Friday, April 19, 2019

Daftar Kesalahan Input Data di Website KPU pada Pemilu 2019

Pada kiriman ini akan kami daftar secara bertahap daftar kesalahan input data di website KPU jika dibandingkan dengan data sebenarnya dari scan atau salinan C1.

Kesalahan Input Data di KPU

Kami berharap daftar berikut bisa dijadikan rujukan untuk KPU dan masyarakat untuk mendapatkan hasil dari Pemilu 2019 yang jujur dan adil. Data di atas adalah satu contoh kesalahan input data di website KPU.

Thursday, April 11, 2019

Gen Harum Foundation Salurkan bantuan untuk Korban Banjir Indramayu

Gen Harum Indonesia , Qonita Wisata dan SMP Juara Witautama menyalurkan bantuan berupa beras, mie instan, sarden, biskuit, roti, nasi bungkus, air mineral dan kebutuhan bayi dan yang lainnya, untuk korban terdampak banjir akibat meluapnya sungai cimanuk di beberapa posko seperti, Pagirikan, Plumbon dan Kenanga selain itu door to door menyambangi warga yang belum mengungsi di Kabupaten Indramayu, Jawa Barat.


Bantun tersebut langsung diberikan oleh Ketua Gen Harum Indonesia, Sudirman  untuk korban terdampak melalui Koordinator Posko, Bapak Agus selaku ketua RT Graha Artha didampingi para pengungsi. Sebagai Lembaga yang bergerak di bidang sosial Gen Harum Indonesia sangat peduli kepada masyarakat di Indramayu terutama warga yang terdampak banjir. Dalam hal ini, respons bantuan bencana alam merupakan bagian dari tugas Gen Harum Indonesia selain tugas pokoknya.

Kepala SMP Wirautama Patrol yang merupakan sekolah dibawah naungan Gen Harum Indonesia, Sutarno Rabu (10/4) mengatakan, bantuan yang diberikan ini sebagai kepedulian terhadap bencana alam banjir akibat meluapnya sungai cimanuk di Indramayu. “Bantuan yang kami berikan berupa sembako dan kebutuhan lain, agar bisa meringankan beban dari pada para korban,” jelasnya.

Menurut dia, pemberian bantuan ini akan menjadi program untuk selanjutnya dalam bencana-bencana alam apabila terjadi di berbagai daerah di Indonesia. “Kami akan selalu merespons seperti ini apabila ada bencana. Dan ini menjadi kegiatan rutin serta menjadi program Gen Harum Indonesia ke depan guna meringankan beban para korban,” tuturnya.

Ia menambahkan, bantuan tersebut diserahkan kepada beberapa posko, yaitu Posko  di Desa Pagirikan, Posko Kenanga dan Posko Plumbon sesuai dengan informasi yang diterima dari posko induk yang ada di BNPB.

Terakhir berharap semoga banjir ini bisa diambil hikmahnya dan korban banjir semoga diberikan ketabahan dan kesabaran menghadapi musibah banjir. Semoga cepat surut banjirnya.

OSIS SMP Pesantren Al-Urwatul Wutsqo Salurkan Bantuan Untuk Korban Banjir Indramayu

Indramayu - Jawa Barat, musibah banjir akibat luapan air sungai cimanuk yang menyebabkan rumah-rumah warga terendam, membuat siswa SMP Pesantren Al-Urwatul Wutsqo yang tergabung dalam Organisasi Siswa Intra Sekolah (OSIS) pada Kamis (11/4/2019) menyalurkan bantuan berupa makanan dan minuman siap saji hasil dari penggalangan dana kepada warga yang terkena banjir di Desa Penganjang dan Desa Babadan Kecamatan Sindang.

Kegiatan aksi sosial siswa SMP Pesantren Al-Urwatul Wutsqo selain didampingi langsung oleh Kepala Sekolahnya Ibu Eva Zulviatus Salihah, S.Sos.I., mereka pun turun langsung ke rumah-rumah warga untuk menyalurkan bantuan.

Eva Zulviatus Salihah, S.Sos.I., menuturkan bahwa aksi sosial ini diinisiasi langsung oleh anak-anak yang tergabung dalam OSIS SMP Pesantren Al-Urwatul Wutsqo. Siswa kami setiap ada peristiwa bencana alam atau tragedi kemanusiaan, senantiasa melakukan aksi sosial dengan penggalangan dana, istighosah (doa bersama) serta  menyalurkan bantuan langsung. Semoga amal baik dengan simpati dan empati pada sesama ini menjadi nilai yang tertanam paten dalam jiwa anak-anak, tuturnya.

Muhammad Ayasy selaku ketua OSIS SMP Pesantren Al-Urwatul Wutsqo mengaku bahwa dirinya bersama anggota OSIS lainnya merasa terharu bercampur senang bisa turut serta menyalurkan bantuan secara langsung kepada warga, walaupun hanya bisa membagikan 130 paket makanan dan minuman siap saji.

Semoga warga yang ditimpa musibah bisa bersabar sambil berdoa bersama agar musibah ini segera berakhir serta mampu mengamil hikmahnya, lanjut Muhammad Ayasy.

Tuesday, April 2, 2019

Wake-Up Call Bagi Erdogan

Oleh Ahmad Dzakirin
Secara umum, AKP memenangi pemilu lokal kali ini. AKP bersama blok Aliansi Rakyat memperoleh 51, 6 persen sedangkan seterunya CHP bersama Aliansi Nasional menangguk 37,59 persen suara.
Namun pemilu kali ini menjadi pukulan bagi Erdogan dan AKP yang telah berkuasa hampir dua dekade. AKP kalah di dua kota besar, Istanbul dan Ankara sebaliknya kubu oposisi tetap mengendalikan kontrol atas kota terbesar ketiga, Izmir.

