatih, Istanbul, Turki. Masjid dibangun pada masa pemerintahan Sultan Suleyman I yang dikenal sebagai Suleyman the Magnificent. Pembangunan dimulai sekitar tahun 1550 dan selesai tahun 1557. (sumber detik.com)
(tribunnews)

Menurut Sandiaga Uno (papa online) ada yang berbeda antara shalat subuh di Indonesia dan Turki;


"Ada yang berbeda dengan sholat subuh di Indonesia, sholat subuh di Masjid ini adzan pada pukul 6 tetapi sholatnya sendiri baru dimulai pukul 7 dikarenakan menunggu masyarakat lain hadir agar semakin banyak yang bergabung untuk sholat berjamaah", tulis papa online dalam akun IGnya

Seperti diketahui kalau di Indonesia rata-rata waktu subuh lebih pagi, antara pukul 4 pagi sampai pukul 5 kurang. Dan kebanyakan waktu tunggunya sebentar.


Thursday, October 31, 2019

Jadi Social Entrepreneur? Siapa Takut!


Oleh : Sajidah Istiqomah

Social entrepreneur  melihat masalah sebagai peluang untuk membentuk sebuah model bisnis baru yang bermanfaat bagi pemberdayaan masyarakat sekitar. Hasil yang ingin dicapai bukan keuntungan materi atau kepuasan pelanggan, melainkan bagaimana gagasan yang diajukan dapat memberikan dampak baik bagi masyarakat Mereka seperti seseorang yang sedang menabung dalam jangka panjang karena usaha mereka memerlukan waktu dan proses yang lama untuk dapat terlihat hasilnya. Seperti yang dilakukan oleh Pak Sugeng salah satu pegiat kewirausaan social yang sudah merintis usaha sosialnya dari tahun 2003 sejak itu Pak Sugeng masih berstatus mahasiswa tingkat akhir dan ditahun yang sama beliau mendapatkan beasiswa dari BAZNAZ dimana para penerima beasiwa tersebut dibina untuk mengelola dana zakat menjadi pemberdayaan masyarakat dan bantuan berupa materil pada masyarakat yang masuk dalam delapan asnab zakat.
(sumber : /tbmceria.blogspot.com/)

            Modal utama untuk menjadi social entrepreneur hanya satu yaitu idealisme. Idealisme bahwasannya bisnis yang dijalankan bukan untuk profit pribadi semata tapi untuk pemberdayaan masyarakat. Menjadi social entrepreneur memang terbilang membutuh proses panjang dalam menjalankannya.

            Ada dua kunci utama untuk menjaga semangat menjadi social entrepreneur versi Pak Sugeng yaitu inovasi dan networking. Inovasi adalah kunci pertama untuk langkah awal dalam memikirkan model bisnis apa yang tepat agar kehadiran bisnis tersebut kehadirannya menjadi penyelesaian social yang ada disekitar. Kenapa harus selalu berinovasi dalam pengembangan social entrepreneur? Karena ketika sudah terjun dalam pasar tidak dapat dipungkiri bahwa pesaing itu pasti lumrah ada. Oleh karena itu inovasi dalam model bisnis, segi pemasaran, segi produksi dan segi pengelolaan operasional sangat diperlukan agar selalu terjaga nya stabilitas profit yang nantinya bermanfaat untuk kegiatan social. Networking atau jaringan atau relasi. Networking juga penting kita selalu bangun dalam proses pengembangan social entrepreneur, karena kita memiliki kemampuan yang terbatas seperti; ingin menerapkan program daur ulang kotoran hewan menjadi sesuatu yang bernilai. Hal tersenut tidak dapat di handle seorang diri dengan Pak Sugeng karena Pak Sugeng memiliki keahlian di bidang lain. Oleh karena itu disini lah peran networking atau relasi deperlukan, mencari relasi yang memiliki keahlian di bidang peternakan dan daur ulang untuk bekerja sama dengan memiliki visi yang sama.

