Minggu, 20 Juni 2021

Mendiskusikan Sayyiduna Khadir : apakah beliau seorang wali atau nabi, dan apakah beliau masih hidup atau sudah wafat?

Para ulama berselisih pendapat tentang masalah sayyiduna Khadhir, apakah beliau seorang wali atau nabi, dan apakah beliau masih hidup atau sudah wafat. Jumhur (mayoritas) ulama berpendapat, bahwa beliau adalah seorang nabi dan masih hidup hingga saat ini – atas ijin dan kehendak Allah -. Bahkan imam Ibnu Shalah rahimahullah menyatakan, bahwa pendapat yang mengingkari beliau masih hidup adalah pendapat yang syadz (ganjil/nyleneh). Sebagian ulama yang lain (minoritas) berpendapat bahwa beliau bukan nabi, tapi wali atau hamba yang salih dan sudah wafat. 



Imam An-Nawawi (w.676 H) rahimahullah berkata : “Mayoritas ulama berpendapat bahwa beliau (nabi Khadhir) masih hidup, ada di antara kita. Dan ini perkara yang disepakati di sisi ulama shufi, ahli kebaikan, dan ma’rifat. Sangat banyak dan masyhur adanya berbagai hikayat dari para ulama yang melihat beliau, berkumpul (bertemu) dengannya, mengambil darinya, soal jawab (bercakap) dengannya, dan keberadaannya di sebagian tempat yang mulia dan baik.”(Syarh Shahih Muslim, jilid XV, hlm. 136. Simak juga Fathul Bari, jilid II, hlm. 75).


Imam Al-Qurthubi (w. 671 H) rahimahullah berkata : “Karena sesungguhnya Khadhir masih hidup sejak zaman nabi Musa sampai sekarang menurut pendapat yang shahih dalam masalah tersebut.” (Tafsir Al-Qurthubi, jilid III, hlm. 289).


Dan masih banyak lagi nukilan dari para ulama yang lain. Jika masih hidup (sebagaimana pendapat jumhur), sangat mungkin ada orang-orang yang Allah beri kesempatan untuk bertemu dan mukalamah (bercakap) dengan beliau. Telah ada pengakuan sederet ulama pendahulu kita yang menyatakan pernah bertemu dengan Nabi Khadhir. Itu hal yang sangat mungkin, apalagi pengakuan itu muncul dari para ulama yang dikenal dengan ketaqwaan (rasa takut kepada Allah), kesalihan, kejujuran, sifat amanah, serta telah mendapat tazkiyah (rekomendasi) dari ulama sezaman atau setelahnya. Apakah mungkin mereka yang seperti ini kedudukannya sengaja mengarang cerita dusta ? Menurut kami sih, tidak mungkin. 


Perbedaan pendapat dalam masalah ini sah-sah saja, karena faktanya memang termasuk masalah khilafiyyah ijtihadiyyah. Masing-masing memiliki dalil dan argumentasi yang ilmiyyah. Yang terpenting, hendaknya kita berusaha untuk senantiasa komitmen dalam merealisasikan adab-adab khilaf yang telah diajarkan oleh para ulama kita. Saling menghormati perbedaan pendapat yang ada, serta tidak memaksakan pendapat kepada orang lain. Diskusi hendaknya juga dilakukan dengan baik dan bermartabat.

Jangan sampai masalah ini justru dijadikan point untuk menyudutkan dan merendahkan orang lain. Apalagi sampai menggunakan diksi-diksi yang terkesan menghina dan merendahkan sayyiduna Khadhir atau pendapat jumhur. Sehingga diskusi yang berjalan lebih terasa aroma “nyinyir” dan “olok-olokannya” daripada nuansa ilmiyyah dan keluhuran adabnya. Ini sangat bertolak belakang dengan tradisi para ulama kita. Mereka mendiskusikan masalah ini, tapi dengan gaya bahasa yang santun, ilmiyyah dan penuh dengan adab. Jika tidak percaya, silahkan dibuka kitab-kitab mereka. Andai di antara kita ada yang tidak sependapat dengan pendapat jumhur, tidak selaknyaknya melakukan hal-hal yang tidak terpuji.

Pembahasan ini juga penting, karena memiliki korelasi dengan agama kita, baik secara langsung atau tidak langsung. Para ulama telah membahas masalah ini di kitab-kitab mereka, baik secara spesifik atau umum. Pembahasan masalah ini akan mudah kita dapatkan di berbagai kitab aqidah, tafsir, syarah hadits, fiqh, akhlak, raqaiq, dan tazkiyah nafs/tasawwuf. Bahkan sebagian ulama sampai mengarang kitab khusus dengan tema ini. Para ulama tidak mungkin membahas suatu masalah yang tidak penting apalagi sia-sia. 