Belum lagi, AKP juga kehilangan kontrol atas kota wisata Antalya, Mersin kota pelabuhan utama, Bolu, Bilecik, Sinop dan Ardahan. Di luar itu, AKP terpaksa harus menyerahkan setidaknya 4 kota kepada sekutu politiknya, MHP, diantaranya Erzurum.
CHP memenangkan pemilu di kawasan Barat dan pantai mediterannian yang secara ekonomi lebih makmur ketimbang Anatolia Tengah dan Timur. Ekonomi Istanbul sendiri mencakup 31 persen GDP Turki.
“Kekalahan” serupa juga pernah dialami AKP dalam pemilu lokal 2009 karena hanya mendapatkan total 39 persen, namun bedanya, AKP masih tetap mempertahankan kendalinya atas kota-kota penting di Turki.
Pemilu lokal 2009 dan 2019 dilatari dua peristiwa penting sebelumnya, yakni krisis finansial dunia pada 2008 dan krisis ekonomi Turki pada 2018 yang ditandai kejatuhan mata uang lira di tengah citra sukses ekonomi dalam kepemimpinan AKP yang tidak terganggu selama 16 tahun.
Hanya bedanya, ada dua elan yang setidaknya mampu ditunjukkan Erdogan untuk melakukan pemulihan: pertama, dia mengakui kesalahannya menominasikan calon-calon lokal yang dipandang kurang populer dan kedua, lebih besar dari itu, kesiapannya untuk memperbaiki kinerja AKP.
Dengan dua peristiwa itu, kemerosotan suara AKP, walau tidak sampai merontokkan dominasi politik partai itu di tingkat nasional, selalu ditandai dengan alat ukur tunggal, bagaimana mereka menangani problem ekonomi.
Ini adalah pertanyaan krusial yang harus dijawab dalam setiap kontestasi demokrasi. Jatuh bangunnya partai politik di negara-negara barat selalu ditandai dengan faktor-faktor di atas. Berjaya seiring membaiknya ekonomi dan sebaliknya jatuh karena jebloknya performa ekonomi pemerintah.
Ini cara kita memahami logika demokrasi. Pada akhirnya output demokrasi ada dalam akuntabilitas penyelenggara negara dan cara terbaiknya ada dalam indikator kinerja pemerintah secara politik dan ekonomi.
Tentu dalam praktiknya ada anomali. Anomali merupakan keadaan eksepsional (luar biasa) yang banyak didorong oleh faktor-faktor yang cenderung irasional. Trump naik karena sukses menciptakan pabrik ketakutan tentang acaman Islam. Sebagaimana sebelumnya peristiwa 9/11 menyatukan rakyat Amerika untuk kembali memilih George Bush. Publik tidak lagi berbicara tentang etik dan kinerja politik karena dalam persepsi mereka ada ancaman lebih besar dan bersifat eksistensial.
Dalam konteks Turki, eksistensi Erdogan mencerminkan eksepsionalitas dan sekaligus anomali. Sukses AKP telah mentrasformasi dirinya menjadi pemimpin dan sosok politik yang tidak tergantikan. Erdogan telah mengalami rejimentasi dan berubah menjadi institusi politik.
Pada satu sisi, “institusionalisasi” Erdogan telah menyelamatkan AKP dalam pemilu nasional pada 2018 dan juga pemilu lokal kali ini. Rakyat masih mendengar tuah Erdogan untuk mendukung para kandidat pemimpin lokal yang diajukannya, walapun kinerja ekonominya secara nasional memburuk. Hanya saja, pada saat bersamaan, juga menciptakan pelbagai anomali.
Akibat tidak terelakkan, Erdogan tidak menyediakan ruang kritik bagi dirinya. Erdogan mulai tidak nyaman dengan pelbagai perbedaan pendapat dari para koleganya. Model ini tidak hanya menyebabkan AKP kehilangan suara dari luar basisnya, namun juga dukungan dari sahabat terdekatnya. Mulai dari Abdullatif Sener, Abdullah Gul, Ahmed Davutoglu, Bülent Arınç.
Kendati banyak berbeda pandangan dengan Erdogan saat menjabat Presiden, Gul lebih menampakkan diri sebagai sosok pasifis. Dia menarik diri dan menghindari konflik terbuka dengan Erdogan. Sebelumnya, Gul pada 2003 mundur untuk memberi jalan Erdogan menduduki jabatannya sebagai PM. Dia cukup berpuas diri menjadi Deputi PM dan Menlu setelah itu.
Setelah usai kepresidenannya, Gul menarik diri dari gelanggang politik. Di mata oposisi, dia selalu dilihat sebagai penantang potensial Erdogan, oleh karena itu, dua kali ditawari sebagai kandidat presiden pada 2014 dan 2018. Namun, dia menolak.
Pelbagai perubahan peraturan dan bahkan amandemen kontitusi dapat dibaca sebagai cara Erdogan untuk mempertahankan posisinya di eksekutif, termasuk korbannya Ahmet Davutoglu. Dia tidak hanya kehilangan posisi sebagai PM, namun juga ketua AKP. Kendali partai ini secara penuh diambil alih langsung oleh Erdogan. Dan lebih buruk lagi, pendiri AKP, Abdullatif Sener, mantan menteri dan sekaligus kritikus Erdogan harus mendekam di penjara karena didakwa menghina Erdogan.
Implikasinya, ketika Erdogan tidak nyaman dengan para sahabatnya yang berbeda pandangan dan kemudian menjauhkannya, maka Erdogan sebenarnya sedang menarik orang-orang yang hanya berkata hal-hal yang baik dan menyenangkan dirinya. Erdogan pada akhirnya hanya meninggalkan para hardcore politik yang ABS (Asal Bapak Senang). Atau setidaknya para senior AKP yang memiliki pola pendekatan yang sama. Dan ini adalah awal kecelakaan politik.
Ironisnya, kondisi ini seperti De Ja Vu bagi Erdogan dan kawan-kawan karena semangat awal didirikannya AKP adalah protes atas kecenderungan politbiro dalam tubuh Islamis. Pendahulunya, Erbakan dianggap otoriter sehingga pelbagai keputusannya dianggap tidak sejalan dengan realitas politik.
Jika para sahabat dekat selama ini berdiam diri (tawaquf) untuk memberi ruang yang luas bagi Erdogan untuk bermanuver, namun saya cukup yakin jika pada saatnya mereka akan kembali dalam gelanggang politik, bukan sebagai sahabat, namun sebagai penantang politik.
Dalam konteks ini, ketergerusan AKP seperti sebagai sinyal, ternyata dimulai dari Istanbul, kota yang menjadi ikon kebangkitan AKP dan Politik Islam. AKP bangkit secara politik karena citra Erdogan sebagai walikota yang berhasil menjawab pelbagai permasalahan krusial kota besar, seperti transportasi, ketersedian air bersih, pelayanan publik yang prima.
Dan sebagai bagian dari proses itu, kebangkitan dan kemunduran elektoral itu biasanya diawali kalangan muda dan urban, kelompok menengah perkotaan yang kritis atas hak dan harapan politik mereka.
Jika malam menjelang kudeta 2016, saya berdoa agar Allah SWT menyelamatkan Erdogan dari ancaman kudeta karena bagi saya, Erdogan menjadi last frontier (benteng terakhir) dunia Islam dan jatuhnya Erdogan akan mengakhiri eksperimentasi politik umat Islam, maka saya kini juga berdoa agar Erdogan mengubah pendekatan politiknya yang lebih rekonsiliatif dan mengedepankan kebijakan politik yang lebih rasional. Karena kedua hal ini adalah jalan dan logika demokrasi.
Itu berarti, ada setidaknya dua hal yang harus dilakukan Erdogan:
Pertama, meninggalkan gaya politik agitatif, menciptakan polarisasi dan lebih banyak merangkul teman seperti gaya kepemimpinannya dalam satu dekade pertama.
Gaya kepemimpinan impulsif menjadi problem kepemimpinan Erdogan sekarang ini, hal yang tampak berbeda dalam model kepemimpinannya sebelumnya.
Kedua, Erdogan harus serius menyiapkan estafeta kepemimpinan dengan pelbagai karakter di atas setidaknya hingga 2023. Turki dengan proyek besarnya membutuhkan penyegaran kepemimpinan dengan ide-idenya yang lebih aktual dari rahim umat dan gerakan Islam.
Bagaimanapun, Turki setidaknya telah menuju ke arah yang benar. Relijiusitas telah menjadi urat nadi kehidupan mereka secara sosial dan politik sehingga CHP, partai super sekuler pada akhirnya harus berkompromi dengan realitas tersebut.
Kendati diprotes kalangan sekuler, Kemal Kilicdaroglu lebih memilih Ekrem Imamoglu seorang Muslim taat sebagai penantang Binali Yildirim, kandidat AKP untuk Istanbul.
Wallahu A'lam.

Sumber : Fb Penulis

Monday, April 1, 2019

Analisa Hasil Pilkada Turki

Oleh Tengku Zulkifli Usman

Secara umum kekuatan ril politik di turki pasca pilkada kemarin masih ditangan Erdogan dan AKP.
Walaupun secara angka AKP hanya meraih 47% dan kalau digabung dengan semua suara koalisi masih di angka 52%. Ini hasil yang bagus. Ini angka yang sama saat Erdogan memenangkan Pilpres tahun lalu.