Monday, October 28, 2019

Pemuda, dan Klaimnya


“Teruntuk para pemuda yang saya bayangkan dalam imajinasi saya, datang dan memperbaharui agama ini seperti semula. Mereka berjuang di jalan Allah, membunuh atau terbunuh, dengan iman yang tertanam dalam lubuk sanubari mereka...”
Indah dan sejuk membulir deras salah satu kalimat persembahan di buku _al-’Adalah al-Ijtima’iyyah al-Islam_ (Ingris: _Social Justice in Islam_) karya Sayyid Quthb terbitan April 1949 itu. Sebuah untaian kata yang seolah-olah ditulis untuk menyapa para aktivis Ikhwanul Muslimin Mesir. Para pemuda Ikhwan khususnya, tengah ‘dibakar’: didera bui oleh pemerintah negerinya hanya karena organisasi mereka melawan penjajahan Israel di tanah Palestina. Alih-alih menyokong, Partai Sa’adi yang berkuasa di Mesir rupanya tidak suka sepak terjang Ikhwan di Palestina.
Dalam perihnya siksa penjara itulah, para pemuda Ikhwan seperti mendapatkan oase dari tulisan Sayyid. Tulisan dari seorang sastrawan yang dikenal luas di negerinya lewat karya-karya tajamnya, baik seputar kritik sastra maupun esai sosial. Bahkan khusus buku tersebut, sang pendiri Ikhwan, Hasan al-Banna, memberikan pujian sembari berkata jujur, “Ini pemikiran kita yang seharusnya ditulis oleh kalangan internal kita juga.”
Tidak salah bila kemudian muncul pandangan, bahkan lebih jauh sebentuk perasaan romantis, bahwa Sayyid Quthb adalah bagian dari Ikhwan. Dan persembahan di atas pun dianggap tertuju bagi para pejuang Ikhwan.
Benarkah anggapan para aktivis Ikhwan Mesir tersebut? Duduk soalnya di benak Sayyid ternyata bukan begitu. Buku itu terbit tatkala Sayyid berada di Amerika Serikat untuk studi banding pendidikan. Adiknyalah, Muhammad Quthb, yang mengurus penerbitan buku tersebut. Kala itu, terlepas dari kesamaan yang dirasakan aktivis Ikhwan, Sayyid masih terbilang “orang luar”. Paling dekat, ia hanya bersimpati pada Ikhwan.
Kelak ketika Sayyid resmi bergabung ke Ikhwan, yakni pada 1953, ia merevisi kalimat persembahan di buku yang sama menjadi:
“Teruntuk para pemuda yang tadinya hanya ada dalam bayangan saya akan datang, tapi ternyata betul-betul ada di dunia nyata.... Mereka berjihad di jalan Allah dengan harta dan nyawa, dengan meyakini di dalam sanubari bahwa kemuliaan itu adalah milik Allah, Rasul-Nya, dan kaum mukim. Teruntuk para pemuda yang tadinya hanya ada dalam mimpi dan khayalan, ternyata mereka benar-benar ada. Kenyataan lebih besar daripada bayangan. Kenyataan lebih besar daripada mimpi.....”
Demikian antara lain sisi penting yang diungkap dalam buku Shalah al-Khalidiy yang dialihbahasakan Misran dengan judul _Biografi Sayyid Quthb: “Sang Syahid” yang Melegenda_ (2015). Ya, dalam _al-’Adalah_ terbitan 1954 tersebut, Sayyid jelas sudah menuju pihak yang dimaksud; pihak yang semula hanya terlintas dalam imajinasi atau bayangannya belaka. Ini fase ketika Sayyid mematangkan jiwa pergerakan Islam bersama Ikhwan. Kelak, ketika bersama Ikhwan, ada banyak hal yang diperjuangkan oleh Sayyid, terutama saat masa tribulasi yang dilakukan rezim Mesir Gamal Abdel Nasser.
Satu pelajaran dari cerita di atas adalah tentang bermain rasa kader Ikhwan, khususnya kalangan muda. Sesuatu yang sama terhubung segera sebagian bagian dari ‘kita’ atau ‘kami’. Meskipun sesuatu yang disangka sangkut itu belum tentu ada koneksi. Dalam hal ini, perasaan sebagai kumpulan orang (belajar) beriman meniscayakan cepatnya perasaan menyamakan. Lebih-lebih ketika itu bertaut dengan agenda dakwah.
Tapi, di sisi lain, perasaan semacam itu kadang rentan lahirkan apologi dan sikap subjektif. Siapa yang pantas dimasukkan sebagai ‘kita’ dan siapa yang tetap ‘mereka’ kadang jadi tersamar. Karena ada kepentingan politik. Atau kadang biasa sebagai ekspresi fanatisme berhimpun dalam gerakan dakwah. Dan di tanah air kita fenomena semacam ini acap terjadi. Mengklaim suara luar sebagai milik ‘kita’. Mendaku sosok lain sebagai bagian dari ‘kita’. Dan ini pun sampai terbawa-bawa pada peranti atau sarana dakwah semisal masjid dan media. Seringnya melibatkan suara lain sebagai ‘kita’ seketika hadirkan emosi meruah. Berikutnya, kedekatan emosi ini terkadang berujung pada fanatisme.
Melibatkan orang lain yang belum teridentifikasi sebagai bagian ‘kita’ semestinya dengan satu adab. Bahwa Muslim yang satu dengan yang lain bersaudara dan saling menjaga kehormatan. Memandang orang lain, dan baru pula, sebagai bagian ‘kita’ atas dasar kesamaan simbol dan gagasan permukaan, amatlah manusiawi. Manusia saling terikat dengan kecenderungan pada kemiripan. Ini juga berlaku dalam soal kebaikan menilai para islamis. Menganggap mereka sebagai ‘kita’ malah sebuah penghormatan yang baik bila dilihat dari keengganan untuk menilai buruk tanpa bukti.
Memandang sama pihak luar dari kesamaan simbol hendaknya tidak sampai mengalihkan perhatian dari sikap adil. Dalam tajamnya firasat, kesamaan yang diikuti segera dengan kenyamanan hati untuk menilai sebagai bagian dari ‘kita’, berhati-hatilah dengan jebakan. Jebakan yang mengaburkan tajamnya firasat bahwa selalu ada celah untuk mendalam menilai fakta yang ada di depan mata. Kesamaan identitas luaran memang membujuk kuat agar kita segera memasukkan sebagai ‘kita’. Ditambah informasi begitu terbatas, yang ada pun dibenarkan untuk menyangka positif belaka.
Menilai orang lain sebagai ‘kita’ mestilah dengan kesungguhan ber rasat. Menilai dengan niat menjadikan mereka sebagai kawan menggapai hikmah. Dengan demikian, menilai tidak hanya dengan emosi dan tendensi subjektif perasaan. Ada penambat di luar kecenderungan pribadi yang mudah terikat dengan kesamaan hal-hal lahiriah. Sebab, sekali terikat, akan sukar untuk memandang jernih persoalan. Mereka yang kita pandang bagian ‘kita’ selalu dilihat dalam kedudukan positif. Tidak memberi ruang toleransi adanya sisi negatif yang mesti dibenahi.
Mari kita toleh lagi kalimat apresiasi Hasan al-Banna pada karya Sayyid. Kalimat yang terucap di hadapan dan teruntuk kader-kader Ikhwan, “Ini pemikiran kita yang seharusnya ditulis oleh kalangan internal kita juga.” Tak sedikit pun al-Banna mengklaim Sayyid adalah ‘kita’. Alih-alih mengaitkan Sayyid sebagai bagian organisasi yang didirikannya, al-Banna justru memuji pihak luar (Sayyid) sekaligus mengkritik samar anggota Ikhwan. Mengapa bukan anggota sendiri yang menulis, melainkan justru orang luar? Bukan menyayangkan, melainkan sanjungan sekaligus memotivasi kader Ikhwan. Sekaligus pula kalimat al-Banna menyimpan sebuah doa. Doa akan hadirnya orang-orang luar yang membela dakwah entah bersama atau tanpa bergabung di Ikhwan.
Begitulah kebijakan bestari seorang al-Banna. Dan ini bisa jadi sebuah inspirasi buat para aktivis gerakan di sini, atau kita yang muda tengah mereguk oase berhijrah. Kematangan gerakan dakwah ataupun sekadar belajar Islam semestinya menyelesaikan cara berpikir untuk begitu mudah mengaitkan kesamaan satu iman dan gerak pihak lain sebagai “politik klaim”. Demikian pula ketika ada kader-kader gerakan ataupun sesama Muslim yang mendadak hadirkan kejutan negatif, jangan sampai ‘membuang’ mereka secepat kilat dengan klaim simpel: dia bukan kader kita. Betapa banyak potensi sumber daya pejuang dakwah yang hilang karena mereka kadung dilabeli tidak sesuai kenyataan. Firasat kita tidak menempatkannya dalam kedudukan penting, malahan justru sebagai bakal terbuang. []