Selain mewariskan tradisi diskusi ilmiyyah, para ulama kita juga mewariskan adab. Dua hal ini satu kesatuan yang tidak dapat dipisahkan. Oleh karena itu, kita jangan hanya mewarisi perbedaan pendapatnya saja, tapi juga harus mewarisi adab mereka dalam berbeda pendapat. Jangan sampai ruang diskusi hanyalah dijadikan alat dan kesempatan untuk melampiaskan emosi dan dendam kepada sesama muslim. Tujuannya bukan lagi untuk mencari kebenaran, tapi pembenaran dan menjatuhkan ‘lawan’. Hal ini sangat kita khawatirkan menimpa diri-diri kita. Semoga Allah melindungi kita semua. Amin.

Wallahul muwaffiq ila aqwamith thariq

(Abdullah Al-Jirani)

*Gambar hanya ilustrasi


Angkatan Laut Turki jauh lebih kuat dengan rudal anti-kapal buatan lokal

[wartanusantara.idIndustri pertahanan Turki mengambil langkah penting lainnya untuk memenuhi kebutuhan angkatan bersenjata dengan produk dalam negeri dan nasional dengan rudal anti kapal Atmaca.



Menurut informasi yang diperoleh Anadolu Agency, rudal, salah satu senjata terpenting dalam perang permukaan, diproduksi untuk mengurangi ketergantungan Turki pada sumber asing, memenuhi kebutuhan Komando Angkatan Laut dan mengembangkan senjata pencegah dengan sumber daya nasional.


Atmaca, yang memiliki jangkauan 220 kilometer (137 mil) di atas kertas, terbukti mampu mencapai 250 kilometer (155 mil) dalam tes menembak.


Ini memiliki kemampuan untuk memperbarui target dan membatalkan misi dengan tautan data. Itu bisa mengubah target setelah dilempar dan bisa diarahkan ke target lain.


Karena fitur perencanaan rute 3D yang canggih, tindakan yang berbeda seperti melewati pulau dan mengitarinya dapat dilakukan di area yang kompleks.


Itu dapat melakukan waktu yang berbeda di atas target, waktu secara bersamaan di atas target dan menembak target (salvo).


Atmaca dapat bertemu beberapa rudal pada saat yang sama karena dapat melakukan kontrol kecepatan otonom.


Ia memiliki kemampuan penting untuk bernavigasi dari permukaan air. Ini berlayar di ketinggian 5 meter (26 kaki) di banyak penerbangan dan tembakan di bawah 3 meter (10 kaki).


Lebih dari 20 penembakan telah dilakukan oleh Atmaca. Peningkatan berkelanjutan telah dicapai dalam pengujian sejak November 2016.


Pabrikan senjata Turki, Roketsan, memuji Atmaca sebagai rudal anti-kapal serangan presisi tinggi, jarak jauh, permukaan-ke-permukaan, presisi yang dapat diintegrasikan dengan kapal patroli, fregat, dan korvet dan diharapkan dapat menggantikan rudal buatan AS. Rudal harpun.


Sabtu, 19 Juni 2021

UAV Alpagu baru buatan dalam negeri Turki berhasil melakukan uji tembak dengan amunisi

[wartanusantara.idSebuah kendaraan udara tak berawak taktis sayap tetap buatan Turki baru, Alpagu, yang dikembangkan oleh perusahaan pertahanan Turki, STM, berhasil melakukan uji tembak dengan amunisi.


“Mampu beroperasi secara efektif siang dan malam oleh satu tentara, Alpagu mencapai targetnya dengan akurasi penuh dalam uji tembak yang dilakukan di Aksaray Shooting Range,” menurut sebuah pernyataan oleh Otoritas Industri Pertahanan Turki. “Setelah diluncurkan, Alpagu, yang terbang selama sekitar 10 menit, mengikuti target melalui perangkat lunak pelacakan gambar. Tidak terdeteksi sampai saat terakhir, Alpagu menghancurkan targetnya dengan amunisi di atasnya."

Alpagu dibedakan oleh strukturnya yang ringan, kecepatan menyelam, penampang radar yang rendah, dan kemampuannya untuk melakukan kerusakan tepat pada target penting yang bernilai tinggi.

Beratnya kurang dari 2 kilogram (4,5 pon) dan merupakan salah satu dari sedikit UAV semacam itu di dunia.

Meskipun ukurannya kecil dan ringan, Alpagu membawa bahan peledak yang cukup untuk menetralisir target, dapat bekerja pada jarak yang sangat jauh dan dapat dengan mudah diangkut dan digunakan oleh satu tentara.

Ini juga memberikan efek kejutan yang penting dan keunggulan operasional dengan kecerdasan buatan dan kemampuan pemrosesan gambar, keheningan dan kemampuan untuk membawa bahan peledak yang dibawanya ke sasaran.

Selain kemampuannya yang unggul, Alpagu dibedakan dari pesaingnya dengan fitur-fitur seperti kemampuan untuk digunakan sebagai kawanan dan integrasi dengan berbagai platform.

Ini memiliki versi yang dapat diluncurkan dari beberapa peluncur di atas kendaraan lapis baja.

Ada juga versi Alpagu yang dapat diluncurkan dari platform udara tak berawak bersenjata.