Istanbul masih ditangan AKP walaupun menang tipis, Yildirim berhasil menyingkirkan Imamoglu yang merupakan salah satu calon presiden turki kedepan dari CHP.
Di ankara, kekalahan AKP memang sudah terbaca dari awal, semua data yang sudah pernah kita publish beberapa bulan lalu menunjukkan Ozhesaki bakal kalah dari Mansur Yavas.
Ankara adalah kota terbesar kedua setelah istanbul, ada hampir 5 juta suara disana, disusul dengan Izmir dengan 3,5jt pemilih. Istanbul sendiri punya 11 juta pemilih kira2 satu setengah kali DPT DKI jakarta.
Sejak awal tahun 2019, perkiraan pilkada ini memang sangat panas, terutama setelah perang ekonomi antara turki dan AS, oposisi seolah dapat amunisi.
Antalya juga jatuh ke tangan oposisi, sama dengan ankara, antalya dan ankara meskipun kalah, kepala kepala kampungnya masih AKP dan DPRD nya juga masih 80% lebih dari AKP. Secara ril AKP masih kuat disana.
Kalau melihat secara keseluruhan, khususnya kota kota besar turki. Istanbul, ankara, antalya, bursa, izmir dan adana. Secara ril AKP masih jadi penguasa disana.
Kekalahan di ankara bisa jadi karena AKP salah menurunkan calon, Ozhesaki adalah mantan menteri yang masih kurang mengakar, lain cerita kalau sampai yang dicalonkan adalah tokoh model Suleyman Soylu atau Bekir Bozdag, tapi ala kulli hal ankara masih dalam genggaman, Ozhesaki juga hanya kalah tipis kali ini.
Di istanbul, hampir tidak ada calon lain sekuat Binali Yildirim, AKP tepat memasang dia disana, justru CHP secara ril mengalami kekalahan telak disana, karena Imamoglu adalah calon pemimpin masa depan yang akan stuck kedepan gara gara kalah disini.
Dengan hasil yang dicapai AKP dan koalisinya saat ini yang masih diatas 50%, posisi Erdogan dan AKP masih cukup aman dalam mempertahankan kursi presiden 2023, bisa dibilang, hasil pilkada ini mengembalikan posisi Erdogan ke 2017 saat menang dalam referendum konstitusi turki menuju sistem presidensial yang kala itu AKP juga menang, yang meilih"evet" kala itu 51,8%.
Dengan kondisi turki saat ini yang bertubi tubi dihadapkan pada masalah konspirasi, hasil pilkada ini menunjukkan bahwa rakyat masih dengan meyakinkan mempercayakan masa depan turki kepada AKP.
Pilkada ini nilai lebihnya lagi adalah berjalan dengan sangat jujur dan demokratis. ini lebih mahal harganya ketimbang hanya soal angka angka. Mulai dari orang sakit sampai pengungsi suriah dikasih hak memilih dan difasilitasi dengan baik sesuai hukum yang berlaku.
Saya melihat hasil pilkada ini adalah titik balik evaluasi AKP setah dua dekade memegang turki, naik turun itu biasa, namanya demokrasi persaingannya memang sangat ketat. AKP dan erdogan pasti akan mengevaluasi besar besaran hasil pilkada ini, itu kemarin yang dia sampaikan dalam pidatonya dalam menyikapi hasil pilkada ini, Erdogan tidak mencari kambing hitam, Erdogan mengatakan samua hasil ini adalah tanggungjawab dia sebagai pimpinan AKP.
Selamat kepada rakyat turki, ini pemilu ke 5 kali dimana Erdogan dan AKP masih diberikan kepercayaan dan hati rakyat untuk melanjutkan pembangunan turki kedepan.

Konsep Al Mawardi Dalam Pemikiran Ekonominya

Oleh : Fia Kumala

Seperti yang diketahui bahwa salah satu tokoh islam Abu Al Hasan Ali Bin Muhammad bin Habib Al Mawardi Al Basri Al Syafii,banyak dikenal dengan nama Al Mawardi dengan kehebatan pemikiran ekonominya.
(Bagdad zaman dulu/tribunnews)

Al Mawardi merupakan seorang yang memilki ilmu yang sangat luas,hingga tokkoh besar mazhab syafi’i dipercaya dengan memangku jabatan qadhi(hakim). Al Mawardi hidup dimasa dunia islam yang terbagi menjadi tiga dinasti yang saling bermusuhan , yaitu dinasti Abbasiyah di Mesir,Dinasti Umayyah ll di Andalusia dan dinasti Abbasiyah di Bagdad.Namun dengan kekuasaan yang dimiliki Al Mawardi,bahkan para penguasa Bani Buwaihi,selaku pemegang kekuasaan pemerintahan Baghdad,menjadikannya sebagai mediator mereka dengan musuh-musuhnya.

Pemikiran Ekonomi

Ada Tiga Karya tulis dari Al Mawardi,adapun karyanya adalah sebagai berikut:

1. Kitab Adab ad-Dunya wa ad-Din : di paparkan tentang perilaku ekonomi seorang muslim serta empat jenis mata pencaharian utama,yaitu pertanian, peternakan,perdagangan dan industri.
2. Kitab Al-Hawi : dalam salah satu bagian kitab Al Mawardi secara khusus membahas tentang mudhorobah dalam pandangan berbagai madzhab.
3. Kitab al Ahkam as- Sulthaniyyah : Banyak menguraikan tentang sistem pemerintahan dan administrasi negara islam,seperti hak dan kewajiban penguasa terhadap rakyat, berbagai lembaga negara,penerimaan dan pengeluaran negara serta institusi hisbah.

Al mawardi menempatkan pembahasan ekonomi dan keuangan negara secara khusus pada bab 11,12, dan 13 di kitab al ahkam yang masing-masing membhas tentang harta sedekah,harta fai dan ganimmah,serta harta jiziyah dan kharaj.

Negara dan Aktiviatas Ekonomi

Al Mawardi berpendapat bahwa pelaksanaan Imamah ( Kepemimpinan politik keagamaan) merupakan kekuasaan mutlak (absolut) dan pembentukannya  merupakan keharusan demi terpeliharannya agama dan pengelolaan dunia.

Selanjutnya, Al Mawardi berpendapat bahwa negara harus menyediakan infrastruktur yang diperlukan bagi perkembangan ekonomi dan kesejahteraan umum,menurutnya

“ Jika hidup dikota menjadi tidak mungkin karena tidak berfungsinya fasilitas sumber air minum atau rusaknya tembok kota,maka negara bertanggung jawab untuk memperbaikinya dan jika tidak memiliki dana,negara harus menemukan jalan untuk memperolehnya”

Al Mawardi menegaskan bahwa negara wajib mengatur dan membiayai pembelanjaan yang dibutuhkan oleh layanan publik karena setiap individu tidak mungkin membiayai jenis layanan semacam itu.Dengan demikian,layanan publik merupakan kewajiban sosial (fardh kifyah) dan harus bersandar kepada kepentingan umum.

Adapun tugas-tugas negara dalam rangka pemenuhan kebutuhan dasar setiap warga negara sebagai berikut:

- Melindungi agama
- Menegakkan hukum dan stabilitas
- Memelihara batas negara islam
- Menyediakan iklim ekonomi yang kondusif
- Menyediakan administrasi publik,peradilan,dan pelaksanaan hukum islam
- Mengumpulkan pendapatan dari berbagai sumber yang tersedia serta menaikannya dengan - menerapkan pajak baru jika situasi menuntutnya
- Membelanjakan dana-dana Baitul Mal  untuk berbagai tujuan yang telah menjadi kewajibannya.

Perpajakan

Menurut Al Mawardi pilihan atas kharaj harus bervariasi sesuai dengan faktor-faktor yang menemukan kemampuan tanah dalam membayar pajak,yaitu kesuburan tanah,jenis tanaman dan irigasi.

Tentang metode penetapan kharaj, Al Mawardi menyarankan untuk menggunakan salah satu dari tiga metode yang pernah diterapkan dalamsejarah islam,yaitu:

Metode Misahah yaitu metode penetapan kharaj berdasarkan ukuran tanah,yaitu metode fixed-taxterlepas dari apakan tanah tersebut ditanami atau tidak,selama tanah tersebut memang bisa ditanami.

Metode penetapan Kharaj berdasarkan ukuran tanah yang ditanami saja.Dalam metode ini,tanah subur yang tidak dekelola tidak masuk dalam penilaian objek kharaj

Metode Musaqah yaitu metode pentapan kharaj berdasarkan presentasi dari hasil produksi (proportional tax). Dalam metode ini,pajak dipungut setelah tanaman mengalami masa panen.
Bitul Mal

Seperti yang kita ketahui bahwasanya Al Mawardi telah menyatakan untuk membiayai belanja negara dalam rangka memenuhi kebutuhan dasar setiap wargannya,negara membutuhkan lembaga keuangan negara (Baitul Mal).

