Wednesday, October 18, 2017

KTP TANPA NEGARA (Derita Muslim Rohingya)

KTP TANPA NEGARA. Lelaki ini bersemangat, saat menunjukkan kartu tanda penduduk kepada saya. Diperlihatkan beberapa dokumen penyerta. Bukan hanya selembar, beberapa dia tunjukkan ke kamera. Abdul Rasyid namanya. Penduduk Toung Bazar, negara Myanmar.

"Baik, saya ke rumahmu saja," kataku dalam bahasa Inggris. Rasyid, lelaki berusia 54 tahun ini agak mahir ber-Inggris ria. Lalu dia mengajakku, memasuki gubuk reyot berdinding terpal, atapnya pun sama. Di dalam rumah, sudah ada tujuh lelaki, dua perempuan muda dan anak kecil.

Tuesday, October 17, 2017

INILAH PIDATO ANIES BASWEDAN, GUBERNUR DKI JAKARTA 2017-2022, DALAM PESTA RAKYAT PELANTIKAN GUBERNUR, 16 OKTOBER 2017

Oleh Agi Betha*
Pidato Anies Baswedan semalam di Balaikota, adalah salah satu pidato terbaik yg pernah disampaikan oleh seorang Gubernur DKI Jakarta pada pengukuhannya.
Khas Anies yg pandai menyusun tata letak kata dan memilih kosa kata pada kalimatnya, semalam pun demikian.

Ketika mendengar langsung pidatonya, saya yg berdiri di belakang Anies berdekatan dengan berdirinya pak Mardani Ali Sera, sudah menduga isi pidatonya akan diplesetkan.

Membangun Ecoliteracy Peserta Didik melalui Gerakan Peduli Lingkungan di Sekolah

Oleh : Rahmatulloh, S.Pd.

Sikap peduli terhadap lingkungan alam sekitar sebenarnya sudah tertanam dalam perilaku hidup leluhur bangsa Indonesia. Hal inilah yang harus wariskan dan dilajutkan oleh gerenarasi saat ini untuk sama-sama menjaga keberlangsungan hidup. Dengan akalnya manusia mampu melahirkan budaya yang lebih maju dibandingkan dengan makhluk lainnya, contohnya manusia menciptakan teknologi yang canggih untuk eksplorasi kekayaan alam yang dimanfaatkan untuk memenuhi kebutuhan manusia.

Namun, penggunaan teknologi secara berlebihan oleh manusia menimbulkan masalah baru seperti pencemaran lingkungan dan kerusakan lingkungan,, seprti banjir, longsor, dan kekeringan. Maka disinilah diperlukan pemahaman tentang kesadaran menjaga alam atau Ecology Literacy (Ecoliteracy) yang terbangun untuk saling menghormati alam oleh manusia dengan tujuan menjaga (sustainability life) keberlangsungan hidup di bumi ini.

Monday, October 16, 2017

PEREMPUAN TANGGUH (Derita Muslim Rohingya)

Saya selalu takjub dengan daya tahan kaum perempuan Rohingya. Mereka menikah di usia muda, belasan tahun rata-rata. Saat baru 23 tahun, mereka sudah memiliki tiga buntut. Bila bawa balita, berhari-hari digendong. Melalui jalan curam, terjal dan licin.

Ini Hafsah, 19 tahun. Anaknya satu, berusia sebulan. Dia hijrah ke Bangladesh bersama keluarga, suaminya ada juga di sana. Meski tak tahu harus bekerja apa. Kami datang membawa sabun bayi, handuk kecil dan bedak. Sekedar buah tangan untuk mereka. Beberapa potong biskuit untuk bayi kecil yang kurang gizi.

SJARIKAT ISLAM - SI (1906) Bermula dari SJARIKAT DAGANG ISLAM - SDI (16 Okt ober 1905)

SJARIKAT ISLAM - SI (1906) Bermula dari SJARIKAT DAGANG ISLAM - SDI (16 Okt ober 1905) didirikan di LAWEYAN SOLO, Jawa Tengah. Ditandingi dengan SAREKAT DAGANG ISLAMIYAH (1909) di BOGOR bikinan Pemerintah Kolonial Belanda.
Mengapa ???

Pemerintah Kolonial Belanda menugaskan Asisten Residen Bogor, C.J. Feith dan Kontrolir Ciamis, Weitfenbach, Asisten Residen Ciamis, van Zutphen, serta Bupati Ciamis, RA Koesoemabrata, membantu R. M. T. ADHISOERJO mendirikan SAREKAT DAGANG ISLAMIJAH (1909 ) di Bogor Jabar untuk menandingi SJARIKAT DAGANG ISLAM - SDI ( 1905 ) di Solo Jateng.

HADJI SAMANHOEDI, dengan wahana SJARIKAT DAGANG ISLAM, pada 16 Sya'ban 1323 H, Senin Legi, 16 OKTOBER 1905, Mempelopori membangkitkan Kesadaran Nasional diawali dengan menumbuhkan kembali kesadaran, penguasaan ekonomi pasar. Disadarkan bahwa Islam didakwahkan masuk dan berkembangnya di Nusantara melalui pasar dan menguasai pasar. Penguasaan Pasar, dapat membiayai

Sunday, October 15, 2017

HADJI SAMANHOEDI PELOPOR PEMBANGKIT KEBANGKITAN NASIONAL

HADJI SAMANHOEDI PELOPOR PEMBANGKIT KEBANGKITAN NASIONAL, SANDANG PRIBUMI BATIK, 16 OKTOBER 1905 - 2017, SJARIKAT DAGANG ISLAM - SDI.

Imperialis Barat mulai melihat bangsa bangsa Asia bangkit melawan penjajah dengan membangun organisasi pembangkit kesadaran nasional. Suatu gerakan anti penjajah, anti imperialis, anti kapitalis. Tapi cinta kemerdekaan bangsa, negara dan agama.