STM sedang merencanakan versi Alpagu yang lebih besar, lebih eksplosif, lebih jauh, dan lebih cepat.

Setelah STM mengembangkan platform berukuran kecil di bawah 2 kilogram, platform yang lebih besar akan segera siap digunakan.

Setelah mengerjakan versi Alpagu yang lebih besar, platform yang dapat melibatkan lebih dari 10 kilogram dan target yang lebih besar akan diproduksi.

Setelah pengiriman mulai tahun ini, STM bertujuan untuk menciptakan keluarga produk Alpagu dengan produk yang akan terdiversifikasi mulai tahun depan.

Pelantikan HIMI Persis DKI Jakarta : Meski sedikit dikenal, jangan sampai menjadikan pesimis dalam berdakwah

[wartanusantara.idAlhamdulillah, tanggal 19 Juni 2021 telah terlaksananya Pelantikan Tasykil PW HIMI PERSIS DKI Jakarta. Sebelum acara pelantikan dilaksanakan, para Tasykil dan kader HIMI DKI Jakarta dibekali suntikan ilmu berupa sejarah dan motivasi ber-HIMI di DKI Jakarta. Pada acara penyerta ini, panitia menghadirkan narasumber yang merupakan sesepuh dan bagian dari pendiri HIMI Persis DKI Jakarta itu sendiri, yaitu ibu Euis Julaeha dan teh Irma Budiarti.


Banyak harapan-harapan yang ditaruh oleh para otonom seperti Pemudi dan PERSISTRI kepada HIMI DKI Jakarta, “Kita berharap kedepannya HIMI ini mampu menjalin kolaborasi dengan para otonom PERSIS yang lain, serta kedepannya kader HIMI mampu melanjutkan jalan dakwahnya di jenjang otonom selanjutnya” Tegas ibu Euis.

Tidak lain dan tidak bukan harapannya ini adalah menjaga agar jalan dakwah tidak terputus, sehingga kader PERSIS ini eksistensi di berbagai bidang dan mampu memberikan kontribusi terbaik khususnya di daerah ibu kota yang laju pengkaderannya terbilang belum maju karena kurangnya kesadaran para kader itu sendiri.

Selain dibekali oleh narasumber yang luar biasa, acara pelantikan ini di buka juga oleh PW PERSIS DKI Jakarta. Kurang lebih pematik yang disampaikan oleh Ust. Maftuh ialah, “Memang masih sedikit orang yang mengenal PERSIS, namun jangan sampai menjadikan pesimis dalam berdakwah. Tetap sebarkan Islam sesuai Qur’an sunnah, karena sedikit dan banyak itu bukan patokan mulia di hadapan Allah SWT”.

Setelah itu acara pelantikan PW HIMI PERSIS DKI Jakarta langsung dipimpin oeh Pimpinan Pusat HIMI PERSIS yaitu teh Annisa Nurhakim, dimana ketua PW HIMI PERSIS DKI Jakarta saat ini dipimpin oleh Fadhilah Hanifah.

Langgar Prokes, Anies Baswedan Langsung Beri Teguran dan Sanksi Terhadap Pengelola Tempat Makan

[wartanusantara.id] Gubernur Anies Baswedan bersama wakil Gubernur, Kapolda Metro Jaya, Pangdam Jaya beserta jajaran Forkopimda melakukan sidak gabungan ke daerah Kemang dan Senopati. Sidak gabungan tersebut dalam rangka pengawasan penerapakan protokol kesehatan, khususnya di tempat-tempat makan.


Hasil sidak tersebut masih terdapat pelanggaran. "Malam tadi kami masih menemukan praktik tidak bertanggungjawab dari para pengelola. Kapasitas tempat yang maksimal 50%, dilanggar," kata Anies.

Bagi pelanggar prokes, Anies langsung memberikan teguran dan sanksi.

"Seluruh pengelola tempat makan yang melanggar langsung ditegur dan diberikan sanksi, dari denda hingga penutupan sementara. Agar pengelola dapat mematuhi protokol kesehatan sesuai dengan peraturan yang berlaku di PPKM Mikro," katanya.

"Bila kita membiarkan praktik pelanggaran seperti ini terus-terusan, artinya mengirimkan orang ke rumah sakit, mengirimkan orang untuk terpapar, dan itu adalah sikap yang tidak bertanggungjawab," lanjutnya

"Mari ambil sikap bertanggungjawab, batas maksimal 50% pengunjung bukan semata-mata ketaatan pada aturan, tapi ini tentang menyelamatkan saudara sebangsa dari keterpaparan," tegasnya.

Anies mengajak para pengelola tempat makan, baik restoran, kafe, dan rumah makan untuk mengambil tanggung jawab. "Pikirkan keselamatan diri anda, keselamatan pengunjung tempat anda berusaha," ajaknya.

Anies pun meminta kepada setiap warga untuk melaporkan setiap ada pelanggaran, "jangan diam" ajaknya. 