Lebih jauh lagi Al Mawardi menegaskan adalah tanggung jawab Baitul Mal untuk memenuhi kebutuhan publik. Ia mengklasifikasikan berbagai tanggung jawab Baitul Mal kedalam dua hal yaitu:
Tanggung jawab yang timbul dari berbagai harta benda yang disimpan di baitul mal sebagai amanah untuk didistribusikankepada mereka yang berhak

Tanggung jawab yang timbul seiring dengan adanya pendapatan yang menjadi aset kekayaan Baitul Mal itu sendiri.

Dan jika lebih jauh lagi,Al Mawardi mengklasifikasikan kategori tanggung jawab Baitu Mal yang kedua dalam dua hal.

Tanggung jawab yang timbul sebagai pengganti atas nilai yang diterima (badal) seperti untuk pembayaran gaji para tentara dan biaya pengadaan senjata.

Tanggung jawab yang muncul melalui bantuan dan kepentingan umum
Mengenai zakat Al Mawardi berpendapat bahwa zakat harus didistribusikan diwilayah tempat zakat itu diambil.ketika zakat akan dialihkan ke wilayah lain maka seluruh golongan mustahik zakat diwilayah tersebut telah menerimanya secara memadai.

Al Mawardi juga menyatakan bahwa pendistribusian harta Baitul Mal berjalan lancar dan tepat sasaran,negara harus memperdayakan Dewan Hisbah semaksimal mungkin.Jadi dalam hal ini salah satu fungsi mustahib adalah memperhatiakn kebutuhan publik serta merekomendasikan pengadaan proyek kesejahteraan bagi masyarakat umum.Al Mawardi menegaskan:

“ Jika mekanisme pengadaan air minum ke kota mengalami kerusakan,atau dinding sekitarnya bocor,atau kota tersebut banyak dilintasi oleh para musafir yang sangat membutuhkan air,maka muhtasib (petugas hisbah) harus memperbaiki sistem air minum,mereknstruksi dinding dan memberikan bantuan keuangan kepada orang-orang miski,karena hal ini adalah kewajiban Baitul mal dan bukan kewajiban masyarakat”

Disamping menguraikan teori pembelanjaan publik,inilah dampak ekonomi pengalihan pendapatan melalui kebijakan publik yang sinyatakan oleh Al Mawardi:

“Setiap penurunan dalam kekayaan publik adalah peningkatan kekayaan negara dan setiap penurunan dalam kekayaan negara adalah peningkatan dalam kekayaan publik”

Dengan ini Al Mawardi berpendapat pembelajaan publik seperti halnya perpajakan,merupakan alat yang efektif untuk mengalihkan sumber-sumber ekonomi.

Sunday, March 31, 2019

Lagi-lagi Teriakan Prabowo Bergema di Acara 'Gowes Nusantara 2019' yang Dihadiri Menpora, Imam Nahrawi

'Setelah debat kemarin, Prabowo langsung berkempanye ke Sidoarjo. Kali ini langsung di damping wakilnya, Bang Sandi. Dan seperti kampanye-kampanye sebelumnya, istilah anak milenial sekarang, pettjjahh. Entahlah, apa memang begitu tulisannya?', tulis Erizal Sastra dalam akun Fbnya.

Aksi jalan santai ukhwah 313 di Palembang pun Pettjah. Di Padang dalam acara Gowes Nusantara yang dihadiri oleh Menteri Pemuda dan Olahraga, Imam Nahrawi, dan Walikota Padang Mahyeldi Ansharullah, para peserta tak mau kalah MENERIAKAN PRABOWO. "Ayok dua jari. Prabowo presiden," teriak salah seorang peserta gowes.

REPUBLIKA.CO.ID, PADANG--Ribuan masyarakat di Kota Padang Ahad (31/3) berkumpul di kawasan Gelanggang Olahraga (GOR) Haji Agus Salim, Padang. Mereka berkumpul untuk mengikuti Gowes Nusantara 2019 dengan tagline 'Kita Semua Bersaudara'.

Ribuan masyarakat dari berbagai komunitas dan perwakilan berbagai perusahaan ikut meramaikan dengan membawa sepeda. Mereka gowes bersama dari GOR Haji Agus Salim menuju kawasan Khatib Sulaiman.


Ketika hendak memulai start para peserta banyak yang berfoto bersama. Wajah mereka sangat ceria karena berkumpul bersama. Cuaca di Kota Padang pun cerah walaupun sebelumnya sempat diguyur hujan.

Saat mereka tahu sedang disorot oleh kamera drone, para peserta gowes secara spontan melambaikan dua jari. Mereka mengajak semua peserta yang lain agar melambaikan dua jari ke arah kamera. "Ayok dua jari. Prabowo presiden," teriak salah seorang peserta gowes.

Zulkifli salah satu peserta menilai para peserta meneriakkan dukungan kepada salah satu pasangan calon presiden dan wakil presiden karena sejak kemarin, Sabtu (30/3) malam masih terbawa suasana debat pamungkas capres. Setelah itu mereka kembali merapikan barisan untuk memulai start.

Pantauan Republika.co.id di lokasi, barisan pertama diisi oleh puluhan sepeda ontel. Menyusul di belakangnya berjejer ratusan sepeda gunung, sepeda santai hingga sepeda fixie. Gowes Nusantara 2019 ini dihadiri oleh Menteri Pemuda dan Olahraga Imam Nahrawi dan Walikota Padang Mahyeldi Ansharullah. (
sumber : Republika)
(sumber : Republika)


 