Sumber : FB

Sunday, October 27, 2019

Pengungkapan Praktek Audit Syariah di Bank Islam

oleh Sulistiawati


Bank syariah pada awalnya dikembangkan sebagai suatu respon dari kelompok ekonom dan praktisi perbankan muslimyang berupaya mengakomodasi desakan dari berbagai pihak yang menginginkan agar tersedia  jasa transaksi keuangan yang dilakanakan sejalan dengan nilai moral dan prinsip-prinsip syariah dalam islam. 
Dalam tataran  produk regulasi, terdapat PSAK No.59 yang mengalami pengembangan menjadi PSAK 101-110 yang dikeluarkan IAI untuk menetapkan standar khusus mengenai akuntansi perbankan syariah. Dengan terbitnya PSAK No. 101-110 diharapkan menjadi era baru dalam industry perbankan syariah, terutama menjadi acuan dalam prinsip-prinsip syariah. 
Dalam konteks ini, audit syariah menjadi sangat penting karena melibatkan partisipasi Dewan Syariah Individu (SB) dan audit internal. Keduanya ini penting untuk memastikan kepatuhan dalam operaisonal Bank Islam untuk menanamkan kepercayaan pemangku kepentingan. Namun, terlepas dari pentingnya, Bank Islam juga masih membangun kerangka kerja audit yang efektif. Disebabkan kurangnya auditor yang berkualitas dan kurangnya pengalaman dlengkapi dengan kurangnya pengetahuan syariah.
Karena kurangnya orang yang memilki pengetahuan agama di tambah dengan pengalaman akuntansi dan keuangan atau auditor dengan kualifkasi khusus, peran penting auditor internal dalam lembaga keuangan islam tidak  dapat di abaikan, terutama audit internal di anggap sebagai mekanisme landasan tata kelola perusahaan. Namun, ini berarti bahwa auditor internal harus mengikuti pelatihan program yang sesuai, membangun dam memfasilitasi interaksi formal maupun informal antara audit internal dengan Dewan Pengawas Syariah (SB).
Audit syariah memiliki tantangan tersendiri, setdaknya ada 4 faktor utama yang menjadi kendala  besar terhadap penerapan audit yang berdasarkan hukum syariah tersebut, yaitu kerangka Dewan Pengawas Syariah (DPS) sebagai auditor syariah. DPS itu sendiri tidak memilki kekuatan yang mengikat tidak seperti seharusnya. DPS hanya mengeluarkan sebatas  fatwa tanpa kekuasaan hukum yang mampu memaksa menerapkan hal tersebut dan juga proses pengangkatannya dipilih langsung oleh LKS itu sendiri, hal ini menimbulkan isu independensi.
Untuk mewujudkan idependensi dan efektivitas SB, regulator harus mempertimbangkan untuk membangun SB tingkat pusat yang akan bertanggungjawab atas regulasi syariah secara keseluruhan. Ini membantu akan menentukan garis besar terhadap kepatuhan syariah  dalam IB dan untuk bertindak sebagai referensi jika terjadi konflik atau kontradiksi antara anggota SB dalam IB. selain itu, auditor eksternal juga dapat memainkan peran penting dalam kepatuhan agama sebagai lembaga independen dari IB. Perusahaan audit eksternal sudah melatih karyawan mereka untuk bekerja di berbagai sector, oleh karena itu tidak terbayangkan bahwa mereka mengamankan layanan para ahli dalam praktik Syariah yang juga memiliki manfaat dari latar belakang akuntansi. meskipun begitu langkah-langkah tersebut harus dilakukan secara paralel dengan pelatihan audit internal kepatuhan Syariah untuk mencapai efektivitas dan meningkatkan standar praktik terbaik. Ini akan berkontribusi untuk mencapai tingkat kepatuhan tinggi yang diharapkan oleh para pemangku kepentingan.
C:\Users\User\Documents\SEMESTER 7\1571839866935.jpg