"Kepada teman-teman, laporkan bila melihat ada pelanggaran, jangan diam. Bila anda mendatangi sebuah restoran atau rumah makan, terlihat sudah penuh, jangan paksakan masuk. Cari tempat lain yang kosong, atau lebih baik pesan antar saja dari rumah," katanya.

Sumber diolah dari Fb Anies Baswedan

Rudal anti-kapal Turki buatan lokal berhasil mencapai target dalam tes akhir

[wartanusantara.idRudal maritim pertama Turki yang diproduksi secara lokal berhasil mencapai targetnya dalam uji tembak terakhirnya, kata presiden Turki pada hari Jumat.

“Selamat kepada Angkatan Bersenjata dan Angkatan Laut Turki kami,” kata Recep Tayyip Erdogan di Twitter, juga memposting video berdurasi 58 detik yang menunjukkan uji coba penembakan rudal Atmaca.


Dalam pengujian tersebut, sebuah rudal Atmaca yang keluar dari jalur produksi mencapai target permukaan yang sebenarnya.

Juga hadir untuk uji coba bersejarah di provinsi Laut Hitam Sinop adalah Menteri Pertahanan Nasional Hulusi Akar dan komandan tertinggi.

Kepala produsen roket Roketsan mengatakan bahwa dengan Atmaca, Turki memperoleh kemampuan untuk memproduksi dan menggunakan rudal anti-kapalnya sendiri.

Murat Ikinci menambahkan bahwa rudal akan mulai dikerahkan di kapal pada akhir tahun ini.

“Ini adalah titik balik yang sangat penting bagi Angkatan Bersenjata Turki,” kata Ikinci kepada Anadolu Agency.

Roketsan memuji Atmaca sebagai rudal anti-kapal serangan presisi tinggi, jarak jauh, permukaan-ke-permukaan, presisi yang dapat diintegrasikan dengan kapal patroli, fregat, dan korvet dan diharapkan dapat menggantikan Harpoon buatan AS.

Ini menawarkan jangkauan lebih dari 200 kilometer (124 mil), menimbulkan ancaman bagi target jauh di luar jangkauan visual.



Ini juga menyediakan pembaruan target, serangan ulang, dan kemampuan membatalkan misi melalui tautan data modern.



Jumat, 18 Juni 2021

Perusahaan penerbangan Turki bangun terowongan angin subsonik besar

Perusahaan penerbangan milik negara Antariksa Turki (TAI) sedang membangun terowongan angin subsonik terbesar kedua di Eropa untuk menguji jet tempurnya.


(Foto : Hurriyet Daily)


“Terowongan angin ini dimaksudkan untuk digunakan dalam pengembangan pesawat asli, sayap putar dan sayap tetap, terutama Pesawat Tempur Turki,” kata perusahaan itu dalam siaran pers, Jumat.


Terowongan yang terdiri dari tiga bagian berbeda - besar, kecil dan terbuka - akan dilengkapi dengan perangkat pengukuran dan pengindraan teknologi canggih untuk pengujian lanjutan.


“Dengan sistem sabuk tanah bergerak terintegrasi, tes pendaratan dan lepas landas untuk pesawat hanya akan dilakukan di terowongan ini di Turki,” ungkap perusahaan itu.


Direktur TAI Temel Kotil mengatakan fasilitas itu akan menjadi satu-satunya fasilitas di Turki dalam bidang ini dengan kemampuan yang memungkinkan pengujian aeroakustik.


Sumber : Anadolu Agency Indonesia 

Sejarah Batu Nisan Pada Zaman Rosulullah Saw

[wartanusantara.id] Tempat makam rata-rata saat ini menggunakan batu nisan sebagai pertanda. Nama lengkap, tempat tanggal lahir, dan waktu meninggalnya tertera dengan jelas pada batu nisan.

Bagaimana pada zaman Rosulullah Saw?

Disebutkan dalam buku Sirah Nabawiyah berjudul Nurul Yaqin karya Muhammad Al-Khudari Bek, pada tahun pertama Hijriah saudara sepersusuan Rosulullah bernama Utsman bin Mazh'un meninggal dunia di Madinah.

(Nisan tanpa nama di Pemakaman Baqi, Madinah/foto : liputan6)

Tatkala Utsman bin Mazh'un dikebumikan, Rosulullah Saw memerintahkan agar kuburannya disiram dengan air, kemudian diletakkan di atasnya sebuah batu. Setelah itu, beliau bersabda, "Aku jadikan (batu) itu sebagai pertanda kuburan saudaraku, dan aku akan mengebumikan keluargaku yang meninggal dunia dengan cara yang sama."

 

Muhammad Al-Khudari Bek menegaskan tujuan peletakan batu nisan di atas kuburan bukan seperti orang-orang yang membuat bangunan di atasnya, kemudian diberi gambar yang kelihatan mirip dengan berhala-hala. Tujuannya supaya kaum kerabat mayit datang, lalu menyelenggarakan pesta hingga mirip dengan apa yang biasa dilakukan oleh kaum musyrikin Mekkah di tempat-tempat peribadatan mereka.