Mengenal Kemajuan Ekonomi dan Ilmu Pada Zaman Khalifah Harun Ar-Rasyid

Oleh Laila Maisyarah


Suatu negara dikatakan maju apabila rakyat yang berada di negara tersebut terpenuhi segala kebutuhannya. Baik itu kebutuhan sandang, pangan dan juga papan serta kebutuhan akan kebebasan menyampaikan pendapat, memperoleh ilmu pengetahuan dan fasilitas kesehatan yang memadai serta kebutuhan lainnya. Dalam mencapai negara yang maju dengan rakyat yang makmur, maka dibutuhkan seorang pemimpin yang hebat. Pemimpin yang bijaksana, cerdas dan memikirkan kepentingan masyarakat diatas kepentingannya sendiri. Dan hal ini pernah terealisasikan pada zaman kekhalifahan Abbasiyah dibawah kepemimpinan Khalifah Harun Ar-Rasyid.
   Harun Ar-Rasyid terlahir pada tahun 763 M di Rayy, Teheran, Iran. Beliau merupakan putera dari Khalifah Al-Mahdi bin Abu Ja’far Al-Mansur khalifah Abbasiyah ketiga dengan ibunya bernama Khaizuran. Khalifah Harun Ar-Rasyid kecil ditempa dengan pendidikan agama islam dan pemerintahan di lingkungan istana. Dengan salah satu guru yang populer yaitu Yahya bin Khalid. Ditempa dengan ilmu pendidikan yang baik membuat Khalifah Harun Ar-Rasyid tumbuh menjadi anak yang berkepribadian kuat, berotak encer dan fasih dalam berbicara. Dan pendidikan dari kecil inilah yang membuat Harun Ar-Rasyid sangat mencintai ilmu pengetahuan. Yang nantinya akan beliau realisasikan pada saat masa pemerintahannya.
Sebelum dinobatkan sebagai khalifah, saat remaja Khalifah Harun Ar-Rasyid ditempa sang ayah dengan memimpin ekspedisi militer untuk menaklukan Bizantium, dan juga pernah menjadi gubernur di As-Siafah pada 779 M. Khalifah Harun Ar-Rasyid menduduki tahta tertinggi sebagai Khalifah pada tahun 786 M, dan menjadi khalifah kelima di Dinasti Abbasiyah. Kemajuan intelektual memicu bangkitnya zaman pencerahan islam. Dan hal ini dilakukan oleh Khalifah Harun Ar-Rasyid, dimana pada pemerintahan Khalifah Harun Ar-Rasyid ilmu pengetahuan berada pada puncak keemasannya. Pada masa pemerintahan Khalifah Harun Ar-Rasyid, Islam berada pada masa keemasan atau dikenal dengan The Golden Ages of Islam. Pada masa ini, kaum cendikiawan datang ke kota Baghdad membawa berbagai macam aliran serta disiplin ilmu pengetahuan.
Selain itu, khalifah juga mendorong para ulama untuk menerjemahkan kitab-kitab bahas asing ke dalam bahas arab agar mudah dipelajari oleh umat Islam. Untuk menunjang semua hal yang berkaitan dengan ilmu pengetahuan, Khalifah Harun Ar-Rasyid pun mendirikan Baitul Al-Hikmah. Dimana Baitul Al-Hikmah ini merupakan pusat ilmu pengetahuan Baghdad saat itu. Selain ilmu pengetahuan, Khalifah Harun Ar-Rasyid juga berusaha dalam memajukan perekonomian umat Islam, sehingga pada masa itu perekonomian umat islam sangat berkembang pesat.
Demi mendukung pertumbuhan ekonomi, Khalifah Harun Ar-Rasyid mendirikan Baitul Maal untuk mengurusi keuangan negara. Kemudian khalifah menunjuk seorang wazir (menteri) yang mengepalai beberapa diwan. Pertama, Diwan Al-Khazanah yang bertugas mengurusi perbendaharaan negara. Kedua, Diwan Al-Azra’ yang bertugas mengurus kekayaan negara yang berbentuk hasil bumi seperti pertanian, emas, perak, tembaga dan besi. Ketiga, Diwan Khazain As-Siyah yang bertanggung jawab atas kesejahteraan para tentara, termasuk kesejahteraan keluarga tentara saat mereka berjuang di medan perang.
Sumber pendapatan pada masa ini yaitu kharaj, jizyah, zakat, fa’i. Ghanimah, usr, dan harta warisan yang tidak memiliki ahli waris. Kharaj merupakan pajak dari hasil pertanian dan perkebunan, yang diwajibkan kepada non-muslim sebagai pengganti zakat. Jizyah merupakan pajak yang dibayarkan non-muslim kepada negara, karena negara telah memberikan perlindungan kepdanya. Zakat ada hal yang wajib harus dibayarkan oleh umat Islam dan disetorkan kepda negara. Ganimah merupakan harta rampasan hasil dari sebuah peperangan. Sedangkan usr adalah pajak perdagangan atau biasa kita kenal dengan bea-cukai.
Sumber pengeluaran negara sendiri terdiri dari pembiayaan riset dan penelitian ilmiah, penerjemahan buku-buku Yunani, biaya pertahanan dan belanja pegawai, serta membiayai para tahanan dalam rangka menyediakan makanan dan pakaian, baik itu musim dingin maupun musim panas. Dari masa pemerintahan Khalifah Harun Ar-Rasyid ini kita dapat mengambil kesimpulan bahwa dengan mengembangkan ilmu pengetahuan, selain mencerdaskan masyarakat kita juga dapat membangun dan membangkitkan perekonomian. Karena dengan masyarakat yang cerdas sebuah negara akan memiliki banyak sumber daya manusia yang berkompeten dalam mengurus masalah terkait perekonomian yang ada pada negara tersebut. 

Sejahtera Dengan Konsep Ekonomi Islam (Studi Pendapat Ulama Klasik)

Oleh : Waryadi

Bernama Lengkap Abu Abdillah Muhammad bin al-Hasan bin Farqad Asy-Syaibani lahir
pada tahun 132 H (750 M) di kota Wasith, ibukota Irak pada masa akhir pemerintahan Bani
Umawiyyah dan Wafat tahun 189 H (804 M).


Imam Asy-Syaibani merupakan keturunan orang yang cukup kaya. Warisan dari ayahnya
dikatakan sekitar 30.000 dirham, sebagian besar telah dihabiskan untuk digunakan pendidikan
(Arnoos, 1986). Hal ini tampaknya telah tercermin dalam pandangannya seperti yang
ditunjukkan dalam bukunya. Tapi kekayaan ini tidak menyebabkan kesombongan. Kita melihat
Dia menekankan dalam bukunya bahwa orang kaya membutuhkan orang miskin sebagai miskin
membutuhkan orang kaya
Dimasa kepemimpinan beliau, perekonomian islam berkembang secara signifikan . Imam
Asy-Syaibani mengatakan bahwa sesungguhnya Allah menciptakan anak-anak Adam sebagai
suatu ciptaan yang tubuhnya tidak akan dapat hidup kecuali dengan empat perkara, yaitu :
makan, minum, pakaian, dan tempat tinggal. Para ekonom yang lain mengatakan bahwa
keempat hal ini adalah tema ilmu ekonomi. Jika keempat hal tersebut tidak pernah diusahakan
untuk dipenuhi, ia tidak akan meraskan kesejahteraan karena manusia tidak akan dapat hidup
tanpa keempat hal tersebut. Imam Asy-Shaybani mengatakan bahwa kasb merupakan kewajiban
pada analogi mencari pengetahuan artinya diperlukan untuk pembagian kerja.
Imam Asy-Syaibani mengungkapkan bahwa untuk mencapai kesejahteraan ekonomi
dibutuhkan saling membantu dan mendekatkan diri pada Allah adalah zakat dan sedeqah. Dan
untuk mencari nafkah ada empat cara dasar yaitu: menyewa tenaga kerja, perdagangan,
pertanian, dan kerajinan.
Pengungkapan tersebut juga di jelaskan oleh imam Asy-Syaibani. Pertama, Pertanian
lebih berjasa daripada perdagangan, dikatakan bahwa pertanian karena manfaatnya yg dirasakan
masyarakat banyak (dengan beras sebagai bahan makanan pokok). Kedua, pertanian dan
kegiatan turunan, adalah penyedia utama kebutuhan makhluk hidup lainnya, burung dan hewan,
yang dapat dimakan atau sebaliknya. Ketiga, sebagai bahan baku. Keempat, pertanian
menyediakan sumber untuk zakat dari dalam sebagai sedekah wajib, seperti zakat, pada pertanian
ditetapkan dalam sebuah Qur ‘an
Dengan kondisi perekonomia sekarang, sangat memungkinkan untuk bisa meniru konsep
yang telah diterapkan di masa Imam Asy-Syaibani. Dengan mengedepankan sektor pertanian
merupakan solusi terbaik untuk mengembangkan perekonomian di negara agrarian seperti
Indonesia. Di dukung penduduk Indonesia yang 80% merupakan mayoritas beragama islam,
sangat memungkinkan untuk mencapai kesejahteraan ekonomi dengan berzakat dan sedekah
sebagaimana yang telah di ajarkan oleh rasulullah saw dan dikembangkan di masa imam Asy-
Syaibani

Saturday, March 30, 2019

Kebijakan Ekonomi Islam Pada Masa Khalifah Abu Bakar Ash-Shiddiq

Oleh : Shulha Nadhriyah

Abdullah ibn Abu Quhafah Al-Tamimi atau yang lebih dikenal Abu bakar Ash-Shiddiq adalah yang terpilih sebagai khalifah islam pertama setelah Rosulullah saw. wafat yang berdasarkan hasil musyawarah para sahabat. Ia merupakan pemimpin agama sekaligus kepala negara kaum muslimin.
Pada masa pemerintahannya yang hanya berlangsung selama dua tahun, Abu Bakar Ash-Shiddiq banyak menghadapi persoalan dalam negeri yang berasal dari kelompok murtad, nabi palsu, dan pembangkang zakat. Berdasarkan hasil musyawarah dengan para sahabat yang lain, ia memutuskan untuk memerangi kelompok tersebut melalui apa yang disebut sebagai Perang Riddah (Perang Melawan Kemurtadan).  Sebelum perang Riddah, terputusnya pendapatan dari zakat dan kebutuhan pada pembiayaan. Dan setelah perang Riddah, kembalinya pendapatan zakat, ghanimah (harta rampasan perang), surplus kekayaan.
(masjid nabawi/republika.co.id)


Setelah berhasil menyelesaikan urusan dalam negeri, Abu Bakar mulai melakukan ekspansi ke wilayah utara untuk menghadapi pasukan Romawi dan Persia yang selalu mengancam kedudukan umat Islam. Namun, ia meninggal dunia sebelum usaha ini selesai dilakukan.