Membenturkan, dan Adu Domba Menhan dengan Presiden

Oleh Hersubeno Arief

Sejak Kamis (24/10) video pendek penyambutan Prabowo Subianto sebagai Menteri Pertahanan yang baru, beredar di media sosial. Para pendukung Prabowo sangat bersemangat menyebarkannya, dengan ditambahi narasi: Menhan rasa Presiden!
Ada juga yang menambahi narasinya dengan kata-kata yang lebih bombastis. “Baru sehari jadi Menhan, negara tetangga sudah mengekeret. Apalagi kalau jadi presiden!”
Benar dalam video tersebut Prabowo tampak dielu-elukan oleh pegawai Dephan. Mereka berjejal di jalan yang akan dilalui Prabowo, sambil membawa bendera merah putih dalam ukuran kecil.
Konon kabarnya, belum ada seorang Menhan baru yang disambut heboh, gegap gempita seperti Prabowo.
Fenomena ini menyadarkan kita pada satu realitas, bangsa ini masih terjebak pada kultus individu, bukan pada value. Emosional, bukan rasional.
Value, nilai, panduannya sangat jelas. Benar, salah. Kemaslahatan umat, kemaslahatan rakyat Vs kemaslahatan pribadi dan kelompok.
Pada kultus individu, yang benar bisa salah, dan yang salah bisa menjadi benar. Ukurannya menguntungkan kita secara pribadi, atau kelompok. Bila tidak, maka itu salah.
Semuanya hanya didasari oleh sikap emosional, bukan penilaian yang rasional.
Nilai baik dan benar, tidak akan pernah berubah. Sunatulloh. Hukum alam. Sementara manusia setiap saat bisa berubah.
Hal itu menjelaskan mengapa nuansa pilpres lalu seperti sebuah perang. Dua geng, dua gerombolan besar, saling menghabisi satu dengan yang lainnya.
Tidak boleh satu orang pun yang mengkritik, apalagi sampai memberi penilaian jelek pada jagoannya. Langsung hajar habis…..
Baik Jokowi maupun Prabowo di mata para true believers, para pengikut yang taklid buta, adalah manusia sempurna. Tak ada cacatnya sama sekali. Jangan-jangan malah dianggap sebagai orang suci.
Itulah bahayanya kultus individu. Membuat orang menjadi rabun dekat. Tak pernah bisa melihat kesalahan tokoh pujaannya. Sebaliknya dengan mudah menemukan kesalahan siapapun yang menjadi lawannya.
Masalah nasional dilokalisir menjadi kepentingan personal.
Entah disadari atau tidak, sikap para pendukung Prabowo ini sesungguhnya akan merugikan orang yang mereka puja. Sementara dalam jangka panjang akan merugikan kepentingan nasional. Merugikan kita sebagai sebuah bangsa dan negara.
Akhiri dikotomi
Seharusnya ketika Prabowo memutuskan tawaran untuk bergabung dalam kabinet Jokowi, dikotomi, apalagi kontestasi diantara pendukung, harus berakhir.
Sebagai menteri, Prabowo adalah pembantu Presiden Jokowi. Tak peduli jabatannya sebagai Menhan, atau menteri apapun.
Terimalah realitas itu dengan lapang dada. Tak perlu merasa malu dan menutupinya dengan eforia semu.
Prabowo saja bisa menerima. Bisa lapang dada. Anda kok tidak?
Tak perlu lagi ada glorifikasi melebih-lebihkan posisi dan peran Prabowo secara berlebihan.
Tak perlu lagi terus diwacanakan bahwa sebagai Menhan, Prabowo adalah menteri utama. Salah satu triumvirat. Manakala terjadi kekosongan kekuasaan presiden dan wapres.
Lebih ngeri lagi muncul wacana, pada waktunya Prabowo akan menggantikan Jokowi. Masuk kabinet adalah strategi. Bergerilya membangun kekuatan dari dalam.
Tak perlu lagi terus dihembus-hembuskan bahwa dengan Prabowo menjadi Menhan, kekuatan militer Indonesia akan ditakuti.
Ini urusan negara kok. Bukan urusan pribadi.
Ketika memberi pengarahan pada sidang kabinet perdana, Presiden Jokowi sudah jelas menyatakan “tak ada visi-misi menteri. Yang ada visi-misi presiden dan wakil presiden.”
Prabowo sendiri sejak awal juga menyadari posisinya. Tak lama setelah menghadap Jokowi di istana, dia mengaku sudah mendapat arahan apa tugas dan program kerja yang harus dijalankan.
"Saya akan bekerja sekeras mungkin mencapai sasaran. Dan harapan yang ditentukan. Saya kira demikian," tegas Prabowo.
Sebagai pemberi mandat, Jokowi akan mengevaluasi kinerja Prabowo. Bila tidak perform, menyimpang, apalagi menunjukkan tanda-tanda melawan perintah, sub ordinasi, dia bisa dicopot.
Begitu aturan mainnya.
Apa boleh buat, suka tidak suka, status menteri adalah P-E-M-B-A-N-T-U presiden. Setiap saat bisa dipindahkan, diganti dan diberhentikan.
Glorifikasi, memuja secara berlebihan, hanya akan membuat posisi Prabowo menjadi kikuk dan tidak nyaman. Mengganggu hubungan keduanya. Hubungan atasan bawahan.
Dipastikan para pendukung Jokowi — yang sesungguhnya juga tidak nyaman dengan kehadiran Prabowo— akan bereaksi balik.
Kita akan kembali terjebak pada perang buzzer seperti pada pilpres lalu.
Sudahlah akhiri semuanya. Baik Jokowi maupun Prabowo hanya manusia bisa. Bukan Satrio Piningit, apalagi manusia setengah dewa. Mereka punya kelebihan dan juga kekurangan.
Tidak perlu memuja secara berlebihan. Tak perlu pula benci secara berlebihan.
Biarkan mereka bekerja dengan tenang. Permasalahan bangsa ini terlalu banyak. Terlalu berat. Biarkan Jokowi memenuhi janji-janji kampanyenya dan Prabowo membantu mewujudkannya.
Jangan benturkan Prabowo dengan Jokowi. Mereka kini berada dalam satu tim. Satu perahu yang sama.
Tugas kita yang berada di luar pemerintahan, terus mengawasi, mengkritik, mengingatkan manakala mereka menyimpang.
Pujian yang berlebihan seperti racun yang akan membunuh akal sehat. Sementara kritik, seperti obat yang pahit, namun menyehatkan.
Jangan pula dimusuhi. Dipersekusi, apalagi dikriminalisasi. end