Sumber : Nurul Yaqin karya Muhammad Al-Khudari Bek

Siswa Turki dimarahi oleh intel Prancis atas penolakan 'genosida'

[wartanusantara.idSeorang siswa sekolah menengah Turki-Prancis diinterogasi oleh petugas intelijen Prancis tentang identitas Muslimnya dan atas dugaan ekstremisme setelah menolak klaim gurunya tentang peristiwa yang terjadi pada tahun 1915 di tempat yang sekarang disebut Turki.


Siswa tersebut, yang diidentifikasi sebagai Altay, menghadapi intimidasi, ancaman hukuman penjara, dan upaya untuk mengasosiasikannya dengan ekstremisme karena dia tidak menerima pernyataan gurunya di kelas sejarah pada 2 Juni, meskipun menurut hukum Prancis, menolak klaim orang Armenia itu bukanlah kejahatan.

Altay dan keluarganya, yang tidak menyebutkan nama belakang mereka karena kekhawatiran akan keselamatan mereka, menceritakan peristiwa itu kepada Anadolu Agency, mengatakan bahwa gurunya telah mengabdikan setengah dari kelas 2 jam untuk klaim Armenia, terus-menerus mengatakan bahwa orang Turki "membunuh orang Armenia. " dan warga sipil.

"Saya tidak tahan. Saya bertahan selama 40 menit dan kemudian dengan tenang mengajukan pertanyaan: 'Apakah ada bukti?' Kemudian, guru itu tiba-tiba marah dan berkata: 'Bagaimana kamu bisa mengatakan ini? Bagaimana kamu bisa menolaknya?'" kata Altay.

Dia menambahkan bahwa gurunya mengatakan dia bisa masuk penjara selama satu tahun karena kata-katanya yang diduga menyangkal "apa yang disebut" genosida Armenia, dengan administrator sekolah menelepon ayahnya untuk membahas apa yang terjadi.

Setelah melakukan beberapa penelitian, ia menemukan bahwa tidak ada komentarnya yang merupakan kejahatan di Prancis dan bahwa Pengadilan Hak Asasi Manusia Eropa (ECHR) tidak mewajibkan mendefinisikan peristiwa 1915 sebagai "genosida."

Pertanyaan tentang dugaan radikalisme, identitas Muslim


Setelah kejadian itu, Altay dipanggil seminggu kemudian oleh pihak intelijen untuk menjawab pertanyaan.

Dia mengatakan dia diperlakukan dengan baik, tetapi meskipun diberitahu bahwa dia tidak melakukan sesuatu yang ilegal, mereka mengambil nama pengguna dan kata sandi akun media sosialnya dan mengajukan pertanyaan tentang keyakinan dan praktik agamanya.

Sebagai seorang siswa yang menjalani ujian pada saat itu, Altay menekankan bahwa dia berada di bawah banyak tekanan dan, sangat khawatir tentang masa depannya, tidak dapat berkonsentrasi pada tugas sekolah.

Pembatasan kebebasan berbicara


Ayah Altay, Aydin mengatakan bahwa selama pertemuannya dengan kepala sekolah putranya, dia diberitahu bahwa remaja itu "menghadapi insiden yang sangat buruk," dan bahwa dia dapat didenda atau dipenjara.

Para administrator "melebih-lebihkan insiden itu" selama konferensi, katanya. Sebagai tanggapan, Aydin menggarisbawahi bahwa di Prancis, "orang memiliki kebebasan berbicara" dan keberatan jika mereka membatasi kebebasan berekspresi putranya.

"Jika dia melakukan kejahatan besar seperti itu, mengapa Anda tidak memberikan hukuman disiplin?" Aydin mengatakan dia memberi tahu kepala sekolah, yang mengatakan itu tidak mungkin.

"Saya berkata: 'Tetapi Anda menyampaikan semuanya kepada otoritas tinggi, mengapa Anda tidak menghukumnya? Jika dia bersalah, maka Anda perlu menghukumnya.' Kemudian mereka diam. Mereka tidak mengatakan apa-apa."

“Sejak hari itu, saya mengalami sedikit depresi. Karena saya sangat khawatir, mereka memberi saya cuti dari pekerjaan. Kondisi mental anak saya juga memburuk. Tidak ada yang datang untuk mendukung kami dalam masalah ini di Prancis, hanya saya rekan kerja di tempat kerja mendukung saya, tidak ada orang lain ... Tidak ada seorang pun dari pemerintah Prancis yang menelepon saya."

Ibu Altay, Aysel juga mengungkapkan bahwa dia sangat khawatir tentang masa depan putranya setelah kejadian itu.

Sikap Turki pada peristiwa 1915


Posisi Turki pada peristiwa 1915 adalah bahwa kematian orang-orang Armenia di Anatolia timur terjadi ketika beberapa pihak berpihak pada invasi Rusia dan memberontak melawan pasukan Utsmaniyah. Relokasi berikutnya dari orang-orang Armenia mengakibatkan banyak korban.

Turki keberatan dengan penyajian insiden ini sebagai "genosida," menggambarkan mereka sebagai tragedi di mana kedua belah pihak menderita korban.