Sejak menjadi khalifah, kebutuhan keluarga Abu Bakar diurus dengan menggunakan harta Baitul Mal. Menurut beberapa riwayat, ia diperbolehkan mengambil dua setengah atau tiga per empat dirham setiap harinya dari Baitul Mal dengan tambahan makanan berupa daging domba dan pakaian biasa. Setelah berjalan beberapa waktu, ternyata tunjangan tersebut kurang mencukupi. Oleh karena itu, tunjangan untuk Abu Bakar ditambah menjadi 2000 atau 2500 dirham, menurut riwayat lain 6000 dirham, per tahun.

Ketika diberitahukan bahwa jumlah tunjangannnya sebesar 8000 dirham, ia langsung memerintahkan untuk menjual sebagian besar tanah yang dimilikinya dan seluruh hasil penjualannya diberikan kepada negara. Di samping itu, Abu Bakar juga menanyakan lebih jauh mengenai berapa banyak fasilitas yang telah dinikmatinya selama menjadi khalifah. Ketika diberitahukan bahwa fasilitas yang diberikan kepadanya berupa seorang budak yang bertugas memelihara anak-anaknya dan membersihkan pedang-pedang milik kaum muslimin, seekor unta pembawa air dan sehelai pakaian biasa, ia segera menginstruksikan untuk mengalihkan semua fasilitas tersebut kepada pemimpin berikutnya nanti. Pada saat diangkat sebagai khalifah dan mengetahui hal ini, Umar berkata, “Wahai Abu Bakar, engkau telah membuat tugas penggantimu ini menjadi sangat sulit”

Kebijakan ekonomi yang dilakukan khalifah Abu Bakar Ash-Shiddiq dalam meningkatkan kesejahteraan umat islam ialah seperti yang telah dipraktikan Rosulullah. Ia sangat memerhatikan keakuratan perhitungan zakat, hasil pengumpulan zakat tersebut dijadikan sebagai pendapatan negara dan disimpan dalam Baitul Mal untuk langsung didistribusikan kepada kaum muslimin hingga tidak ada yang tersisa, ia menerapkan prinsip kesamarataan yakni memberikan jumlah yang sama tanpa membeda-bedakan antara sahabat terdahulu masuk islam dengan sahabat yang kemudian, antara hamba dengan orang yang merdeka. Ia juga mengambil alih tanah dari orang-orang murtad dan dimanfaatkan untuk kepentingan umat islam.

Selama masa pemerintahan Abu Bakar, harta Baitul Mal tidak pernah menumpuk dalam jangka waktu yang lama karena dana yang terkumpul di Baitul Mal harus langsung didistribusikan kepada seluruh kaum muslimin. Bahkan ketika beliau wafat, hanya ditemukan satu dirham dalam pembendaharaan negara.

Dapat disimpulkan bahwa Khalifah Abu Bakar Al–Shiddiq adalah seorang pemimpin yang tegas, adil dan bijaksana. Abu Bakar dapat dijadikan teladan dalam kesederhanaan, kerendahan hati, kehati-hatian, dan kelemah lembutan pada saat dia kaya dan memiliki jabatan yang tinggi. Ini terbukti dengan keberhasilan beliau dalam menghadapi dan mengatasi berbagai kerumitan yang terjadi pada masa pemerintahannya tersebut. Beliau tidak mengutamakan pribadi dan sanak kerabatnya, melainkan mengutamakan kepentingan rakyat dan juga mengutamakan masyarakat dalam mengambil suatu keputusan.

PEMIKIRAN EKONOMI ISLAM ASY SYATIBI

Oleh Dwi Rizka Maulia 

Pemikiran Ekonomi Islam bukanlah hal yang baru dalam tradisi pemikiran intelektual Islam, terutama dalam tradisi para pemikir Islam klasik pada masa kejayaan umat Islam. Bahkan sejak masa kenabian, pemikiran tentang ekonomi Islam muncul sebagai salah satu tradisi intelektual, walaupun pemikiran tersebut sangat sederhana sesuai dengan konteks zaman dan tantangan kehidupan yang berkembang pada saat itu. Dibandingkan dengan bidang-bidang lain, pemikiran tentang ekonomi Islam tidak semarak dengan pemikiran lainnya, seperti tasawuf, kalam, fikih, tafsir, hadis dan lainnya. Bahkan dibandingkan dengan pemikiran politik Islam, yang boleh dikatakan “baru” dalam tradisi intelektual Islam, pemikiran ekonomi Islam masih berada di bawahnya.


Namun demikian, bukan berarti pemikiran ekonomi Islam tidak dikenal dalam tradisi intelektual para pemikir Islam. Para imam dan filosuf Islam mengkaji pemikiran mereka tentang ekonomi Islam dalam berbagai karya tulis, baik yang ditulis secara khusus untuk mengulas ekonomi Islam maupun bagian dari kajiannya dalam bidang ilmu lainnya. Cara kedua ini yang banyak dilakukan para pemikir Islam. Kebanyakan mereka menuangkan pemikirannya tentang ekonomi bersama dengan pemikiran lain, khususnya hukum Islam. Hal yang sama dilakukan al-Syatibi, pemikiran ekonominya tidak dalam suatu karya khusus, tapi menjadi bagian tertentu dari kajiannya tentang hukum Islam. Indikasi tersebut tampak dalam karya monumentalnya, al-Muwafaqat fi Ushul al Syari’ah.

Al-Syatibi merupakan salah seorang pemikir ternama dalam sejarah intelektual Islam, khususnya dalam bidang fikih. Nama lengkapnya Abu Ishaq bin Musa bin Muhammad Al Lakhmi Al-Gharnati Asy-Syatibi. Tidak ada ahli sejarah yang mengetahui secara pasti latar belakang kehidupan dan kelahirannya, hanya saja menurut catatan sejarah beliau wafat pada tanggal 8 Sya’ban 790 H (1388 M). Yang jelas, ia berasal dari suku Arab Lakhmi. Nama asy-Syatibi dinisbatkan ke daerah asal keluarganya, Syatibah (Xatiba atau Jativa), yang terletak di kawasan Spanyol bagian timur. Sekalipun namanya dinisbatkan ke daerah ini, Imam al-Syatibi tidak dilahirkan di sana.

Masa muda al-Syatibi dilaluinya bertepatan dengan masa pemerintahan Sultan Muhammad V al-Ghani Billah yang merupakan masa keemasan umat Islam setempat karena Granada menjadi pusat kegiatan ilmiah dengan berdirinya Universitas Granada. Sehingga seluruh pendidikan al-Syatibi diperolehnya di ibukota kerajaan Nashr, Granada, yang merupakan benteng terakhir umat Islam di Spanyol ketika itu.

Suasana ilmiah dan perkembangan peradaban Islam yang berkembang dengan baik di kota Granada tersebut memberikan keuntungan tersendiri bagi al-Syatibi dalam pengembaraan dan pengembangan intelektualnya. Granada menjadi kota pusat perhatian para sarjana yang datang dari kawasan Afrika Utara.

Karya-karya al-Syatibi dapat dikelompokkan dalam dua bagian yaitu: pertama karya-karya al-Syatibi yang telah diterbitkan dan dipublikasikan, kedua karya-karya yang belum dipublikasikan, baik yang masih bersifat manuskrip atau disebutkan dalam kitab lain yang menisbahkan kitab tersebut kepada al-Syatibi. Karya al-Syatibi dalam kategori pertama: al Muwafaqat fi Ushul al-Syari’ah, al-I’tisham dan al-Ifadat wa al-Isyadat. Sedangkan karya-karya dalam kategori kedua, antara lain: kitab al-Majalis, Syarh Alfiah dan manuskrib penyempurnaan kitab al-Itisam.

Maslahah dan maqashid al-Syari’ah dalam pandangan al-Syatibi merupakan dua hal penting dalam pembinaan dan pengembangan hukum Islam. Maslahah secara sederhana diartikan sesuatu yang baik dan dapat diterima oleh akal yang sehat. Diterima akal, mengandung makna bahwa akal dapat mengetahui dengan jelas kemaslahatan tersebut.