Sumber : FB
(kompas)


Kompetensi Audit Internal Syariah Dalam Lembaga-Lembaga Keuangan Islam

Oleh : Riesya Aulia Putri 

Fungsi audit syariah dilakukan oleh auditor internal yang memiliki pengetahuan dan keterampilan terkait syariah. Hal ini ditangani oleh departemen audit internal Lembaga Keuangan Islam (IFI) dan seorang audit internal syariah harus mampu menunjukkan bahwa tidak ada ancaman terhadap kebebasan mereka sehingga orang luar tidak akan meragukan objektivitas auditor (arens, 2008).

Audit Internal Lembaga Keuangan Syariah (LKS) harus memiliki cakupan lebih luas dibandingkan audit konvensional, mengingat LKS memiliki keharusan untuk mematuhi prinsip syariah (sharia compliance). Dalam Islam, institusi al-Hisbah dan muhtasib telah berperan untuk menjaga kegiatan ekonomi masyarakat agar berjalan sesuai dengan tuntunan syariah (Baehaqi, 2019)

Seorang audit internal syariah juga harus mengacu pada prinsip-prinsip syariah dan maqashid syariah, sehingga seorang auditor tidak hanya bertanggung jawab kepada manajemen instansi tetapi juga mempunyai kesadaran jika kegiatan mereka selalu diawasi oleh Allah SWT. Seorang auditor internal syariah harus tau dan faham apa saja produk-produk yang ada di Instansi ataupun transaksi-transaksi yang ada di instansi yang di audit, agar auditor tidak salah dalam mengaudit laporan keuangan yang berkaitan dengan transaksi tersebut dan harus sesuai dengan prinsip-prinsip syariah dan maqashid syariahnya.

(Ahmed, 2012) menemukan beberapa faktor yang mempengaruhi efektivitas audit internal di sektor publik Malaysia seperti kurangnya pelatihan dan dukungan dari manajemen, kurangnya karyawan, dan persepsi negatif dari manajemen terhadap solusi yang disarankan diberikan oleh auditor internal. Untuk saat ini pertumbuhan LKS semakin banyak, akan tetapi masih sedikit auditor yang ahli dalam bidang syariah sehingga tidak adanya keseimbangan antara pertumbuhan LKS dengan tenaga ahli dalam bidang tersebut. Dengan ini AAOIFI menawarkan pelatihan untuk seorang auditor dan tidak ada persyaratan untuk mengikuti pelatihan dengan bersertifikasi CSAA (Certified Shariah Advisor And Auditor) dan CIPA (Certified Islamic Professional Accountant).