Kasus COVID-19 Melonjak Lagi, Netty Aher Meminta Pemerintah Waspada dan Bergerak Cepat

[wartanusantara.idJakarta - Anggota Komisi IX DPR RI Netty Prasetiyani Aher meminta  pemerintah waspada dan  bergerak cepat mengatasi lonjakan kasus COVID-19 yang terjadi  di sejumlah daerah. Netty  menekankan pentingnya 3T (testing, tracing dan treatmen) dan penegakan prokes. 


"Jika diukur per kota atau kabupaten, saya yakin banyak daerah yang kapasitas testnya masih di bawah standar global.  Padahal testing dan tracing ini sangat penting untuk menekan potensi penularan. Lonjakan kasus ini harus jadi alarm bagi pemerintah untuk waspada dan segera bergerak cepat melakukan  langkah antisipasi dengan  meningkatkan testing.  Jangan sampai kita baru gelagapan setelah semakin banyak  daerah zona merah," katanya, Kamis (17/06/2021). 

Sebagaimana diberitakan, Satgas COVID-19 menyebutkan per 15 Juni 2021, zona merah sudah menjadi 29 kabupaten/kota, paling banyak di Pulau Sumatera yaitu 17 kabupaten/kota.  Jawa tengah menjadi provinsi dengan jumlah daerah zona merah paling banyak, yaitu Wonogiri, Kudus, Grobogan, Tegal, Sragen, Semarang, Jepara. 

Netty meminta pemerintah memastikan   fasilitas kesehatan siap dalam merespon lonjakan kasus di berbagai daerah. “Siapkan kapasitas rumah sakit yang mencukupi, terutama di daerah zona merah.  Rumah sakit  di daerah yang bukan zona merah juga harus disiapkan  untuk membantu menangani pasien. Tingkat keterisian tempat tidur atau Bed Occupancy Ratio (BOR) di setiap daerah harus terus dimonitor," katanya. 

Netty juga mengingatkan pemerintah untuk memperhatikan ketersediaan  dokter,  tenaga kesehatan dan petugas pendukung lainnya seperti petugas pengurusan jenazah dan petugas pembuangan limbah medis. 

"Kita tidak ingin menambah masalah ikutan akibat kurang antisipatif. Misalnya, saat terjadi lonjakan  di Kudus, di sana kekurangan  petugas pengubur jenazah sehingga terjadi antrean jenazah yang belum dikubur. Begitu juga dengan kesiapan  petugas yang menangani limbah medis agar jangan tercecer di sembarang tempat,” ujar Netty. 

Selain ketersediaan dokter dan tenaga kesehatan, Netty juga meminta pemerintah memikirkan jam kerja dan APD tenaga kesehatan. "Jangan sampai mereka bekerja melampaui kemampuan dan menggunakan  alat perlindungan diri yang tidak standar," kata Netty. 

Terakhir, Netty meminta pemerintah mengkaji kemungkinan pemberlakuan  lockdown total guna mengendalikan kasus.

“Ancaman COVID-19 ini nyata dan makin masif. Varian baru telah dikonfirmasi masuk ke Indonesia. Pemerintah perlu memikirkan kemungkinan memberlakukan  lockdown total guna mengendalikan lonjakan kasus," ujarnya. 

Menurut Netty, Pemerintah harus lebih ketat dalam mengawasi penerapan prokes di tempat umum agar, jangan sampai masyarakat mengalami pandemic fatigue (kelelahan akan pandemi). 

"Masyarakat dapat mengalami kelelahan akan pandemi  akibat  ketidakpastian kapan berakhirnya,  sehingga mulai tidak mematuhi protokol pencegahan penyebaran virus Corona. Ini dapat menjadi situasi yang berbahaya. Oleh karena  itu pemerintah tidak boleh lengah dan lelah dalam memantau penegakan prokes.  Sosialisasi dan edukasi masif kepada masyarakat harus terus dilakukan," katanya.

Kamis, 17 Juni 2021

Erdogan : Turki tidak akan mengubah arah pada F-35 dan S-400

[wartanusantara.idPresiden Turki Recep Tayyip Erdogan telah mengatakan kepada mitranya dari AS bahwa Ankara tidak akan mengubah arah pada jet siluman F-35 dan sistem pertahanan rudal S-400 Rusia, katanya pada hari Kamis.

(Foto : Anadolu Agency)

“Saya mengatakan kepada (Joe Biden), jangan berharap kami, sebagai Turki, mengambil langkah berbeda pada masalah F-35 atau S-400 karena kami melakukan bagian kami pada F-35,” kata Erdogan kepada wartawan di Ibu kota Azerbaijan, Baku, mengacu pada pertemuan tatap muka baru-baru ini dengan presiden AS pada KTT NATO hari Senin di Brussels.


Erdogan juga menggarisbawahi bahwa itu adalah "kesalahan bersejarah" bagi sebuah negara untuk mendukung kelompok teroris yang dilawan oleh sekutunya, alih-alih berpihak pada sekutunya yang menjadi sasaran terorisme.