Secara bahasa, maqashid al-syari’ah terdiri dari dua kata, yakni maqashid dan al syari’ah. Maqashid berarti kesengajaan atau tujuan, sedangkan al-syariah berarti jalan menuju sumber air, dapat pula dikatakan sebagai jalan ke arah sumber pokok kehidupan. Sedangkan menurut istilah, al-Syatibi menyatakan “Sesungguhnya syariah itu bertujuan untuk mewujudkan kemaslahatan manusia di dunia dan di akhirat.”

Berkaitan dengan hal tersebut, ia menyatakan bahwa tidak satu pun hukum Allah SWT yang tidak mempunyai tujuan karena hukum yang tidak mempunyai tujuan sama dengan membebankan sesuatu yang tidak dapat dilaksanakan.

Paradigma Maslahah dalam Pemenuhan Kebutuhan Manusia

Terdapat kesenjangan pemikiran yang menimbulkan kekacauan persepsi antara pengertian kebutuhan (needs) dan keinginan (wants). Jika perilaku manusia disandarkan pada keinginan (wants), maka persoalan ekonomi tidak akan pernah selesai karena nafsu manusia selalu merasa tidak akan pernah puas. Dalam framework Islam, tidak semua hasrat manusia dijadikan sebagai needs. Hanya hasrat yang memiliki nilai maslahah di dunia dan akhirat yang bisa dijadikan sebagai needs.

Rasionalitas dalam Islam bukanlah kemudian membatasi peluang untuk memaksimalkan kepentingan atau kebutuhan secara mutlak. “maksimalisasi” bisa saja tetap digunakan, hanya ia dibatasi oleh kendala etika dan moral Islam. Maka istilah “kepuasan” pun mengalami transformasi pengertian dari “kepuasan tak terbatas” menjadi falah, dalam arti yang luas, dunia dan akhirat. Falah di akhirat adalah menjadi tujuan akhir dari proses di dunia secara terus-menerus. (lihat surat al-Qashash : 77). Dengan demikian pengejaran sarana material di dunia dapat dimaksimalkan guna memaksimalkan pelaksanaan ibadah kepada Allah dengan lebih sempurna.

Paradigma Maslahah dalam Aktifitas Ekonomi

Manusia senantiasa dituntut untuk mencari kemaslahatan, aktivitas ekonomi produksi, konsumsi dan pertukaran yang menyertakan kemaslahatan seperti didefinisikan syariah harus diikuti sebagai kewajiban agama untuk memperoleh kebaikan di dunia dan akhirat.

Kemaslahatan dalam aktifitas ekonomi mengandung makna bahwa aktifitas ekonomi yang dilakukan atas dasar maslahah akan mendatangkan manfaat dan berkah. Dengan demikian, seluruh aktivitas ekonomi yang mengandung kemaslahatan bagi umat manusia disebut sebagai kebutuhan (needs). Kebutuhan inilah yang harus dipenuhi. Pemenuhan kebutuhan (fulfilling needs) adalah tujuan aktivitas ekonomi, dan pencarian terhadap tujuan ini adalah kewajiban agama.   

Sumber : Kara Muslimin. 2012. Pemikiran Al-Syatibi Tentang Maslahah Dan Implementasinya Dalam Pengembangan Ekonomi Syariah. 2 (2)

Dwi Rizka Maulia
MAHASISWA SEMESTER 6 STEI SEBI

Friday, March 29, 2019

Pelajaran Demokrasi Dari Negeri Ottoman. (Analisis Akhir Pilkada Serentak Turki 31 maret 2019)

Oleh Tengku Zulkifli Usman

2 hari lagi turki akan melaksanakan pilkada serentak di 81 wilayah turki, 31 maret 2019.

Partai partai politik bersaing sangat ketat, tentu dalam hal ini calon calon kepala daerahnya jadi ujung tombak.

Perkiraannya, Koalisi AKP(Cumhur Ittifaki) masih akan memenangkan pilkada besok dengan perolehan suara 35-38%. Mengalahkan Koalisi CHP bersama 3partai lain(Millet Ittifaki).

Bisa dikatakan, pilkada besok adalah pilkada paling panas dalam sejarah demokrasi turki modern.

Panas karena memang sudah langganan, setiap mau pemilu, turki selalu diganggu asing, terutama setelah AKP naik ke puncak kekuasaan 2002.

Berbagai goncangan politik dilakukan lawan lawan AKP secara kasar dan terang terangan, baik dari militer, liberal, partai oposisi sampai pemberontak kurdi.

Baik intervensi barat, eropa, amerika, israel sampai ulama pemberontak yang menetap di pensylvania, Fathullah Gulen.

Goncangan besar terakhir terjadi tahun lalu, saat turki ingin melaksanakan pilpres pertama dalam sistem konstitusi baru presidensial setelah menang dalam referendum konstitusi yang ketat april 2017 lalu.

Pilpres yang seharusnya dilaksanakan tahun ini, terpaksa dimajukan menjadi tahun lalu karena ada indikasi musuh turki akan melakukan kekacauan. Erdogan memajukan pilpres menjadi juni tahun lalu.

Pilpres turki tahun lalu sebenarnya dipantau oleh dunia internasional, erdogan sengaja mengundang mereka untuk memantau pemilu.

Meskipun pilpres berjalan lancar, aman dan demokratis, namun dunia internasional secara mengejutkan mengumumkan bahwa pilpres turki curang, sudah biasa. Mereka menuduh curang karena pilpres masih dimenangkan erdogan, "musuh" mereka.

Menghadapi pilkada 31 maret besok, berbagai upaya melengserkan dominasi AKP terus dilakukan lawan lawan politik secara terang terangan.

Persaingan sangat ketat misalkan terjadi di istanbul, faktor utama panasnya pilkada istanbul adalah lembaga survei yang sangat memihak calon oposisi CHP.

Padahal secara fair dan ril, istanbul adalah basis AKP yang belum pernah bergeser sejak AKP naik panggung, istanbul adalah kampung halamannya Erdogan.

Persaingan ketat lain terjadi di ankara, motifnya sama, ada upaya penggiringan opini publik bahwa calon walikota dari AKP kalah jauh dari calon oposisi, mirip dengan manupulasi survei di pilpres indonesia. Padahal ril nya, selisih antara calon walikota ankara dari CHP dan AKP hanya 0,1%. Ingat ya 0,1 bukan 1%. Tapi dalam berbagai survei diberitakan selisih angkanya mencapai 8-10%.

Turki yang demokratis ditangan erdogan tidak membredel media dan membredel lembaga survei padahal AKP adalah partai penguasa yang terus menerus dipojokkan oleh mereka. AKP bukan partai oposan.

Beberapa wilayah lain dimana AKP menang telak seperti Bursa, Balikesir, Kayseri, Kahraman Maras, Kastamanu, Osmaniye, Van, Kars, Karaman, Gaziantep, Batman, Bolu, Koaceli. Tapi oleh media dipelintir dan dibuat imbang dengan oposisi.

Selain ankara, AKP dan MHP hampir menyapu bersih semua kota besar, AKP hanya kalah di kota kota kecil yang tidak terlalu berpengaruh secara nasional untuk 2023 kedepan.

Kalau 31 maret besok AKP memenangkan kembali pilkada dengan angka meyakinkan, maka Erdogan harus berterima kasih kepada ketum partai MHP, tanpa berkoalisi dengan MHP, kali ini erdogan dan AKP akan sangat kedodoran.

Bergabungnya MHP bersama AKP bukan berarti AKP lemah, tapi MHP lah yang merasa sangat cocok dengan Erdogan daripada dengan tokoh toko lain, terutama setelah ketum MHP Devlet Bahceli mengatakan berkoalisi permanen dengan AKP sejak beberapa tahun belakangan.

Bahceli dan Erdogan tentu dua sosok yang berbeda, Bahceli dulu adalah pengkritik erdogan di awal awal erdogan menguasai pangung politik turki. Bahceli adalah mantan PM Turki pas sebelum erdogan.