Menurut AAOIFI seorang auditor internal syariah harus Independen, kompetensi, dan kinerja audit, dengan ketiga indicator ini auditor diharapkan akan meningkatkan efektivitasnya dalam mengaudit. Dan LKS atau IFI harus adanya kepala auditor internal untuk melaporkan tugasnya kepada SSB, SSB tersebut bertugas untuk mengawasi jalannya pekerjaan auditor internal syariah.

Dengan adanya pelatihan dan tidak adanya persyaratan untuk mengikuti pelatihan tersebut, maka auditor akan mudah untuk mengikuti pelatihan yang di adakan oleh AAOIFI. Dengan ini akan semakin efektifitas seorang auditor internal syariah dalam mengaudit LKS.

Oleh : Riesya Aulia Putri (Mahasiswa STEI SEBI)

Reference:
arens. (2008). Auditing and Assurance Services Financial Services: in Malaysia : An Integrated Approach.

Baehaqi, A. (2019). AUDIT INTERNAL LEMBAGA KEUANGAN SYARIAH DALAM PERPEKTIF AL-HISBAH.

Saturday, October 26, 2019

Manajemen Bakat Untuk Auditor (Talent Management For Syariah Auditors)

Oleh Anggita Pratiwi


Indonesia merupakan salah satu dari 10 Negara yang berpenduduk muslim terbesar berdasarkan data Global religious future. Kondisi ini dapat digunakan untuk mengembangkan ekonomi yang berbasis Syariah. Tahapan yang dapat dilakukan dengan terus meningkatkan kinerja professional dalam keuangan islam, IFI (Islamic Financial Institution) atau Lembaga keuangan islam menyadari terjadinya peningkatan peningkatan kebutuhan posisi keuangan dalah islam sehingga, IFI menilai perlu adanya pengelolaan bakat manajemen dalam bidang audit dan iFI juga memastikan bahwa manajemen bakat audit harus terus tumbuh dan dipertahankan dalam institusi ini.

Di Malaysia fungsi audit internal khusus ditugaskan untuk melakukan fungsi audit Syariah. Fungsi tersebut digambarkan dalam Kerangka Tata Kelola Syariah (SGF), pedoman ini dikeluarkan oleh Bank Sentral Malaysia, sebagai garis pertahanan ketiga dalam memastikan IFI mengenai kepatuhan dengan aturan dan prinsip syariah dilaksanakan di Indonesia. Fitur penting dari fungsi audit syariah memiliki tujuan untuk memastikan kegiatan yang dijalankan IFI mematuhi peraturan Syariah.

Dalam penelitian ini, ada tiga standar yang relevan yaitu Akuntansi dan Audit Standar Organisasi untuk Lembaga Keuangan Islam (AAOIFI), standar untuk auditor internal atau dikenal dengan Kerangka Kerja Praktik Profesional Internasional (IPPF) dan kerangka kerja khusus untuk IFI di Malaysia yang Kerangka Tata Kelola Syariah (SGF) yang dikeluarkan oleh Bank Sentral Malaysia (CBM). SGF yang dikeluarkan oleh CBM tidak secara khusus menguraikan jenis pengetahuan terkait Syariah yang akan diperoleh auditor. Untuk pedoman lebih rinci ditunjukkan dalam standar AAOIFI, dalam pelaksanaannya akan diterapkan oleh audit internal dan eksternaldan harus dipatuhi oleh sebagian besar negara-negara Timur Tengah. Dan untuk IPPF, menjadi kerangka kerja audit konvensional, dan lebih difokuskan pada kompetensi dan pengetahuan serta sikap professional auditor internal dalam tugasnya.

Audit Syariah adalah proses pengumpulan dan penilaian bukti-bukti yang dilakukan oleh pihak yang independent dan kompeten, untuk menentukan apakah informasi yang disajikan sesuai dengan prinsip-prinsip yang ada dalam Syariah. Seperti, jika akad yang dilakukan adalah akad ijarah maka system islam akan melekat padanya. Seperti halnya wadiah dalam islam sedangkan di konvensional disebut dengan Deposito. Dalam kualifikasinya, audit Syariah tetap sama dengan konvensional sama-sama menilai Laporan Keuangan. Namun yang membedakan ialah dari segi ilmu mereka diharuskan memahami tentang Fiqh Muamalah.

Manajemen bakat merupakan suatu hal yang sangat penting dalam sebuah organisasi. Organisasi dapat berkembang apabila pengetahuan, keterampilan dan bakat kemampuan dapat dikembangkan dan dipertahankan melalui tugas, modifikasi perilaku seperti pelatihan mengenai kompetensi dan teknis lapangan dalam penyusunan strategi rencana kerja dan melakukan peninjauan hasil.