Dia menambahkan bahwa Moskow sedang "membantu" dalam pembukaan koridor Zangezur antara bagian barat Azerbaijan dan daerah otonomi Nakhchivan, dan mengatakan dia akan segera bertemu dengan Presiden Rusia Vladimir Putin.

Zangezur adalah bagian dari Azerbaijan, tetapi pada 1920-an, Soviet memberikan wilayah itu kepada Armenia. Dengan ini, Azerbaijan kehilangan hubungannya dengan Nakhchivan, sebuah republik otonom, dan beberapa bagian rel kereta api antara kedua wilayah dihancurkan.

Setelah bagian-bagian itu diperbaiki, Azerbaijan akan dapat mencapai Iran, Armenia, dan eksklave Nakhchivan tanpa gangguan dengan kereta api.

Tak Terima 3 Nelayan Aceh Penyelamat Warga Rohingya Dihukum Penjara 5 Tahun, Fadli Zon : Harusnya Diberi Penghargaan

[wartanusantara.id] Dilansir dari laman serambinews, Majelis Hakim PN Lhoksukon menggelar sidang pembacaan amar putusan terhadap tiga terdakwa (nelayan Aceh utara) yang menyelamatkan puluhan warga etnis Rohingya di tengah laut pada tahun 2020.


Tiga terdakwa dalam kasus itu dihukum masing-masing 5 tahun penjara dan denda Rp 500 juta, subsidair satu bulan kurungan.

3 terdakwa dinilai telah melanggar Pasal 120 ayat (1) Undang-undang Nomor 6 tahun 2011 tentang Keimigrasian JunctoPasal 55 KUHPidana.

Putusan hakim tersebut dikecam keras oleh Fadli Zon. Ia menilai seharusnya 3 nelayan tersebut diberi penghargaan karena melaksanakan amanat Pancasila.


"3 Nelayan Aceh ini menyelamatkan warga Rohingya harusnya diberi penghargaan krn melaksanakan amanat Pancasila, kemanusiaan yang adil dan beradab. Kok malah dihukum," kata Fadli melalui cuitannya di twitternya.


Turki memulai pembangunan korvet kelas Ada ke-4 untuk Pakistan

[wartanusantara.idUpacara pemotongan baja untuk korvet keempat buatan Turki yang dirancang untuk angkatan laut Pakistan diadakan di kota pelabuhan selatan Karachi, Selasa.

(Foto : Anadolu Agency)

Upacara di Karachi Shipyard and Engineering Works – divisi pembuatan kapal khusus Angkatan Laut Pakistan – dihadiri oleh Kepala Angkatan Laut Pakistan Laksamana Amjad Khan Niazi, Esad Akgün, chief executive officer dari perusahaan pertahanan milik negara Turki ASFAT, dan pejabat senior lainnya dari keduanya. negara.

Pada Juli 2018, Angkatan Laut Pakistan menandatangani kontrak untuk akuisisi empat kapal kelas Ada MILGEM (Kapal Nasional) dengan perusahaan pertahanan milik negara Turki ASFAT.

Menurut rencana, dua korvet akan dibangun di Turki dan dua lainnya di Pakistan, yang juga akan mencakup transfer teknologi.

Pada upacara tersebut, Niazi memuji ASFAT karena mencapai tonggak sejarah ini meskipun ada dampak global dari pandemi virus corona.

Dia memuji kerja sama Angkatan Laut Pakistan, ASFAT, Galangan Kapal Karachi dan Kementerian Produksi Pertahanan untuk pembangunan kapal perang tersebut.

Panglima angkatan laut juga berterima kasih kepada Ankara atas bantuan dan kerja samanya di bidang pertahanan dan keamanan.

Niazi mengatakan bahwa acara hari Selasa adalah momen yang menentukan untuk lebih mempererat ikatan persahabatan antara kedua negara yang selaras secara strategis dengan nilai, budaya, dan prinsip yang sama.

Korvet-korvet ini akan dilengkapi dengan senjata dan sensor permukaan, sub-permukaan dan anti-udara yang canggih, yang terintegrasi melalui sistem manajemen tempur pusat jaringan yang canggih.

“Induksi Korvet MILGEM akan secara signifikan meningkatkan kemampuan pertahanan dan pencegahan maritim Angkatan Laut Pakistan. Korvet ini akan menjadi elemen inti dari respons kinetik Angkatan Laut Pakistan terhadap tantangan tradisional dan nontradisional dan untuk menjaga keseimbangan kekuatan di Wilayah Samudra Hindia,” kata pernyataan dari Angkatan Laut Pakistan.

'Persaudaraan yang mengakar'


Akgün dalam sambutannya mengatakan bahwa dengan peletakan batu pertama korvet keempat, proyek tersebut memasuki fase pembangunan keempat kapal secara bersamaan.

Terlepas dari kemunduran pandemi, katanya, ASFAT melakukan "segala sesuatu yang mungkin dilakukan secara manusiawi untuk menyelesaikan proyek tepat waktu dan sesuai anggaran."