Itulah bedanya Bahceli, semua orang jujur yang punya niat baik terhadap turki cepat atau lambat akan merapat ke erdogan, ini beda dengan tokoh oposisi lain yang sampai saat ini tidak mau mengakui prestasi erdogan. Sebut saja Ketum CHP Kemal Kilichdaroglu, Mantan Ketum CHP Deniz Baykal, Ketum IYI parti Meral Aksener sampai Ketum Saadet Parti Tamel Karamullahoglu.

Erdogan berpolitik dengan ilmu dan integritas tingkat dewa, inilah penyebab utama kenapa erdogan sangat sulit disingkirkan, semua warga turki mengakui integritas erdogan, yang bersih, profesional dan sangat bersahaja. Soal mau memilih atau tidak itu urusab ego dan urusan muyul politik yang memang berbeda.

Kedua, Erdogan adalah tipikal pekerja keras, bahkan sangat keras. Dalam pilkada kali ini contohnya, erdogan keliling turki mengajak calon walikota naik panggung bersama dalam kampanye, erdogan seolah ingin memastikan semua"anak buah" nya harus menang.

Kerja nyata, tanpa citra, tanpa banyak bicara, banyak debat, banyak polemik, profesional. Itulah gaya khas erdogan dalam berpolitik.

Partai Saadet yang merupakan partainya mantan Erdogan yang sampai saat ini tidak mau berkoalisi dengan AKP tidak membuat Erdogan panas hati. Erdogan rajin bersilaturrahim dengam mantan walaupun sering ditolak bahkan sejak Erbakan masih hidup.

Erdogan tidak baperan, tidak banyak menoleh kebelakang, tidak bercerita masa lalu, erdogan memang tokoh yang selalu lurus melihat kedepan, makanya ditangan erdogan, turki melangkah kedepan, menang 4x pemilu berturut turut.

Sebuah narasi politik, maka medan pembuktian nya adalah lapangan, apakah sebuah narasi itu eligible atau tidal, apakah lemah atau kuat, semua hanya waktu yang menjawab. Dan erdogan telah membuktikannya selama 17 tahun, kokoh bahkan sukses menyingkirkan 7 Jenderal sekuler yang memegang turki sebelum erdogan.

Erdogan dan AKP adalah contoh sebuah narasi politik yang berumur panjang, hanya pemimpin Rusia dan Cina yang setara dengan Erdogan saat ini. Sedangkan dengan pemimpin AS saja, Narasinya masih kalah jauh.

Tidak salah, kalau sampai rakyat turki memberikan kepercayaan kepada tokoh yang amanah sampai 2028. Itu karena masa jabatan erdogan dibatasi konstitusi, tapi sejatinya Erdogan telah melegenda dihati rakyat turki dan telah menjadi inspirasi bagi semua negara islam bahkan dunia.

Tengku Zulkifli Usman.
Analis Politik Dunia Islam Internasional.

Sumber : FB

ABU UBAID DAN PERDAGANGAN INTERNASIONAL

Oleh: Sa’adah Tri Hayatun 

Perdagangan Internasional adalah perdagangan antar negara yang melintasi batas-batas suatu negara. Islam telah menerapkan konsep-konsep perdagangan internasional jauh sebelum teori perdagangan ditemukan di barat. Abu Ubaid bin bin Salam bin Miskin bin Zaid al-Azdi merupakan ulama besar yang hidup di masa kekhalifahan daulah abbasiyah ini telah menyoroti praktik perdagangan internasional. Khususnya impor dan ekspor. Abu Ubaid merupakan orang pertama yang mendokumentasikan kegiatan perekonomian di zaman Rasulullah SAW, khulafaur Rasyidin, para sahabat, dan tabi’in-tabi’in.


Pemikiran Abu Ubaid tentang hal ini terdapat dalam kitab Al-Amwal yang ditulisnya jauh sebelum Adam Smith (1723-1790). Pemikiran Abu Ubaid tentang ekspor dan impor ini terbagi menjadi tiga, yaitu: tidak adanya nol tarif dalam perdagangan internasional, cukai bahan makanan pokok lebih murah, dan ada batas tertentu untuk dikenakan cukai.

Tidak Adanya Nol Tarif

Menurut Abu Ubaid, cukai merupakan adat kebasaan yang senantiasa diberlakukan pada zaman jahiliyah. Cukai merupakan salah satu bentuk merugikan orang lain. Sebagaimana firman Allah dalam surat Huud (11) ayat 85 yang artinya: “Dan janganlah kamu merugikan manusia terhadap hak-hak mereka dan jangan kamu membuat kejahatan di bumi dengan berbuat kerusakan.” Setelah Allah membatalkan sistem cukai tersebut dengan adanya pengutusan Rasulullah dan agama Islam. Lalu datanglah kewajiban membayar zakat sebanyak 2,5%. Dari Ziyad bin Hudair, ia berkata, “Saya telah dilantik Umar menjadi petugas bea cukai. Lalu dia memerintahkanku supaya supaya mengambil cukai barang impor dari para pedagang kafir harbi sebanyak 10%. Barang impor pedagang ahli dzimmah sebanyak 5%, dan barang impor pedagang kaum muslimin 2,5%”.

    Sekarang ini, paradigma penganut perdagangan bebas adalah tidak boleh ada tarif barrier pada suatu negara. Barang dagangan harus bebas masuk dan keluar dari suatu negara atau bea masuknya nol persen. Tetapi, dalam konsep islam, tidak ada sama sekali yang bebas, meskipun barang impor itu adalah barang kaum muslimin. Untuk barang impor kaum muslimin dikenakan zakat yang besarnya 2,5%. Sedangkan non-muslim, dikenakan cukai 5% dan untuk ahli dzimmah (kafir yang sudah melakukan perdamaian dengan islam), dan 10% untuk kafir harbu (Yahudi dan nasrani). Jadi, tidak ada prakteknya sejak dari dahulu, bahwa barang suatu negara bebas masuk ke negara lain begitu saja.


Cukai Bahan Makanan Pokok

    Cukai yang dikenakan untuk bahan makanan pokok seperti minyak dan gandum buka 10% tetapi 5% dengan tujuan agar barang impor berupa makanan pokok banyak berdatangan ke Madinah sebagai pusat pemerintahan saat itu. Dari Salim bn Abdullah bin Umar dari ayahnya, ia berkata, “Umar telah memungut cukai dari kalangan pedagang luar; masing-masing dari minyak dan gandum dikenakan bayaran cukai sebanyak 5%.

Ada Batas Tertentu Untuk Cukai

    Yang menarik, tidak semua barang dagangan dipungut cukainya. Ada batas-batas tertentu dimana kalau kurang dari batas tersebut dimana kalau kurang dari batas tersebut, maka cukai tidak dapat dipungut. Dari Ruzaiq bin Hayyan ad-Damisyqi (dia adalah petugas cukai di perbatasan Mesir pada saat itu) bahwa Umar bin Abdul Aziz telah menulis surat kepadanya, yang isinya adalah, “Barang siapa yang melewatimu dari kalangan ahli zimmah, maka pungutlah barang dagangan impor mereka. Yaitu, pada setiap dua puluh dinar mesti dike nakan cukai sebanyak satu dinar. Apabila kadarnya kurang dari jumlah tersebut, maka hitunglah dengan kadar kekurangannya, sehingga ia mencapai sepuluh dinar. Apabila barang dagangannya kurang dari sepertiga dinar, maka janganlah engkau memungut apapun darinya. Kemudian buatkanlah surat pembayaran cukai kepada mereka bahwa pengumpulan cukai akan tetap diberlakukan sehingga sampai satu tahun”.

Jumlah sepuluh dinar adalah sama dengan jumlah seratus dirham di dalam keten tuan pembayaran zakat. Seorang ulama Iraq, Sufyan telah menggugurkan kewajiban membayar cukai apabila barang impor ahli dzimmah tidak mencapai seratus dirham. Menurut Abu Ubaid, seratus dirham inilah ketentuan kadar terendah pengumpulan cukai atas harta impor ahli dzimmah dan kafir harbi.