Dalam studi eksplorasi baru-baru ini, mengenai pengembangan yang melibatkan IFI di Malaysia ditemukan bahwa manajemen bakat, perencanaan suksesi, dan keterlibatan karyawan telah di implementasikan dalam IFI. Di ungkapkan bahwa 52,1% responden mengaku memiliki pengetahuan yang kurang tentang arti dari talenta kunci manajemen Bakat), 23,1% mengakui belum mengetahui mengenai bakat kunci (Manajemen Bakat), dan 44,4% setuju bahwa bakat kunci (manajemen Bakat) adalah tantangan utama dalam organisasi tempat mereka bekerja. Penelitian ini berindikasi bahwa manajemen bakat yang lebih baik akan mempengaruhi manajemen bakat di masa depan.

Manajemen bakat memiliki tujuan untuk melatih dan membantu karyawan dalam mengenali serta mengembangkan bakat dan minatnya masing-masing untuk menyesuaikan kebutuhan personil perusahaan di masa yang akan datang. Pengembangan karir merupakan sarana bagi manajer untuk meningkatkan kinerja karyawan, produktivitas karyawan, kepuasan karyawan, dan memperbaiki sikap karyawan, sehingga menyebabkan penurunan tingkat perputaran karyawan. Terutama untuk mereka yang siklus pengembangan karirnya cepat.

Tujuan lainnya ialah menjalankan strategi dengan memperhatikan standar internal dalam penempatan staf, mengembangkan karyawan melalui promosi, membantu karyawan survive ke tingkat internasional, membantu karyawan yang sangat beragam, menurunkan jumlah perputaran karyawan (kesetian karyawan kepada perusahaan), memberi kesempatan bagi karyawan potensial, meningkatkan pertumbuhan personal, mengurangi tumpukan karyawan, dan membantu merancang kegiatan.

Dalam studi ini ditemukan bahwa ada praktik campuran tentang manajemen bakat dalam hal aspek kompetensi yang diperlukan untuk auditor Syariah. Fungsi audit Syariah yang efektif dan sangat baik dapn dapat dicapai jika dilakukan oleh auditor Syariah (SAR) yang memiliki keterampilan, pengetahuan, dan karakteristik tertentu yang ditambahkan dengan pengalaman bertahun-tahun di lapangan.  Dengan melakukan itu, SAR pada akhirnya akan tercapai memenuhi kewajiban mereka kepada Allah swt sebagai bagian dari tugas mereka sebagai khalifah di dunia ini.

Seword Protes Gara-Gara Projo Jadi Wakil Menteri, Netizen : Relawan Gak Rela

Awalnya Projo ingin membubarkan diri karena kecewa tidak mendapatkan apa-apa di Kabinet, namun pembubaran tersebut tidak jadi lantaran ketumnya jadi Wamen Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigasi. Begitu kira-kira judul yang banyak beredar di laman mbah google.

Karena Projo dapat jatah kekuasaan, Seword pun gak rela. Begini berita lengkapnya dari laman viva.co.id:

VIVA – Pendiri dan pemilik Seword.com, Alifurrahman S Asyari, angkat bicara terkait kabar Seword dibubarkan seperti yang diunggah akun Instagram resminya, @sewordofficial_, Jumat, 25 Oktober 2019.
Ia mengaku sebenarnya Seword dibubarkan bukan berarti ditutup. Tapi sebagai bentuk protes atas dilantiknya Ketua Umum Relawan Pro Jokowi (Projo) Budi Arie Setiadi sebagai Wakil Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi.
“Enggak ditutup, sih tapi dibubarkan. Itu banner saja, kayak demo virtuallah,” kata Alif kepada VIVA, Jumat, 25 Oktober 2019.
Menurutnya, semua artikel yang disajikan oleh Seword untuk sementara tidak bisa diakses dan dibuka. Hanya saja, kata dia, yang bisa dibuka cuma banner seperti #AlifforWapres.
“Jadi seharian saya tidak kasih akses. Semua artikel tidak bisa dibaca. Yang bisa dilihat itu hanya tagar #alifforwapres,” ujarnya.
Alif mengatakan protes dilakukan sebagai pukulan kepada Projo, karena merasa paling berjasa memenangkan Jokowi-Ma'ruf Amin pada Pemilu Presiden 2019, sehingga meminta kursi jabatan.
“Itu sindiran untuk Projo saja, sih. Saya protes ke relawan yang merasa berjasa, lantas menuntut sesuatu,” jelas dia.
Akibatnya, kata Alif, sekarang banyak relawan Jokowi yang berkeringat saat Pemilihan Presiden 2019 menuntut juga agar diberikan penghargaan atau reward.
Maka dari itu, Alif menuntut dengan membuat tagar mau jadi wakil presiden. “Karena, ketika ada satu relawan menuntut kemudian dilantik menjadi wakil menteri, yang lainnya sekarang banyak yang menuntut," tutur dia.
Di samping itu, Alif belum mengetahui apakah bentuk protes tersebut dilakukan hanya hari ini atau berlanjut sampai besok (Sabtu). Sebab, Alif mau melihat dulu perkembangannya.
“Saya lihat besok (Sabtu) apa respons teman-teman. Belum tahu saya sampai kapan (dibubarkan). Saya masih evaluasi. Ini aksi spontan berkaitan dengan pelantikan (Budi Arie) jadi wakil menteri," tegas Alif.
komen netizen menanggapi protes Seword;





Friday, October 25, 2019

Perubahan Audit Syariah di Malaysia Menggunakan Konsep Aktor-Jaringan (ANT)