Pengarahan tentang proyek MILGEM yang sedang berlangsung, dia mengatakan produksi dan pemasangan sekitar 32 blok di slipway telah selesai, baik di Karachi dan Istanbul.

Dari 32 blok tersebut, lanjutnya, 23 diproduksi dan dipasang di Istanbul, sedangkan sembilan sisanya di Karachi.

14 blok lainnya telah diproduksi di Turki, dan siap dipasang, tambahnya.

Sekitar 38 blok sedang dibangun di Pakistan.

Sebanyak 1.600 ton baja, lanjut dia, sudah diproses.

"Dengan 19 pengapalan, lebih dari 2.000 dokumen, 145 kontainer dan hampir 3.800 ton material dan peralatan telah dikirim ke Karachi," katanya.

"Setiap acara (seperti ini) adalah pelat baja lain yang dilas ke akar persaudaraan kita," kata Akgün.

Kapal-kapal canggih


Kapal MILGEM memiliki panjang 99 meter (325 kaki) dengan kapasitas perpindahan 24,00 ton dan dapat bergerak dengan kecepatan 29 mil laut.

Fregat tempur anti-kapal selam MILGEM, yang dapat disembunyikan dari radar, akan semakin meningkatkan kemampuan pertahanan Angkatan Laut Pakistan.

Pada Oktober 2019, Presiden Recep Tayyip Erdoğan bersama dengan Kepala Angkatan Laut Pakistan saat itu Laksamana Zafar Mahmood Abbasi telah memotong pelat logam pertama dari korvet kelas MILGEM Ada selama upacara di Istanbul.

Turki adalah satu dari hanya 10 negara di dunia yang dapat merancang, membangun, dan memelihara kapal perang menggunakan kemampuan nasionalnya.

Sumber : Daily Sabah

Selasa, 15 Juni 2021

4 Keberhasilan Politik Presiden Recep Tayyip Erdogan Dalam KTT NATO

[wartanusantara.id] KTT NATO yang dihadiri oleh kepala Negara anggota dan pemerintah telah dimulai hari Senin di Brussels.


Para pemimpin NATO telah mengadakan pertemuan bilateral di sela-sela KTT. Ini juga pertama kalinya Presiden AS Joe Biden menyapa Presiden Turki Erdogan.

Setelah pertemuan, Presiden AS Joe Biden mengatakan dia mengadakan "pertemuan yang sangat baik" dengan timpalannya dari Turki Recep Tayyip Erdogan pada hari Senin.

Sumber diolah dari Anadolu Agency English

Komentar  Hasmi Bakhtiar, Pengamat Politik Dunia Islam 


Biden datang menyapa Erdogan setelah hubungan keduanya kurang harmonis terutama terkait issue Armenia. Terima atau tidak, Biden harus legowo memahami posisi Turkey saat ini termasuk di NATO. Turkey hari ini bukan lagi seperti Turkey dua dekade silam.

Sejak dulu Amerika selalu menganggap Turkey tidak lebih dari negara jongos. Pejabat Turkey harus tunduk pada kemauan Amrik. Ini foto Clinton bertemu mantan PM Turkey, Bülent Ecevit sang anak idiologis Attaturk.


Setelah ribut dengan Macron karena Macron memakai istilah teroris islamis yang membuat hubungan Ankara-Paris seperti akan perang, bahkan Erdogan mengatakan Macron sakit jiwa dan melakukan kampanye boikot Perancis. Hari ini Erdogan juga bertemu Macron.


Kata Erdogan, tadi Macron bilang ke saya begini: mana mungkin saya benci Islam. Ini saya sampaikan kepada anda sebagai kawan. Hehehe

1. Erdogan berhasil menyampaikan pesannya secara langsung kepada pemimpin NATO bahwa Turkey adalah penjaga NATO. Jadi, permusuhan kepada dirinya dan Turkey justru akan merugikan NATO. Tingkat kebutuhan NATO kepada Turkey lebih besar dibanding kebutuhan Turkey kepada NATO.

2. Erdogan berhasil membuka suasana baru dg Biden setelah kemaren tegang. Bagaimanapun Amrik adalah negara penting di Kawasan dan dunia. Walau gw lihat Erdogan lebih memilih jalan pintas. Maksud gw, Erdogan langsung membuka kerja sama tanpa menyelesaikan konflik yang ada.

3. Erdogan berhasil  menurunkan tensi Ankara dg Washington dan Paris. Ini akan berdampak positif bagi langkah Turkey di Libya, Mediteranian dan Afrika juga akan berdampak positif bagi politik dalam negeri Turkey. Ini cukup baik bagi Erdogan yg ingin fokus pemilu.

4. NATO memakan semua kartu Turkey dengan imbalan Turkey lebih serius memainkan perannya sebagai anggota NATO dalam menghadapi sepak terjang Rusia dan China. Erdogan tentu senang diberi tugas ini. Sejak dulu Erdogan terbiasa bermain di mulut buas Putin.

Sumber : Tweet Hasmi Bakhtiar