Oleh : Cahya Hidayati

Melihat perkembangan seperti sekarang ini, audit syariah menjadi lebih penting karena industri perbankan Islam (IB) berkembang dan diterima di seluruh dunia. Perkembangan IB adalah karena beberapa faktor, termasuk kebijakan liberalisasi pada bank asing dan pengenalan anak perusahaan perbankan syariah. Serta kesadaran yang meningkat tentang peran potensial instrumen keuangan syariah sebagai jalan alternatif untuk memenuhi kebutuhan ekonomi dan investasi kawasan. Dan menanamkan kesadaran kepada konsumen terhadap pentingnya kepatuhan syariah untuk dipraktikan oleh bank Islam.
C:\Users\OWNER\11-30-55-Audit-Internal-2.jpg
Audit syariah di Malaysia diperkenalkan oleh Bank Negara Malaysia (BNM) melalui penerbitan Kerangka Pemerintahan Syariah (SGF). Di Malaysia, audit syariah di IFI dilakukan oleh departemen audit internal. BNM mengharapkan audit syariah itu memberikan penilaian independen dan jaminan objektif selain memiliki pengetahuan dan pelatihan terkait syariah yang memadai. Ruang lingkup audit syariah di IFI mencakup semua aspek operasi dan kegiatan bisnis, termasuk pernyataan audit keuangan, audit kepatuhan pada struktur organisasi dan meninjau kecukupan syariah pada pemerintahan.
Dengan adanya konsep Aktor-Jaringan atau disebut dengan ANT (Actor-Network Theory) yang merupakan pendekatan institusional yang menjelaskan proses perubahan dengan keyakinan bahwa akuntansi didorong oleh tekanan untuk normalisasi dan homogenisasi. Namun, fenomena akuntansi tidak selalu berpengaruh karena sering kali menggunakan perangkat yang kosong. Konteks kelembagaan pun cenderung untuk menentukan realitas akuntansi perusahaan, sedangkan ANT memandang objek akuntansi yang tidak hanya terdifusi dalam ruang dan waktu melainkan diterjemahkan. ANT menyatakan bahwa para aktor adalah entitas yang melakukan sesuatu dan jaringan adalah sekelompok hubungan yang tidak ditentukan antara entitas dimana sifatnya tidak ditentukan.  ANT menggambarkan banyak perubahan hasil interkoneksi diantara jaringan aktor. Jaringan sosial adalah gabungan antara manusia dan non-manusia. Karena ANT hanya berfokus pada proses dinamis dengan tindakan kolektif yang tercermin dalam jaringan seperti pembentukan, pertumbuhan yang cocok untuk digunakan dalam pendekatan interpretasi. Dengan prinsip ANT yang menjadikannya alat yang teapt dan berguna menganalisis aktor-jaringan dalam audit internal syariah dan mengungkap proses perubahan audit syariah. Jaringan aktor terdiri dari jaringan bersama-sama baik elemen teknis dan non-teknis. Karena itu, ANT berbicara tentang sifat heterogenitas jaringan aktor. 
Aktor Pengendali, dalam teori jaringan (ANT) telah mengembangkan kosa kata yang tidak mengembangkan perbedaan antara subyek dan obyek, subjektif dan objektif, ke dalam pertimbangan sebagai aktor. Aktor mungkin terdaftar sebagai sekutu untuk memberi kekuatan untuk satu posisi. Dalam teori ini disebutkan terdapat aktor dan jaringan. Aktor adalah semua elemen yang terhubung dalam sistem yang nantinya akan membentuk jaringan secara alamiah. Aktor yang mampu mengontrol aktor lain yang disebut aktor pengendali. Aktan atau Aktor pengendali memiliki kemampuan untuk bergerak masuk dan keluar suatu jaringan berdasarkan kemauan dan kepentingannya. Dengan kata lain, aktan adalah elemen utama yang menjadi penggerak dalam jaringan.
Oleh karena itu, ANT tidak menjelaskan kenapa ada jaringan tetapi lebih tertarik pada infrastrukturnya, bagaimana dia terbentuk dan rusak dan lain sebagainya. ANT memakai Principle of Generated Symmetry, dimana manusia dan non-manusia digabungkan dalam sebuah framework konseptual yang sama. Kemudian, karena aktor ini memiliki hubungan sosial dalam kehidupan sosial, maka pemahaman si aktor terhadap realita sosial menjadi pemahaman bersama di dalam kehidupan sosial. 
Disini dapat disimpulkan bahwa aktor atau subyek berfungsi dalam jaringan terdistribusi lebih besar dari interaksi timbal balik dan umpan balik. Begitu juga dengan audit syariah, melihat dari beberapa permasalahan yang terkait dengan audit syariah di Malaysia bisa menerapkan konsep Aktor-Jaringan (ANT) dengan mengendalikan aktor lain yang bersangkutan. Serta memberikan pemahaman apa itu audit syariah terhadap realita sosial dapat menjadi referensi dalam perkembangan audit syariah dalam dunia perbankan Islam. Dengan begitu, pemahaman tersebut kemudian menyebar melalui proses interaksi sosial antara aktor dengan aktor lain.